Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Jodoh Duni Akhirat

Gambar
Image source: Java Movie Production Lebaran tidak sekadar liburan, tapi juga leburan. Ya, kita diliburkan dari kesibukan bekerja agar bisa menikmati suasana berlebaran bersama keluarga, kerabat, dan tetangga. Di momen bersama itulah kita bersalaman, berpelukan, saling memaafkan melebur dosa, salah, dan khilaf yang pernah kita ciptakan baik sengaja atau tidak sengaja. Setelah satu bulan berjuang menundukkan hawa nafsu menahan lapar dan haus, di momen lebaran mari kita tundukkan juga amarah, dendam, dan perasaan luka yang kita simpan diam-diam dan merawatnya dengan ego yang membatu. Kita lebur agar mencair dan mengalir ke muara kata maaf (terikhlas) dari lubuk hati yang paling dalam. Kata maaf yang tulus akan terlihat mengapung ke permukaan tatap mata yang cemerlang. Tatap mata yang bersih dari amarah, dendam, dan luka. Sejatinya semua itu tidak sulit dilakukan apabila ada keinginan melepaskan beban yang selama ini kita pikul. Beban berupa amarah, dendam, dan luka yang tidak ada manfaa...

“Mudik ke Kampung Akhirat”

Urip mung mampir ngombe . Seperti yang mengapung dari yang saya tulis kemarin, bahwa ‘pemudik sesungguhnya’ adalah orang yang pulang ke “kampung akhirat.” Nah, tadi malam tersiar dari TOA masjid, tetangga di gang belakang yang beberapa bulan lalu ditinggal istrinya, akhirnya ia pun menyusul pulang ke Haribaan-Nya. Si Bapak ini, sebelum istrinya meninggal, ternyata memang sudang menderita sakit. Apa nama penyakitnya saya tidak tahu persis. Tapi, dari omon-omon dengan Pak RT, hatinya mengalami pembengkakan. “Liver,” kata saya. “Bukan. Liver kan semacam ada infeksi di hati. Itu lebih dari sekadar infeksi, sudah tergolong kanker hatinya,” kata Pak RT. “Menurut dokter, paling bertahan enam bulan. Kalaupun dioperasi percumah,” lanjut Pak RT. Hati saya berdenyut mendengar keterangan Pak RT tersebut. Pikiran saya membayang, akankah waktu enam bulan itu menjadi jarak kepulangannya dengan istri tidak begitu panjang rentangnya. Kekecualian dari mantan Pak RT kami yang lama dahulu. Pak RT la...

‘Pemudik Sesungguhnya’

Gambar
ilustrasi, para pemudik memenuhi terminal bus. (Bisnis.com) Akhirnya hujan ‘mudik’ juga ke kota kami. Menyambut para pemudik sesungguhnya yang datang dari rantau, pulang ke rumah keprabon tempat mereka lahir dan tumbuh besar sebelum akhirnya menikah dan merantau. Di tanah rantau mereka bekerja membanting tulang memeras keringat. Ada di antara mereka yang pulang ke rumah keprabon , masih bertemu Ayah, Ibu, dan kerabat yang dituakan. Ada pula yang hanya bertemu cungkup makam mereka. Tentu terdapat perbedaan rasa yang meriasi suasana Lebaran antara yang masih bertemu Ayah dan Ibu dengan yang tidak lagi bertemu. Kami (saya dan istri) tidak mudik ke kampung saya di Ranau dan kampung istri di Pacitan. Alasannya itu tadi, Ayah Ibu kami sudah tinggal cungkup makamnya saja, begitu pun kerabat yang dituakan sudah pada berpulang. Semakin ke sini semakin ke sana, suasana mudik Lebaran bertambah beda. Silaturahmi telah berganti melalui jendela virtual. Tidak lagi harus pulang agar bisa berte...

Kembali ke Akar

Gambar
Idul pada kata Idulfitri makna harpiahnya kembali, sedangkan fitri berarti suci, maka idulfitri adalah kembali suci. Konteksnya kembali kepada kesucian. Bukan suci jasadi sebagaimana bersuci dari hadas besar dan kecil, melainkan suci dalam hal batin. Di momen hari raya idulfitri, anrarkerabat atau teman saling berkirim pesan selamat hari raya idulfitri diikuti ucapan permintaan maaf "lahir dan batin" dan doa semoga senantiasa sehat dan dipertemukan dengan Ramadan tahun mendatang. Insha Allah, ya, kan. Kembali fitri juga dimaknai kembali ke keadaan suci sebagaimana bayi baru dilahirkan, belum ternoda dosa apa pun. Setelah sebulan puasa menahan hawa nafsu, tidak hanya lapar dan dahaga, tapi juga puasa mengendalikan tingkah laku dan tutur kata. Kembali ke akar, seperti judul tulisan ini, maknanya mengarah ke jati diri, yaitu orang tua. Lebih luas lagi leluhur atau asal muasal trah diri. Bisa juga kampung kita berasal. Itulah yang mendorong orang yang pergi jauh akan mudik , kem...

Harga Naik Melulu

Gambar
Pasar Tani Sebelum puasa harga sembako naik, belum sempat turun atau sengaja nggak mau turun, datang lebaran, harga kembali naik. Begitu terus. Gak hanya puasa dan lebaran saja, seturut musim harga akan naik. Musim kemarau cabai langka, harga melambung. Musim penghujan transportasi pendistribusian terhambat membuat barang langka, mengakibatkan harga naik. Jadinya, yang terjadi harga naik melulu. Cobalah ke pasar hari ini bawa uang 250K, hanya sekejap habis. Timun, tomat, cabai, sayur-sayuran hijau harganya berdenting. Satu ikat pucuk mete saja 5K. Karena hobi ngelalapnya, oke saja tetap dibeli. Menteri sekalipun sidak ke pasar untuk memantau dan menekan harga agar stabil, takkan begitu besar pengaruhnya. Tetap pasar itu sendiri yang akan memainkan harga. Pedagang ikut mekanismenya. Ramadan tiba di ujung jalan, besok ia akan pergi meninggalkan para perindu. Takdir Allah menentukan seseorang masih akan bertemu Ramadan tahun depan atau tidak. Berdoa, itu yang terbaik dilakukan. Bersyukur ...

Tak Kenal Maka Tak

Gambar
Tanggal 25 Maret, malam beranjak meninggi, menuju pertengahan, saya sedang melanjutkan tadarus, kejar setoran bacaan di WhatsApp Grup HuManIs. Telepon berdering, terlihat di layar hape identitas si pemanggil dengan nama "Indonesia." Ada-ada saja profilnya. Merasa tidak ada nama tersebut dalam daftar kontak alias nomor tidak dikenal, saya abaikan dan terus bertadarus hingga selesai. Berlalu begitu saja, tidak ada urusan untuk mencari identitasnya, misalnya melalui getcontack . Gak perlu dan gak penting. Lagi pula saya tidak men- download app getcontack . Intinya "tak kenal maka tak kuangkat." Begini, yang bersangkutan kalau memang ada keperluan yang sifatnya urgen untuk dikomunikasikan dengan saya, mestinya bisa mengirim pesan melalui WhatsApp . Di Grup WA PPP, ada seorang anggota tanya apakah ada yang menggunakan getcontack premium ? Loh, ternyata getcontack ada yang versi gratis dan versi premium (berlangganan alias berbayar), baru tahu. Kayak aplikasi lain j...

Nikmati Tuslah

Gambar
Ilustrasi, pesawat Lion Air mengudara Tiket pesawat turun. Ya, karena ada campur tangan pemerintah. Di hari-hari biasa Jakarta--Lampung atau sebaliknya, ongkos naik 'kapal terbang' atau 'burung besi' itu di atas 1 juta. Kemarin, ananda pulang 'menikmati tuslah' hanya dengan membayar 800 ribu. Biasanya transportasi darat yang regulasi tarif diatur oleh pemerintah. Kali ini transportasi udara juga. Tanpa campur tangan pemerintah, perusahaan penerbangan swasta ugal-ugalan dalam 'perang tarif.' Hal itu yang membuat perusahaan penerbangan 'plat merah' Garuda nyaris bangkrut.  Garuda Indonesia pernah berjaya dengan kinerja yang bagus dan laba yang mencengangkan. Lalu, perlahan menurun hingga dinyatakan menanggung beban utang yang gak ketulungan. Berjaya dan laba itu sewaktu Dirutnya Moehammad Soeparno tahun 1988--1992. Ya, masih di era Orde Baru yang serba subsidi dan korupsi walaupun ada, tapi tidak semasif sekarang yang nggilani . Setelah di era Refo...

Tuslah Barber Shop

"Harga Kawan" adalah istilah yang (secara guyon) kerap dikatakan orang yang sudah saling kenal atau berkawan saat melakukan transaksi jual-beli barang apa pun. Istilah itu akrab di telinga secara umum karena sering dikemukakan ketika bertransaksi. Pagi ini saya dihadapkan pada istilah "tarif lebaran" ketika hendak membayar seusai potong rambut. Ternyata bukan hanya transportasi saja yang mengenal istilah "tuslah", melainkan barber shop juga ada yang mengenakan tuslah alias kenaikan tarif. Di hari-hari biasa tarif potong rambut di barber shop tempat saya potong rambut tadi adalah 20 ribu. Berkenaan dengan hari-hari menjelang Lebaran ini, tarif yang dikenakan 25 ribu, ada kenaikan 5 ribu. Masih termasuk murah. Di tempat lain pun segitu . Barber shop adalah usaha jasa yang membutuhkan bekal keterampilan. Ada yang didapat hasil belajar formal di salon, ada yang hasil belajar otodidak. Kesemuanya akan membentuk seorang tukang potong rambut memiliki keter...

Pasar Koga

Gambar
Kios penjual ayam kampung Lama gak belanja di Pasar Koga, tadi ada sedikit perubahan perwajahan di bagian los sayap utara. Pedagang yang ngampar di gang digusur, mungkin direlokasi ke bagian lain. Gang jadi tambah lebar, kendaraan roda empat bisa masuk, parkir di dalam. Bangunan kios di bagian sudut dibongkar, di area itulah mobil bisa parkir. Di gang itulah biasanya kami beli ayam kampung potong setiap hendak Idulfitri dan Iduladha. Artinya, setahun sekali atau dua kali baru balik ke sana, ya, hanya untuk beli ayam kampung itu. Di sebelah toko emas (depan kios ayam) dekat area parkir, bekas bongkaran kios itu kini dijadikan musala dilengkapi MCK dan tempat wudu. Nuansa religius dihadirkan di tengah pasar yang lumrahnya berwajah kumuh, becek, penuh sampah, jorok, dan bau amis. Musala Al-Ikhlas Saya tanya sama ibu yang jaga MCK di musala, sudah berapa lama bangunan musala itu digunakan. Dijawab olehnya sudah enam bulan. Nah, ketahuan kan kalau udah lama banget gak ke pasar itu. Persisn...

Antusiasme

Gambar
Ilustrasi antusiasme (image source: EXPERD) Grup WhatsApp Partey Penulis Puisi (PPP) beranggota 789 (sementara), dan akan ada kecenderungan terus bertambah seiring dimasukkan anggota baru oleh admin atau masuk melalui tautan undangan. Sedekat pengetahuan saya, inilah grup WA terbesar jumlah penghuninya. Tapi, entah juga di luar (negeri), bisa jadi ada yang lebih besar lagi. PPP sedang menaja lomba cipta puisi bertema pagar laut. Hingga deadline 25 Maret, jumlah peserta yang sudah mengunggah karya puisi terbaiknya ke google form sebanyak 432, mungkin di detik terakhir ( injury time ) masih akan bertambah. Antusiasme, begitulah. Lebih separuh anggota yang ikut berpartisipasi. Ada anggota grup merupakan juri lomba. Tidak banyak, hanya tiga orang saja. Tentu saja tiga orang anggota grup yang menjadi juri lomba itu tidak ikut mengirim karya puisi. Memang begitu kegaliban, setiap lomba akan mengundang banyak peserta. Apalagi #LCP #PialaKebangsaan2025 bertema pagar laut ini, panitia men...

Peduli Tempo

Gambar
Paket kepala babi dengan telinga terpotong yang diterima Tempo sebagai teror atas kerja jurnalistik mereka. (foto: Tempo.co) Banyak sekali dukungan terhadap Majalah Tempo yang jurnalisnya, Francisca Christy Rosana, yang diteror dengan kiriman paket kepala babi. Di Grup WA beredar daftar dukungan dari berbagai profesi. Saya pun membubuhkan nama sebagai pendukung pada list yang beredar di WAG Partey Penulis Puisi. Di bawah Tagar #SaveTempo dan #LawanTeror, tercatat lebih dari 260 nama pendukung di WAG PPP dengan latar belakang; penulis, penyair, akademisi, dll. List dukungan ini akan diserahkan langsung perwakilan seniman di Tempo di Jl. Palmerah Barat pada siang ini pukul 12:00–14:00. Tanda dukungan kendati hanya catatan nama-nama, besar maknanya. Itu menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan masih hidup dalah hati para pendukung. Berbanding terbalik dengan tanggapan negatif para pejabat terhadap terror yang dilayangkan ke Tempo, misalnya statemen Hasan Nasbi. Ketika dimintai tanggapan...

Bingkisan dan Anak Yatim

Gambar
Iki lho, Rek, parsel pak rt di grup wa Belum ada berita parsel kedaluarsa di televisi. Biasanya jelang Ramadan atau Idulfitri BPOM giat melakukan razia ke supermarket atau pusat perbelanjaan dan jasa penyedia parsel untuk meneliti komponen parselnya apakah ada barang yang sudah kedaluarsa yang bisa berbahaya apabila sampai dikonsumsi. Pak RT di grup WA warga, belio memposting gambar parsel disertai kepsin ( caption ) begini, “Alhamdulillah… dapat kiriman PARSEL Lebaran dari orang yang tidak mau disebutkan namanya yang ada di GRUP ini, karena malu dan tidak enak katanya, sebab beliau Cuma bisa ngirim gambarnya aja…”   Saya cekikian sendiri subuh tadi, sampai-sampai istri heran dan penasaran. Saya membaca postingan Pak RT di atas. Lalu istri melihat sendiri ke layar hape dan ketawa. Penyegar pagi yang cerah. Apakah cerahnya hari sebagai pertanda tadi malam adalah malam Lailatul Qadar? Entahlah! Hari ini Koperasi Kelurahan membagikan bingkisan lebaran untuk anggotanya. Karena ist...

1000 Bulan

Gambar
Satu malam disaat Lailatul Qadar setara malam 1000 bulan (83 tahun kehidupan). image source: ahmadiyah.id Sepuluh hari ketiga bulan Ramadan tak terasa telah bergulir, malam pembebasan dari siksa api neraka ( itkun minannar ). Terdapat satu malam yang dinamai malam Lailatul Qadar. Yaitu malam pertama Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, Jibril menyuruh Muhammad membaca ( Iqra ’). Peristiwa turunnya wahyu pertama itu terjadi pada salah satu dari10 malam terakhir bulan Ramadan pada tahun 610 M. Secara pasti malam ke berapa tidak begitu jelas. Bagi muslim penganut paham Syiah memercayai pada malam ke 23. Sementara muslim penganut Sunni memercayai turunnya wahyu pertama terjadi pada malam ke 27. Tetapi, di Indonesia pada umumnya memperingati turunnya wahyu pertama yang disebut dengan nuzulul quran pada tanggal 17 Ramadan. Selain turunnya wahyu pertama, pada malam Lailatul Qadar, Malaikat turun ke bumi dengan berbagai tugas yang menghasilkan malam penu...

Menuai Badai

Jika pemecatan Shin Tae Yong diibaratkan Erick Thohir menabur angin, maka kekalahan timnas Indonesia melawan Australia 5-0 adalah diibaratkan Erick Thohir menuai badai. Begitulah, siapa menabur angin akan menuai badai. Muncul hujatan dalam bentuk meme dan macam-macam narasi di media sosial, menyikapi kekalahan Indonesia tadi malam.

Eulogi

Gambar
  Dengan pose membaca buku Semilau Kaget sekali membaca berita duka di fb Udo Z Karzi, Muhammad Harya Ramdhoni berpulang ke Rahmatullah. Lahir dan mati adalah siklus waktu yang mesti dialami oleh setiap manusia atas takdir-Nya. Di antara keduanya, adalah peran dalam kehidupan, berupa belajar, bekerja, menikah –yang akhirnya menaut ke kata ‘lahir’ di atas–. Harya Ramdhoni adalah peraih Hadiah Sastera Rancagé tahun 2018 untuk buku Sang Rumpun Sajak Semilau yang terbit tahun 2017. Sewaktu mengambil buku Semilau di rumah Udo Z Karzi kami ngopi di ‘kafe’ di ujung gang Catur Tunggal depan Mc Donald atau Perumahan Kemiling Estate sembari berbincang santai dan foto  mengabadikan buku . Saya difoto Udo Z Karzi dengan pose membaca buku Semilau . Sebelum buku sajak bahasa Lampung  Semilau  terbit. Doni –panggilan akrabnya– menerbitkan novel Perempuan Penunggang Harimau , 2011. Lalu disusul Hikayat Orang - Orang yang Berjalan di Atas Air , 2012, Mirah Delima Bang Amat , 20...

Artomoro

Gambar
Sisa-sisa kejayaan Artomor dan Tanjungkarang Plaza yang sudah diganti Central Plaza Lama gak ke Artomoro, kemarin ke sana. Nuansa Ramadan di kota Tapis Berseri kentara sekali dengan macetnya kendaraan di sekujur jalan Radin Inten dari depan Ramayana hingga Tugu Adipura. Dahulu iya, menyebutnya Artomoro atau Tanjungkarang Plaza, sekarang jadi Matahari Central Plaza. Ke sana karena ada yang hendak kami cari di MR DIY. Barang yang dicari tak ada, mungkin harus ke tempat lain. Ada pun tidak benar-benar seperti yang dimaksud. Sudahlah, naik ke Matahari di lantai 2 mutar-mutar. Ramai oleh pengunjung yang berburu baju Lebaran yang sebentar lagi akan tiba. Setelah Hypermart kembang-kempis hidup segan mati tak mau, akhirnya mati beneran. Lantai 1 Central Plaza praktis kosong melompong. Masuklah MR DIY menjual aneka produk kebutuhan rumah tangga. Kemarin sudah ditemani rumah makan Solaria, gerai Sushi Tei, dan arena permainan anak-anak. Artomoro itu dari bahasa Jawa. Arto artinya uang dan mo...

Sabung Nyawa

Sabung nyawa ini mah, bukan sabung ayam. Tragedi baku tembak antara aparat polisi yang menggerebek arena judi sabung ayam dengan oknum TNI yang diduga pemilik arena judi sabung ayam, menewaskan tiga orang polisi.

Buang Kucing

Pulang dari masjid subuh, ada kucing peranakan berwarna putih menyambut di pintu pagar. "Nah, baru lagi ini," selorohku. "Iya, ya, dari mana lagi ini datangnya," sahut istri mempertanyakan juga. Kucing liar bikin sebal, suka nyuri lauk. Pukul 08:40 ketika memunguti dedaunan di jalan depan rumah, dari bawah mobil nongol lagi satu teman kucing putih tadi. Yang ini warnanya kuning pekat, terlihat gemuk sehingga aura cantiknya keluar. Menarik untuk jadi hiburan. Tapi... Tapi, tidak begitu tertarik untuk memeliharanya. Yang jadi soal bukan urusan ransumnya, melain kan buang kotoran sembarangan itu. Sering sekali direpotkan kucing yang buang kotoran di tengah jalan depan rumah. Ya kalau tidak mencret. Entah apa jenis kelamin kedua kucing itu. Tak lama Bude di depan rumah keluar mengacung-acungkan gagang sapu hendak mengusir kucing itu. "Ini kucing dibuang si F, tetangga belakang karena buang kotoran sembarangan," katanya. Oh, ternyata itu kucing buangan tetangga...

Ogah Mburi Imam

"Awas roboh," kata ketua takmir masjid jami' Al-Anshor, BKP, ketika saya mengambil posisi duduk dekat tiang penyangga kubah masjid, saat salat jumat. Guyonan Pak Syafuan itu saya sambut dengan tawa. Kami pun bersalaman. Kami bertetangga di perumahan. "Orang berebut pengin di shaf pertama, kok ini nyari senderan di tiang," lanjutnya. Memang, shaf pertama lebih afdal karena pahalanya lebih besar. Saya ambil posisi dekat tiang bukan karena penyin nyender, melainkan posisi itu pas dengan posisi AC di tembok masjid. Kalau di masjid Ikhlas Al-Azhar dekat rumah, saya biasanya di shaf pertama dekat imam dan khatib. Salat lima waktu kalau tidak jadi imam, saya di posisi itu atau di belakang imam. Agak aneh ketika "teman jalan subuh" saya ogah banget mengambil posisi tersebut. Entah apa alasannya. Pokoknya nggak mau aja. Boro-boro jadi imam, tepat di belakang imam saja ogah. Kalaupun mau di belakang imam, tapi di shaf kedua. Seperti ada ketakutan yang tidak pu...

Di Balik Senyuman

“Seseorang yang terlalu banyak tersenyum denganmu terkadang bisa terlalu banyak cemberut saat berada di belakangmu.” Quote Michael Bassey Johnson ini baik dicermati. Senyum adalah sodakoh yang nilai pahalanya bisa menambah berat timbangan amal. Bisa dikatakan senyum adalah sodakoh yang paling murah, hanya bermodalkan sudut bibir yang dibentuk sedemikian rupa, menampakkan bentuk senyum yang menawan. Senyum adalah “penyakit menular.” Tidak percaya, cobalah Anda tersenyum terhadap orang yang tidak Anda kenal sekalipun saat berpapasan di jalan raya, niscaya ia/dia akan membalas tersenyum. Jadi, senyum adalah “penyakit” yang tidak membahayakan. Atau, bisa juga dikatakan bahwa senyum adalah “penyakit” yang sekaligus juga bisa jadi obat. Umpama Anda bertemu orang yang cemberut karena sedang memendam perasaan jengkel. Karena Anda kasih senyum, semula ia/dia cemberut, berubah jadi tersenyum. Begitulah efek “mengobati” yang ditimbulkan senyum. Yang tadinya cemberut, berubah jadi senyum karena ke...

Khatam Kita

Gambar
Khataman Al-Quran bulan Ramadan (foto: Muslim.or.id) Dari terbiasa ikut setoran one week one juz (OWOJ) secara rutin kemudian saat Ramadan ini dikondisikan menjadi one day one juz (ODOJ) dan karena saya terbiasa mengambil porsi dua juz, maka pada pertengahan siyam Ramadan (hari ini) saya sudah khatam 30 juz. Ada baiknya juga ternyata. Sebelum masuk WAG HuManIs, saya sudah bisa menyelesaikan bacaan satu juz dalam satu hari, yaitu mengaji bakda magrib setengah juz dan bakda subuh keesokannya setengah juz. Setengah bulan khatam 30 juz. Satu bulan khatam dua kali. Jadi, intinya sama saja, ada kewajiban setor bacaan di hari biasa maupun saat di bulan Ramadan, dalam program OWOJ maupun ODOJ, cara saya membaca Alquran, rutin setiap hari bakda magrib dan subuh masing-masing setengah juz. Sehari semalam satu juz. Maka, per hari ini saya sudah khatam untuk satu putaran. Jika ini diteruskan ke putaran kedua, maka akhir Ramadan insyaallah bisa khatam dua kali. Mudah-mudahan istikamah rutin ...

Berkah Sebenarnya

Seperti yang besti istri sarankan agar saya buat email baru, telah kucoba. Saya buat email dengan nama baru dan  password  baru, tapi tidak langsung jadi. Terkendala di  password . Apakah harus sama persis dengan password email yang sudah ada. Entah juga. Ternyata saya masih terbilang gaptek. Saya masih harus nanya anak atau besti istri. Alhasil buat email baru sementara saya pending dahulu. Yang penting email lama –yang penuh– masih bisa diberdayakan untuk mengirim puisi ke beberapa media daring. Sementara Ramadan sudah memasuki 10 hari kedua. Kategori  berkah  di 10 hari pertama sudah dilalui, kini masuk kategori maghfiroh di 10 hari kedua. Sejak awal puasa, untuk bertemu jalanan macet tidak sulit mencarinya. Hampir sekujur jalan di sini macet. Orang-orang  nyore  mencari takjil, para pedagang  ketiban  berkah. Jika begitu, maka sepertinya para pedaganglah yang benar-benar mendapat berkah. Ya, tak dimungkiri mereka memang mendapat berkah, ...

Email Penuh. Ndasmu!

Gambar
Tarif get offer storage google one plans Email penuh, ternyata itu kendala saya tidak bisa mengunggah ke  google form . Beruntung besti istri yang akan ke sekolah mampir ke rumah. Doi memang sarjana komputer yang lulus P3K dan mengajar mapel TIK. Setelah dipandu olehnya dan diutak-atik, foto yang akan diunggah dikecilkan resolusinya di aplikasi paint tool, tapi tetap belum berhasil. Semula saya sudah menyerah karena takut dia terlambat ke sekolah. “Sabar, Pak. Saya masuk nanti setengah sebelas,” katanya. Dia coba teknik lain, yaitu menggunakan email dia, eh ternyata biasa. Nah, dari situ saya simpulkan kendalanya ternyata karena email saya penuh sehingga saya gagal mengunggah berkali-kali, sampai-sampai saya coba waktu sahur. Kenapa mesti mencoba disaat sahur? Karena keterangan yang muncul “server rejeckted” yang saya asumsikan server admin sedang sibuk. Memang peserta lomba cipta puisi piala kebangsaan dengan tema pagar laut sudah 300 orang lebih yang mengirim karya ke  g...

Obat Awet Muda

Gambar
Ilustrasi, model untuk iklan suplemen kulit terbaik dari Farmaku “Bapak awet muda, apa rahasianya?” Teman joggingnya bertanya. “Rajin jogging ini, nggak usah tiap hari, cukup tiga kali seminggu, dua hari sekali” jawab si Bapak. “Ah, masak iya. Barangkali ada obat khusus, kalau boleh tahu, minta dong resepnya,” kejar si teman jogging penasaran, antusias serta penuh minat. “Adalah obat khusus buat awet muda,” jawab si Bapak semakin membuat teman joggingnya penasaran. “Minum jamukah,” kejar si teman. “Ya, jamu yang luar biasa nikmat tiada tara dan berkhasiat lagi,” kelakar si Bapak (yang memang terlihat) awet muda bener tersebut, membuat si teman kian dirundung bingung. “Jamunya itu digodog atau diseduh?” si teman besar nian rasa kepengin tahunya, mengejar sampai pasti benar jawabnya. “Nggak digodok, nggak juga diseduh, langsung dinikmati saja dengan cara menyedotnya seperti minum air biasa.” Si teman Bapak awet muda tanda tanya dan menyelidik, jamu apakah gerangan itu. Teman jogging Bapa...

Untung tak Dapat Diraih

Gambar
what happen? ~ YouTube KOMPASTV JATIM Pejabat di konoha kalau sehari saja tidak menzalimi rakyatnya, asam lambungnya akan naik. Menangis dalam hati ribuan calon aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang baru saja lulus tes penerimaan CASN dan P3K tahun 2024. Betapa bersukacitanya mereka, nanti Lebaran bisa berbangga dengan besti dan keluarga. ada yang sudah resign dari tempat kerja, sementara rehat untuk mempersiapkan diri bertugas di unit kerjanya nanti. Eh, ndilalah status pengangkatan kepegawaian merteka ditunda. Aduh,  Biyung . Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itu peribahasa lama. Yang terbaru adalah, “Gagal meraih untung!” Entah apa pasal sehingga Kementerian Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN & RB) menerbitkan surat penundaan pengangkatan itu. Mekanisme yang diterapkan dalam seleksi CASN dan P3K barusan adalah tes pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) lalu disusul seleksi kompe...

Kepala Hitam, Kopiah Putih

Gambar
kopiah yang saya beli di Makkah (kiri) dan kopiah pemberian tetangga (kanan) Pulang dari masjid subuh, saat akan membuka pagar, bapak sebelah rumah menyodorkan kopiah haji dan di dalamnya ada  pouch  kecil berisi sajadah. “Sekadar oleh-oleh,” kata beliau. “Oh, ya, kapan pulang,” saya balik bertanya. “Sudah satu minggu,” beliau menjawab. Sebelumnya saya sudah tahu beliau akan berangkat umrah saat acara syukuran putra beliau wisuda Magister Hukum Unila, Januari lalu. Ucapan terima kasih pun saya haturkan.  Ndilalah , ukuran kopiahnya pas di kepala saya. Sehingga  nggak  bakal kesalahan jika tidak saya pakai. Kalau saja ukurannya tidak pas, kekecilan atau kedodoran, tentu tidak bisa saya pakai. Akan sangat mungkin timbul praduga tidak bersalah, nanti dipikirnya saya tidak menghargai pemberian tersebut, padahal yang benar ukurannya tidak pas sehingga saya anggurkan. Demi menghindari ketidaktepatan ukuran kopiah pada kepala orang yang diberi oleh-oleh, sewaktu um...