Langsung ke konten utama

Jiwa Bahagia

Buku Soul Reflection karya Arsaningsih

“34,9% remaja Indonesia memiliki masalah kejiwaan. Tetapi, hanya 2,6% yang mengakses layanan bantuan dan konseling.” Demikian unggahan Instagram Bunda Arsaningsih @arsaningsih, Selasa, 28/11/2023. Pakar meditasi ini mengajak follower Instagram-nya untuk melakukan meditasi refleksi jiwa (soul reflection).

“34,9% remaja Indonesia memiliki masalah kejiwaan. Tetapi, hanya 2,6% yang mengakses layanan bantuan dan konseling.” Demikian unggahan Instagram Bunda Arsaningsih @arsaningsih, Selasa, 28/11/2023. Pakar meditasi ini mengajak follower Instagram-nya untuk melakukan meditasi refleksi jiwa (soul reflection).

Penggerak meditasi melalui Yayasan Cahaya Cinta Kasih, itu melihat mental health sebagai hal yang penting. Karena itu, mereka rutin mengadakan meditasi soul reflection sebagai wujud berbagi dan melayani. Bunda Arsaningsih bisa menuntun meditasi soul reflection agar kita lebih mengenal jati diri.

Meditasi soul reflection bertujuan untuk lebih memahami karakter buruk yang kita miliki dan membersihkan kegelapan di dalam diri dengan terhubung kepada Tuhan. Mulai pukul 18:00 WIB tadi Bunda Arsaningsih memandu meditasi bersama di 4 kota (Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta.

Meditasi dapat diikuti secara online dan offline secara free. Wah, Gen Z yang termasuk dalam 34,9% tersebut sebaiknya punya keinginan untuk belajar melakukan meditasi soul reflection agar memiliki jiwa yang merefleksikan kebahagiaan. Penting dong memiliki jiwa bahagia agar bisa berkarya secara kreatif.

Atau jika ingin lebih memahami apa itu meditasi soul reflection, maka ada baiknya beli dan baca buku karya Bunda Arsaningsih dengan judul Soul Reflection yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer (BIP). Kalaupun sulit mengakses toko buku Gramedia, bisa membelinya melalui marketplace yang sudah Anda akrabi.

Bagi saya pribadi, biar tetap memiliki kewarasan berpikir dan jiwa yang sehat, untuk mencapainya cukup dengan membaca buku. Dan, buku yang dapat menuntun untuk memiliki hal itu salah satunya Filosofi Teras Henry Manampiring. Pengin yang lebih berat lagi, baca buku Meditasi karangan Marcus Aurelius.      


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...

QRCBN, tak Mengapa

Setelah melihat ulang buku antologi yang sudah saya ikuti untuk mengumpulkan catatannya, ternyata bukan hanya buku Terang Bulan Tepi Lautan saja yang memakai QRCBN sebagai identitas, melainkan ada buku lainnya. Buku lain itu, ialah  Ki . Hadjar Dewantara , Bahasa Ibu Bahasa Darahku , Anak Merah Putih Tidak Takut Masalah , dan Depok Membaca . Sejauh ini, lima buku itu yang memakai QRCBN, bukan ISBN. Mungkin nanti akan menyusul buku lainnya. QRCBN, tak mengapa. Mendaftarkan buku untuk mendapat ISBN di Perpustakaan Nasional, suka terkendala terbatasnya kuota. Bahkan, kadangkala langka sehingga jalan (lain ke Roma) yang mesti ditempuh oleh penerbit adalah QRCBN tersebut. Tidak berhasil mendapatkan ISBN juga tersebab ketatnya persyaratan dan kesalahan kelengkapan berkas oleh penerbit. Untuk kelengkapan berkas itu yang membuat penerbit perlu meminta surat pernyataan keaslian naskah dari pemilik buku. Itu misal.  Di era menciptakan karya dengan segala kemudahan atas bantuan AI...

Hikmah Safari

Jika pada 'safari jumat' saya telah menemukan masjid Al-Hikmah di Jalan Pagaralam (Jumat, 16/1), kemarin sewaktu ‘safari ramadan’ saya kembali menemukan masjid Al-Hikmah di perumahan Merpati Asri. Dengan begitu sudah ada dua masjid Al-Hikmah yang saya cium sajadahnya. Nah, itulah hikmah safari. Hari ini, dalam melakukan perjalanan 'safari ramadan', saya dipertemukan dengan masjid Darul Hikmah. Nah, lagi-lagi ada kata kembar. Setelah bersua kata kembar ‘khoir’ pada masjid Thoriqul Khoir dan Nurul Khoir, hari ini kembali bersua kata kembar ‘hikmah’ pada masjid Al-Hikmah dan masjid Darul Hikmah. "Hikmah safari." Benar, begitulah hikmah daripada ‘safari ramadan’ yang saya jalani, yaitu bersua kata kembar pada nama-nama masjid yang saya jadikan target ‘safari ramadan’ salat Zuhur. Begitulah kegaliban nama-nama ‘Rumah Allah’ di muka bumi ini, tak lari dari nama-nama yang memberi spirit beribadah pada hamba-Nya di bulan Ramadan. Masjid Darul Hikmah Jl. Karet, Sumbe...