Langsung ke konten utama

Kabar Penyair Pergi (2)

Lagi, penyair berpulang. Hafney Maulana, penyair kelahiran Sungai Luar, kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tahun 1965. Wafat Selasa, 31 Maret 2026. Berarti ia berpulang ke Rahmatullah dalam usia 61 tahun, sudah masuk kategori warior (warga senior) yang ditetapkan oleh Yayasan Dari Negeri Poci, waktu menginisiasi antologi “Sang Warior – The Seventies Selected" diterbitkan Kosa Kata Kita, Februari 2026.

Buku “Sang Warior” saya terima hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14:02 WIB atau 02:02 PM. Apakah “Sang Warior” adalah buku antologi terakhir yang memuat puisi almarhum Hafney Maulana? Entahlah. Saya juga tidak tahu, apakah buku “Sang Warior” sudah sampai ke tangannya atau masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju alamat rumahnya? Menjadi sebuah tanda tanya besar yang ditinggalkannya berpulang.

Ini seperti ketika Drs. Abdul Karim, M. M. (Abah Karim) berpulang pada 29 Januari 2026. Penyair asli Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ini dalam setiap karya puisi suka menggunakan nama pena Oka Mihardza S. Buku terakhir yang memuat puisinya adalah “HIJAU”, sebuah antologi yang ditaja Komunitas Jejak Perjalanan Jiwa (PJP) dan diterbitkan Teras Budaya Jakarta. Hebatnya, buku ini diberi kata pengantar Gus Nas Jogja.

Gus Nas Jogja adalah nama pena H. M. Nasruddin Anshoriy Ch., seorang sastrawan, budayawan, dan pengasuh Desa Kebangsaan Yogyakarta. Sedangkan kata penutup dipersembahkan Wardjito Soeharso, penulis dan pecinta sastra dari Semarang. Buku “HIJAU” bukan melulu antologi puisi, melainkan juga menghimpun 6 esai dan 17 cerpen. Sementara puisi memang paling ramai pesertanya, yaitu 49 pemuisi.

Balik lagi, kembali kepada buku “Sang Warior”. Seperti disyaratkan, yang bisa ikut dalam antologi ini adalah penyair yang berusia 70-an (minimal 60). Itulah kenapa namanya “Sang Warior – The Seventies Selected” dan di sampul buku yang diberi kata pengantar Maman S. Mahayana, ini jelas diterakan “Antologi Puisi Penyair 70-an” karena memang untuk memberi ruang bagi penyair sepuh atau gaek mengekspresikan dirinya.

Akan tetapi, kok ndilalah “Sang Warior” menjadi buku terakhir yang mencatat nama Hafney sebagai salah satu penyair sepuh atau gaek. Sepanjang masa kepenulisannya, ia sudah menerbitkan buku tunggal Ijab Kabul Pengantin (2012), 100 Sonian: Hujan Dini Hari (2016), Nikah Hari (2016), Memetik Cahaya (2017), Izinkan Aku Menjelujur Kata (2020), The Game of LightA Bilingual Poetry Book, IndonesiaInggris (2022).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...