Ha... ha... ha... ha... Jadi ngakak mengetawai diri sendiri. Digesa perubahan teknologi yang masif membuat orang macam saya tersaruk-saruk saat memverifikasi ulang password semua media sosial yang tertanam di pekarangan gawai.
Lupa password adalah kecelakaan yang agak sulit dihindari oleh lansia macam saya. Tak serta merta berlaku kepada semua orang memang. Ada orang masih terang daya ingatnya kendati sudah masuk daftar barisan para lansia atau usia jelang uzur.
Utak-atik, pelan-pelan, penuh sabar meraba-raba mengerahkan kemampuan sikit terbatas, satu-dua medsos terpulihkan. Beginilah risiko apabila gawai diinstal ulang, semua kembali seperti semula saat baru saja beli gawai. Pertama beli atau beli baru.
Yang paling menyedihkan tentu terhapusnya semua kenangan yang terekam melalui foto-foto dari setiap momen. Apakah itu di destinasi wisata, di perhelatan acara sastra; Jambore Sastra Asia Tenggara, Temu Karya Serumpun, Festival Puisi Etnik Nusantara.
Dan, yang paling berkesan tentulah Ubud Writers and Readers Festival. Memori gawai ini lumayan, 128 MB. Hampir penuh dokumen, foto lebih 5.000, video, skrinsut, download, yang di media sosial; facebook, Instagram, twitter (X), Threads, dan WhatsApp.
Yang ada di akun facebook, twitter (X), Instagram, dan Threads bisa saja aman, tapi yang masih di galeri hp musnah semuanya. Betul-betul tinggal kenangan belaka. Ya, kenangan terindah sekaligus kenangan yang terhapus. Akan jadi kerak ingatan di kepala.
Komentar
Posting Komentar