Langsung ke konten utama

“Nikmat yang Indah”

“Sekejam-kejamnya ibu tiri, masih kejam ibu kota.” Ada yang ingat? Peribahasa ini tak asing di ingatan saya. Entah juga generasi millennial dan Gen Z, mungkin tidak seberapa mengenal apalagi mengingatnya. Pasalnya, peribahasa ini dahulu sering dijadikan joke oleh pelawak-pelawak Srimulat.

“Sekejam-kejamnya UU ITE, masih kejam Kim Jong Un.” Peribahasa ini hanya rekaan saya. UU ITE dijadikan alat untuk menjerat orang yang mengekspresikan kebebasan berpendapat, tetapi oleh pihak lain dianggap tindakan pencemaran nama baik (perbuatan tidak menyenangkan).

Mengapa Kim Jong Un lebih kejam? Di Korea Utara, jangankan berpendapat wong mememeluk agama saja tidak bebas boro-boro menjalankan syariatnya. Bila dalam satu rumah tangga diketahui memiliki atau menyimpan Kitab Suci, maka mereka terancam hukuman penjara.

Mengutip Fox News, tahun 2009 silam seorang anak berusia dua tahun bersama seluruh keluarganya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Laporan tersebut memberikan data bahwa diperkirakan sekitar 70.000 orang Kristen mengalami penganiayaan agama. (international.kontan.co.id.)  

”Hak atas kebebasan berpikir, berhati nurani, dan beragama di Democratic People Republic of Korea juga terus ditolak, tanpa ada sistem kepercayaan alternatif yang ditoleransi pihak berwenang,” kata António Guterres, Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporan tersebut.

Laporan tersebut menguraikan kekejaman kebebasan berpikir, berhati nurani, dan beragama yang telah terjadi di Korea Utara beberapa tahun terakhir. Gereja “beroperasi di bawah kendali negara yang ketat dan sebagian besar hanya berfungsi sebagai pajangan belaka bagi orang asing."

Fa biayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān(i). Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)? Ya, lagi-lagi Firman Allah Swt pada Surah Ar-Rahmaan [55] : 13 ini menyadarkan kita (manusia) untuk berpikir dan banyak-banyak bersyukur kepada Allah Swt.

Meskipun UU ITE telah jadi momok mengerikan bagi kita untuk berpendapat secara bebas. Tetapi, positifnya kita wajib bersyukur bahwa sejatinya UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) mengamanatkan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Pasal 28 ayat (2) UUD 1945 menyatakan, Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Nah, Fa biayyi ālā’i rabbikumā tukażżibān(i). Bukankah ini nikmat yang indah?

Ilustrasi anak dipenjara (foto: Times of India)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...