Langsung ke konten utama

Postingan

Sekali Berarti Sesudah itu Mati

Didi Kempot berkolaborasi dengan Ardha Krisna Pratama di konser amal bertajuk #darirumah untuk penggalangan dana untuk warga terdampak Covid-19 di Kompas TV Penyair Chairil Anwar sepertinya sudah mendapat firasat kalau tak akan berumur panjang. Karenanya, dalam puisinya berjudul  ’Maju’  ia menulis ”sekali berarti sesudah itu mati.” Frase itu sangat terkenal sehingga diartikan sebagai tabir pelindung bagi Chairil Anwar terhadap firasat kematiannya. Judul tulisan ini saya pinjam dari bait kedua puisi ”Si Binatang Jalang” Chairil Anwar itu. Puisi itu ia ciptakan sebagai pengobar semangat para pejuang kemerdekaan mengusir penjajah dari Tanah Air. Tetapi, relevansi puisi di era perjuangan itu tetap terasa hingga di era post truth sekarang ini. Soe Hok Gie pernah bilang, ”Seorang filsuf Yunani pernah menulis; nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah yang berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah merek...

Di Lepau itu Cinta Jadi Misteri

LEPAU ~ tipikal rumah panggung yang memiliki lepau (beranda) panjang, banyak ditemukan di perdesaan atau wilayah pesisir Pulau Sumatera (Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan)  sumber gambar  : romadecade.org Cerpen Oleh: Zabidi Yakub Di lepau rumah panggung itu, dengan desah napas yang panjang, kamu berujar:  ” Indonesia memang luas. ”  ”Oh, tentu,” jawabku kala itu. Kamu yang lahir dan besar di Bantul, kota kecil bagian selatan Yogyakarta. Aku tahu tentang kotamu itu, setidaknya tentang makanan khasnya, geplak . Yang rasa manisnya nyelekit , yang karena ada campuran kelapa, jadinya tidak tahan lama, tapi banyak juga yang menjadikannya sebagai oleh-oleh bagi sanak famili di rumah bila habis berkunjung ke Yogya. Walaupun toh sesampai di rumah saat dimakan akan terasa sedikit tengik, ujungnya ya habis juga karena justru di situlah letak khasnya. Aku tahu makna desah napasmu yang panjang kala itu, karena tak pernah tebersit di pikiranmu kalau akhirn...

Neroli

matahari mengawasi dari kejauhan, hangatnya menjalari tubuh penumpang di geladak kapal (foto: koleksi pribadi) Cerpen Oleh: Zabidi Yakub Bukan tanpa pertimbangan namanya cocok dijadikan tokoh dalam cerita ini. Di masa kecilnya, Kakeknya sering menghidukan wewangian ke hidungnya. Wewangian yang biasa dipakai Kakeknya setiap akan salat Jumat, di antaranya Magnolia , Citrus , Woody , Oceanic , dan Gourmand . Dari semua itu, yang paling disukainya adalah Gourmand , karena beraroma seperti kembang gula. Nama Neroli diambil dari salah satu jenis aromaterapi. Wangi Neroli hampir sama dengan Citrus , karena memang dibuat dari ekstrak bunga pohon jeruk. Manfaat wewangian ini, di antaranya memiliki efek pada pemulihan keseimbangan homeostatik, memperlancar aliran oksigen ke otak, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menormalkan kadar hormon neuroendokrin. Neroli, gadis yang tomboi. Pertemanannya dengan Awkrima, Riri, dan Maya, bukanlah faktor kebetulan. Di samping mema...

Pendidikan Karakter yang Terlupakan

Anak belajar Bahasa Inggris (Foto: SehatQ)  ”Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan,  memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.” – Tan Malaka – Pendidikan, dari kacamata Ki Hadjar Dewantara (1889-1959), adalah sebuah upaya untuk menyempurnakan manusia. Secara mendetail, Ki Hadjar Dewantara (dalam Marzuki dan Khanifah, 2016, h.175) mendefinisikan pendidikan sebagai upaya ”menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan serta kebahagiaan yang setingi-tingginya.” Kebahagiaan sebagai Tujuan Pendidikan Pendidikan memang seyogianya berlandaskan pada kebahagiaan dan berorientasi pada pembentukan karakter yang membahagiakan, bukan sebaliknya. Ki Hadjar pun sudah lama menyadari itu. Menurutnya, sistem pendidikan penjajah Belanda yang bersifat perintah, hukuman, serta ketertiban ( regering , tucht , orde ) cenderung merugikan mentalitas, prinsip, dan iden...

Wamena dalam Puisi

Kawasan Menara Salib, ikon wisata baru di kota Wamena (foto: Kompas Properti)  Wamena, Mutiara yang Terpecah lembaran cerita tentang surga yang tersembunyi                                                                sebutkanlah apa nama kitabnya, ingin kumengkaji diumpamakan ia bak mutiara, jenis apakah kiranya katakanlah di mana tempatnya, ingin kumenggalinya aku ingin merantau ke surga itu, meski jauh tempatnya seperti mereka yang datang terlebih dahulu ke sana dari jauh dan bermacam-macam suku, etnis, dan rasnya karena tergiur kilau mutiara itu, mutiara dalam surga tetapi, sungguh tak terperi beratnya perjalanan ke sana surga bermutiara, di pedal...