Langsung ke konten utama

Bagus Ontoseno

Kemarin malam (2/11) sekira pukul 21:56 WIB ngobrol di telepon sama karib yang terjalin waktu ngeburuh di PT FBS Pasar Kemis, Tangerang, sekira tiga dekade lampau. Dulu sering ngobrol dan komen di fesbuk, lalu kehilangan jejak digital. Putus komunikasi. Ya, sudah, banyak faktor penyebabnya.

Ketemu lagi karena Threads. Semula, saya berpikir, pengguna Threads pada umumnya, ngasih like foto atau apa pun yang diposting pengguna Threads. Ya, saya pun begitu, suka nge-like postingan siapa pun yang kiranya saya nilai baik, bermanfaat, inspiratif.

Ilustrasi, Antasena | tiktok den bagus

Tapi, saya perhatikan dia/ia ini begitu masif ngasih like Threads saya. Ada beberapa postingan dihujani like olehnya sehingga membuat saya tergelitik, ada rasa penasaran pengin tahu siapa dia/ia. Saya kelik user name Threads miliknya, ketemu foto karib itu.

Saya tulis komen menanyakan apa kabarnya. Dibalas, "ini istri mas bagus" jawabnya kemudian ia lanjutkan bertanya melalui dm. Saya membalas sekalian kasih nomor WA. Tak lama telepon berdering, hanya miss call. Masuk pesan, "bentar ya mas lagi pengajian."

Sepulang pengajian, ia menelepon via video call. Kali ini, saya tulis ia karena sudah ketahuan gendernya. Jelasnya, untuk membedakan, 'dia' mengacu gender wanita (perempuan) dan 'ia' mengacu pada gender pria (laki-laki). Nama karib ini Adi Bagus Ontoseno.

Ternyata, jadi jelas sesudahnya, di saat menghujani postingan Threads saya like dengan masif, rupanya  ia 'meminjam' akun Instagram atau Threads milik istrinya. Pantas belaka profilnya gak jelas, makanya identitasnya saya persepsikan sebagai dia/ia di atas.

Foto profil di WhatsApp pun ia memajang foto polisi yang ternyata keponakan istrinya. Waduh, kamu kok payah banget sih, Gus Agus. Padahal, namamu Bagus Ontoseno. Mbok yao dipakai, dipasang di akun media sosialmu agar langsung bisa dikenali oleh kawanmu.

Nama wayang yang dilekatkan ayahmu pada dirimu, tentu bukan sembarang memasang nama, melainkan agar terlihat dan terdengar mbagusi. Ontoseno atau Antasena, putra bungsu Bima (Werkudara), salah satu Pandawa, dari Dewi Urangayu, putri Batara Baruna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Jalan-jalan

Siang baru saja melanjutkan perjalanan menuju barat, setelah istirahat sejenak di waktu zuhur, yang ditandai Matahari tepat di atas kepalanya. Tak lama sekira pukul 14:12 Kakang Paket datang mengantarkan kiriman buku dari Taman Inspirasi Sastra Indonesia. Komunitas sastra disingkat TISI pimpinan Bang Octavianus Masheka, ini baru saja usai merampungkan proses produksi dan terbitnya buku antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” yang merupakan puisi bahasa Indonesia dan bahasa daerah masing-masing penulisnya. Buku-buku yang joss tenan Ada 100 orang penulis puisi dwi bahasa yang terhimpun di dalam buku bersampul merah menyala dengan gambar sampul siluet wajah Ibu yang di wajah, leher, dan dadanya dihiasi taburan wajah penulis puisi yang sengaja di- crop tertinggal bagian dada dan kepala saja. Sebelum buku “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” terlebih dahulu tiba di rumah buku “Zamrud” yaitu antologi puisi Dari Negeri Poci seri ke-15 yang saat datang kebetulan saya sedang tidak berada di rumah ...

Note ato Catatan (1)

Banyak momentum kelewat gak ingat. Kelewat dan berlalu begitu saja, tahu dan sadar ketika ada yang memberi tahukan dan menyadarkan. Di sini sebenarnya letak pentingnya menulis catatan dalam note atau memo agar selalu ingat atau tidak terlupa. Di ponsel tersedia yang namanya 'note' atau 'catatan', bergantung apa bahasa yang disetting dan digunakan si punya ponsel. Ponsel saya disetting bahasa Inggris, maka terbaca 'note' untuk aplikasi bawaan gawai itu. Ilustrasi | image source: Career Advice Jobs.ac.uk | Membuat catatan di kalender pun bisa, bahkan lebih representatif coz begitu tanggal itu akan tiba, sudah ada notifikasinya. Seperti tanggal kelahiran karena saya tandai ulang tahun, selalu di-notif oleh google. Berapa hari sebelum tanggal lahir akan tiba, google mengingatkan saya 'akan ulang tahun' dan saat tiba tanggal itu, google memberi ucapan 'selamat ulang tahun zabidi' dengan hiasan balon beterbangan. Satu hari sebelum tanggal lahir saya, ...

Reuni Emas AMP YKPN

Setelah tidak ada lagi Kompas Minggu, kini hari Minggu benar-benar jadi hari berlibur. Jangankan perempatan lampu merah ada pengecer koran, kantor agency pun menggembok rolling door . Saya kecele saat hendak mengambil pesanan koran. Ya, koran Kompas Akhir Pekan sebagai pengganti Kompas hari Minggu yang sudah saya pesan pada agency , belum bisa saya nikmati wajahnya sebab saat akan saya ambil tadi, rupanya agen koran lumayan berusia tua itu menggembok rolling door  kiosnya. Liburan sekolah berakhir hari ini. Besok mulai lagi aktivitas belajar mengajar semester gasal tahun pelajaran 2025/2026. Akun Instagram @jogjaku dan @halojogjakarta memposting video begitu padatnya pengunjung Pasar Beringharjo dan Stasiun Tugu. Liburan nataru mendatangkan berkah bagi Jogja karena banyaknya wisatawan yang datang dari berbagai kota. Bali jadi kalah. Di samping jauh, biaya yang dibutuhkan untuk liburan di Bali lebih besar. Anomali Jogja ini, benar-benar istimewa temenan . Bayangkan, dari man...