Terompet Telolet
Wah, di jalan ternyata masih ada orang iseng jualan tetompet (buat) tahun baru. Tidak banyak, sih, atau memang belum. Atau (lagi) karena pernah "dilarang" disaat pandemi Covid-19 sehingga orang tidak mau lagi membuatnya. Lalu, yang dijual itu buatan siapa?
Diringkus pandemi Covid-19 tiga tahun (2020--2022), perayaan malam tahun baru tak lagi berkesan. Tidak ada pesta kembang api. Pun tidak ada tiup terompet. Riungan kecil antartetangga sulit dieksekusi. Social distancing diberlakukan ketat, semua orang meragu.
Betapa seru malam tahun baru di masa lalu. Orang berkendara keliling kota sembari meniup terompet. Toet, toet, toet, telolet, suara beraneka nada bunyi terompet bersahutan, beradu keras dan nyaring. Ada pula kembang api dan mercon suaranya bersahutan.
Komentar
Posting Komentar