Langsung ke konten utama

Lima Kosong Tiga

Apalah masalahnya. Sejak 1 Mei aku gagal mengunjungi. Ketika alamat blog seseorang yang ada di layar ponsel bertanda “503 Service Unavailable, The server is temporarily busy, try again later!”. Ini kali yang ke tiga.

Pada 20 November 2023 silam juga begitu, beberapa hari aku tidak bisa membaca postingan di blog itu. Kali ini terjadi sejak 1 Mei, hingga hari ini belum pulih. Apakah kena banned karena melanggar kode etik tertentu.

Apa masalahnya dan apakah kena banned. Itu pertanyaan yang melintas di pikiranku. Sengaja aku tidak membubuhkan tanda tanya di akhir kalimat tanya tersebut. Kesannya sekadar membatin, ada apa gerangan. Begitu.

Membaca Catatan Harian Dahlan Iskan dan posting blog seseorang itu rutin kudawamkan setiap hari. Ya, sembari ngopi pagi. CHDI cakup bahasan cukup luas, dalam dan luar negeri, politik dan bisnis, lintas agama dan etnis.

Sementara postingan blog seseorang yang empat hari ini bertanda Lima Kosong Tiga itu membahas hal yang remeh temeh, terkesan bagaikan pemulung yang mengumpulkan berbagai barang rongsokan, namun berharga.

Enteng berisi, begitulah kira-kira. Apa pun yang seseorang itu tulis dan posting di blognya, tidak butuh energi berpikir mengunyahnya. Bahkan kadangkala tidak perlu dikunyah, langsung masukkan saja ke pencernaan.

Dengan gitu, kopi tanpa gula pun tidak terasa pahit karena membaca CHDI dan postingan blog seseorang itu menghadirkan rasa manis. Manis yang tidak membahayakan, manis tidak memicu kadar gula darah jadi meningkat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi di Buku Yaa Siin (part 1)

Berulang kali ikut tahlilan, baik di tetangga dekat maupun di kerabat yang rumahnya jauh, berulang kali pula bersentuhan dengan buku Yaa Siin. Ada tuh buku Yaa Siin yang oleh keluarga (daripada) si almarhum ato almarhumah diimbuhi larik-larik puisi yang dikarang mereka sendiri yang narasinya sebagai ungkapan sedih ditinggalkan. Ada juga yang menyerahkan sepenuhnya kepada pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin untuk mencarikan puisi dari mana pun sumbernya. Maka, untuk kerja yang simpel atau bahasa awamnya itu, 'mudah' dan 'meriah', pengusaha percetakan main copy paste saja dari buku Yaa Siin yang sudah ada. Duplikasi puisi di buku Yaa Siin oleh pengusaha percetakan sampul buku Yaa Siin bisa dimaklumi. Sebab mereka cuma menguasai seni desain sampul. Sangat jarang ada yang sekaligus bisa merangkai larik-larik puisi dan melayani pesanan puisi oleh klien yang mengorder buku Yaa Siin kepadanya. Umumnya si pemesan sendiri yang membuat puisi untuk ditaruh di halaman awa...

Puisi di Buku Yaa Siin (part 2)

Pada postingan 2 Juni berjudul “Puisi di Buku Yaa Siin” memang secara implisit belum saya singgung soal puisi saya berjudul “Yang Pulang Tengah Hari” yang saya posting di facebook 17 Mei, diminta izin saya untuk dimuat di buku Yaa Siin Pak Drs. Syukur nanti saat mengenang 40 hari kepulangannya. Karena baru dimintakan izin, saya belum yakin betul apakah jadi dimuat atau tidak jadi. Waktu peringatan 40 harinya tanggal 25 Juni, tidak ada pembagian buku Yaa Siin, saya pikir tidak atau belum sempat dibuat. Waktu berlalu sehingga tidak terasa akan datang peringatan 100 hari. Puisi "Yang Pulang Tengah Hari" jadi dimuat di buku Yaa Siin Pak Syukur  Nah, sore tadi, Rima putri Pak Syukur bertandang ke rumah bersama Busi. Mereka ini bestinya  istri. Karena istri baru saja sembuh dari vertigo, mereka menjenguk kendati istri sudah sembuh. Ngobrol asyiklah mereka tentang banyak hal. Masalah sekolahan tempat mereka mengajar, tentu saja. Mereka sama-sama ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ pa...

“Jangan Sakit”

Lagi, pasien pengguna JKN KIS (BPJS) terlantar 8 jam di IGD gak dapat ruang (perawatan) akhirnya meninggal dunia, viral di media sosial setelah unggahan curhatan di Threads dicibir sejumlah nakes rumah sakit yang gak mau ia spill karena pengguna BPJS. Memangnya kalau statusnya sebagai pasien pengguna BPJS kenapa? Pasien itu bernama Yurizal Tri Chaerawan, menulis di Threads, “8 jam blm dpt ruangan 🥲 Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs 🥺 “ Curhatan Yurizal ini mendapat 568 like, 2,2K komentar, 42 repost, dan 44 kali dibagikan (kemungkinan bertambah), tapi bukan mendapat empati malah bully -an dari sejumlah nakes. Begitulah ulah manusia pemegang hak pakai media sosial, akan menggunakannya dengan sebebas-bebas sekehendak hati dan semurah jarinya mengetikkan kata-kata. Baru kemudian setelah apa yang ditulisnya menuai hujatan, dengan entengnya minta maaf pada khalayak. Tak urung jadi viral, dapat bully -an balasan. Jadi yang benar itu, jangan sakit. Kenapa? Sakit itu maha...