Langsung ke konten utama

Postingan

KOPI (solilokui)

Yang –di masa SD-SMP tahun ’70an– pernah ikut orang tua ngunduh (panen) kopi, saya tahu betul bagaimana kualitas kopi. Pohonnya yang tua-tua dengan cabang dan ranting tinggi-tinggi, sehingga untuk memetik buah kopi harus menggunakan carang (sejenih sabit untuk panen padi yang diberi tangkai panjang agar bisa menjangkau ranting yang tinggi di pucuk-pucuk pohon kopi). Buah kopi di ranting itu belumlah matang semua, hanya satu-dua buku (istilah setempat) yang matang atau menguning tua, buah di bagian ujung ranting masih muda dan hijau. Tapi, karena di- carang jadinya buah yang masih muda ikut terpetik. Alhasil, buah kopi yang dipanen campuran antara yang merah, kekuning-kuningan, dan yang masih hijau. tangkapan kamera berita kopi impor di koran Radar Lampung, Rabu, 31 Juli 2019 Setelah dipetik, kopi dijemur di atas tanah, di tikar, terpal, atau lantai semen, bahkan ada yang di aspal jalan. Cara penjemuran seperti itu memang lazim dilakukan petani kopi. Hampir tidak ada ...

KOPI

KOPI, sepenggal kata yang merepresentasikan banyak makna. Tak hanya nama ’sebingkai’ tanaman yang awal mulanya dibudidayakan di Abyssinia, Afrika. Bukan sebatas biji yang dibawa Baba Budan dari Arab ke India dan dibudidayakan di Chikmagalaur hingga Malabar, kemudian bibitnya dibawa Belanda ke Tanah Jawa dan ditanam di Kedawung (sekitar Cengkareng, Banten). Bukan semata suatu komoditas yang harga jualnya berfluktuasi mengikuti masa panen dan langkanya produk. Saat langka harganya melangit membuat petani sakit hati dan memendam benci. Saat masa panen harganya anjlok membuat petani lesu darah dan tak bergairah merawat kualitas hasil panen. Sehirup Sekopi, Puisi dan Catatan Zabidi Yakub KOPI, sepenggal kata yang merangkum anasir dan melahirkan banyak tafsir, tergantung nama ’benua’ di mana dia dihasilkan. Dari Sabang sampai Merauke, banyak nama diselipkan untuk menegaskan cirikhasnya. Dari ujung utara hingga ujung selatan Pulau Sumatera, tersebutlah; Kopi Gayo, Kopi Lintong, Kop...

Panggung Sastra Lampung 2019

seusai acara, para peserta Panggung Sastra Lampung 2019 berfoto bersama. Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung menginisiasi penghimpunan puisi dan cerpen karya penyair dan cerpenis (sastrawan) Lampung baik yang berdomisili di Provinsi Lampung atau di mana pun. Tidak terbatas pada sastrawan (ulun) Lampung, tapi juga sastrawan di luar (ulun) Lampung yang pernah bermukim di Lampung dalam arti memunyai ikatan historis dengan Bumi Lampung. Inisiator hajat ini adalah Udo Z Karzi sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung, sekaligus bertindak sebagai editor bersama Christian Heru Cahyo Saputro dan Fitri Yani. Puisi yang terhimpun kemudian dibukukan dengan judul Negeri Para Penyair: Antologi Puisi Mutakhir Lampung. Sedangkan untuk buku kumpulan cerpen diberi judul Negeri yang Terapung: Antologi Cerpen Mutakhir Lampung. Setiap penyair dibolehkan mengirimkan lima judul puisi dan cerpenis boleh mengirim dua judul cerpen. Karya puisi dan cerpen tersebut sebelum dinyatakan lolos un...

Polemik Hari Sekolah Berakhir

Pro-Kontra Full Day School Selasa (7/8/2016) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, perihal upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan kebijakan sekolah lima hari yang berarti delapan jam belajar bagi siswa sebagai bagian Pendidikan Pengembangan Karakter.   Namun, kebijakan yang kemudian di mata publik disamakan dengan sistem full day school (FDS) itu mendapat penolakan dari sejumlah khalayak. Karena dengan 8 jam belajar di sekolah akan membuat anak-anak tidak ada waktu lagi untuk belajar mengaji di sore hari. Dampak ekstremnya, sekolah Madrasah Diniyah akan kekurangan murid. Karena murid lembaga pendidikan berbasis agama ini tak lain adalah murid-murid SD dan SMP. Presiden Joko widodo, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kiri), Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (ketiga dari kiri), dan pimpinan sejumlah ormas Islam lainnya memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/9)...

Hari Aksara Internasional dan Buta Aksara di Indonesia

Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2017 ini secara nasional dipusatkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang berlangsung dari Rabu (6/9) hingga Sabtu (9/9). Acara puncak peringatannya akan dilaksanakan pada Jumat (8/9/2017) di GOR Ewangga Kuningan. Rangkaian acara akan dimulai dari Pameran Pendidikan dan Kebudayaan, hingga pemberian anugerah aksara, pemberian penghargaan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif, pemberian penghargaan pemenang lomba keberaksaraan, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berprestasi. Murid Sekolah Dasar peserta aubade pada Kongres Pancasila IX di Kampus UGM, Yogyakarta, Sabtu, 22 Juli 2017. foto: istimewa  Di lihat dari masing-masing provinsi, di Indonesia masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf (buta aksara) di atas angka nasional. Angka buta aksara ini mencakup penduduk berusia 15-59 tahun, yaitu Provinsi Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen),...

Festival Krakatau ke-XXVII

potret diri, itu captionnya Pemerintah Provinsi Lampung lewat Dinas Pariwisata kembali menghelat Festival Krakatau ke-27 atau didaulat dengan nama Lampung Krakatau Festival (LKF) ke- XXVII. Diluncurkan pada Jumat, 25 Agustus oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kepala Dinas Pariwisata Budiharto HN. Rangkaian mata acara diisi berbagai lomba, seperti fashion show, pameran industri kreatif, tour ke Gunung Anak Krakatau (GAK) yang diikuti peserta dari berbagai elemen, seperti aparatur sipil Dinas Pariwisata, kalangan jurnalis, Blogger dan lainnya. Tour ke GAK dilepas secara simbolis oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto HN, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, pada Jumat, 25 Agustus. Sedangkan pawai budaya dilaksanakan pada Sabtu, 26 Agustus mulai pukul 12.00 hingga selesai. Peserta pawai perwakilan dari beberapa kabupaten dan komunitas dengan rute Lapangan Saburai, Jalan Tulang Bawang (samping toko buku Gramedia), ...