Langsung ke konten utama

Postingan

Di Rumah RSS Kami

Rumah RSS kami yang berwarna kunyit  Satu pekan pasca acara pernikahan anak sulung, satu per satu barang yang sempat disingkirkan, kembali ditata ulang. Satu per satu perkakas dapur pinjaman dikembalikan kepada si empunya barang. Meski pegal linu belum lucut dari badan, tetapi kerja menata ulang barang dan mengembalikan pinjaman harus sesegera mungkin diselesaikan. Agar tidak punya tanggungan yang membikin sebal di hati. Dengan rumah sangat sederhana yang kapasitas "penumpang" saat ada acara apa pun, jika perabot rumah tidak disingkirkan sementara, maka tidak mungkin bisa menampung tetamu dengan efektif. Demi memuat banyak tamu, rumah dari ruang tamu hingga ruang keluarga harus steril dari perabotan rumah. Maka, meja kursi dan rak buku termasuk buku-buku sementara diungsikan ke rumah sebelah. Kami terima besan dan mantu beserta kerabat pengiringnya dengan lesehan duduk di karpet dalam rumah, sementara tamu jiran tetangga di bawah tenda. Acara serah terima pun berlangsung simp...

Kehidupan Semula

Bus Damri nomor lambung 5538 akan membawa adek kembali ke Jakarta, melanjutkan perjalanan jadi anak jaksel. Pagi tadi anak ragil kembali jadi anak Jaksel. Mulai malam ini kami berdua ibunya kembali ke kehidupan semula, hanya berdua. Kami jalani sejak anak-anak merantau di tahun 2012 dan 2016 dahulu. Anak sulung selesai Smanda 2012 merantau ke Solo, lanjut 2016 ke Surabaya jadi "diaspora", adiknya menyusul 2016 setamat SMA YP ke Jogja, lanjut ke Jakarta sejak 3 Juli 2022 setelah pandemi melandai. Ini anak termasuk beruntung, usai ujian tugas akhir Oktober 2020 ia ditawari kerja jadi video editor di Dunia Games Jogja, dikontrak 6 bulan. Usai wisuda Maret 2021 dapat kerja di media berita digital. Kerja WFH di Jogja karena pandemi Covid-19 sampai akhir Juni, begitu ada pelonggaran aturan 3 Juli 2021 ia pulang, lanjutkan WFH dari Lampung. September 2022 dipanggil WFO di Jakarta, kembali ngekos . Artinya, ketika anak-anak pulang sebentar di momen acara anak sulung menikah, kemudi...

Hujan Bertambah Kerap

Bus Rosalia Indah nomor lambung 3123 perlahan bergerak berangkat membawa Mbak Yul, Mas Dodi, dan Sri kembali ke Mojokerto dan Surabaya. Siang tadi, mbak Yul dan mas Dodi yang pulang ke Mojokerto serta Sri ke Surabaya berangkat dengan bus Rosalia Indah yang perlahan bergerak di bawah guyuran hujan, kami lepas di pool bus, Wayhalim. Reda hujan, bertiga anak ragil kami kembali lagi ke Aneka Sari Rasa, Telukbetung. Giliran anak ragil yang dibelanjai oleh-oleh. Kemudian lanjut meluncur ke Yussy Akmal mencari buat tambahan oleh-oleh. Pagi besok, giliran anak ragil yang akan kembali ke Jakarta. Hari-hari ayah dan ibunya akan kembali terjebak sepi. Mungkin hanya akan berteman hujan, entah pagi, entauh siang atau bisa jadi malam hari. Pas betul pilihan tanggal 6 untuk wedding day anak sulung dan tanggal 8 untuk kami nyambut besan dan mantu di rumah. Karena sesudahnya intensitas hujan bertambah kerap turun dan lebat. Siapa nyana. Tampaknya, makin dekat pemilu yang tinggal 1 bulan lagi, hujan b...

Warung Tenda

Mie Pangsit warung tenda Mas Sapto Jl. P. Antasari, Bandar Lampung. Satu per satu para sedulur pulang kembali ke asal kedatangan. Besok giliran yang dari Mojokerto dan Surabaya akan kembali, maka saya dan istri hunting oleh-oleh di Aneka Sari Rasa Tekukbetung. Dua kantong berisi lumayan kami serahkan kepada mereka setelah janji ketemuan di MBK. Minum buble coffee . Dari MBK mereka pulang ke Gang Damai, saya dan istri pulang ke Kemiling, angkat jemuran. Usai salat Isa kembali ke Wayhalim, tetapi bablas ke Jl. Antasari, janjian ketemu di warung tenda mie ayam. Sampai sana ada kak Man dan ibu Giarti juga. Mereka selesai menyantap menu yang dipesan. Giliran saya dan istri menyusul order menu. Saya pilih mie ayam dan istri pilih nasi goreng. Minumnya wedang jahe hangat tanpa topping susu. Mie tandas kumakan, nasi goreng sisa dibungkus bawa pulang. Pulang pukul 22an, mengobrol dengan anak ragil yang Sabtu lusa akan kembali ke Jakarta. Sembari ia makan nasi goreng sisa tadi. Di ambang mala...

Soerabaia

Magrib tadi anak dan menantu tiba di Soerabaia setelah seharian naik sepur jug-gijak-gijuk. Inilah malam perdana kebersamaan mereka di rantau. Untuk seterusnya akan dijalani dengan penuh tantangan, bersama (mencoba) mengatasinya. Saya dan istri dahulu juga begitu. Pasca menikah tinggal berdua dalam satu kamar kos di Tangerang. Lalu saya hijrah ke Tanjungkarang, istri menyusul setelah SK CPNS-nya terbit dan ditempatkan (unit kerja) di SMP Negeri Pekon Pugung Penengahan. Anak yang tanggal 6 kemarin menikah, sempat membersamai kami, tumbuh besar di kamar kos hingga berusia 7 bulan. Dibawa hijrah ke Pekon Pugung Penengahan (Lampung Barat) melanjutkan pertumbuhan hingga bisa berjalan di usia 13 bulan. Sebuah kebetulan, tumbuh besar di pesisir laut memberi value added (nilai tambah) untuk asupan omega 3 dari ikan segar hasil tangkap nelayan yang kami suapkan sebagai lauk bagi beras dolog jatah istri. Menjadikan kecerdasannya di atas rata-rata. Antisipasi sebelum waktunya tiba ia masuk TK...

Langkah Awal

Ilustrasi, image source: SoundCloud Usai sudah segalanya. Izin cuti menikah habis, saatnya anak mantu kembali ke tempat bekerja. Di rumah kami mereka menginap satu malam, siang tadi usai packing mereka mengambil laundry sekalian pamit ke rumah besan dan malam habis magrib ke pool Damri Stasiun. Pagi tadi terlebih dahulu ke klinik di Jl. Teuku Cik Di Tiro, Kemiling atas. Mereka berdua, seperti kompak, kena demam semua. Faktor lelah tentunya. Menempuh perjalanan jauh dari Surabaya, si anak tentu lumayan terganggu oleh kurang tidur dan keteraturan makan. Sampai di rumah masih banyak urusan yang perlu diselesaikan. Terutama ketepatan jadwal akad nikah yang mendapat prioritas di jam pertama jadwal kerja kepala KUA. Juga masalah final fiting baju pengantin yang akan dikenakan baik akad maupun resepsi. Alhamdulillah semua urusan lancar. Ijab kabul lancar, resepsi lancar, nyambut besan dan mantu juga lancar. Malam ini kedua anak mantu kembali ke kota tempat mereka bekerja. Untuk sementar...

Serah Terima

Jika Sabtu (6/1/2024) kemarin lusa ada serah terima calon pengantin pria yang hendak dinikahkan, maka hari ini, Senin (8/1/2024) ada serah terima pengantin wanita sebagai mantu. Dua-duanya berjalan sakral, khidmat, dan penuh makna. Meriah oleh tetamu. Dengan tema tasyakuran, kami gelar acara nyambut besan dan mantu di rumah sederhana kami. Bukan ngunduh mantu seperti kegaliban yang orang lain lakukan. Dengan undangan terbatas dari keluarga kedua belah pihak dan warga se-Rukun Tetangga. Dihadiri jiran tetangga, guru-guru SMP dupan, dan tentu saja kerabat "sai umpu" yaitu kakak dan adik sepupu saya dan mbakyu istri baik yang ada di sini maupun datang dari Mojokerto dan saudara dari Surabaya. Acara yang sederhana, tetapi penuh arti. Tak ketinggalan saudara yang dahulu momong Abi dan Kemal, hujan-hujanan datang dari Metro. Begitu juga saat pulang sore belum terlalu reda terpaksa diterabas, takut kemalaman sampai rumah. Terima kasih kedatangannya jauh-jauh dan hujan-hujanan. Be...