Dua file puisi saya kirim hari ini. Pada pukul 08:43 WIB file puisi bertema "Belajar Tidak Korupsi, Berhenti Main Akal-Akalan", even ini ditaja Kindai Seni Kreatif, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berangkat melalui g-form dan langsung bersarang.
Satu jam kemudian pada pukul 09:45, file puisi yang bertema -"Makan Bergizi Gendam"- untuk antologi PMK (Puisi Menolak Korupsi) juga berangkat melalui e-mail Sosiawan Leak yang tukang gagas penerbitan antologi PMK sekaligus penginput progres di fb-nya.
Yang pertama DL 13 April dan yang kedua DL 15 April. Masih cukup lega napas sebenarnya, tapi kalau puisi sudah siap kirim, mengapa mesti menunggu hingga mepet ke DL, misalnya baru mengirimkan karya di injury time. "Lebih cepat lebih baik," slogan Pak JK.
Dari beberapa even yang saya ikuti, dua even sudah keluar hasil kurasinya. Puisi bertema "kebangsaan" ditaja Sastra Bulan Purnama, Jogja, lolos. Sementara puisi dwi bahasa yang bertema "konservasi gajah sumatera" ditaja Rumah Sunting, belum beruntung.
Begitulah cerita hari ini yang saya kasih judul "Dua Dua" yang artinya 'dua' file puisi untuk even yang sedang berjalan, 'dua' pengumuman hasil kurasi serta 'dua' sudah jadi buku, menunggu launching. Satu di-launching 18 April ini di Pekanbaru - Riau.
Dua yang sudah jadi bukunya, itu adalah "Antologi Pantun Majelis" dan "Antologi Puisi Ramadan" yang kedua-duanya ditaja oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas). Sebelumnya saya terlibat pada even Perruas, sewaktu pembuatan Puisi Etnik Nusantara.
Komentar
Posting Komentar