Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Bonus Tadarus

Ketemu deh teori gimana agar tadarus bisa mendapat dua juz per hari. Bakda Subuh nyicil setengah juz kudu bisa. Nanti bakda Dhuha rampungkan setengah juz sisanya. Lalu, buat ngisi waktu menunggu Zuhur, saya baca juz berikutnya, sedapatnya (gak mesti setengah juz apalagi 1 juz). Sedapatnya itu artinya tergantung kekuatan mata. Syukur kalo bisa setengah juz, 10 lembar. Jikalau tidak, diusahakan antara 5 hingga 8 lembar. Nah, bakda Zuhur digeber abis hingga menyelesaikan membaca juz berikutnya tersebut. Maka, dapat terealisasilah dua juz per hari seperti diharapkan. Quran Jumbo Duo Latin, 1 jilid 5 juz Per hari ini (saya ikut yang puasa mulai 18/2 setelah melihat Masjidil Haram salat Tarawih pada 17/2 dini hari Waktu Indonesia bagian Barat), maka puasa saya sudah 11 hari dan tadarus dapat 14 juz. Artinya, saya mendapat bonus 3 juz. Besok akan masuk juz 15--16. Setelah ketemu pola ini, sepertinya sangat efektif. Untuk 'safari ramadan' tadi siang saya salat Zuhur di Masjid Jami...

Dua Al-Muhajirin

Kegaliban di bulan 🌙 puasa, mengisi waktu dengan tadarus bakda salat, mulai sedari bakda Subuh hingga bakda Asar. Dari kemarin saya mengejawantahkan tadarus  one day two juz . Jadi, dua hari ini saya dapat bonus 2 juz. 10 hari 12 juz. Agak berat bisa menggapai capaian tahun lalu yang sejak awal puasa bisa tadarus dengan tingkatan  one day two juz . Dan, dua kali khatam tahun lalu sebuah kenikmatan besar bagi saya. Tahun ini, sepertinya meleset. Sudah 10 hari puasa baru mendapat 12 juz. Masjid Al-Muhajirin Perum Citra Mas, Kemiling  Pagi tadi ada posbindu di RT kami. Hasil cek tensi darah 143/83, gula darah (puasa) 89, naik dibanding bulan lalu yang 82. Yang anjlok adalah bobot tubuh dari 52,5 kg tinggal 52. Melorot setengah kilogram karena puasa (diet syar'i, ahay... menghibur diri 😀). Kemudian untuk 'safari jumat' saya ke masjid Al- Muhajirin Perumahan Citra Mas, Kemiling. Masjid yang tidak terlalu besar dan tidak pula kecil. Tata udara cukup sejuk oleh hembusan ...

Memang Terkutuk

Bukankah pada bulan Ramadan ini para-para syetan terkutuk dibelenggu, tetapi kita salat, berzikir, tadarus masih saja merasa seperti ada yang menggoda. Saya merasakan godaan atau gangguan itu. Tadarus dapat satu ayat, menguap, satu ayat lagi, menguap lagi. Sepertinya itu godaan syetan. Dasar para-para syetan, benar-benar memang terkutuk. Bakda Subuh tadi, dengan amat susah payah, saya paksakan menabung setengah juz untuk nantinya saya teruskan bakda Dhuha setengah juz sisanya, jadilah one day one juz . Dengan begitu, paling tidak selama Ramadan khatam sekali. Tahun ini sepertinya saya mengalami distorsi dibandingkan tahun lalu. Ilustrasi | credit title: IG moviezy.id Ramadan tahun lalu saya khatam dua kali. Tahun ini entahlah. Tapi, setelah meneruskan tadarus bakda Dhuha tadi, menyambung yang setengah juz bakda Subuh, senyampang syetan entah lagi ke mana, kok saya gak ngantuk atau nguap-nguap, saya teruskan tadarus, eh... selesai pula juz 10 menjelang Zuhur. Jadi, di hari puasa ya...

Kabar Tengah Hari

Satu lagi penyair pergi, berpulang, berpindah alamat, di bulan baik, bulan penuh Rahmat, Maghfiroh, ampunan serta pembebasan dari api neraka ( itkum min annaar ). Bulan Ramadan kariem. H. Sukardi Wahyudi, penyair yang pergi di tengah hari. Dikabarkan istri dan anaknya melalui pesan WhatsApp  Grup tempat Pak H. Sukardi Wahyudi bergabung. Kabar tengah hari yang mengagetkan. Sukardi Wahyudi  Disampaikan istri dan anaknya menggunakan nomor WhatsApp -nya Pak Sukardi. Sontak ucapan dukacita, belasungkawa dan rasa kehilangan teman menyair disampaikan menanggapi kabar tengah hari kemarin. Buku "Depok Membaca" kemarin petang diantar Mr . Postman ke alamat rumah minimalis kami. Di buku ini, saya dan Pak Sukardi Wahyudi berpuisi bareng . Ada juga di buku lainnya, pernah juga dipersatukan. Saya dan Pak Sukardi Wahyudi tergabung bersama di dalam 7 WAG, yaitu: Ruang Sastrawan Indonesia, Peserta Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), Depok Membaca, Bahasa Ibu Bahasa Darahku, Jambore Sastra...

Orang Bijak

Hajat tahunan, balik maning nang kene , ke Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, buat menunaikan kewajiban sebagai orang bijak --taat pajak-. Mestinya kemarin hendak ke sini, tapi ada hujan kepagian singgah di jalanan depan rumah... Tadi sahur anak ragil, si pemegang motor, nelpon ibunya nanyakan STNK sudah dikirim apa belum.   La, pajaknya dibayar aja belum boro-boro dikirim. Dijelaskan ibunya, pagi tadi hujan jadi gak bisa ke Samsat, baru besok (hari ini, red) ayah akan pergi. "Orang Bijak" antre bayar pajak kendaraan  Subuh tadi gerimis, tapi tidak menderas seperti kemarin. Habis syuruk turu sik menghangatkan badan dari cuaca dingin. Bangun pukul 8 masih terasa dingin, takmandikan sekalian biar hilang dinginnya. Ke Samsat, sudah ada 'orang bijak'. Belum banyak sih , baru ada 13 orang. Ke tempat fotokopi dokumen. Saya basa basi, "Puasa sepi, ya!" Dijawab abang-abang petugas fotokopi, "Iya, Pak, apalagi cuacanya begini." Saya sambung, "Iya...

Dana Segar Ibu Wako

Karena kemarin sibuk membantu para-para bapak se-Blok P mempersiapkan agenda ‘safari ramadan’ daripada Ibu Wali Kota di masjid kami, terpaksa  deh  saya gagal melanjutkan tadarus bakda Subuh dapat setengah juz, padahal mestinya bakda Dhuha dan Zuhur bisa selesai juz 5. Sejak sebelum Asar saya sudah ke masjid siap-siap salat Asar berjemaah lalu  standby  menunggu buka puasa bersama dengan membaurkan diri ke dalam kerumunan warga dan tamu dari luar Blok P, untuk menyambut kedatangan Ibu Wali Kota Eva Dwiana beserta jajaran pemerintah kota tiba di masjid. Ibu Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana  Protokol acara penyambutan Ibu Wako sepenuhnya dikendalikan tim Majelis Taklim Rachmat Hidayat di bawah asuhan Ibu Wali Kota. Hanya beberapa menit menjelang berbuka puasa, barulah Ibu Wali Kota dan rombongan tiba. Ibu Wali Kota Eva Dwiana langsung memberikan sambutan sebentar lalu buka puasa. Gong sambutan Ibu Wali Kota jelang berbuka, yang membuat kami senang, be...

Safari Ramadan Ibu Wako

Hari ini, tadi siang, saya tak 'safari ramadan' baik Dzuhur maupun Asar di masjid mana pun. Pasalnya, ikut membantu kerja bakti para-para bapak se-Blok P (lingkungan masjid) mempersiapan 'safari ramadan' Ibu Wali Kota di masjid kami, Ikhlas Al-Azhar. Tentu harus sesiap-siapnya alias perfek. Pemkot menyiapkan sebanyak 700 porsi ifthor untuk buka puasa bersama berupa nasi kotak dan kue kotak yang isinya kurma 3 butir, air minum gelas, dan roti. Ibu-ibu majelis taklim tidak ketinggalan menyiapkan buah-buahan (semangka 🍉, melon 🍈, nanas 🍍) di wadah khusus, kurma, kue-kue, dan kukus-kukusan. Kue-kuean jajanan pasar dan kukus-kukusan berupa ubi madu🍯, jagung 🌽, kacang 🥜, dan pisang 🍌, memang biasa jadi hidangan di masjid kami saat ada peringatan hari besar Islam yang tidak lain adalah kegiatan divisi PHBI pada struktur pengurus takmir. Pemkot menyiapkan paket ifthor 700 porsi itu karena memang tamu undangan sebanyak itu yang berasal dari berbagai unsur, seperti posya...

Menebus yang Hilang

Karena pada hari Jumat selumbari saya tidak 'safari jumat' karena ada kurir OFFO LIVING mengantarkan barang yang kami beli ( inden ) sekalian merakitnya di rumah, saya mesti menyambut mereka datang dan menyaksikan proses mereka merakitnya. Maka, pulanglah saya dari masjid Al-Anshor. Balik kandanglah saya salat jumatan di masjid Ikhlas Al-Azhar. Mengambil jeda di sela-sela merakit, seorang kurir pergi jumatan. Saya pun menyusul ke masjid, padahal semula saya berpikir akan absen jumatan. Suasana jemaah Zuhur di masjid Al-Anshor  Maka, siang ini saya salat Zuhur di masjid Al-Anshor buat 'menebus yang hilang' selumbari , yaitu 'safari jumat' di masjid itu. Sebelum saya melakukan 'safari jumat', setiap hari Jumat saya jumatan di masjid Al-Anshor. Lalu saya terpikir berpindah ke masjid lain. Maka, begitu masuk tahun 2026, di Jumat pertama (3/1), kebetulan kami sehabis stay cation di Holiday Inn Bukit Randu dan hendak makan siang di Alam Kuring Resto, kami s...

Balik Kandang

Sedianya saya hendak salat jumatan di Masjid Al-Anshor. Saya sudah masuk dan salat sunah tahyatul masjid. Di tengah salat sunah, ada notifikasi pesan WhatsApp masuk karena hp belum saya silent . Selesai salat, saya baca pesan tersebut, rupanya dari kurir OFFO LIVING yang akan mengantarkan barang yang kami beli lima hari lalu (inden), dikirim hari ini. Saya putuskan keluar masjid dan pulang. Di layar hp , tertera waktu mendekati pukul 12, mobil barang dari OFFO LIVING tiba di depan rumah. Dua orang dari bagian teknisi perakit barang langsung menggotong lemari dalam kemasan dus masuk ke dalam rumah. Gak pake lama, kardus dibuka dan perakitan barang pun segera dikerjakan oleh mereka bersama-sama. Tak lama azan terdengar berkumandang dari TOA masjid. Satu teknisi berpamitan untuk salat jumatan, sementara satunya tidak karena non-muslim. Saya pun mengambil air wudu dan gegas ke masjid, salat sunah tahyatul masjid lagi karena yang tadi sudah saya kerjakan, tempatnya di masjid Al-Anshor b...

Doa Sambut Ramadan

Tentang berjalan safari jumat, Alhamdulillah sudah berjalan seperti yang saya kehendaki, memasuki bulan Ramadan ini, safari Ramadan adalah sesuatu yang juga pengin saya lakukan. Hari pertama puasa kemarin (18/2), saya salat Zuhur di masjid Al-Ishlah Blok L, setelah melihat masjid Al-Aqso di Blok Q  suwung , tak ada orang yang datang hendak salat. Untuk kali kedua saya getun , bertanya dalam hati, kenapa masjid Al-Aqso itu tak dipergunakan. Capek-capek dan susah payah membangun Rumah Allah SWT, itu tetapi ujungnya tidak dimakmurkan. Sudah lama tak terdengar azan di masjid itu, padahal dulu yang paling nyaring. Entah mengapa sekarang sepi. Asar pengin ke masjid Al-Anshor, tapi cuaca tidak mendukung dan berkenaan pula dengan persiapan untuk acara "kunjungan" di masjid. Setiap KK diminta membawa 3 nasi kotak, usai beli air galon saya pergi menjemput nasi kotak yang sudah kami pesan pada siangnya di RM Minang dan mengantar ke masjid. Selesai salat Magrib, Pak Ustaz memimpin doa me...

Saudi apa Muhammadiyah?

Saya sengaja menunggu apakah Masjidil Haram akan memulai mendirikan salat Tarawih pada 17 Februari kemudian esoknya 18 Februari memulai puasa Ramadan 1447 H? Semua beranjak dari rasa pengin tahu, bukan sekadar penasaran. Tak terbayang lamanya waktu menunggu. Saya nyalakan televisi kanal Kingdom of Saudi Arabia saat di sana baru saja hendak salat Magrib. Nah, salat Tarawih kan setelah salat Isya. Waktu Magrib di Saudi pukul 18.21 Waktu Jeddah, itu bersamaan dengan pukul 22.21 WIB. Dan salat Isya di sana pukul 19.32 Waktu Jeddah atau pukul 23.32 WIB. Selesai salat Isya lalu muncul seseorang berpidato di depan corong, tentu saja bahasa Arab, gak ngerti saya apa yang ia bicarakan, tapi kira-kira semacam sebuah pengumuman hasil rukyatul hilal penentuan tanggal 1 Ramadan 1447 dan keputusan memulai ibadah puasa. Saat-saat akan dimulainya salat Isya di TV Saudi Selesai orang tersebut pidato, layar TV Saudi seperti berhenti bergerak, tidak memantulkan sudut-sudut ruang yang terekan CCTV. Ta...

Belangiran

Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, di Lampung ada tradisi belangiran (turun mandi) di kali Akar, Batuputu, Telukbetung Barat. Di masa Gubernur Lampung, Drs. H. Sjachroedin Z.P., dijadikan ritual sakral kental nuansa adat budaya. Nuansa adat budaya di sini, maksudnya ada unsur budaya leluhur dalam pelaksanaannya, yaitu ada air langir (ialah campuran air dari tujuh mata air), ada kembang tujuh rupa, ada setanggi, dan daun pandan. Itulah kelengkapan belangiran tradisi   para leluhur. Rycko Menoza SZP, ketua harian DPP Lampung Sai, pada acara belangiran di kolam renang Pahoman, 25/2/2025. | rri.co | Kendati masih dipelihara sebagai tradisi menyambut Ramadan, belangiran  pernah deh berpindah-pindah tempat penyelenggaraannya. Tahun 2023 bukan di kali Akar, melainkan di Boemi Kedaton Resort, zona wisata milik keluarga Sjachroedin Z.P. di Batuputu. Tahun 2025, belangiran  diadakan di kolam renang Pahoman karena kali Akar banjir. Ditaja oleh Majlis Penyimbang Adat Lampung...

“Kembang mBagusi”

Setelah selumbari (Kamis, 14 Februari) saya posting cerita di blog , tentang bunga ‘wiku’ (wijayakusuma) yang mekar kembangnya. Kemarin yang diikatkan pada batang pohon kelengkeng ambil giliran mekar kembangnya, dua sekaligus. Saya lihat pukul 11, rupanya sudah mekar. Waduh kecele saya. Artinya, saat mekarnya memang malam di hari, tetapi tepatnya pukul berapa tidak pasti. Hanya orang yang betah menunggu detik-detik mekarnya yang tahu pasti, maka orang bisa punya konten video proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma ini. Bukan kebetulan. Penampakan saat kembang mekar malam hari  Ya, bukanlah kebetulan, melainkan memang sengaja berniat ngonten. Betah menunggui detik-detik proses mekarnya kembang bunga wijayakusuma. Nyatanya, seperti saya alami, tidak mesti malam amat, kurang dari pukul 11 PM saya keluar, kembang sudah mekar. Setelah melihat kembangnya mekar, tidak benar juga kalau di postingan selumbari itu, saya narasikan bunga ‘wiku’ ini sebagai “kembang mbingungi”. Yang be...

Pedas pake Banget

Tidak pernah lagi saya menemukan nasi goreng yang enak, padahal waktu dahulu masih kerja di koran berkantor di jalan Urip Sumoharjo, mulai dari depan RS Urip Sumoharjo hingga bunderan BKP, saya hafal di mana saja nasi goreng yang enak mangkal. Semenjak koran itu tutup tahun 2016 dan pandemi Covid melanda sepanjang tahun 2020 hingga 2022, pedagang makanan apa pun kolaps. Ya, jangankan pedagang kecil pinggir jalan, wong pengusaha besar pun rontok dan tutup, melakukan PHK besar-besaran. Habis Isya tadi saya menelusuri jalan di perum BKP mencari pilihan nasi goreng mana yang akan saya uji coba (cek ombak). Ada empat pilihan pedagang nasi goreng gerobak. Yang tiga, kesemuanya sudah saya coba, uh... kurang rekomended. Jauh dari ekspektasi. Ada satu yang baru saya lihat tadi, saya mampir dan nyoba beli. Dari cara mengolahnya saja jauh berbeda dengan cara penjual nasi goreng gerobak umumnya, saya sudah bisa membayangkan bakal seperti apa rasanya. Nah, benar belaka, rasanya sungguh aneh....

Kembang "Mbingungi"

Jiah, bunga Wijayakusuma yang ditanam di pot gantung teras rumah minimalis kami akhirnya mekar menampakkan kembang putih berseri. Waktu mekarnya kembang yang juga memiliki nama pendek wiku (akronim dari wijayakusuma) ini adalah tengah malam, entah pukul berapa. Mesti betah menunggu. Banyak video beredar menampakkan detik-detik proses mekarnya kembang wiku. Dalam hati, saya membatin, alangkah iseng serta telatennya orang mengisi waktu menunggu detik-detik mekarnya kembang dengan memposisikan kamera ponsel ke arah putik kembang yang akan mekar perlahan. Bunga Wijayakusuma mekar tadi malam  Yang sudah ditanamkan di pot gantung ada dua, satu pot diikatkan di batang pohon kelengkeng, dan satu pot masih di tanah belum dibelikan pot gantungnya, semacam masih dikarantina. Nanti kalau sudah di pot gantung semua dan berkembang barengan , tak terbayang indahnya. Begitu semarak penampakan. Juga, seumpama kembangnya gak melulu berwarna putih, misalkan berwarna-warni, tentu meriah sekali. Tapi,...

“Membayar Kekalahan”

Pekan lalu, sedianya saya berniat safari jumat di masjid perumahan Springhill, tapi agak merasa sungkan karena ini nih perumahan elit, di pintu gerbang mesti melewati portal yang dijaga sekuriti. Sebenarnya tidak apa-apa, dengan dress code baju koko dan kepala bertengger kopiah atau kupluk , mereka sudah mafhum bahwa masuk ke sana punya tujuan hendak ke masjid yang ada di dalam perumahan, tentu saja dibolehkan. Akhirnya saya mutar-mutar tidak menentu arah tujuan hendak ke masjid mana, lalu berlabuhlah di masjid Al-Istiqomah di jalan Bayur. Demi “membayar kekalahan” pada pekan lalu, tadi saya langsung saja masuk arah Springhill. Saat melewati portal, sekuriti mengarahkan pandang mata, menyotot ke pelat nomor polisi motor. Barangkali sudah SOP bagi yang bukan penghuninya. Interior masjid Entah, apakah dicatat atau tidak. Karena sudah pernah salat Zuhur di masjid itu saat menghadiri undangan aqiqah cucu sohib istri, maka saya masih ingat arah jalan yang mesti dilewati menuju masjid....

“Ibu Suri” Sudah Nongki

Kalau “Ibu Suri” ini sudah nongki di pasar, itu pertanda bulan puasa sudah dekat. Si “Ibu Suri” ini merupakan entitas paling hebring di masa bulan puasa. Gak di pasar, gak di pinggir jalan, “Ibu Suri”  nongki menunggu orang menyamperi dan menyalaminya. Jika cucok dalam percandaan dan ketemu akad pertukaran rupiah dengannya, maka “Ibu Suri” sudi diajak pulang untuk buka puasa bersama. Memang, “Ibu Suri” ini entitas paling asyik buat teman buka bersama, mukanya yang glowing dengan saputan bedak warna nude kekuning-kuningan dan senyumnya menawan kendati tak dipoles gincu, terasa manis saat dicecap bila sebelumnya ditambahkan sirup Marjan Cocopandan yang merah merona. Uh, rasanya beduk tanda berbuka tak sabar ditalu saking menggodanya. "Ibu Suri" sudah nongki menyambut Ramadan  “Ibu Suri” ini penggoda paling centil di bulan puasa. Penjual es campur yang menambahkan “Ibu Suri”, membuat orang pengin “ maling telon ” membeli es campur dan menikmatinya, jika saja tak takut...

Prajurit TAMTAMA

Buat merayakan Hari Pers Nasional 2026, saya mengunggah ke facebook foto 4 eksemplar koran TAMTAMA terbitan tanggal 10, 11, 12, dan 14 Juni 1998. Headline   News koran berwarna pertama di Lampung, ini semua tentang Soeharto yang baru saja berhenti dari jabatan presiden RI pada 21 Mei 1998 setelah didesak oleh sejumlah “Tokoh Reformasi.” Pada pemilu 1997  –sebagai ulah Harmoko –  Soehato kembali menjadi presiden untuk jabatan ke-6 kalinya sejak pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997. Krisis ekonomi (krismon) awal 1998, membuat pemerintahan Soeharto melemah. Ia dituntut mengmundurkan diri. Ada empat tokoh penting reformasi; Amien Rais, Gus Dur, Hamengku Buwono X, Megawati Soekarnoputri. Koran TAMTAMA terbitan Juni 1998 Selain 4 tokoh penting di atas, ada 4 mahasiswa turut berjuang menurunkan Soeharto. Mereka adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie (Mahasiswa Universitas Trisakti). Keempatnya gugur dalam  “ Tragedi 12 Mei 19...

HPN

Kemarin, 9 Februari adalah Hari Pers Nasional (HPN). Insan pers dari media dan organisasi apa pun hadir merayakannya. Tahun 2026 ini sebagai tuan rumah adalah Provinsi Banten. Teman-teman wartawan koran tempat kami bekerja dahulu, masih bertungkus lumus di media online  pada HPN kali ini, tentu ada yang hadir ke Banten menyemarakkannya. Saya tidak mendaftarkan diri sebagai wartawan atau kerennya jurnalis, sehingga saya tak memiliki kartu anggota organisasi kewartawanan apa pun. Saya ini cuma pekerja pers biasa di bagian pracetak. Tugas nyambi  sebagai pekerja teks (redaktur) pada desk berita apa pun yang ditugaskan pemimpin redaksi, berganti-ganti, berpindah-pindah. Tour of duty . Kios koran sebatang kara di kota Metro  Di antaranya desk olahraga, kriminal, daerah, seni & budaya. Itu untuk 'jabatan' pekerja teks (redaktur), sementara untuk 'jabatan' kepala bagian pracetak, saya bertanggung jawab memegang halaman 1 atau perwajahan koran. Make over tata letak be...

Jalan Jodoh itu “Teman”

“Tahun 2022, saat di mana saya masih lajang dengan sejuta trauma cinta. Berawal di saat saya sedang KKN. Teman satu kamar saya berinisiatif mencomblangkan saya dengan teman pacarnya yang berinisial YF, punya profesi sebagai driver. Komunikasi awal kami bangun dalam 1 bulan hingga tiba first date , 26 Agustus 2022, tuk saling mengenal satu sama lain. Dalam pertemuan pertama itu, kami mengambil suatu kesepakatan untuk menjalani hubungan yang, nantinya ternyata penuh cobaan bertubi dan tantangan berupa teror yang tak henti menembak. Tetapi, Alhamdulillah, kami bisa melewati itu semua. Hingga sampai pada 27 Februari 2025, kami memutuskan untuk bertunangan. Alhamdulillah, atas kemantapan hati bersama, kami memutuskan melanjutkan hubungan pertunangan untuk memasuki gerbang perkawinan. Kami sepakat 4 Februari 2026 adalah tanggal yang kami yakin sebagai hari baik untuk menggelar acara paling sakral di muka bumi, yaitu akad nikah dan resepsi walimatul urusy.” Bait-bait cerita dalam tiga b...

Masjid Agung Taqwa

Yang sudah saya singgung di postingan blog ini terdahulu, perihal jantung kota Metro ini di mana? Apakah Masjid Agung Taqwa? Ataukah ada "Titik Nol-nya." Saya sungguh awam karena kendati sudah lebih 25 tahun bermukim di Bandar Lampung, saya belum pernah ke Metro. Agak   laen , ya 🙂‍↕️  Sebagai penambah catatan amal, eh... catatan masjid (di luar safari jumat), Masjid Agung Taqwa sekiranya layak juga ditulis. Saya masuk masjid ini Rabu pagi untuk mendirikan salat dhuha yang diawali tahyatul masjid. Hendak ke masjid saat subuh, masih hujan ricih-ricih. Apadaya jemaah subuh tak kesampaian. Foto Selasa (3/2) siang saat ngaso baru tiba Masjid yang struktur bangunannya bulat ini sangat luas. Air wudu melimpah, kamar kecil tempat buang hajat tentu juga representatif (saya tidak sempatkan melongok ke ruang privat itu). Karpet merah marun sudah terbilang lama, sudah terlihat belang-belang ada perubahan warna dan aroma tanda telah tua. Waktu saya masuk hendak mendirikan salat dhuha, ...

Donor Lagi

Pulang dari safari jumat di masjid Al-Istiqomah dengan membawa seporsi mie ayam sedekah ‘Jumat Berkah’, tatkala melewati jalan depan masjid Al-Anshor, saya dipanggil tetangga yang salat jumatan di sana. Saya lihat ada ramai-ramai, saya tanya ada apa? “Ada donor darah, mau donor apa,” jawab tetangga itu. Sejak donor pertama 27 Serptember 2024 sebelum umrah 8 Oktober 2024, kendati diingatkan aplikasi Kartu Donor digital yang saya tanam di pekarangan gawai, tak saya gubris dan pergi ke PMI untuk disedot sebanyak 350 cc darah lalu disimpan dalam kantong kedap udara ditaruh di lemari pendingin kantor PMI. foto pendonor saat darah sedang disedot  Entah kenapa pula saya abaikan peringatan ‘waktunya untuk donor’ dari Kartu Donor digital tersebut. Padahal, secara kondisi kesehatan sepulang dari umrah, itu saya sangat sehat. Bahkan, selama menjalani rangkaian ibadah umrah, baik di Madinah maupun di Mekah, saya termasuk yang paling sehat di rombongan keluarga. Secara keseluruhan rombong...

Jalan Menuju Istikamah

Melanjutkan kehendak istikamah langkahkan kaki safari jumat, tadi saya sempat mutar-mutar hendak ke masjid mana karena tidak ada perencanaan. Saya menujua ke masjid Al-Aqso di Blok R, eh… rupanya masjid itu tidak dipakai salat jumatan karena warga di sana sepertinya jumatan di masjid Al-Anshor. Akhirnya saya masuk ke Gang Bayur. Nah, masjid yang hendak saya tuju juga sepi, tak ada bunyi-bunyian spiker masjid ke luar dari TOA di atas atap. Kembali saya keluar ke jalan raya menuju arah Kurungan Nyawa, balik masuk Gang Bayur, ke masjid yang memang dari jauh terdengar lantunan ayat suci di TOA. Saya parkir motor dan masuk ke dalam masjid. Eh, ada penikmat MBG, jadi anak saleh, ya! Sejuk hawa dalam masjid dari pendingin udara di dinding menyergap tubuh saya, nyaman merasuk ke alam sadar saya. Usai salat tahyatul masjid dan dhuha, saya langsung buka gawai dan membaca Surah Ar-Rahman sebagaimana biasa saya lakukan. Selesai, saya cecelinguk mencari jadwal salat digital di dinding. Terba...

Haul (Ngehol)

Ada dua haul yang saya hadiri berturut-turut dua malam berlalu. Selumbari (Rabu) malam haul ( nyeribu hari) Bapaknya Busi (besti istri), tadi (Kamis) malam haul ( nyeribu hari) imam masjid kami, Bapak Drs. Asrori (almarhum). Tak terasa sudah seribu hari (kurang lebih 3 tahunan) lamanya mereka berpulang. Haul ( nyeribu hari) adalah semacam ‘upacara’ buat mengenang kepulangan sesorang yang waktunya sudah genap 1.000 hari atau kurang lebihnya, tidak mesti tepat hitungannya. Adakalanya pihak keluarga menepatkan waktu kirim doa pada malam Jumat, sehingga meleset dari 1.000 hari. Soal pilihan waktu. Haul di tempat besti istri (Rabu malam) Saya pikir hanya wong Jowo saja, seperti keluarga besti istri di atas yang merawat tradisi ngehol (ngadain haul), ternyata keluarga imam masjid kami yang merupakan ulun Lampung, juga mengenal tradisi ngehol . Mereka mengundang bapak-bapak jemaah masjid bakda salat Isya, untuk mengenang kepergian beliau dan kirim doa. Atau mungkin memang ada ...

Lansia Bahagia

Punya alat ukur tensi darah digital sendiri di rumah bisa  sakwayah - wayah  cek tensi darah. Kemarin karena merasa kepala agak pening, saya cek tensinya 130/80, berarti normal untuk kategori lansia seperti saya. Bahkan, ada yang beranggapan 140/90 tergolong normal, di bawah itu masuk  ‘ darah rendah. ‘ Seperti pengakuan “teman jalan subuh” yang belum aktif salat berjemaah ke masjid pascaoperasi hernia kedua kalinya. “Masih terasa nyeri, di rumah pun saya salat duduk,” katanya. Saya suruh bawa kursi spesial untuk salat ke masjid. “Ah, malau,” ujarnya. Mengapa mesti malu. Para koruptor saja pede dan narsis abis. Suasana posbindu di rumah Pak RT. 13 Katanya, tensi 140/90 itu ukuran normal untuknya. Ia rutin periksa pada anak gadisnya sendiri yang lulusan pendidikan bidan. “Jika di bawah itu, rasanya badan lemas dan agak kliyeng - kliyeng ,” katanya. Ukuran kayak punyanya itu, kalau saya terbilang tinggi, bikin kepala pening. Waktu 160/90 saya usahakan turun ke normal. Pag...

Meraba Jantung Metro

Waduh, sayang sekali bermalam di kota tua ini berhiaskan hujan. Niat semula hendak keluar melihat seperti apa nuansa malam di sini. Ah, di Metro hujan gelisah, pengin selalu turun menghiba ke tanah, menghempaskan rasa gerah . Kupikir hanya di kota Bandar Lampung saja yang perangai begitu. Kota tua ini penuh cerita. Lama jadi inang pengasuh (ibu kota) bagi kabupaten Lampung Tengah, akhirnya mau berdiri di kaki sendiri, mandiri sebagai kota yang dengan wajah semakin menua, setelah membelah diri dan terpisah dari kabupaten yang dahulu disusui penuh cinta dan kasih sayang. Tanda punya wibawa. Yuh, masih ada becak genjot di Metro  Sayang kan tak berhasil menikmati lekuk liku tubuh malam di jantung Metro. Tapi, jantung kota Metro ini sesungguhnya di mana, saya kurang paham. Masjid Agung Taqwa angkuh di sudut persilangan empat jalan yang di tengahnya ada tugu sebagai pemisah ke mana langkah orang bergerak. Jantungnyakah? Lalu lintas di jalanan tidak begitu ramai. Orang yang datang ...

Motoran ke Metro

Kami dapat undangan hajat manten di Desa Banjarejo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Timur. Kubilang sama istri, "Kita motoran aja, lewat jalan Untung Suropati, konon lebih cepat dan aman ketimbang lewat jalan raya Natar yang agak ngeri - ngeri sedap  sebab banyak kendara truk gede - gede . Berangkat jelang pukul 11 dari rumah, mampir soto SSB buat sarapan. Pukul setengah 12 selesai sarapan bergerak menuju jalan Untung lewat By Pass, pelan menyusurinya terus lurus sesuai petunjuk saudara yang anak gadisnya kuliah di PGSD Unila kampus Metro. Tiba di kota Metro kurang dari pukul 1 siang. Masih banyak becak kayuh di Metro  Wah, cepat juga kendati hanya dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Kendati jalan mulus, tapi banyak lubang jeglokan yang sangat membahayakan apabila njengkang . Padahal, kalo pengin ngebut bisa aja sih karena jalanan relatif sepi dari lalu lintas kendaraan, bahkan hampir terbilang lengang, lewat kebun karet. Setelah keliling-keliling cari hotel, habis salat Zu...