Didi Kempot berkolaborasi dengan Ardha Krisna Pratama di konser amal bertajuk #darirumah untuk penggalangan dana untuk warga terdampak Covid-19 di Kompas TV Penyair Chairil Anwar sepertinya sudah mendapat firasat kalau tak akan berumur panjang. Karenanya, dalam puisinya berjudul ’Maju’ ia menulis ”sekali berarti sesudah itu mati.” Frase itu sangat terkenal sehingga diartikan sebagai tabir pelindung bagi Chairil Anwar terhadap firasat kematiannya. Judul tulisan ini saya pinjam dari bait kedua puisi ”Si Binatang Jalang” Chairil Anwar itu. Puisi itu ia ciptakan sebagai pengobar semangat para pejuang kemerdekaan mengusir penjajah dari Tanah Air. Tetapi, relevansi puisi di era perjuangan itu tetap terasa hingga di era post truth sekarang ini. Soe Hok Gie pernah bilang, ”Seorang filsuf Yunani pernah menulis; nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah yang berumur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah merek...