Perjalanan hidup seseorang akan berhenti tatkala usianya sampai di batas waktunya. Yang namanya kematian itu tak ada yang tahu kapan datang menghampiri, pada usia berapakah, tua atau mudakah, itu rahasia Ilahi. Rasulullah SAW pun tak memiliki kemampuan memperkirakan waktunya.
Pagi ini, kembali lagi, satu tetangga kami antarkan ke "rumah barunya" tempat peristirahatan terakhir yang sebenarnya merupakan stasiun keberangkatan akan menuju hari kebangkitan. Adalah tempat menunggu tetangga lainnya juga diantarkan. Hanya perkara waktu saja, kapan sesiapa mendapatkan gilirannya.
![]() |
| Sesaat sebelum salat jenazah dilaksanakan |
Yang kami antarkan ini tetangga jauh, berbeda blok. Masih muda, bujang. Ayahnya merupakan kolega istri saya, sebagai sesama ASN pada SMP di perumahan tempat kami bermukim. Bodynya gendut dan tampak sehat dari luar. Tapi, ternyata "keropos" di dalamnya. Ia digerogoti penyakit gula darah yang amat tinggi.
Hanya hitungan waktu satu pekan di RS, masuk hari Rabu pekan lalu dan keluar tadi malam, Rabu pagi ini hendak dikebumikan. Dokter di RS dan perawat atau paramedis bingung, kok obat sepertinya tak mampu menurunkan gula darahnya. Akhirnya berpulang ke Rahmatullah. Begitulah, kematian itu amat dekat.

Komentar
Posting Komentar