Langsung ke konten utama

Radio Keluarga

Bahan busana batik tersedia banyak pilihan corak dan warna di sini.

Lanugraha FM, radio yang memancar di frekuensi 97,6 KHz, ini menyematkan tagline "radio keluarga nomor 1 di Bandar Lampung" tak kusangka banyak pendengar dari lintas generasi dan beragam passion rupanya.

Tadi selagi antar jahitan ke penjahit langganan istri, terdengar sayup-sayup radio ini sedang mengudara di ruang tamu rumah yang juga jadi display area taylor home and boutique itu. Lagu yang diputar khas 80an.

Anda pengunjung blog ini, barang tentu tahu kecap? Dahulu tidaklah sukar menemukan tulisan No. 1 pada kemasan (botol) kecap. Oleh pabrik sengaja diterakan guna menegaskan pada khalayak dialah kecap No. 1.

Sayangnya, sukar memercayai dari semua yang ada, kecap mana yang benar-benar "No. 1" karena semua kecap yang beredar di pasaran, mengeklaim sebagai No. 1. Padahal, rupa warna dan rasanya sama saja.

Ya, semua kecap rasanya sama, untuk kecap manis perpaduan rasa manis dengan gurih hasil racikan kedelai dan gula aren. Kecap asin, perpaduan rasa asin karena ada tambahan garam dengan gurih.

Begitulah kecap, "ngecap semuanya" sebagai nomor satu. Memangnya kalau tanpa embel-embel No. 1 kenapa? Kurang lakukah? Tentu tidak begitu juga. Faktanya, sekarang tidak ada lagi embel-embel No. 1.

Nah, ini radio yang menahbiskan diri sebagai No. 1. Dan, memosisikan diri sebagai radio keluarga pula. Padahal, pendengarnya general alias lintas generasi, kesenangan, boomers hingga Milenial & Gen Z.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...