Langsung ke konten utama

Dimakamkan di Teras

Panas terik menyiram ubun-ubun pengusung keranda jenazah dan pengiring di belakangnya. Melewati gang kecil yang menurun tidak terlalu curam. Pikir saya, mau dibawa ke mana ini. Saya toleh kiri kanan, tapi tidak melihat ada gundukan makam lainnya.

Banduso berlabuh di teras rumah kecil di belakang rumah mereka di ketinggian tebing. Di teras rumah sudah siap liang lahad tempat jasadnya dibaringkan. Lubang galian makam tidak terlampau dalam bahkan terbilang cetek. Tidak seperti liang lahad umumnya.

Saya membatin, barangkali rumah kecil itu memang sudah miliknya sehingga sah saja ia dimakamkan di terasnya. Saya juga berpikir mungkin itu sudah hasil musyawarah keluarga dengan jiran tetangga. Sudah ada kesepakatan, persetujuan, dan permakluman.

Dan, benar saja rumah kecil setengah tembok setengah papan itu memang miliknya setelah saya menguliknya lewat obrolan dengan salah seorang pelayat yang, kebetulan kami berdua mencari tempat yang rindang untuk ngiyup dari terpaan panas terik.

Saya sengaja ngelipir menjauh dari kerumunan orang yang akan memendamkan jenazahnya, terlampau sempit teras itu untuk mengerumun. Saya seberangi sungai kecil yang airnya hitam pekat buat meneduh di bawah pepohonan yang tidak seberapa rindang.

Usai pemakaman para pelayat merangsek menaiki tebing yang tidak terlampau curam di gang sebelah rumahnya. Jadi terang benderang di mana posisi makamnya, yang seperti eksklusif gitu. Jadi gampang bagi anak cucunya bila hendak menziarahinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...