Langsung ke konten utama

Perayaan

Kerumunan pagar ayu pengiring anak Bu Rita Farida di arena pesta Labuhan Ratu

Pekan lalu ada wisuda dua sesi yang digelar dua hari, Jumat dan Sabtu. Lagi, hari ini ada wisuda di dua perguruan tinggi (PT). Wisuda, itulah perayaan yang ditunggu para lulusan PT dan orang tua yang bungah anaknya jadi fresh graduate apalagi disemati predikat cumlaude dsb. Wisuda adalah momen yang akan dirayakan, diabadikan, dan dikenang di sepanjang sejarah kehidupan. Impian bersama mewujud nyata.

Pekan lalu ada kerabat masuk IGD. Stroke kesekian sejak kali pertama, kembali menimpanya. Magrib tadi ada kabar kerabat berpulang. Padahal, Selasa malam lalu ia membesuk yang stroke. Seperti tabiatnya yang suka bercanda, mungkin ia membercandai yang stroke. Pada gilirannya, ia dibercandai Sang Pemilik Hidup. Siang tadi ada perayaan yang juga diimpikan setelah wisuda, yaitu menikah. Saya dan istri hadir.

Hidup seseorang dikelilingi oleh perayaan-perayaan. Sejak dalam kandungan, lahir, wisuda, menikah, dan wafat. Perayaan-perayaan itu penting tidak-penting, bergantung seberapa besar nilai dan keinginan untuk merayakannya. Filosofinya sebagai penegas bahwa hidup isinya dualitas yang terjadi bergantian dan berulang. Semua di luar kendali manusia. Mutlak kewenangan Sang Pemilik Qada dan Qadar.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...