Benar belaka, seperti yang saya duga, setelah diempani paracetamol hingga tiga butir, tak mempan. Panas bukan turun atau reda, melainkan hanya jinak sementara lalu naik lagi. Begitu terus. Saya pun menduga demam tipes yang saya idap.
Takut kejadian seperti dahulu, DBD berkolaborasi dengan tipes, akhirnya saya pergi ke klinik Kosasih Kemiling. dokter Ana minta cek darah. Menunggu 15 menit, hasilnya positif tipes, beruntung bukan DBD. Tapi, tetap saja kudu waspada dan harus istirahat.
Dan, tipes ini penyakit bawaan dari masa kecil saya. Dahulu saat masih SD, bila saya demam panas, oleh ayah diagnosanya, bila tipes obatnya diminumi susu cap beruang. Tentu ada hahandop yang diracik oleh ayah sebagai obat penurun panas bagi demamnya.
Komentar
Posting Komentar