Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Hasrat, Harkat, dan Martabat

Gambar
ilustrasi, hasrat tersirat (image source: Pengkritik Sandiwara) Nurhidayah riang betul bisa kembali terhubung dengan teman-temannya satu kost dan sesama aktivis kampus Bulaksumur setelah hampir 40 tahun terpisah. Itu berkat keberadaan kotak ajaib bernama facebook . Ruang tamu virtual itu mengingatkan Hidayah pada ruang tamu kost dan ruang diskusi di kampus. Sejak mengakrabi facebook tahun 2010, koleksi temannya kian hari kian bertambah. Bertambah jauh jangkauan komunikasinya karena tempat tinggal teman-temannya terpencar di berbagai pelosok Nusantara, menekuni berbagai bidang profesi. Meski dipisahkan jarak, berkat facebook terasa demikian dekat. Lewat messenger di facebook  mereka saling bertukar nomor WhatsApp . Akhirnya tidak sekadar bertamu secara virtual di beranda facebook , komunikasi mereka lanjutkan via telepon. Mereka saling sapa dan mendengar nada ‘suara lansia’ atau via video call saling melihat wajah yang dibayangi keriput. Setiap ada penambahan teman, seti...

Rangkuk Alu Manggarai

Gambar
Doodle Google hari ini menampilkan Tari Rangku Alu dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Salah satu kebudayaan Indonesia ini juga dimainkan anak-anak di daerah lain. Dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dalam memainkan tarian ini, pasalnya selip sedikit kaki bisa terjepit bambu yang digeser-geser teman sepermainan. Seiring kerap memainkan, tentu akan terampil. Google menampilkan sebagai doodle dengan format gambar bergerak (animasi) untuk merayakan Tari Rangkuk Alu pada hari ini. Google memiliki apresiasi yang tinggi pada momen tertentu. Tampilnya Tari Rangkuk Alu sebagai doodle Google karena berkenaan dengan Hari Tari Sedunia yang dirayakan setiap 29 April. Pada tahun ini genre tari tradisional dari Manggarai itu yang dipilih Google.

Cinta Salah Alamat

Gambar
  Pesona keindahan Pantai Batu Tihang di Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (ANTARA/Riadi Gunawan) “Priambodo sepertinya kepayang betul sama ibu guru beranak satu itu,” kata Fauzan kepada Ardi. “Ya, selama sekampus bareng kuliah dengannya, setahu saya Dodo nggak punya pacar. Nggak tahu waktu SMA di Cilacap sana, ia pernah pacaran apa belum,” timpal Ardi. “Nah, biasanya orang yang baru pertama jatuh cinta memang begitu. Tapi, sayangnya cintanya jatuh kepada orang yang tidak tepat,” sambar Fauzan. “Iya, Dodo sedang dijangkiti penyakit ‘cinta salah alamat’ yang bikin badannya meriang siang malam. Dicari di mana pun nggak akan ketemu obat yang mustajab selain cintanya yang jatuh itu ada yang menyambutnya,” kilah Ardi. Fauzan sudah memberikan pancingan agar Priambodo memilih satu di antara tiga ibu guru yang disebutnya pecel lele. Ia dan ayang beibnya Nurhidayah bersedia jadi Mak Comblang dan men- support moril dan materiil. Tapi, Pr...

Jokpin

Gambar
Joko Pinurbo (Jokpin). foto: Ghirah Belajar Barusan tiga hari lalu saya posting #cerita pendek 500 kata berjudul “Bukan Seperti Matematika” dengan mengutip penggalan puisi Joko Pinurbo (Jokpin), “Jogja terbuat dari rindu, pulang dan angkringan” pagi ini lewat postingan IG @festivalsastrayk terkabar Jokpin berpulang. Sugeng tindak , Jokpin. Terlahir dengan nama Philipus Joko Pinurbo pada 11 Mei 1962 di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam menyair, nama populernya Jokpin. Puisi-puisinya fenomenal karena memadukan antara humor dan ironi sehingga di samping jenaka juga menyentil kenyataan sosial yang akrab dengan keseharian masyarakat. Meninggal di RS Panti Rapih, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2024) pukul 06:03 WIB. Jenazahnya disemayamkan di Ruang AB Rumah Duka Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY) Jl. PGRI Sonosewu, Kasihan, Bantul. Sabtu pukul 16 akan digelar upacara misa requim untuk almarhum oleh keluarga. Lulusan IKIP Sanata Dharma Yogyakarta itu akan dimakamkan besok Minggu (2...

Pejuang Loker

Gambar
Potret para “pejuang loker” di depan PT Omron, Cikarang Selatan, Bekasi. (foto: IG BANDUNG BANGET via X @liaasister) Lewat di beranda X (twitter) lima hari lalu, kerumunan ratusan gadis berhijab di depan PT Omron, Cikarang Selatan, Bekasi. “Beginilah berdesak-desakannya mencari kerja di Indonesia sekarang ini. Karena banyaknya pengangguran, setiap ada lowongan langsung dibanjiri pelamar. Menunjukkan gagalnya pemerintah menyejahterakan rakyatnya,” begitu tulis @liaasister di unggahan X-nya. Ada fenomena terjadi disaat jelang hari raya Idulfitri. Perusahaan melakukan PHK sebagian atau masal dengan alasan mengurangi beban pembayaran THR. Di lain pihak, karyawan memutuskan resign setelah mendapat pembayaran THR. Berdasar dua fenomena tersebut, pasca-Idulfitri terbuka peluang bagi para “pejuang loker” baik lama menganggur maupun yang resign sebelum Idulfitri. Lowongan kerja yang diburu ratusan gadis berhijab di Cikarang Selatan itu adalah yang dengan kualifikasi berijazah SMA/SMK de...

Begitulah Radar Cinta

Gambar
Rumus mengukur indeks kadar cinta (foto: KASKUS) Mengetahui Fauzan sudah dekat dengan guru SMP di Pugung itu, Priambodo, temannya mengajar di SMA yang pendatang dari Cilacap, jadi terbit minatnya untuk sesekali bertandang ke SMP di pesisir laut itu. Apalagi mendengar dongeng Fauzan masih ada beberapa guru wanita berstatus singel . Suatu siang, memanfaatkan jam kosong, Priambodo memacu motor CB kesayangannya melipir ke SMP. Pura-pura pengin bertemu Ardi, sejawatnya satu almamater di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, padahal kepo pada dongengan Fauzan tentang beberapa guru wanita singel  di sana. Ikut membaur dengan Ardi di ruang guru SMP tertua di Kecamatan Pesisir Utara itu, Priambodo bak seorang buser yang sedang mengintai residivis kambuhan yang lepas dari tahanan Polsek, lirak-lirik ke arah guru-guru wanita yang bergerombol sambil makan petis jambu air yang dibawakan murid. Sewaktu hendak pulang, kepada Ardi sohibnya, Priambodo menitipkan salam minta disampaika...

Bukan Seperti Matematika

Gambar
Salah satu spot foto ”Jogja terbuat dari rindu, pulang dan angkringan” yang terletak di kompleks Teras Malioboro 1. (foto: istimewa via serikatnews.com) Betapa jauh Nurhidayah terpelanting dari kampung halamannya Boyolali, dari tempat kostnya Pogung, Jogja ke Pekon Pugung Penengahan, pesisir laut di Pulau Sumatra. Hanya dengan surat Kilat Khusus rindunya tersampaikan, memakan waktu berminggu-minggu baru mendapat balasan. Betapa kerap dia memendam kangen pada teman-teman semasa SD dan SMP di Boyolali, SMA di Jalan Kapas Semaki, satu kost-kostan di Pogung barat Jalan Kaliurang, dan aktivis sekampus di Bulaksumur. Kangen akan berbagai kenangan yang sesekali menyelinap di dalam kepalanya. Di SMA depan Gedung Pengadilan Negeri Yogyakarta itu, teman-temannya mengusili dia dengan menjodoh-jodohkannya dengan Taufik. “Taufik dan Hidayah,” canda teman-teman menggandeng-gandengkan nama mereka berdua. Si pemilik nama hanya senyam-senyum belaka. Aku pun tak luput dari perbuatan iseng teman...

Dari Pogung ke Pugung

Gambar
ss gmaps daerah Pogung, sebelah barat Jalan Kaliurang, Jogjakarta Nurhidayah tidak berkedip matanya melihat postingan video di Instagram Jogjaku. Dia seperti kenal daerah itu karena dahulu ngekos di situ saat kuliah di Bulaksumur. “Tapi mengapa di kapsi video disebut labirinnya Jogja dan banyak komen pernah tersesat di situ.” Dibacanya komen satu per satu. Banyak yang pernah mengalami tersesat karena banyak gang yang di ujung gangnya terpasang portal. Yang coba-coba masuk daerah itu di malam hari bila hendak keluar di atas pukul 10 malam, pasti akan kecegat portal di mana-mana. Abang-abang gofood juga sering ada yang nyasar saat mengantar pesanan karena si pemesan salah memberi tanda titik GMaps. Mahasiswa yang main ke kosan temannya di situ juga tak luput dikerjai portal-portal di ujung gang. Terpaksa putar balik, eh ketemu portal lagi. Bolak-balik mutar-mutar sampai ketemu jalan yang nggak dipasang portal, di situ baru lolos dari jebakan. Dari membaca komen-komen, Nurhidayah jadi y...

Hari Bumi

Gambar
doodle google di Hari Bumi 2024 Selamat merayakan Hari Bumi. Sayangilah Bumi dengan menjaga kelestarian alam, paling tidak tanamlah bunga-bungaan di lingkungan sendiri sebagai peneduh, sumber oksigen (O2) dan penyerap karbondioksida (CO2).

“Kartini Masa Kini”

Gambar
8 Dewi Keadilan laku prosesi Lampah Ratri di Tugu Pal Putih Yogyakarta (olah foto: TikTok @thankfulljogja) Di antara hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terselip satu sosok “Kartini” masa kini. Kepadanya orang berharap ada agar hasil putusan sidang sengketa pemilu presiden yang akan diputuskan besok adalah seperti yang Kartini harapkan dahulu. Raden Ajeng Kartini berharap agar bangsanya maju, bebas dari keterjajahan bangsa lain. Tetapi, semakin ke sini anak bangsa (negeri yang manis) ini justru dijajah oleh bangsanya sendiri. Dijajah secara ekonomi, hukum, dan kebebasan politik. Hari ini diperingati sebagai Hari Kartini. Kartini-kartini muda tidak lagi terbelenggu kain jarit dan kebaya. Dengan fashion ala butik ternama mereka tampil mengusung kebebasan berekspresi. Narsis melakukan apa saja yang mereka suka. Pendidikan yang mereka enyam pun sesuai dengan bidang peminatan masing-masing. Walaupun hasilnya belum tentu bisa menolong dirinya sendiri keluar dari peliknya dunia kerja yang butuh ...

Ikut Arus

Gambar
Cewek fresh graduate di RT sebelah ikut “arus balik” kakak lelakinya ke Jakarta. Wow, nggak mudik tapi ikut balik. Jakarta yang bentar lagi sudah tidak lagi diakui sebagai ibu kota negara, tetapi tetap akan diakui sebagai kota yang memiliki magnet. Betapa daya tarik Jakarta begitu memukau para pendatang (urban) dari penjuru Indonesia. Negara yang manis ini baru saja pulih dari pandemi, berbagai sektor usaha perlahan bangkit butuh banyak tenaga kerja. Itu celah yang dituju para “urbaniser”. Karena ikut arus kakak lelakinya yang sudah lumayan mapan setelah lebih lima tahun jadi perantau di Jakarta, cewek fresh graduate RT sebelah tentu tidak begitu memikirkan betapa beratnya tantangan jadi perantau dengan skill yang terbilang minimalis. Selain harus pintar beradaptasi dan punya keahlian khusus, kesabaran dan ketekunan penting dimiliki pendatang di Jakarta. Tetapi, bagi cewek fresh graduate itu tidak masalah karena kakak lelakinya memiliki koneksi sebagai akses mencari kerja. ...

Hari yang Fitri, Fanta Merona

Gambar
Kerja menyair adalah kerja penuh berkah seperti bulan Ramadan yang baru saja lewat beberapa hari. Di hari kemenangan, hari yang fitri ini, Fanta yang merah merona begitu menggoda. Tetapi, lebih menggoda gelitik tawa adalah tamu rombongan bocil yang ngalap berkah THR dari rumah ke rumah. Tamu yang memendam rasa dapat mengumpulkan cuan sebanyak-banyaknya. Yang bisa buat saling mengadu sesama kawan mana di antara mereka paling banyak mendapatkan. Nah, ini bisa digali jadi inspirasi membuat cerita "Serba-Serbi Idulfitri", Hore mereka tatkala disuguhi Fanta merah merona. Imajinasi memang sering liar, godaannya tidak kalah dahsyat dari godaan Syetan yang baru saja lepas dari masa  ‘ dibelenggu ’  selama tigapuluh hari di bulan Ramadan lalu. Hati-hati, godaan selalu akan dilakukannya seberapa kuat iman dan seberapa bertakwa yang diraih hasil digembleng puasa sebulan. Kerja menulis apakah fakta atau fiksi, adalah kerja mengekspresikan ide yang terjaring oleh pikiran dan imajinasi. S...

Kota Setara Jakarta

Gambar
          “Ke mana anak-anak kita itu. Ke mana anak-anak yang dilahirkan oleh seluruh bangsa ini dengan keringat, dengan luka, dengan darah dan kematian. Anak-anak yang dilahirkan oleh sejarah. Dengan air mata tiga setengah abad. Ke mana. Ke mana anak-anak itu. Siapa yang berani-berani menyembunyikan mereka. Siapa yang menculik mereka. Siapa yang mencuri dan membuang mereka. Anak-anak yang bernama kemerdekaan. Yang bernama hak makhluk hidup dan harkat kemanusiaan. Yang benama cinta kasih sesama. Yang bernama adilnya kesejahteraan. Yang bernama keterbukaan dan kelapangan. Ke mana. Aku melihat anak-anak itu lari tunggang langgang. Anak-anak itu diserbu oleh rasa takut yang mencekam. Aku melihat anak-anak itu bertiarap di bawah semak-semak zaman. Anak-anak itu ngumpet di balik kegelapan. Kematian bukanlah tragedi. Kecuali kita curi dari Tuhan hak untuk menentukannya. Kematian tidak untuk ditangisi. Tetapi, apa yang menyebabkan kematian itulah yang harus di...

Adab Takziah

Gambar
Suasana takziah dan tahlilan n iga-hari Rabu malam Kamis (17/4/2024). Teman jalan subuh mengistilahkan “seperti sujud di dekat asbak” ketika waktu sujud dari jemaah di sebelah kita menguar bau mulut bekas merokok. Setelah saya resapi dan mengalaminya sendiri, memang iya lho. Saat salat zuhur hari Selasa lalu saya sampai dibuat terbatuk-batuk sesudahnya. Setelah saat sujud abab kawan di sebelah tersedot masuk mulut saya, kontan saya jadi terbatuk-batuk dan keterusan, ujungnya muncul gejala influenza. Terpaksa deh di saat tahlilan malam ketiga atau niga - malam Ummi Megawani Oesman di Perum Langkapura, saya harus pakai masker pelindung. Pelindung diri agar bisa mengurangi bau rokok. Melindungi orang lain agar tidak tertular flu yang saya derita. Ah, jadi teringat masa covid dahulu. Tadi, sepanjang seharian hidung saya meler . Ingus sedang encer-encernya, tak henti-henti saya buang dan menyeka hidung berulang kali dengan tisu. Untung ada obat batuk cair sisa istri bulan lalu....

Cinta Harus Diperjuangkan

Gambar
Ilustrasi, image source: Tumblir Viral TikTok Vanessa Khong sedang masak buat bekal ayank di penjara. Vanessa Khong menulis begini, “Demi persiapan menjadi istri idaman, today kita masak buat ayank, seneng banget deh, gak nyangka dia suka masakan aku dan dihabisin dengan lahap gak bersisa.” Unggahan TikTok itu mendapat lebih dari 1 juta like , lebih 4 ribu komen, 40 ribu penyimpanan, dan lebih 8 ribu share . Siapa ayank Vanessa Khong? Indra Kenz yang divonis 10 tahun penjara karena tersangkut kasus penipuan investasi robot trading Binomo. Dalam dakwaannya, jaksa mengatakan 144 orang yang mengaku sebagai korban mengalami kekalahan di Binomo sebesar total 83 miliar. Indra Kenz berulang kali telah memberikan informasi dan peringatan yang tegas tentang adanya risiko kerugian. Aset Indra Kenz berupa mobil mewah dan jam Rolex disita dan dikembalikan kepada mereka yang jadi korban. Oleh @tanyakanrl diunggah di X (twitter) 16 April 2024 pukul 10:50 mendapat 1,4M Views, 209 Repost, 163 Quot...

Lempuyangan—Dagen

Gambar
Stasiun Lempuyangan (foto: kotajogja.com) Jogja—Solo berjarak 60 Km. Jika menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 60 Km/jam, maka dapat ditempuh dalam satu jam. Itu berdasar teori jarak dan kecepatan. Faktanya, bila dijalani akan memakan waktu antara 1,5—2 jam karena begitu keluar kota Jogja akan bertemu banyak perempatan bangjo yang abang (merah) lebih lama dibanding ijo . Itu yang membuat waktu tempuh tidak mutlak satu jam, tetapi bisa molor jadi 1,5 — 2 jam. Libur Lebaran adalah masa paling crowded lalu lintas kendaraan di sekujur kota Jogja. Ramainya pemudik atau pelancong yang liburan ke kota Jogja, kendaraan yang tumplek niscaya akan membuat kemacetan di mana-mana. Yang jadi korban warga lokal yang akan pulang kerja seringkali tanpa menyana tiba-tiba disuruh putar ke arah jalan lain yang lebih jauh dari jarak yang biasa dilalui dari rumah ke kantor dan/atau sebaliknya. Seorang karyawan yang akan pulang ke rumah di Jl. Kusbini dari kantor di Jl. Mataram, tidak habis pikir ...