Langsung ke konten utama

Rahasia Bahagia Lansia (1)

"Rahasia Bahagia Lansia." Ada, ya? Tentu saja ada dong. Itu tema yang disorongkan Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah (ASMDR) bekerja sama dengan penerbit Kosa Kata Kita (KKK). Aku karang 3 judul puisi dan telah aku kirimkan tadi pagi ke email yang tertera pada flyer dan disebar luas oleh ASMDR.

Dua judul puisi aku buat berbentuk akrostik dan satu puisi bebas. Agak sedikit menantang membuat puisi akrostik. Gampang-gampang susah ato susah-susah guampang. Tetapi, justru mendorong untuk berpikir agak sedikit lebih keras dalam hal mengulik imajinasi

Berbeda dengan puisi bebas yang benar-benar bebas dalam arti tidak terikat pada rima. Puisi bebas yang terikat rima memang lebih bagus sebab mengandung kaidah bunyi yang estetik di akhir lariknya. Masuk pada kaidah penulisan sastra yang beneran nyastra.

Lansia harus bahagia. Oh, tentu. Bagaimana caranya lansia merasa bahagia tentu terpulang kepada diri si lansia masing-masing. Ada yang jalan-jalan bersama keluarga atau teman-teman (besti). Pergi ke sejauh-jauhnya tempat piknik. Dipuas-puasin, hapy-happy.

Jalan-jalan itu yang disukai istri saya. Semenjak dia memasuki usia pensiun dengan sendirinya dia juga masuki "pintu rumah" bernama lanjut usia (lansia) muda. Yaitu lansia yang baru menapaki tangga usia 60an tahun ke atas. Maka, harus merasa bahagia.

Banyak lansia yang mengisi waktu dengan momong putu (mengasuh cucu). Ini pekerjaan yang tidak ada dalam jenis profesi. Tapi, naif hampir semua nenek-nenek tak bisa berkelit darinya. Seakan di hari tua nasibnya mesti ke situ. Seolah tak ada pilihan lain.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Puisi Tentang Puisi

Inilah enam puisi tentang puisi yang dimuat di NusaBali asuhan Warih Wisatsana. Puisi tentang puisi. Entah mengapa saya tiba-tiba terpikirkan membuatnya. Lalu, saya kirimkan ke Koran NusaBali. Agak lama menunggu kabar dimuat atau tidak. Bersamaan pula mengirim puisi ke Koran Bali Politika. Bali Politika asuhan Wayan Jengki Sunarta. Dua kali saya bertemu dengan Bli Wayan. Pertama sewaktu menghadiri Ubud Writers and Readers Festival, 18–22 Oktober 2023. Kami sarapan dan ngopi di Sagitarius Inn, hotel tempat kami menginap. Pertemuan kedua sewaktu menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara. Inilah 6 sajak-sajak saya yang dimuat di NusaBali (Minggu, 9/3/2025) Menghadiri Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT), 24–26 Oktober 2024, saya dan istri baru empat hari pulang dari ibadah umrah, tapi tak merasakan capek sama sekali. Lalu, setelah lama menunggu, akhirnya yang di BaliPolitika dimuat. “Maaf menunggu agak lama karena sesuai antrean,” kata Bli Wayan Jengki Sunarta. "Wah, saya senang s...