Obrolan Nyambung

Zabidi Yakub menyerahkan buku "Singkapan" kepada Ibu Zuniar ZA, salah seorang penyusun buku pelajaran bahasa Lampung.

Senin kemarin berdua istri memidoran (jalan-jalan) beranjangsana atau silaturahim ke rumah saudara sama se-Ranau-nya di permukiman bawah SMP 7.

Pensiunan guru Bindo di SMP 7 itu saya temukan namanya terpatri di sampul buku pelajaran bahasa Lampung. Dia salah satu penyumbang materi ajar.

Dia bersama kawannya merupakan orang di barisan awal penyusun buku bahasa Lampung disaat masih jadi mata pelajaran, sebelum diubah menjadi mulok.

Kini dia tutorial atau mentor bagi guru-guru mulok bahasa Lampung di SD. Pasalnya, banyak guru itu yang bukan beretnis Lampung, jadi perlu bimbingan.

Saya serahkan buku "Singkapan" yang setting cerita kebanyakan tentang apa yang ada di Ranau yang dia tentu saja mudah mengingatnya dan memahaminya.

Suaminya pensiunan ASN Disdik, asli Way Kanan sehingga obrolan bahasa kami nyambung. Dahulu juga termasuk awal pemrakarsa pembuatan kamus.

Kamus bahasa Lampung ditulis tangan pada kertas folio bergaris kemudian diperbanyak/digandakan dengan cara difotokopi. Disebar ke sekolah-sekolah.

Kalaupun ada buku pelajaran bahasa Lampung, maka penerbit Gunung Pesagi bisa dikatakan cukup berjasa. Sayangnya, penerbit ini sudah lama vakum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kursi Roda Ibu Ani

Angin Laut Pantura

Rumah 60 Ribuan