Saksikanlah saksikanlah hai kalian yang tak buta sepagi ini cemeti ibu tiriku telah menggeletar di tubuhku bagai biola digesek, tangisku pun menggema menyambut mentari jelmakan sinarnya saksikanlah hai kalian yang dapat membuka mata sepertinya ia ingin menghapal lagu kesayangannya dengan senantiasa memutar kasetnya demikianlah aku doperlakukan bagai tape-recorder pagi hari telah disetel dengan menjewer telingaku agar menyanyikan tangis yang syahdu lagi pilu bagi orang yang berjalan malam akan bersuka cita bila pagi tiba tidak demikian halnya bagiku berakhirnya malam berarti datangnya sengsara belum lagi kering air mata tangisku semalam pagi ini sudah memancar lagi *) tentang perlakuan kejam seorang ibu pada anak tirinya. Yogyakarta, 25 Januari 1985 Prasangka ...