Langsung ke konten utama

Kurma Halaman Masjid

Jumat pekan lalu saya salat jumatannya di Masjid Ad-Du’a jalur dua Jl. Sultan Agung, PKOR, Wayhalim. Tadi salat jumatannya di Masjid Al-Muslimin Jl. Way Sekampung, Pahoman. Saya tergelitik untuk salat jumatan di sini karena pengin tahu pohon kurma di halamannya berbuah.

Saya tidak mencari tahu, misalnya bertanya, apakah itu buah pertama atau sudah berkali-kali berbuah dan dipanen. Cuma satu batang, tapi bisa juga berbuah. Tidak harus ada pohon lain yang menjadi kawan agar proses penyerbukan (serbuk sari pindah ke putik) bisa berkembang jadi buah.

Bualan usang tentang pohon mandul bermula ketika pohon tak kunjung berbuah, padahal sudah meninggi dan membesar. Hal seperti ini lalu melahirkan anggapan pohon seperti itu berjenis (kelamin) jantan. Jadi bertakon-takon, memangnya pohon ada jenis kelaminnya seperti manusia?

Dekat rumah, pohon alpukat tetangga juga hanya bisa meninggi dan membesar, tapi hingga hari ini tak kunjung berbuah. Jangankan berbuah, wong berbunga saja tidak. Saya pun berseloroh kepada tetangga itu, “Ini alpukat lanang, gak akan berbuah sampai kapan pun. Sudahlah, tebang saja.”

Sementara, tak jauh dari itu, alpukat milik saya batangnya masih sebesar betis orang dewasa, sudah berbuah untuk kali pertama. Tak lama lagi saya bisa mulai memetiknya. Punya pohon buah (apa pun) sendiri, saat tiba musim buah, kita tak harus beli di pasar atau supermarket, petik saja.

Pohon kurma sebatang kara berbuah di halaman Masjid Al-Muslimin, Pahoman

Kembali ke pohon kurma di halaman Masjid Al-Muslimin di atas, sewaktu umrah tahun 2024, ada program city tour ke Kebun Kurma. Bayangan saya, akan merasakan serunya memetik kurma langsung di kebunnya, tak tahunya yang namanya Kebun Kurma itu pusat penjualan oleh-oleh haji & umrah.

Memang di luar bangunan pusat oleh-oleh haji dan umrah, itu ada beberapa batang kurma, tapi saya tak melihat ada buahnya. Jadi, bayangan untuk menyaksikan hebohnya jemaah umrah panen kurma sendiri di pohonnya, kandas. Yang ada, adalah heboh pilih-pilih kurma di rak pajangan.

Segala jenis kurma tersedia. Manisan buah tin dan dodol kurma juga ada. Madu arab yang katanya cocok untuk meningkatkan stamina pria juga ada. Permen coklat, kacang arab, kismis, dan entah apa lagi (agak lupa) tinggal pilih dan timbang. Sekadar icip-icip juga boleh. “Halal,” kata pelayan ramah.

Ya, lazimnya pusat oleh-oleh Bakpia di Jogja, bukan hanya bakpia thok, melainkan serbaneka oleh-oleh khas Jogja ada. Seperti geplak Bantul, dodol, madu mongso, kripik-kripikan, bahkan kerak nasi pun tersedia dengan dicetak sedemikian rupa agar menarik minat orang untuk membelinya.


Komentar