Langsung ke konten utama

Postingan

Senja Kala TV Analog

Terhitung Rabu, 2 November 2022, pukul 00.00 dinihari, analog switch off (ASO) resmi diberlakukan. Artinya, siaran TV analog resmi dimatikan, diganti dengan TV digital, paling tidak untuk 222 wilayah termasuk Jabodetabek dan Jawa Timur. Pencet tombol ASO pada 2 November 2022 tadi malam ternyata belum benar-benar tahap akhir. Faktanya, di sebagian wilayah Sumatra ada warga masyarakat yang masih bisa menikmati siaran TV analog. Bejo sekali, walau hanya untuk sementara waktu. ASO tahap 1, 30 April 2022, meliputi 56 wilayah yang mencakup 116 kabupaten/kota di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pemerintah membagikan set top box (STB) gratis ke masyarakat tidak mampu. Hanya mereka yang memiliki TV digital yang tak terpengaruh ASO. Masyarakat yang TV-nya masih analog, dengan bantuan perangkat STB, bisa menangkap siaran TV digital. Tanpa STB tentu tidak bisa lagi menyenangkan diri dengan menonton TV. Karena itu, dengan ditekannya tombol ASO pad...

Sihir Robusta

Kembali kita rayakan Hari Kopi Sedunia ( International Coffee Day ). Ada kan orang yang belum merasa melek matanya bila belum nyeruput kopi. Ada kan orang yang belum berarti paginya bila belum ada kopi di hadapannya. Tapi, di Hari Kopi Sedunia tahun ini, tentu tidak perlu ada pernyataan kembali kita seruput kopi. Sebab bukankah saban hari kita selalu memulai hari dengan nyeruput kopi. Di pagi hari, mata kita terbuka oleh aroma kopi. Artinya apa? tidak harus dirayakan Hari Kopi Sedunia pun kita sudah terbiasa nyeruput kopi sejak pagi membuka hari, rehat kerja siang hari ( coffee break ), dan setelah terbangun dari tidur siang pun kopi dihidangkan. Terselip Tanya mengapa sampai ada perayaan Hari Kopi Sedunia? Bukankah tanpa dirayakan pun kita terbiasa ngopi lantaran tak semangat hidup bila belum ngopi. Nah, itu kalau perspektif kita iya tak perlu ada perayaan. Tapi, bukan hanya kita saja yang doyan ngopi. Tetangga, orang lain di mana pun berada, di belahan dunia nun jauh pun oran...

Maka, Nikmat Tuhanmu

sejenak selfi di sebuah lukisan salah satu dari 70 perupa yang berpameran di gedung DKL.  Hari Senin, 26/9/2022 siang tadi saya tampil membaca puisi bahasa Lampung di panggung lantai dua gedung Dewan Kesenian Lampung di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung. Kemarin saya sudah siapkan tiga puisi Ngeba Riya , Kerajaan Rantau Nipis , dan Kera Ui . Namun, pagi ada #PejabatLaknat di Twitter . Saya jadi teringat pusi berjudul Pejabat Gayah . Saya lalu menyiapkan pdf puisi tersebut untuk alternatif pilihan. Sesampai di lokasi acara, kembali saya buka hp memantau sejauh apa perkembangan tagar tersebut di Twitter . Tatkala buka IG, melintas IG Lampung Geh News , Aduh, ada demo guru-guru P3K Kota Bandar Lampung di Kopi Joni milik Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kepada Bang Hotman mereka mengadukan bahwa gaji mereka selama bekerja 9 bulan belum dibayar. Wah, mantap kali ini. Sebaiknya puisi Pejabat Gayah saja yang saya bacakan. Kenapa? Konteksnya ada kesesuaian de...

Mangkuk Ayam Jago

doodle google mangkuk ayam jago (credit foto: google) Ada di masa menyantap menu kuliner, apakah di warung makan atau penjual gerobakan misal mie ayam atau bakso, wadah penyajiannya selalu saja mangkuk bergambar ayam jago. Apakah ada penikmat kuliner memperhatikan seksama mangkuk tersebut? Entahlah. Saya sendiri sepertinya tak begitu peduli. Makan saja, karena itulah tujuan utama. Apalagi kalau lapar. Hari ini Google menghias doodle -nya dengan mangkuk bergambar ayam jago dan ternyata mangkuk ayam jago ini adalah mangkuk khas Lampung. Wah, baru ngeh ... Baru mafhum deh . Namun, bagaimana sebenarnya sejarah   mangkuk bergambar ayam jago tersebut? Menurut kanal media berita Tionghoa.info, Senin (12/9/2022), mangkuk ayam jago berasal dari negeri China. Kita sering melihat orang China atau Jepang menggunakan mangkuk saat menyantap menu makanan. Hal itu sudah jadi kebiasaan atau tradisi. Mungkin karena lebih praktis dan memudahkan.

Yes, Mask Free

Yup... bebas melepas masker di ruang terbuka. Demikian maklumat Presiden Jokowi dalam siaran pers di Istana Bogor, Selasa (17/5) petang. Jenuh memang mengenakan salah satu dari tiga prokes standar bagian 3M itu. Dan saya sejak sebelum Ramadan sudah biasa gak maskeran. Pelaksanaan salat tarawih sepanjang Ramadan lalu, di masjid dekat rumah hanya segelintir jemaah yang masih asyik dengan maskernya. Mereka asyik dengan aturan "tetap memakai masker dan segera lakukan vaksin" seperti yang selalu disampaikan pembaca berita di tv. Mereka asyik dengan status minoritas di tengah mayoritas jemaah yang percaya diri setelah vaksin lengkap dan mengira endemi akan tiba. Endemi memang akan tiba seiring melandainya pandemi dan mayoritas warga sudah mendapat kekebalan tubuh melalui 2 kali vaksin + booster.

Pil Pahit

Kasihan betul nasib rakyat diperdaya kelangkaan minyak goreng. Ada yang sampai meregang nyawa karena kelelahan antre berjam-jam. Terjadi di Berau dan kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bukankah Pulau Kalimantan dilanda deforestasi karena hutannya dibabat untuk dijadikan lahan sawit, eh emak-emak mati saat hendak antre minyak goreng terjadi di Kalimantan juga. Tragis. Korban yang di Berau bernama Sandra (41) jatuh saat hendak antre minyak goreng di sebuah waralaba. Akhirnya Sandra meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, Sabtu (12/3). Korban yang di kota Samarinda bernama Rita Riyani (49) mengalami sesak napas akibat kelelahan setelah antre minyak goreng. Bagaimana tidak kelelahan, Rita antre di tiga gerai retail. Demi mendapatkan minyak goreng, pagi Minggu (13/3) Rita bersiap untuk berburu ke beberapa gerai retail moderen. Hasilnya memang dia peroleh 6 liter minyak goreng di tiga gerai retail. Sepertinya 6 liter belum memuaskan hatinya, mumpung masih ada gerai retail b...