Tadi malam (Rabu, 17/12) pukul 19:20 muncul lagi grup WhatsApp ke-37, “Depok Membaca” untuk memudahkan penyampaian info terkait buku antologi puisi Depok Membaca. Even ini sebenarnya sudah lama bergulir. Saking lama, sampai lupa ada kelanjutan atau tidak. Atau begini, “serius nggak, sih.”
Flyer even beredar di grup WhatsApp bulan Agustus 2025, deadline pengiriman naskah 30 September. Masuk bulan November, even ini diperpanjang ternyata demi menangguk jumlah peserta sebanyak-banyaknya. Dan, hingga grup WhatsApp “Depok Membaca” dibuat, 57 nama tercatat sebagai peserta.
Artinya, even ini akan ada kejelasannya. Sayak kirim puisi ke e-mail depokmembaca@gmail.com tanggal 12 September, kemarin nama saya sudah
nangkring di daftar peserta. Tambah grup WhatsApp, tambah buku jadinya. Tambah lagi pertemanan penyair dan kolaborasi dalam satu buku antologi puisi bersama.
“Puisi Bagi Korban Bencana Sumatera” digagas media online litera.co.id, tinemu.com, @infosastra, Lingkar Sajak Jakarta, dan Ruang Merdeka Inspira yang diinisiasi Ahmadun Y. Herfanda, Mustafa Ismail, Iwan Kurniawan, Dedy Tri Riyadi, dan Risntis Mulia, diumumkan lolos kurasinya, Selasa (16/12) pkl. 11:29.
Ada 118 puisi lolos kurasi, dibukukan dalam antologi “Tanda Cinta Bagi Korban
Bencana Sumatera” akan diluncurkan dalam Panggung Puisi Bencana Suma-tera di aula PDS
HB. Jassin Taman Ismail Marzuki, Jumat (19/12) pukul 19:00–21:30. Tercatat ada 37 penyair akan tampil membacakan puisi di panggung.
Komentar
Posting Komentar