Langsung ke konten utama

Stay Cation

Tindak lanjut perbalahan di WAG keluarga kemarin, doa akhir dan awal tahun melepas tahun 1446 H dan menyambut tahun 1447 H serta tasyakur ulang tahun Nisa dirayakan di hotel Akar yang dahulu bernama Sheraton. Empat kamar dibooking untuk stay cation 4 keluarga. Mbak ipe, dua keluarga keponakan, dan kami berdua istri.

Lumayan ramai pengunjung hotel sore ini. Hotel yang biasa digunakan ASN untuk tempat rapat, oleh karena ada larangan dari pemerintah pusat terkait kebijakan efisiensi anggaran, membuat pendapatan hotel menurun. Bahkan banyak hotel yang dijual.


Sedang ada kesibukan memasang terop (tarup) di area kolam renang. Rupanya Sabtu akan ada even Tropical Summer Wedding Expo. Wah, ini tontonan keren, cucok banget buat mengisi liburan 1 Muharam 1447 H atau 1 Suro plus weekend Sabtu dan Minggu. 

Mengapa nama hotel ini berganti dari Sheraton menjadi Akar? Sepertinya berganti kepemilikan atau manajemen. Bila mengeklik nama Sheraton pada peramban Google, akan muncul nama Akar, tapi tetap di alamat yang sama, Jl. WR. Monginsidi.


Ketika masuk halaman hotel, banyak bunga papan ucapan selamat terselenggaranya "musorprovlub" KNPI, organisasi massa kepemudaan. Ormas seperti KNPI masih boleh rupanya rapat di hotel. Berkah bagi hotel di masa sulit, bisa bayar gaji karyawan.

Boleh asal pake dana sendiri bukan dana pemerintah, organisasi apa pun sah-sah saja menyelenggarakan kegiatan apa pun di hotel. Simbiosis mutualisme yang positif antara pengusaha dan pengguna jasa industri kreatif (travel, hotel, dan rumah makan).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...