Langsung ke konten utama

Kematian Itu (2)

Terbaca kabar duka di laman facebook Komunitas Dari Negeri Poci (DNP) pukul 08:33. “Telah berpulang ke Rahmatullah, Drs. Ahmad Hadi, M.Pd. (Hadi AKS) pada hari Rabu, 24 Desember 2025 pukul 01.00 WIB di RSUD Lembang. Komunitas dan Yayasan DNP mendoakan, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa, dan diberi tempat terbaik di sisi-Nya.” Membuat saya tersentak, namanya tak asing. Teman ke UWRF 2023.

Hadi AKS adalah penyair Poci yang karyanya dimuat dalam antologi puisi KULMINASI (KKK, 2023). HADI AKS lahir 16 Mei 1965 di Citapis, pesisir Pandeglang, Banten. Menulis sejak tahun 1986 dalam dua bahasa, Sunda dan Indonésia. Sajak-sajaknya dalam bahasa Sunda mendapat penghargaan Hadiah Sastra LBSS (1996, 2004) dan Hadiah Sastra DK Ardiwinata (1997). Buku hasil karyanya: Ombak Halimun (2002) dan Tembang Matapoé (2021), serta Surat ti Palmira (2022).

dari kiri ke kanan: Sunarko Sodrun Budiman (sastra Jawa), Saut Poltak Tambunan (sastra Batak), dan Ahmad Hadi atau Hadi AKS (sastra Sunda). | foto by: zabidi yakub.

Ya, lagi-lagi, bahwa kematian itu amatlah dekat. Sedekat helaan napas antara menghirup udara dan kembali mengembuskannya.

Kang Hadi AKS adalah salah satu pemenang Hadiah Sastera Rancagé tahun 2023 kategori Sastra Sunda dengan buku kumpulan cerita pendek Surat Ti Palmira (Kumpulan Carita Pondok) menerima piagam penghargaannya dilangsungkan di Ubud, Bali, bersamaan dengan even Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023. Hadi AKS ikut jadi pembicara dalam acara bertajuk “Ekspresi Sastra Lokal di Panggung Internasional” di FIB Udayana.

Selain Hadi AKS, para pemenang Hadiah Sastera Rancagé tahun 2023 lainnya, adalah Saut Poltak Tambunan dengan buku kumpulan cerita pendek berjudul Boan Ahu Mulak (Torsa Torsa Hata Batak), Zabidi Yakub dengan buku kumpulan puisi bahasa Lampung berjudul Singkapan, Sunarko Sodrun Budiman dengan buku kumpulan cerita pendek bahasa Jawa berjudul Suro Agul-Agul, dan I Wayan Dhibya dengan buku kumpulan puisi bahasa Bali yang berjudul Kali Sengara.

Ucapan duka pun mengalir di grup WhatsApp “Rancagé + UWRF 2023” atas kepulangan Kang Hadi AKS ke Rahmatullah. Tak hanya ucapan duka, doa pun dilangitkan. “Semoga Kang Hadi AKS husnul khotimah dan ditempatkan pada sebaik-baiknya tempat di Sisi Allah SWT, Aamiin.” Begitu saya tulis di grup WhatsApp yang sepi nyenyet itu karena tak pernah ada obrolan di situ. Berbeda banget dengan grup WhatsApp lainnya yang penuh postingan macam-macam, kayak tong sampah.


Komentar