Langsung ke konten utama

Postingan

Lupa-Lupa Ingat

Saya sedikit lupa sejak kapan beliau menjalani tindakan dialisis (cuci darah). Rasanya ada pesan WA di tahun 2019 memperlihatkan beliau duduk di brankar RS sehabis cuci darah. Itulah pesan WA kali terakhir yang bisa saya baca sebelum WA saya di- banned terkait hajat pemilu 2019. Juga sedikit lupa kapan kali terakhir bertemu beliau. Kalau tidak salah di Gedung Graha Sandiego pada pernikahan Rea. Jika dipikir-pikir lama juga rentang waktu terbentang merenggangkan jarak untuk bertemu, menjenguk beliau, memastikan bagaimanakah kondisi kesehatan beliau. Tetapi, pandemi Covid-19 tahun 2020—2022 lah yang jadi pemicu. Membuat rentang waktu itu berjarak begitu lapang. Lapang selapang-lapangnya. Sedemikian lamanya sehingga membuat orang lupa-lupa ingat pada peristiwa terakhir yang pernah terjadi. Kapan kali terakhir berjumpa seseorang. Bakda Idulfitri tidak juga kelakon  niat  sowan bada (lebaran) ke rumah beliau. Pasalnya, kami ada hajat engagement anak lanang mbarep . Jauh h...

Muda, Bertakwa, Berkarya

Ilustrasi foto milik Nursyam Center Bakda salat Asar tadi, saya iseng meneliti daftar khatib yang ditempel di samping mimbar. Oh, iya, Jumat kemarin memang giliran Pak Drs. Asrori A.H. Kebetulan saya mengimami jemaah salat Asar tadi. Begitu berdiri saat hendak pulang, saya sempatkan membaca daftar khatib tersebut, sesapuan mata. Untuk khatib dan imam salat Jumat di masjid kami, bergiliran orang-orang itulah. Sudah terjadual untuk masa enam bulan dari 6 Januari s.d. 23 Juni 2023. Bulan Juni sudah berjalan, berarti mendekati akhir masa periode enam bulan pertama tahun 2023. Akan segera disusun jadual baru untuk enam bulan kedua. Ke depan, nama Pak Asrori hilang, tetapi mungkin diganti nama putra sulungnya Terangko Abdi Negara yang kemarin jadi khatib pengganti bagi Buyanya. Akankah estafet kepemimpinan almarhum sebagai ketua takmir masjid juga akan "diturunkan" kepada putranya? Entah. Sebaiknya sih ia yang meneruskan. Memberi kesempatan kepada yang muda-muda jadi komando memakm...

Zikir kepada Allah SWT

"Zikir kepada Allah Subhanahu wata'ala," begitu judul khutbah yang dibacakan Terangko A.N., putra sulung almarhum imam masjid kami, Asrori Abu Hanifah, yang berpulang dua pekan bakda Hari Raya Idulfitri. Setelah saya simak dengan seksama, tanpa kantuk, sepertinya – kalau tidak salah –  isi khutbahnya pernah juga dibacakan oleh almarhum suatu ketika tatkala menjadi khatib. Diuraikan dengan lancar dan runtut. Belum juga genap tigapuluh hari Buyanya berpulang, tepatnya baru duapuluh delapan hari. Sungguh mulia, ia sebagai anak sulung sudah berperan menjadi pengganti Buyanya dalam hal kebaikan bagi jemaah. Ia memimpin doa tahlilan Buyanya sejak niga hari sampai nujuh hari , imam salat di masjid, dan kali ini khatib pada salat jumatan. Juga doa tahlilan pada nujuh hari Pak Sepuh yang wafat setelah Buyanya. Jumat pertama bakda Idulfitri Buyanya masih salat jumatan meski duduk di kursi. Tetapi, pada Jumat kedua, Buyanya tidak terlihat salat jumatan, esok paginya wafat. Ini ...

Pabrik Ijazah Palsu

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi resmi mencabut izin operasional 23 perguruan tinggi swasta. Sanksi pencabutan izin operasional dijatuhkan lantaran puluhan PTS tersebut terbukti melanggar dan tidak memenuhi ketentuan standar pendidikan tinggi sewajarnya. Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan puluhan PTS tersebut yakni melaksanakan praktik terlarang, seperti pembelajaran fiktif, jual beli ijazah dan penyimpangan beasiswa KIP Kuliah. Namun, Kemendikbud Ristek tak mengungkap dan merinci nama 23 kampus yang ditutup. Hanya disebutkan lokasi dan jumlah PTS yang ditutup. Yaitu, Tangerang Selatan 1 PTS, Surabaya (2), Medan (2), Taksimalaya (1), Yogyakarta (1), Padang (2), Bali (1), Palembang (1), Jakarta (5), Makassar (1), Bandung (1), Bogor (1), Manado (2), dan di Bekasi sebanyak 2 PTS. Berita terbaru yang dirilis kanal berita digital Disway.id (Minggu, 28 Mei 2023) itu tidaklah mengejutkan. Meneliti, menginvestigasi, dan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah per...

“Nikmat yang Indah”

“Sekejam-kejamnya ibu tiri, masih kejam ibu kota.” Ada yang ingat? Peribahasa ini tak asing di ingatan saya. Entah juga generasi millennial dan Gen Z, mungkin tidak seberapa mengenal apalagi mengingatnya. Pasalnya, peribahasa ini dahulu sering dijadikan joke oleh pelawak-pelawak Srimulat. “Sekejam-kejamnya UU ITE, masih kejam Kim Jong Un.” Peribahasa ini hanya rekaan saya. UU ITE dijadikan alat untuk menjerat orang yang mengekspresikan kebebasan berpendapat, tetapi oleh pihak lain dianggap tindakan pencemaran nama baik (perbuatan tidak menyenangkan). Mengapa Kim Jong Un lebih kejam? Di Korea Utara, jangankan berpendapat wong mememeluk agama saja tidak bebas boro-boro menjalankan syariatnya. Bila dalam satu rumah tangga diketahui memiliki atau menyimpan Kitab Suci, maka mereka terancam hukuman penjara. Mengutip Fox News , tahun 2009 silam seorang anak berusia dua tahun bersama seluruh keluarganya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Laporan tersebut memberikan data bahwa diperkirak...

Pemilu Satu Abad

Dari tadi malam ngulik   berita pemilu di Republik Turkiye. Siapa pemenang pilpres putaran kedua yang pemungutan suaranya berlangsung Minggu, 28/5/2023. Pagi ini baru mau browsing lagi ternyata sudah masuk video di WAG. Video perihal  euforia umat muslim di Turkiye menyambut kemenangan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang kembali bertarung  di putaran kedua  melawan penantangnya Kemal Kılıçdaroğlu karena belum meraup di atas 50% suara. Untuk diketahui, pilpres putaran kedua ini digelar setelah putaran pertama pada Minggu (14/5) gagal menentukan capres pemenang. Sebab, kala itu tidak ada capres yang mampu meraup perolehan di atas 50 persen suara. Pada putaran pertama (14/5) Erdogan meraup 49,42 suara, Kemal Kılıçdaroğlu meraup 44,95% suara, dan Sinan Ogan meraup 5% suara. Sinan Ogan muncul sebagai kingmaker (penentu) bagi kemenangan Erdogan pada putaran kedua. Baru kali ini dalam sejarah pemilihan presiden di Turkiye dua putaran. Dan, menariknya pemilu kali i...