Langsung ke konten utama

Chemistry Pemain Film 2

Ilustrasi, Sean Connerry dan Ursula Andress dalam film Dr No (credit photo: C/O)

Berikut ini 18 pasangan pemain film yang memiliki chemistry memikat. (dibagi menjadi dua tulisan). Ini adalah bagian dua dari dua tulisan.

10. Dinamika kehidupan nyata antara Janet Jackson dan Tupac Shakur membuat chemistry mereka di layar lebar semakin terasa. Janet Jackson sudah menjadi bintang, sementara Tupac Shakur adalah rapper-aktor yang sedang naik daun yang di atas kertas tampaknya tidak cocok dengannya.

Namun, karisma Shakur yang luar biasa membuat karakternya mampu bertahan dan terasa lebih dari sekadar pasangan yang cocok untuk film Poetic Justice. Roman perjalanan yang mengharukan dan penuh pemikiran, yang merupakan salah satu yang terbaik dari mendiang John Singleton yang hebat.

11. When Harry Met Sally adalah film yang dimulai dengan perdebatan ringan apakah pria dan wanita bisa berteman berakhir dengan jawaban yang meyakinkan: persahabatan adalah dasar untuk cinta yang bertahan lama. Obrolan yang bergerak di sepanjang film ini luar biasa.

Semuanya tidak tercipta begitu saja. Jalan cerita bisa terjalin dengan runtut berkat naskah Nora Ephron yang mungkin terbaik sepanjang masa. Billy Crystal sebagai Harry dan (terutama) Meg Ryan sebagai Sally akan mengubah cara Anda memesan makanan di restoran selamanya.

12. Dalam Good Will Hunting, dengan kecerdasan masing-masing dan lelucon tidak senonoh, Matt Damon dan Minnie Driver sebagai pasangan sungguhan. Damon mampu memerankan Will dan Driver memerankan Skylar dengan karakter masing-masing yang berbeda.

13. Ghost adalah film yang sangat bagus bila Anda pernah kehilangan seseorang –yang hampir dialami semua orang. Dibintangi Patrick Swayze dan Demi Moore, film ini bahkan lebih kuat, dan menyakitkan, mengingat hilangnya Patrick Swayze. Sebagai Sam dan Molly, Swayze dan Moore memiliki salah satu hubungan paling murni dari semua pasangan dalam film.

Hubungan itu terasa intens dan penting sebelum kematiannya– dan bahkan lebih intens lagi saat ia ingin terhubung dengan Molly dari sisi lang lain. Ya, adegan roda tembikar telah banyak diparodikan, tetapi hanya karena ketika dirilis, adegan itu benar-benar berhasil. 

14. Jika Katherine Hepburn dan Spencer Tracy tampak seperti pasangan yang meyakinkan di layar lebar, itu karena mereka juga menjalani hubungan cinta yang panjang di luar layar – saat tampil bersama dalam sembilan film, termasuk film Woman of the Year yang diproduksi tahun 1942.

Sebagai seorang Katolik, Tracy tidak ingin menceraikan istrinya, Louise. Namun, setelah Louis Tracy meninggal tahun 1983, Hepburn mengakui rahasia cintanya dan Spencer Tracy yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Film terakhir mereka adalah Guess Who’s Coming to Dinner.

15. Meskipun daya tarik mereka terlihat jelas di layar kaca dalam The Notebook, Ryan Gosling dan Rachel McAdams tidak selalu akur. Tapi, siapa pun yang telah menyaksikan kisah cinta lintas waktu itu tahu bahwa gairah mereka terhadap pekerjaan mereka tercermin dalam gairah di layar. Gosling dan McAdams akhirnya berpacaran selama dua tahun setelah film tersebut dirilis pada tahun 2004.

16. Film Brokeback Mountain dibinangi Jake Gyllenhaal dan Heath Ledger. Dua aktor heteroseksual yang berhasil memikat semua jenis penonton dalam kisah romansa koboi yang indah dan sangat tragis ini, yang menjadi alasan yang sangat kuat untuk pernikahan sesama jenis.

Meskipun tidak memenangkan kategori Film Terbaik di Oscar 2006, Ang Lee menerima Oscar Sutradara Terbaik yang sangat pantas karena menghadirkan salah satu pasangan film paling tragis. (Di antara orang-orang yang dikalahkan Lee: George Clooney).

17. Anda dapat menonton semua film thriller erotis yang Anda suka dan Anda tidak akan menemukan sesuatu yang lebih panas daripada adegan telepon di It’s a Wonderful Life, yang menampilkan salah satu pasangan film terhebat, Donna Reed dan Jimmy Stewart. Ini adalah tontonan yang bagus saat ini — atau kapan pun sepanjang tahun.

18. Dr. No mengikuti James Bond (Sean Connery) saat ia pergi ke Jamaika untuk menyelidiki kematian kepala stasiun MI6 John Strangways. Namun, itu hanya alasan untuk mempertemukannya dengan Honey Ryder (Ursula Andress), karena chemistry mereka sangat kuat.

“Ia sangat protektif terhadap saya, ia sangat menggemaskan, fantastis,” kata Andress dalam sebuah wawancara tahun 2020 dengan surat kabar Italia Corriere della Sera setelah kematian Connery di usia 90 tahun. “Ia memuja wanita, ia tidak diragukan lagi adalah seorang pria sejati.”

Ia menambahkan: “Kami menghabiskan banyak malam bersama dan ia akan mengajak saya ke mana-mana, Monte Carlo, London, New York, sejak pertama kali bertemu hingga sekarang kami selalu berteman. Teman, teman.”   

sumber: yahoo.com         


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...