Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Menikmati Kopi

Yang sudah puasa Syawal, selesaikan. Yang baru mulai, lanjutkan. Saya belum. Pagi ini masih ngopi ditemani cireng beli di Iman Jaya. Tadi pagi iseng ke sana, sudah buka rupanya. Lanjut ke pasar tempel Beringin, beli cumi buat campuran tumis brokoli. Kemarin pagi ngopi di AKAR Hotel & Resort. Mencoba sensasi kopi dicampur es krim. Ternyata manis es krim masih tunduk sama pahit kopi. Setelah saya aduk es krim dalam mug kopi, saya seruput kok rasa kopi masih pahit. Saya kenal rasa kopinya. Kopi es krim tandas kunikmati, tinggal mug kosong ini yang terekam kamera. Apa daya. Kopi yang biasa tersedia di restoran hotel adalah Nescafe. Salah satu jenama kopi yang populer di Lampung. Kopi ini memang pahit, bersaing sengit dengan rasa kopi varian americano yang ada di minimarket biru. Gula yang dibubuhkan tak cukup hanya sesaset.

Check Out Kepagian

Setelah dulu pernah diajak kakak ipey stay cation di AKAR Hotels & Resort 26–27 Juni 2025, lagi, kemarin kembali diajak menginap di hotel yang dahulu bernama Sheraton Hotel di Jl. Wolter Monginsidi. Kami bertiga anak ragil hanya dipesankan satu malam saja, sementara mereka sekeluarga besar anak, mantu dan cucu dari Jakarta stay cation  selama dua malam. Kami check out lebih cepat, pukul 09.53 karena anak ragil hendak wfh. Katanya, pengin mengerjakan job dari rumah saja, tidak memanfaatkan wifi hotel. Perjalanan dari hotel ke rumah lebih kurang 30 menit sehingga pas belaka waktu untuk ia memulai wfh siang hari. Apabila check out pukul 12 seperti galibnya, waktu yang tersita di perjalanan setengah jam bisa dipakai untuk bekerja. Lobby AKAR Hotel & Resort dengan ornamen bernuansa Timur Tengah pada momen Lebaran  Sama belaka saat stay cation pada Juni 2025 dulu dengan sekarang, ada perubahan sedikit. Halaman luar resto, dahulunya berupa hamparan rumput halus dan ...

Akar

Kembali ke Akar Hotel & Resort di Jl. Wolter Monginsidi, Telukbetung Utara. Stay cation keluarga besar pasca-Lebaran senyampang masih ada sisa sedikit waktu liburan disambung wfh yang diberlakukan kantor. Anak ragil belum balik Jakarta. Siang tadi hendak makan di Buk Isah, apadaya full booked parah. Parkir mobil sampe luber ke jalan di depannya. Yang hendak makan rela berdiri matung menunggu untuk mengokupasi meja yang dipakai mereka yang makan. Siapa cepat, dia yang dapat. Ornamen ini sudah ganti, dahulu berupa tampah dari anyaman bambu. Tak ada peluang untuk memperoleh meja, saya dan istri undur diri, bergeser ke Alun Alun Kepayang, ada tiga mobil pengunjung parkir. Kami masuk dan tanya, "Buka?" Dijawab iya penjaga parkir. Nuju resepsionis memesan menu makan 'paketan' buat empat orang. Padahal, yang hendak makan cuma tiga orang. Saya, istri, dan anak ragil. Duduk tenang menunggu menu yang kami pesan disiapkan di dapur. Sound system 'live music' berb...

Pecel Mentah

Dua anak mantu berangkat ikut arus balik. Anak sulung dan istrinya balik maning ke Depok, naik DAMRI yang jadwal pemberangkatan pukul 09.00, tapi pukul 08.43 bus mulai bergerak meninggalkan pool DAMRI stasiun Tanjungkarang. Saya berdua istri melepas keberangkatan mereka dengan pelukan perpisahan. Sampai jumpa nanti. Tidak terlampau kangen sih karena baru pada bulan Oktober 2025 lalu ketemuan di Surabaya kemudian nyepur bareng ke Jakarta terus ke Depok. Anak ragil masih nanti mendekati akhir bulan balik ke Jakarta, ada jatah wfh tiga hari jadi bisa agak lama di rumah. Dengannya, pada bulan Oktober lalu juga ketemuan. Karedok yang gak begitu lengkap  Ini hari adalah H+3 Lebaran, arus balik mulai ramai, setidaknya di stasiun Tanjungkarang yang tadi saya lihat. Tidak dimungkiri di stasiun Gambir dan Pasar Senen (Jakarta) atau stasiun Gubeng dan Pasar Turi (Surabaya) dan bandara di mana pun begitu adanya karena masa libur Lebaran + cuti bersama habis. Pulang dari stasiun, sembari men...

Less Fiber, Less Memory

Lebaran hari ke 2 versi Pemerintah atau hari ke 3 versi Muhammadiyah, jalanan lumayan sepi. Saya ke Pasar Tani, masih tutup. Ada beberapa penjual sayur di jalan masuk. Yang saya cari tak ada. Saya tarik gas motor menuju Pasar Tempel Beringin. Badan panas kebanyakan makan protein dari opor ayam dan rendang. Pengin sayur bening dan goreng tempe. Less fiber over protein, bikin metabolisme tubuh jadi kurang sehat. Nah, beruntungnya di Pasar Tempel Beringin ada bayam, jadi deh nyayur bening. Ilustrasi 'pelupa' by: Spotify  Tapi, setelah beli bayam dan tempe serta kemangi, saya terpaku lama mengingat-ingat apa tadi yang dipesan istri. Tidak mampu saya pulihkan ingatan, pulang sajalah. Sesampai di rumah baru ingat, istri minta beli jagung manis untuk campuran bayam. Nah, dari less fiber jadi less memory . Bah, tambah tua aku, rupanya. Untuk menyiasati agar tidak lupa apa yang akan dibeli saat ke pasar atau mal, saya selalu catat di WhatsApp pribadi di gawai. Jikalau tidak, mak...

Ibadah Puisi

Selain dirayakan sebagai Hari Raya Idulfitri, 21 Maret dirayakan sebagai Hari Puisi Sedunia. Sebentar, sebelum lanjut, perlu dikemukakan bahwa baik 1 Ramadan maupun 1 Syawal-nya, ada dua versi. Pertama, versi Muhammadiyah, 1 Ramadan (18/2) dan 1 Syawal (20/3). Kedua, versi Pemerintah yang diikuti Nahdiyin, 1 Ramadan (19/2) dan 1 Syawal (21/3) hari ini. Beda awal puasa maupun hari raya. Ucapan selamat hari raya, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, berseliweran di grup WhatsApp dan menjadi hiasan dinding media sosial. Ada yang hanya sebatas ucapan konvensional dari peninggalan rezim Orde Baru yang tak lekang oleh waktu. Ada yang dihias foto keluarga dan larik puisi. Buku "Selamat Menunaikan Ibadah Puisi", kumpulan puisi Joko Pinurbo  Joko Pinurbo (Jokpin), seorang penyair Jogja, pada tahun 2007 menulis puisi berjudul "Puasa" yang ia tujukan kepada Hasan Aspahani. Tidak panjang, hanya enam larik. Yang unik, meski judulnya puasa, tetapi isinya ucapan ...

Ke Al-Bakrie Lagi

Setelah ikut salat jumatan bersamaan dengan peresmiannya oleh Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar pada 12 September 2025, baru hari ini saya kembali jumatan Masjid Raya Lampung Al-Bakri sebagai pengejawantahan perjalanan 'safari jumat' yang saya lakukan mulai sejak 3 Januari 2026. Karena cukup lama (setengah tahunan) tidak ke sana, saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam masjid, terutama berapa baris karpet yang disediakan untuk jemaah, maka saya mengantisipasi dengan membawa sajadah kecil. Eh... rupanya karpet yang tersedia ada barangkali 10 baris. Jumlah persisnya mesti dihitung. Seusai salat jumatan di Masjid Al-Bakrie  Saya tidak menghitung sehingga tidak tahu persis ada berapa bariskah, tapi lebih dari 5 baris. Alhasil, praktis sajadah kecil yang saya bawa buat digunakan berdua (saya dan anak), tidak perlu digelar melapisi karpet yang disediakan masjid. Setelah maju tiga kali berpindah, saya di shaft kedua di belakang khatib. Yang menjadi khatib bukan orang asing...

Sedikit Menjauh

Saya anggap pernah salat di semua masjid BKP. Di dalam rangka menggiatkan ‘safari ramadan’ khusus di waktu Zuhur berpindah-pindah dari masjid ke masjid, saya menjangkau masjid-masjid di luar BKP, tapi kebanyakan di lingkup kecamatan Kemiling. Sementara ‘safari jumat’ saya upayakan ke masjid yang jauh di luar Kemiling, di mana pun itu tempatnya. Di hari terakhir ‘safarai ramadan’, semula saya pengin ke masjid sekitar Kedaung, tapi karena mepet masuk waktu Zuhur, saya sekenanya masjid apa dan di mana yang menara atau wuwungannya tertangkap pandang mata, itulah yang saya datangi. Dekat pintu gerbang perbatasan Kabupaten Pesawaran dan Kota Bandar Lampung, mata saya menumbuk wuwungan masjid. Wuwungan masjid Baitul Amanah yang menumbuk mata memantik mendatanginya  Saya ngegas motor mendekatinya. Setelah memarkir motor dan masuk ke dalam masjid, azan baru hendak dikumandangkan. Di dalam masjid panitia pengumpul zakat fitrah baru saja merampungkan pembagian beras untuk diserahkan kepad...

Masjid Ujung Jalan

Melewati jalan dua jalur BKP bila melempar pandangan ke arah kiri pada jalan yang di G-maps nggak ada namanya, mata akan tertumbuk pada menara sebuah masjid. Saya membatin, besok-besok bisa dijadikan tempat ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Nah, siang ini saya mengejawantahankan perasaan batin itu, menjadikan masjid 'ujung jalan' ini tempat mendirikan salat Zuhur sebagai pengisi kegiatan ‘safari ramadan’. Sampai halaman masjid, seorang bapak-bapak sedang mengepel teras. Saya parkirkan motor dan memasang kunci pengaman di roda. Hingga bubar salat tidak ada tambahan motor yang parkir. Berarti yang hendak salat berjemaah adalah murni warga perkampungan sekitar masjid. Yang berarti juga tidak ada juru mudi ojol yang mampir untuk ikut berjemaah seperti masjid lainnya. Masjid Al- Ridho di ujung tikungan jalan  Kendati lurus di ujung jalan yang di G-maps tidak ada namanya itu, masjid yang disemati nama Al-Ridho, ini menerakan alamat Jalan Imam Bonjol Gang Persada, Kemiling, Bandar La...

Masjid Nurul Huda

Sebelumnya, pernah saya salat jumat di masjid Nurul Huda, Jalan Pagaralam, Gunung Agung, Kemiling atau lebih akarb disebut Gang PU karena ada komplek perumahan pegawai PU di situ. Tepatnya hari Jumat (19/12/2025) sekalian mengambil banner yang hendak saya bawa ke Jambi mengikuti Festival Sastra Etnik Nusantara & peluncuran buku antologi puisinya. Masjid ini dulunya kecil, tidak jauh dari rumah teman yang sudah dijualnya dan berubah jadi rumah makan Yu Sari. Kemudian dibangun menjadi besar, luas, dan megah dengan dua menara di sayap kanan (di bagian sudut kanan barat dan timur). Konstruksi bangunan masjid ini menggunakan rangka baja, bukan tiang cor bertulang. Jadi, penyangga kubah kokoh tanpa tiang. Masjid Nurul Huda Gang PU  Hari ini saya jadikan masjid ini tempat ‘safari ramadan’ salat Zuhur berjemaah. Tidak sampai dua shaf, tetapi banyaknya jemaah kurang lebih 40 orang dari warga sekitar dan datang dari jauh atau yang mampir karena kebetulan saat lewat sudah masuk waktu ...

Menang Menara

Masjid ini dalam gang Mawar 1, Jl. Teuku Cik Ditiro, tepatnya di samping fly over Kemiling. Sudah lama bingit saya pengin menjangkau masjid ini, menaranya yang tinggi terlihat dari Jl. Teuku Cik Ditiro atau saat lewat di atas  fly over . Itu yang menjadi daya tariknya saya. Karena ada ‘safari ramadan’ yang saya lakukan, maka di situlah kesempatan menjangkaunya. Setelah menjangkaunya, ekspektasi saya yang ‘tertipu’ menara tinggi, membayangkan masjidnya megah, sirna seketika. Menang menara doang 🤔  Masjid ini memiliki ‘tangkai’ jendela tapi tidak berdaun. Bingkai jendelanya plong. Ya, hanya ditutup dengan tralis, membuat angin leluasa masuk menerobos ke dalam - membuat udara jadi sejuk. AC tetap saja disediakan seperti kegaliban. Menara Masjid Nurul Iman yang gagah  Masjid yang menyempil dalam gang ini bernama Nurul Iman. Tidak terlalu besar, cukuplah untuk para jemaah di lingkungan kampung situ. Yang jadi ‘penumpangnya’ saat salat Zuhur tadi hanya 18 orang. Tergolo...

Asesoris Masjid

Akhir pekan yang sumuk karena matahari ☀️ memancarkan panas terik menyengat. Tapi, tidak menciutkan perjalanan 'safari ramadan' untuk salat Zuhur berjamaah, hari ini saya ke masjid Fajar Ikhlas di Jalan Pancasila Sakti, Sumberejo, Kemiling. Masjid ini telah selesai renovasi membangun lantai duanya, sejak lama. Tentu lantai satu (bawah) juga dibaguskan. Dinding telah dilapisi keramik setinggi setengah badan. AC dan CCTV asesoris pelengkap. Plafon PVC membuat langit-langit enak dipandang. Tampilan luar masjid Fajar Ikhlas  Tidak ada masjid yang tanpa dilengkapi CCTV, baik ruang dalam maupun di area parkir. Kecuali masjid yang memang belum selesai. Pembangunan atau renovasi masih terus berjalan bertahap, prioritas utama sebesar-besarnya dana untuk membangun. CCTV merupakan asesoris yang jamak dipergunakan sebagai pengganti sekuriti. Atau pelengkap sekuriti. Ada rumah sudah dipasang CCTV pun masih butuh dijaga sekuriti. Demi mendapatkan keamanan ganda. Bahkan, rumah  cluster pun...

Back Again

Setelah menjadikannya masjid kedua tempat 'safari jumat' pada 9 Januari 2026, maka hari ini masjid ini saya jadikan tempat 'safari ramadan' ke sekian kalinya. Ya, hari ini saya kembali ke sini, salat Zuhur di masjid Husnul Khatimah, Beringin Raya. Right, back  a gain alias balik maning ke masjid Husnul Khatimah lagi karena sekalian hendak beli bekal buka puasa sore ini. Jarak masjid ini hanya beberapa ratus meter dengan Iman Jaya, gerai kue tempat beli bekal buka puasa saban hari karena banyak pilihan kuenya. Masjid Husnul Khatimah dengan menaranya  Sekali nyoba cireng, loh... kok enak tenan . Keterusan deh, di bulan Ramadan ini, saban hari ke Iman Jaya. Di luar bulan Ramadan, hanya sesekali saja sembari habis belanja di Chamart atau hendak ke Superindo, mampir di Iman Jaya. Kalau tidak, beli roti di Lakita. Roti Lakita varian 'nanas' yang sering kali dibeli buat teman ngopi di pagi hari. Itu sebagai selingan, yang lebih sering jadi teman ngopi pagi adalah g...

Dua Masjid Syuhada

Perjalanan ‘safari jumat’ hari ini, saya ke masjid jami’ Asy-Syuhada, Jl. Wolter Monginsidi No.17 C, kelurahan Durian Payung, kecamatan Tanjungkarang Pusat. Masjid berornamen cantik dibalut warna coklat, ini tidak jauh dari gerai mie ayam serta bakso jenama terpopuler di Bandar Lampung dan juga Central Plaza. Sudah lama saya mengagumi masjid ini. Karena itu, masjid ini masuk list tempat ‘safari jumat’ di bulan Ramadan 1447 H ini. Pada mulanya saya tidak tahu nama masjid ini. Kendati sering lewat di depannya, saya tidak tergerak membaca nama masjid di depan, padahal sering mengunjungi gerai bakso di dekatnya. Masjid Jami' Asy-Syuhada Durian Payung Ketika takmir masjid mengumumkan keuangan (kas) masjid, tersebutlah nama Asy-Syuhada. Saya langsung membatin, berarti sudah dua masjid Asy-Syuhada saya jadikan tempat ‘safari jumat’ setelah sebelumnya pada masjid Jami' Asy-Syuhada Jl. Imam Bonjol, kelurahan Sumberejo, kec. Tanjungkarang Barat (3/1/2026). Perihal kas masjid Asy-Sy...

Persempit Kesempatan

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya jemaah salat Zuhur di masjid Al-Ikhlas, beralamat di Jl. Raden Gunawan, Sukamaju, Rajabasa Pemuka. Masjid ini sejak setahun berjalan direnovasi, dua menara telah berdiri begitu gagah menuding langit. Semoga bisa jadi tangga melangitkan doa para jemaah sehingga mudah tersampaikan ke Haribaan Ilahi Rabbi, tentunya melalui sodakoh jariah sebagai wasilah atau perantaraannya. Ya, panitia renovasi masjid memang membuka peluang seluas-luasnya kepada jemaah buat beramal sebanyak-banyaknya (fastabiqul khoirot). Maka, diadakan open donasi melalui beberapa rekening masjid. Disediakan juga kotak infak di dalam masjid. Bahkan, di masjid yang manajemennya sudah modern mempergunakan barcode Q-RIS. Jemaah tinggal klik doang , uang infak langsung masuk dalam rekening masjid. Sesimpel itu. Masjid Al-Ikhlas Jl. Raden Gunawan Rajabasa Pemuka  Masjid Al-Ikhlas ini tidak begitu luas, tapi tentu cukup untuk menampung jemaah dari sekitar situ. Letaknya yang ...

Al-Hijr = Bukit Batu

Perjalanan ‘safari ramadan’ hari ini, saya salat Zuhur pada masjid Al-Hijri, Jln. Pramuka, Rajabasa. Setelah dibagusi setahun lalu, kubah masjid serta tampilan dinding luar yang menghadap ke jalan, tampak cantik full keramik dengan ornamen kembang-kembang berwarna hijau. Baru pertama ini saya masuk dan salat di masjid ini, kendati sering melewati jalan ini. Di bagian dalam ada ruang istirahat jemaah, tapi tetap diberlakukan larangan merokok di lingkungan masjid. Sejatinya memang begitu. Jangankan di dalam masjid, di lingkungan luar pun mestinya tidak boleh merokok. Bukankah sungguh sangat tidak etis jadinya, masjid dinarasikan sebagai Rumah Allah, tapi merokok di situ. Masjid Al-Hijri dipotret dari jalan Pramuka  Lahan tempat masjid ini dibangun adalah wakaf dari keluarga almarhum Hi. Ahmad Effendy Gelar Tuan Sinar bin Hi. Syahri St. Temanggung. Dihibahkan atas nama keluarga oleh Toni Effendy pada 7 Oktober 2020. Kendati begitu, nama masjid tidak mengabadikan nama orang yang b...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...

Masjid Perumahan

Perjalanan ‘safari ramadan’ untuk salat Zuhur, hari ini saya ke masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya. Sebuah cluster yang saya duga nyaman karena begitu hening dari deru kendara berlalu lalang. Paling juga kurir mengantar paket atau transportasi daring mengantar/jemput penumpang. Al-Hikmah ini, masjid yang galibnya ada di komplek perumahan yang penghuninya adalah bapak-bapak beraktivitas di perkantoran, tentu jemaah salat Zuhur dan Asar tidak ramai amat. Layaknya di perkotaan di mana pun, fenomena masjid perumahan sepi di siang hari bukan sesuatu yang aneh, melainkan keniscayaan. 'Safari Ramadan' salat Zuhur di masjid Al-Hikmah, Perumahan Merpati Asri, Beringin Raya  Hanya orang yang sudah pensiun atau warior (warga senior) berusia 60 tahun ke atas yang akan menjadi jemaah rutin di saat salat Zuhur dan Asar. Di masjid ini tadi, barisan jemaah hanya dua setengah shaf atau 40 orang lebih termasuk beberapa orang anak-anak dan orang luar komplek perumahan, ...

Masjid Khoir

Ini yang namanya faktor kebetulan. Jika kemarin ber-‘safari ramadan’ saya salat Zuhur di masjid Thoriqul Khoir, maka hari ini saya salat Zuhur di Masjid Jami’ Nurul Khoir dekat Pasar Tamin. Sama-sama ada kata ‘khoir’-nya, itu yang saya maksudkan dengan faktor kebetulan. Bukan tebak buah manggis. Dahulu, masa anak sulung saya sekolah di SPANDA dan SMANDA tahun 2008–2012, saat pulang sering menjadikan Pasar Tamin sebagai titik jemput. Masa-masa SMS sedang jaya-jayanya. Atau di masa-masa peralihan perangkat komunikasi seluler dari telepon genggam jadul NOKIA ke era Blackberry dan android. Masjid Jami' Nurul Khoir dari depan  Kendati begitu, belum sekali pun saya coba singgah menumpang salat di masjid jami’ Nurul Khoir. Walau pernah dilakukan renovasi, menilik ke ruang masjid, interior di dalamnya masih terlihat seperti tidak ada perubahan yang signifikan. Karena yang direnovasi, sepertinya mempercantik profil pada bahagian teras. Dari segi jemaah salat Zuhur pun, meski dekat den...

Masjid Makmur

Ternyata tidak mudah mewujudkan capaian sesuai peta jalan yang telah dibentangkan. Penginnya juz 29 dan 30 selesai satu sesi tadarus. Apalah daya, riak-riak kantuk sulit saya kendalikan. Saya menyerah pada ketidakberdayaan, juz 30 tak saya selesaikan dan saya baru khatam tadi pagi. Saya 'safari ramadan' di masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol, Gedong Air. Selain masjid Al- Iman Bambu Kuning, masjid Thoriqul Khoir ini rasanya terbilang makmur dalam arti ramai jemaah pada waktu salat Zuhur. Tiga shaf (sekitar 85 jemaah). Jajaran 3 shaf jemaah salat Zuhur masjid Thoriqul Khoir Jl. Imam Bonjol  Saya menerka, lebar masjid ini sama seperti masjid kami yang sebaris shaf berisi 25 orang. Jadi, bila satu shaf di masjid Thoriqul Khoir tadi 25 orang, berarti keseluruhan jemaah (penumpang) tiga shaf ada 75 orang ditambah sekitar 10 orang di shaf keempat. Berkali-kali bila ke Bambu Kuning, saya senantiasa salat Zuhur di masjid Al-Iman dekat rumah makan Minang Kamang Indah. Udara dalam ruan...

Setan Terkutuk Datang Lagi

'Safari jumat' saya ke masjid Ar-Raudhoh, Ragom Gawi Permai. Baru sekali ini saya masuk masjid satu ini. Struktur bangunan masjid membentuk ruang sambung menyambung karena ada bagian hasil penambahan setelah rehabilitasi. Dua lantai dengan tiang yang merusak estetika ruang. Begitulah bila membangun masjid secara bertahap. Tapi, sepertinya ruangan di lantai atas cukup lega, bisa dimanfaatkan buat ruang khusus bagi jemaah wanita (ibu-ibu) pada acara pengajian. Masjid Ar-Raudhoh Perumahan Ragom Gawi Permai  Rencana semula saya akan ke arah kota. Tapi, karena mengantar istri belanja kue untuk acara "berbagi" pada sore ini, praktis waktu untuk salat jumatan jadi terpotong banyak dan mepet. Saya putuskan pilihan jumatan ke masjid Ar-Raudhoh di Ragom Gawi saja. Memang masjid ini saya jadikan target untuk tempat 'safari jumat' di bulan Ramadan ini, tapi tidak hari ini. Berhubung waktu mepet, tak memungkinkan 'safari jumat' ke masjid di dalam kota, apa boleh bu...

Kurang Makmur

Bakda Subuh saya baca juz 26, namun tidak langsung selesai. Habis salat sunah isyrak, saya melanjutkan bacaan tadarus. Pukul 06.30 saya menambah durasi tidur, bangun pukul 10.10. Mandi dan salat Dhuha. Selanjutnya meneruskan baca juz 26 lalu masuk juz 27 hingga selesai sebelum Zuhur. Saya berangkat 'safari ramadan' ke masjid Al-Amin yang pengin saya datangi pada selumbari , tapi kok nyasar ke masjid Jabal Nur. Dan pengin saya ulangi kemarin, tapi masih sepi sehingga saya memutuskan ke masjid Al-Azhar saja. Ternyata di masjid ini pun saya kecepatan datang, sebab masjid masih sepi. Segini ini jemaah salat Zuhur di masjid Al-Amin ditambah saya dan enam orang makmum masbuk. Hari ini pada akhirnya, kesampaian saya bisa 'safari ramadan' di masjid Al-Amin. Saya pikir masjid ini 'kurang makmur' sebagai mana idealnya. Seluruh jemaah salat Zuhur tadi cuma 13 orang. Segitulah. Semula 7 orang termasuk saya. Lalu datang lagi tambahan makmum masbuk sebanyak 6 orang. Bakda sa...

Kecepatan Datang

Masuk waktu syuruk, saya dirikan salat Isyrak kemudian melanjutkan tadarus membaca juz 23 yang belum selesai. Guna menambah durasi jam tidur, saya merebahkan tubuh. Bangun pukul 08.30 gak langsung mandi, scroll - scroll dulu barang setengah jam. Setelah mandi dan salat Dhuha, start pukul 10.00 saya geber membaca juz 24 hingga selesai dan nyambung ke juz 25 hingga menjelang Zuhur, dapat setengah juz. Saya berangkat ‘safari ramadan’ dengan tujuan masjid Al-Amin di Blok T dengan menyeberang jalan 2 jalur. Jemaah salat Zuhur di masjid Jabal Nur Sayangnya, saya salah membelokkan motor. Bukan mengarah jalan menuju ke masjid Al-Amin, melainkan ke jalan arah masjid Jabal Nur di Blok Q. ya, sudah… saya parkir motor dan masuk ke dalam masjid. Olala… ada jehula rupanya di dalam, menunggu waktu Zuhur. Apa mereka menginap di situ, ya? Saya tak berinisiatif menanyakan hal itu kepada siapa pun. usai salat, saya langsung pulang dan kembali melanjutkan tadarus yang tersisa setengah juz hingg...

Kena Selahnya

Setelah ketemu teori bagaimana tadarus Quran bisa mendapatkan bacaan 2 juz per hari, tapi kenyataannya justru mendapat 3 juz, dalam 2 hari ini saya merasakan sekali, tidak berat-berat amat untuk mengkhatamkan Quran bulan Ramadan 2 atau 3 kali. Kuncinya, ketahanan melawan kantuk. Caranya dengan menambah jam tidur setelah waktu syuruk tiba. Tidur 1 sampai 2 jam, lalu bangun pada pukul 8 atau lebih, lalu mandi dan salat Dhuha. Sesudahnya, teruskan tadarus yang dibaca sesudah Subuh tadi. Itu saya praktikkan. Tak terasa saya sudah melampaui setengah Al-Quran (15 juz). Tadinya sempat pesimis untuk mewujudkan capaian pada Ramadan tahun, khatam 2 kali. Ini pada puasa di hari ke-14, saya sudah mendapatkan 22 juz dan masuk ke juz 23. Dengan semangat, tetapi enjoy . Besok pagi bakda Subuh melanjutkan tadarus juz 23 (selesai atau terpotong). Jika selesai terus ke juz 24 (niscaya terpotong) untuk jeda menambah jam tidur bakda syuruk. Bangun, mandi, salat Dhuha dan zikir, lalu melanjutkan tada...

Selangkah Lebih Maju

Selangkah lebih maju, begitulah capaian saya hari ini. Tadarus baksa Subuh yang kemarin-kemarin saya lakukan, saya majukan menjadi sebelum Subuh. Mengisi waktu antara imsyak dan azan subuh, saya nyicil baca Quran sedapatnya, pagi tadi mendapat empat lembar. Bakda Subuh saya lanjutkan menunggu syuruk. Waktu syuruk tiba, saya hentikan tadarus. Hampir saja mendapat satu juz, hanya tinggal 3 lembar. Tapi, sayangnya, terhalang oleh gejala buang angin. Ya, sudah, ketimbang ditahan naik ke kepala membuat pening, akhirnya saya sudahi ngaji untuk membuang angin yang mendesak. Biasa, sesudah menyelesaikan aktivitas menyiram kembang di halaman, saya tidur hingga pukul 9.30 dan bangun, mandi, salat Dhuha. Masjid Al-Falah, Gang Waluh Bakda Dhuha saya selesaikan bacaan ngaji (tadarus) yang tersisa 3 lembar tadi dan lanjut masuk pada juz berikutnya hingga menjelang Zuhur. Tidak juga selesai, tersisa 6 lembar. Lanjut sesudah Zuhur dan masuk lagi ke juz berikutnya hingga selesai saat menjelang Asar...