Jangan dalam bahasa Jawa artinya sayur. Jadi, kalau orang Jawa menyuguhi kita makan, maka yang mereka katakan, "Monggo dipun dahar, niki jangan, niki lauhe." Artinya, mari silakan dimakan (dinikmati), ini sayur, ini lauknya."
Saya biasa kopi tanpa gula. Sehabis menghadiri HUT ke-33 DNP (Dari Negeri Poci) di Tegal, saya ke Jogja menunggu empat hari kedatangan istri dan mbak yang berangkat dari Lampung hari Kamis, 29 Oktober, mampir semalam di Solo.
Saya hari Kamis itu lanjut ke Pacitan dari Jogja siang tiba di Pacitan sore. Langsung disuguhi mbak kopi manis yang bukan kebiasaan saya. Hanya saya cecap sedikit, lalu saya anggurkan. Padahal, sudah saya katakan tak usah dibuatin.
Ketika hal itu saya ceritakan ke istri, jawabnya "Itu tanda sayang mbak kepada Ayah." Eh, iya juga. Makanya untuk menghormati tanda sayang mbak itu, kopi manis yang disuguhkannya tetap saya cecap, tapi tidak sampai saya habiskan.
Siang ini mbak kembali menanyakan kepada saya dan istri, kepengin sayur apa. "Arep jangan opo, Rum, awakmu karo Bidi?" Langsung saya jawab, "Jangan ditanya dan jangan dipikirin." Istri dan mbak ketawa mendengar jawaban saya.
Sudah ada tulisan di blog ini perihal memuliakan tamu. Baca postingan tanggal 23 September 2026.
Komentar
Posting Komentar