Ternyata wujudkan angan dan harapan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada postingan 4 April berjudul "Obat Demam" saya akan lanjut puasa Syawal pada Senin kemarin. Berhubung demam yang saya idap belum reda dan saya merasa sehat, maka puasa Syawal belum jadi saya lanjutkan.
Obat demam dari dokter Ana kurang manjur atau memang penyakit tipes saya (kali ini) rada ndablek, entahlah. Satu pesan penting disampaikan dokter Ana, adalah saat ini memang sedang musim penyakit DBD dan tipes. Semua pasien yang dia tangani kebanyakan mengalami dua penyakit tersebut.
Satu hal lagi yang terpaksa ditunda juga, yaitu donor darah yang terjadwal tanggal 7 April (kemarin). Cemana mau donor wong sedang sakit begini. Donor darah tidak harus tepat waktu seperti jadwalnya, bisa ditunda atau dimundurkan karena berbagai alasan. Misalnya, sakit atau dalam perjalanan ke luar kota.
Jadi, donor darah sifatnya fleksibel, tergantung kondisi badan dan sebagainya. Secara aturan yang diberlakukan PMI jarak antara donor saat ini dengan donor berikutnya adalah 60 hari. Lebih dari itu juga dibolehkan, bahkan tidak donor sama sekali pun, ya, boleh-boleh saja. Tidak ada paksaan (dalam donor).
Komentar
Posting Komentar