Seiring perayaan pra Paskah (Kamis putih, Jumat agung, dan Sabtu sunyi), umat muslim di suasana bulan Syawal, pada Kamis, Jumat, dan Sabtu ini menjalankan puasa ayyaumul bidh. Saya baru mulai puasa Syawal sejak Kamis sekalian puasa ayyaumul bidh, tapi hanya bisa sampai Jumat, Sabtu terpaksa saya menyerah karena demam.
Tahun lalu, agak lupa tepatnya tanggal berapa dan bulan apa, saya juga menyerah puasa ayyaumul bidh di hari kedua karena diserang vertigo. Demam kali ini tidak parah amat, mulai bab pukul 3 dini hari. Seharian berulang hingga tiga kali, begitu tengah hari keluar bintik-bintik (ruam merah) di bagian perut dan punggung.
Tidak harus ke klinik, cukup minum obat yang ada di kotak obat. Paracetamol lebih dari cukup untuk menjinakkan demam yang tidak begitu parah. Untuk lebih mendapatkan tubuh yang prima, ditambah vitamin. Tapi, obat paling mujarab agar cepat sembuh adalah makan yang banyak, walaupun tidak nafsu kudu dipaksakan.
Puasa Syawal saya baru dapat dua hari, Senin dilanjut lagi. Mudah-mudahan badan cepat pulih sehingga sampai dapat 6 hari senyampang bulan Syawal masih ada dua mingguan ke depan baru habis. Agak sayang sebenarnya ayyaumul bidh cuma dapat dua hari. Tapi, jika saya paksakan, maka akan kolaps beneran, cilaka duabelas.
Komentar
Posting Komentar