Langsung ke konten utama

Pinjol, Hantu Siang Bolong

Akhirnya terjawab deh siapa penelepon siluman yang sejak tanggal 29 November 2025 terusan menghubungi saya, tapi tidak saya angkat. Di hari itu, ada dua kali panggilan dengan nomor berbeda. Tanggal 2 Desember dua panggilan, 4 Desember dua panggilan, 5 Desember satu kali, 6 Desember dua kali, 9 Desember dua kali, 11 Desember dua kali, kemudian 13 Desember dua kali, 16 Desember satu kali, dan hari ini tadi pada pukul 12:42 masuk lagi panggilan dan lagi-lagi tidak saya angkat. Tidak akan pernah saya angkat.

Entah mengapa, panggilan tanggal 16 itu saya angkat. Karena saya takut barangkali saja dari kurir paket. Sebab di minggu-minggu ini akan datang paket buku dari seberang. Nah, begitu saya angkat, langsung suara di seberang terdengar, “Halo…, kami menawarkan pinjaman…. Ceklik, belum sempat hujan kata beraroma senja itu membasahi saya, langsung saya putuskan sambungan telepon. Jadi, telepon siluman yang tiap hari masuk, rupanya dari operator pinjol. Juancuk.

Masjid Nurul Huda Gang PU

Ya, sejak tanggal 29 November itu hingga hari ini (tadi), terpeta jejak panggilan tak terjawab sebanyak 15 kali. Pinjol jadi barang mainan baru pemburu cuan. Ada orang yang bangkrut, harta terjual buat melunasi pinjol yang bejibun lobangnya (tempat meminjamnya). Ada yang bunuh diri, ribut dengan pasangan dan akhirnya pegatan. Yang sekadar stres dan bengong melulu tak terhitung. Namun demikian, kian banyak saja yang terperangkap jebakan pinjol. Akhirnya jadi boncos.

Meneleponi terus ini kan cara kerja yang sudah jadi SOP mereka dalam memburu target mencari korban sebanyak-banyaknya. Entah dapat dari mana nomor telepon orang-orang yang akhirnya mereka buru terus responnya. Etapi… tak perlu dipertanyakan dari mana, ya. Bukankah sudah jadi rahasia umum kebocoran data pribadi warga negara konoha jadi hal mencemaskan. Ya, cemana tidak cemas, pinjol adalah ‘kejahatan siber’. Mereka, tak ubahnya hantu gentayangan siang bolong.

***

Jumat hari ini saya salat jumatan di Masjid Nurul Huda Jl. Pagaralam (Gang PU) untuk sekalian saat pulang mampir mengambil banner yang saya pesan di Imbora Banner, akan saya bawa ke Jambi menghadiri Festival Puisi Etnik Nusantara. Banner dibutuhkan untuk keperluan pawai di saat akan digelar wisata puisi di Candi Muara Jambi. Karena yang dari Lampung cuma saya sendiri, sekiranya perlu banner untuk penanda di antara peserta hadir.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...