Haul Imam Masjid

Pada masyarakat Jawa ada peringatan pendak 1 atau medhak sepisan. Yaitu selamatan setelah satu tahun kematian. Tujuan mendhak sepisan sendiri adalah peringatan telah sempurnanya kulit daging dan semua isi perut (teruraikan).

Patokan yang digunakan masyarakat Jawa menghitung waktu untuk menentukan kapan mendhak sepisan, adalah menggunakan hari pada kalender Jawa. Hitungan waktu pada kalender Jawa berbeda dengan kalender biasa.

Malam tadi, bakda Isya, kami jemaah masjid diundang untuk memanjatkan doa mengenang 1 tahun wafatnya imam masjid kami, Asrori Abu Hanif yang wafat pada Sabtu, 6 Mei 2023, persis dua pekan setelah Idulfitri 1444 H.

6 Mei 2024 kebetulan bergeser jauh dari Idul-fitri. Tepat di pengujung bulan Syawal. Besok 10 Mei adalah awal bulan Zul-Qa’idah. Geser jauh karena terjadi pergeseran bulan tahun masehi, diikuti bulan pada tahun hijriah.

Peringatan mendhak sepisan pada masyarakat Jawa adalah hal yang lumrah. Sering saya dengar dan temui. Rupanya di luar kebiasaan masyarakat Jawa ternyata ada juga peringatan satu tahun orang meninggal di Lampung.

Selain mendhak sepisan, kapindo, katigo, dan seterusnya, istilah lain yang digunakan adalah haul. Biasanya dikaitkan dengan meninggalnya seorang kiai. Memperingati satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya seorang kiai.

Haul kiai ini digelar di pondok pesantren oleh para santri, diisi mengaji (khataman quran) secara murotal, shalawatan, zikir dan doa. Adakalanya juga diisi tausiah oleh beberapa orang kiai. Seharian atau satu malam suntuk.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kursi Roda Ibu Ani

Angin Laut Pantura

Rumah 60 Ribuan