Langsung ke konten utama

Postingan

Damkar Meraung

Ini kali kedua peristiwa kebakaran di Perum BKP. Pertama bekas kandang ternak ayam petelur, di perkebunan warga tidak jauh dari rumah. Kedua, rumah kosong di Blok V, tetangga blok sebelah. Meski rumah yang terbakar ludes jadi arang, tetangga kiri-kanan dan belakang aman. Pantas. Pikirku kok ada raung Damkar masuk komplek perumahan, sekadar lewat menuju ke mana atau memang ada kebakaran di BKP. Berarti Damkar cepat datang sejak dihubungi dan tangkas menguasai api, melokalisasi hanya menghanguskan satu rumah, tidak tetangganya.

Menanti JSAT 2024

Seperti yang sudah saya singgung pada tulisan berjudul “Syarat Tanpa Tapi” bahwa mengikuti sayembara menulis puisi dengan tema yang ditentukan, bukanlah hal yang mudah, bukan juga hal yang mustahil tidak bisa. Perlahan dilakukan pasti bisa diselesaikan. Mengikuti even JSAT 2024, yang tema puisi “Ijen Purba: Tanah, Air, Batu", para peserta boleh mengirim 3 judul puisi. Malam ini pukul 23:59 adalah deadline pengiriman. Saya sudah mengirim pada 23 Juli lalu, sebanyak 3 judul puisi, panjang-panjang. Entah mengapa, saya sejak kenal puisi dan mencoba menuliskannya, selalu panjang-panjang. Cara penulisan juga bergaya seperti bercerita, ada keterkaitan antara larik satu dengan lainnya. Bukan mencampurbaurkan berbagai diksi dalam satu kalimat sungsang. Satu bulan (hingga 30 Agustus) ini masa kurasi oleh tiga kurator, yaitu Wayan Jengki Sunarta, Mutia Sukma, dan Mahwi Air Tawar. Waktu even Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023, 18—22 Oktober 2023 silam, saya bertemu Wayan J...

Kesasar Menemukan

Ilustrasi, image source: AQskill Cerita pendek sepanjang 500 kata untuk serial “Dari Pogung ke Pugung” dengan tokoh Nurhidayah dan Fauzi, saya tulis 8 seri. Bila dieksplor lagi dengan pengembangan cerita sepertinya bisa jadi kumpulan cerita pendek hingga belasan atau puluhan seri. Hal itu saya sadari setelah kembali menulis cerita pendek 500 kata dengan tokoh Shilla dan Panji. Serial pertama berjudul “Dari Halte ke Hati” telah dimuat di blog ini tanggal 25/7/2024 pukul 10:10 PM. Sampai tadi sore sudah sampai seri ke-6 yang selesai. Seri ke-7 bakda Asar tadi penulisannya terhalang waktu magrib. Cerita dengan setting anak kos, kisah asmara akan jadi bumbu penyedapnya. Asmara yang tidak mulus, putus nyambung, ghosting, dan putus beneran, niscaya akan seru bila ada juga déjà vu. Jika iya bisa saya tulis hingga belasan atau puluhan seri, maka bisa jadi satu buku, apa pun namanya, apa kumpulan cerita pendek, novelet atau novel. Di tangan penyunting atau editor hal itu tahu jawabnya. Ya...

Kerja Ekstra Panitia

Baru saja pukul 22:17 tadi Pak RT sebagai ketua panitia hajatan tetangga mengetuk mikropon tanda kepanitiaan dibubarkan. Sejatinya pembubaran panitia biasa dilakukan pukul 17 sore seiring berhentinya Orgen Tunggal berjedur-jedur. Tapi, di hajatan kali ini, acara orgenan ‘mesti’ diperpanjang. Masih banyak tamu yang baru datang, barangkali banyak kesibukan di siang sehingga baru punya waktu untuk datang pada malam hari. Ya, jadinya, ada kerja ekstra buat seluruh panitia. Tidak apa-apa. Orgen Tunggal yang semula putus kontrak kerja pukul 5 sore, dibuat ‘perpanjangan waktu’ 3x60 menit dari pukul 8 malam atau bakda Isya. Ya, cukup sampai pukul 11 malam agar tidak mengganggu tetangga yang tadi jadi panitia dan pengin segera beristirahat. Jadi panitia seharian tentu lumayan melelahkan. Maka, sebaiknya badan cepat diistirahatkan. Tapi, karena itu tadi, masih banyak tamu berdatangan malam hari, mau tidak-mau panitia kembali kerja dan nonton biduan yang menghibur. Akhirnya, yang kerja ek...

Dijogetin Aja

Puade ini mengokupasi jalan, hanya tersisa setapak saja buat lalu lalang ke ujung gang. Hajatan di gedung biasanya mengacu kepada sistem include mulai dari gedung, dekor, menu katering, musik, dan MUA. Undangan dan souvenir di luar itu, urusan mempelai berdua. Dengan sistem include, rincian harga per item akan menghasilkan total biaya yang harus disediakan. Ada manten yang mendapat sponsorship atau endorsement pihak ketiga. Menutup jalan hal biasa untuk hajatan yang murah dan simpel. Kelihatannya murah, tapi sebenarnya adakalanya lebih boncos daripada hajatan di gedung. Ada biaya tak terduga.  Pasalnya, dari segi penyediaan konsumsi, teh kopi dan camilan untuk tamu dari pihak keluarga besar dan tetangga yang rewang dan panitia tak bisa diirit-irit. Mesti diada-adakan. Berapa kali saya kejebak tanda jalan yang dipakai buat hajatan ditutup dan dialihkan ke arah lain. Meski ragu karena tak kenal medan, saya ikuti saja petunjuk, keluar dari jebakan. Di tengah-tengah kota pun ...

Bebek Berenang di Doodle

Doodle Google untuk di even Olimpiade Paris 20 24. (Klik Media Network) Mengutip Klik Media Network. Google Doodle hari ini (26/7/2024) didedikasikan untuk Olimpiade Paris Tahun 2024. Raksasa mesin pencari ini menampilkan keterangan “Paris Games Begin” pada Doodle mereka. Pengguna Google akan melihat ilustrasi lima bebek yang sedang bermain di air, menggambarkan kesibukan mereka dalam berbagai permainan. Di halaman Google Doodle dijelaskan, “Doodle merayakan dimulainya Olimpiade Musim Panas 2024, di mana rekor akan dipecahkan dan sejarah tercipta. Untuk pertama kalinya, City of Light memulai upacara pembukaan bukan di stadion, tetapi bersama ribuan atlet yang berenang di Sungai Seine,” tulis Google dalam blog Doodle-nya. Salah satu kompetisi olahraga terbesar ini dimulai dengan acara pembukaan, termasuk pidato dari pemimpin negara tuan rumah. Lalu, ada parade atlet dari negara peserta. Selama beberapa pekan ke depan, atlet-atlet top dari seluruh dunia akan berkumpul untuk berkompet...

Dari Halte ke Hati (1)

Berkendara di jalanan kota ini jadi teringat naik pesawat kena turbulensi. Persis sama. Turbulensi itu kan keadaan pesawat terguncang-guncang saat menerobos gumpalan awan tebal. Seperti berawan tebal itulah jalanan kota yang mulai padat kendaraan ini. Berkendara di jalanan kota ini terguncang-guncang karena aspal yang terkelupas lalu menimbulkan lubang di sana sini atau karena jalan yang tidak rata oleh aspal buat menambal jalan yang berlubang itu. Jalan beraspal tambal sulam itulah wajah kota sesungguhnya. Tampilan wajah yang buruk pada sebuah kota. Tapi, penghuni tubuh kota ini sepertinya enjoy saja menjalani hari-hari yang sibuk. Gegas di jalanan berlubang dan aspal tambalan ke mana pun menuju. Sekolah, kantor, ke luar kota, kabupaten yang banyak destinasi wisatanya. Shilla tegak berdiri di halte BRT depan kampus Umitra. Satu-satunya halte yang pembangunannya kelar hingga memenuhi kategori representatif untuk difungsikan sebagaimana mestinya. Sayangnya, proyek BRT kota ini ga...