Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

Dor

Gambar
Ilustration, image credit: Future Dor, dor, dor, suara mercon ditembakkan di kejauhan bertingkah suara emak-emak bernyanyi didukung peranti speaker bluetooth . Acara menyambut tahun baru mereka adakan. Selalu begitu. Selamat tinggal tahun 2023. Biarpun aku tidak meninggalkanmu, engkau tetap akan tinggal. Selamat datang tahun 2024. Biarpun aku tidak menyambutmu, engkau tetap akan datang. Aku tidak bisa berlama-lama menunggu engkau. Aku mengantuk. Pergilah kau tahun 2023. Aku tidak bisa berlama-lama menunggu engkau. Aku hendak tidur. Datanglah kau tahun 2024. Aku hanya mensyukuri anugerah hujan yang turun, yang datang dari jauh, langit nan tinggi. Aroma tanah basah oleh air hujan lebih aku suka menyambutnya. Hujan di pengujung tahun.

“Bakar-bakaran” Tahun Baru

Gambar
Bakar jagung, jagung bakar. Salah satu yang orang lakukan di malam tahun baru. (Image credit: Pinterest) Merayakan malam pergantian tahun atau malam tahun baru itu apa hukumnya selalu jadi perdebatan. Saya tidak mau membahas hal itu. Yang saya ingin tulis di sini adalah tentang “bakar-bakaran” yang kerap warga lakukan sebagai pengisi acara malam pergantian tahun atau malam tahun baru tersebut. “Bakar-bakaran”, ya, paling tidak bakar jagung. Ada yang bakar ikan, ayam, bebek. Bau asapnya jauh sampai. Tetangga yang tidak punya acara atau lebih tepatnya orang-orang yang tidak begitu fanatisme terhadap perayaan malam pergantian tahun, mau tidak-mau ikut menikmati aromanya. Sore tadi selagi top up pulsa buat memperpanjang masa aktif simcard   – masa tenggang –  milik istri, saya bertemu tetangga warga blok V, ia bertanya perihal acara malam pergantian tahun. “Di sana –maksudnya di blok tempat saya tinggal– potong apa?,” tanyanya. “Wah, nggak potong apa-apa,” jawab saya belagak...

Blower Berputar

Setelah saya pikir-pikir memang benar kata si anak, kenapa blower AC saya suruh taruh di bawah? "Kan udara panas dari blower bakal naik ke atas," alasan yang ia kemukakan benar. "Nah, iya juga," pikir saya. Pendingin udara yang dipasang 6 November silam (baca post-blog di tanggal itu), akhirnya saya minta tolong sama Pak Agus untuk memindahkannya ke atas pada bidang tembok antara pintu dan jendela. Pemindahan blower dieksekusi kemarin sore bakda Asar. Ada satu alasan lain selain udara panas blower bakal naik ke atas, adalah segi keamanan blower itu sendiri. Bila dipasang di bawah berpotensi hilang. Mbak Sas mengatakan, "Di bawah begitu mudah sekali mencurinya." Banyak sekali kasus blower AC hilang kena curi karena dipasang di bawah. Pak Agus juga bercerita bahwa banyak blower hilang "dibegal." Kata Pak Agus, "Dipasang di atas begini kita tidak terlampau khawatir. Lain hal kalau ditaruh di bawah, bisa mudah orang mencurinya." Benar seka...

Terompet Telolet

Gambar
Wah, di jalan ternyata masih ada orang iseng jualan tetompet (buat) tahun baru. Tidak banyak, sih, atau memang belum. Atau (lagi) karena pernah "dilarang" disaat pandemi Covid-19 sehingga orang tidak mau lagi membuatnya. Lalu, yang dijual itu buatan siapa? Diringkus pandemi Covid-19 tiga tahun (2020--2022), perayaan malam tahun baru tak lagi berkesan. Tidak ada pesta kembang api. Pun tidak ada tiup terompet. Riungan kecil antartetangga sulit dieksekusi. Social distancing diberlakukan ketat, semua orang meragu. Betapa seru malam tahun baru di masa lalu. Orang berkendara keliling kota sembari meniup terompet. Toet, toet, toet, telolet, suara beraneka nada bunyi terompet bersahutan, beradu keras dan nyaring. Ada pula kembang api dan mercon suaranya bersahutan.

Lagi, Melihat Laron

Gambar
Laron terbang mendatangi cahaya lalu nyungsep ke dalam ember, menyelam ajalnya di genangan air. Tumben ada laron. Alangkah lama kali tidak melihat laron mengerubuti lampu. Selama kemarau bercanda membersamai memaksa diri bertahan dalam derita kungkungan gerahnya udara, siang maupun malam. Malam ini, lagi kumelihat kawanan laron usai gerimis tipis-tipis sekelebat lewat yang hanya menggoda biar orang-orang tidak ke mana-mana. Padahal, gerimis iseng tadi segera lesap begitu disapu angin senja. Nuansa cerah senja hingga malam menjemput, tiba-tiba sekawanan laron merindu terang cahaya, sudah meriungi lampu teras di rumah, di tetangga, di lampu penerangan jalan. Kehibukan laron bermandi cahaya. Tiwas tak jadi berangkat bepergian. Maksud tujuan memungkasi pekerjaan yang tertunda kemarin jadi gagal. Apadaya cuaca memang tidak menjanjikan. Sedang tidak baik-baik saja. Musim sedang bersalin. Lahir musim penghujan setelah lama dikandung musim kemarau. Salah satunya ditandai kembali munculnya k...

Obrolan Nyambung

Gambar
Zabidi Yakub menyerahkan buku "Singkapan" kepada Ibu Zuniar ZA, salah seorang penyusun buku pelajaran bahasa Lampung. Senin kemarin berdua istri memidoran (jalan-jalan) beranjangsana atau silaturahim ke rumah saudara sama se-Ranau-nya di permukiman bawah SMP 7. Pensiunan guru Bindo di SMP 7 itu saya temukan namanya terpatri di sampul buku pelajaran bahasa Lampung. Dia salah satu penyumbang materi ajar. Dia bersama kawannya merupakan orang di barisan awal penyusun buku bahasa Lampung disaat masih jadi mata pelajaran, sebelum diubah menjadi mulok. Kini dia tutorial atau mentor bagi guru-guru mulok bahasa Lampung di SD. Pasalnya, banyak guru itu yang bukan beretnis Lampung, jadi perlu bimbingan. Saya serahkan buku "Singkapan" yang setting cerita kebanyakan tentang apa yang ada di Ranau yang dia tentu saja mudah mengingatnya dan memahaminya. Suaminya pensiunan ASN Disdik, asli Way Kanan sehingga obrolan bahasa kami nyambung . Dahulu juga termasuk awal pemrakarsa pembua...

Natal dan Hujan

Gambar
Gunung Semeru 3.676 mdpl, kembali erupsi, Senin (25/12/2023) sejak pukul 05:12 WIB. foto: istimewa Jiah... jadi juga hujan hari ini. Sabtu dan Minggu kemarin cuman mendung belaka. Etapi, bukankah sudah kegaliban setiap perayaan Natal selalu ada hujan, baik di malam maupun di hari natalnya. Ya, natal dan hujan bagai sejoli yang tak terpisahkan. Malam tadi, malam natal, tidak ada hujan. Cuaca cerah, sinar bulan lebih separuh menemani jemaat Kristiani beribadah di malam natal. Kebaktian biasa dilakukan dua sesi, pukul 18 dan 21. Hari ini sesi ibadah natal dilaksanakan pukul 9, 16, dan 18. Entah apa makna hujan di malam atau hari natal. Ada yang menganggapnya berkah. Tidak dimungkiri hujan membawa berkah juga air bah. Berkah bagi tanaman yang kerontang. Bahaya bila hujan jadi air bah. Jangankan tanaman, rumah saja bisa hanyut. Di hari natal, hari ini, Gunung Semeru kembali erupsi. Lahar yang terjun bebas dari kawah Semeru menjadi ancaman bagi apa pun yang disapunya. Jangankan lahan pertani...

Vakansi

Gambar
Tersiram rinai gerimis pagi tadi membuat rasa badan seperti spanning listrik yang lagi turun voltage. Sikit terasa tengkuk menghangat seperti hendak deman. Apa daya ada undangan kolega istri hajat mantu di GSG Ernawan. Matahari meninggi seiring perginya gerimis yang tidak menderas. Pertanda cuaca bagus. Kondangan pun bisa kabul. Sampai gedung belum terlampau siang, masih menyimak sambutan rektor Unmal mewakili kedua belah pihak sahibul hajat. Disusul kemudian doa, momen paling sakral di acara resepsi. Mendoakan pasangan pengantin agar bisa menjadi seperti pasangan Nabi Adam dan Siti Hawa. Atau seperti pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad. Dan, seperti pasangan Rasulillah Muhammad Saw dan istrinya Siti Aisyah. Sungguh doa yang indah dan bagus, tetapi berat. Indah didengar, bagus pengharapannya, tetapi berat mewujudkannya. Seribu satu orang bisa meraihnya. Usai doa diaamiinkan, tamu beranjak dari tempat duduk ke segala penjuru, aneka pondokan sebelum menyantap...

Ibu

Gambar
Image source: KalderaNews.com Hari Ibu kembali lalu lalang di beranda media sosial, aneka rupa konten. Memancing tawa, mengundang senyum, memantik tangis. Rupa-rupa sedih-gembira susah-senang dan haru-biru kenangan bersama ibu masa kini atau dahulu kala berkelindan membayang. Bagi yang masih memiliki ibu, baik membersamai atau tertinggal/ditinggalkan di kampung halaman nun jauh, bersyukurlah. Serpihan-serpihan doa indah seorang ibu senantiasa menetes bagi anak-anaknya. Itu adalah berkah terindah takkan ternilai harganya. Bagi yang ibunya sudah berpulang, jangan susah hati di Hari Ibu. Panjatkanlah terus doa terindahmu untuk sosok ibumu yang hanya tinggal cungkup makamnya saja yang bisa kamu datangi. Tetaplah terhibur walau wujudnya tinggal seonggok cungkup makam belaka. "Cungkup Makam Ibu" judul tulisan yang saya ikut sertakan membersamai tulisan lain untuk antologi "Terkenang Kampung Halaman: Ingatan-Ingatan pada Tanah Kelahiran" yang sekarang sedang proses layout ...

Penasaran

Gambar
Buku  “ Tiga Jagoan ”  Juwendra Asdiansyah ini [agak] lumayan keren, sepertinya. Gak khatam, soalnya. Judul tulisan di post -b log kali ini bukanlah judul lagu Raden Haji Oma Irama, melainkan penasaran saya ketika Minggu (17/12) membuka-buka buku “Tiga Jagoan” Juwendra Asdiansyah di rumah Bapak HM Thoha BS Jaya. Saya sempat rampungkan baca tulisan pengantar dari tiga orang yang oleh Juwe disebutnya sebagai “tiga jagoan” yang dijadikan judul buku. Saya hampir merampungkan membaca tiga tulisan itu sebelum azan magrib berkumandang dan saya gegas ke masjid. Sepulang dari masjid saya lanjutkan membaca hingga selesai. Kemudian oleh Bapak dan Ibu Thoha saya dan istri diajak makan malam di Pecel Lele Mbak Mar 1 Jl, Sultan Agung. Usai makan kami berpisah di parkiran, masing-masing kami beringsut pulang. Karena hanya sebatas mengamati daftar isi buku dan merampungkan membaca tiga tulisan itu thok, maka saya jadi penasaran terhadap isi keseluruhan buku tersebut. Sayangnya, saya tidak m...

Radio

Gambar
ilustrasi radi, image source: unsplash.com/Dave Weatherall. Karena saya masih suka mendengar radio, tak bosan saya menulis tentang radio, ini kali kesekiannya. Bisa ditelusuri di post - blog yang sudah lampau. Mendengar radio tidak hanya musik, tetapi juga dapat informasi. Informasi berupa iklan sponsor bisa produk bisa pula jasa sehingga memberi nilai tambah bagi pendengar radio. Kali ini saya menulis tentang HUT ke-49 PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia). Berdasarkan survei Nielsen pada 11 kota di Indonesia, pendengar radio saat ini berjumlah sekitar 23 juta orang. Aje gile , kirain gue doang nyang masih demen dengar radio tiap hari. Rupanya masih begitu banyak. Jika pendengarnya sejumlah itu, maka kira-kira berapa jumlah radionya. Bukankah begitu pertanyaannya? Menurut PRSSNI, jumlah anggotanya 600 radio tersebar luas di 150 kota di Indonesia dari Aceh hingga Maluku. Yang banyak tentu Jakarta, baik jumlah radio maupun pendengarnya. Pendengar radio itu umumnya...

Masih Panas

Gambar
Di waktu  segini  (pukul 22an), terpantau di layar hape , suhu udara 27°C. Ada tiga kota yang saya setting untuk memantaunya, yaitu Bandar Lampung, Jakarta, dan Surabaya. Ndilalah  ketiga kota sama-sama 27°C. Bedanya, kota Bandar Lampung kembali panas dan Ibu Kota Jakarta serta Surabaya sudah mulai banyak turun hujan. Mengherankan, terbaca di media daring bahwa di Bandung pun masih panas. Loh , kok , bisa? Kenapa saya setting pemantau suhu udara di tiga kota tersebut? Karena anak sulung sudah 7 tahun lebih jadi  “ diaspora ”  di Surabaya dan adiknya 2 tahun di Jakarta. Biar tahu juga kondisi suhu di dua kota itu. Surabaya, ya, sudah sejak tahun ’ 87 saya kenal rasa udara dan banyak nyamuknya. Yang jelas lebih panas dari Jakarta, tetapi bulan Mei – Juni 2023, kok , bisa suhu di Bandar Lampung lebih panas dari Jakarta. Tentu karena di masa itu adalah masa matahari lebih dekat dengan bumi, selalu terjadi setiap tahun. Pada Mei – Juni silam udara panas menyengat ...

Piket

Gambar
Ilustrasi, image source: Tokopedia Dulu tiap malam Minggu, teman yang pergi wakuncar mengistilahkannya  “ piket ” . Ketika ditanya hendak ke mana, jawabnya mau piket. Jadi ingat lagu Gombloh. “ Malam Minggu pertama, aku piket, ”  kata Gombloh dengan vokalnya yang khas. Lagu itu hits di tahun ’ 80an dan jadi lagu kesayangan para baby boomers . Judul lagu  “ Lepen alias  ’ Lelucon Pendek ’” , lirik yang lucu menyiratkan kegetiran seorang lelaki yang jatuh cinta. Ketika ia apel malah dihardik bapak si cewek. Malam Minggu tadi saya motoran bedua  istri susuri Jl. Pramuka, ZA Pagaralam, Sultan Agung, Ki Maja, Ratu Dibalau. Yang dituju nggak ditemu , balik, pulang aja . Perut belagu , minta diisi. Mampir di salah satu kedai pecel lele di Jl. Sultan Agung. Satu porsi ikan Lele, satu porsi ikan Nila, dan jeruk anget , siap disantap. Usai santap perut kenyang lanjut pulang. Sedari pergi hingga pulang kendaraan padat merayap. Umumnya pasangan muda yang berkencan entah ...

Di Luar Banyak Angin

Gambar
Langit ber-“mega mendung” yang saya potret pagi tadi ketika hendak beli kue buat teman ngopi . “Di luar banyak angin” mengingatkan saya pada lirik lagu Elpamas. sebuah grup rock dari Pandaan, Jawa Timur. Ya, hari-hari belakangan, hal tersebut yang saya rasa bila sedang nyore di teras rumah, angin semilir. Sambil menikmati embusan angis yang sejuk, saya membatin, “kapan hujan mau datang mengaso di teras bila angin masih sekencang ini berlarian.” Dihalau angin uap air yang nggantung di langit tak jadi hujan. Pagi tadi saya lihat langit cerah dengan awan mencipta gradasi bagai gugusan “mega mendung” batik khas Cirebon. Saya keluarkan ponsel dari saku celana dan membidikkan ke arah langit. Klik… jadilah foto di atas. Pada lirik lagu “Pak Tua” Elpamas itu, tidak hanya ada kalimat “di luar banyak angin”, tetapi juga ada kalimat “memandang langit”. Asal mula saya dapat foto indah ini karena saya memandang langit yang begitu cerah. Rupanya langit tidak hanya cerah, tetapi memberikan p...

Pola yang Dibalik

Gambar
Gambar sekadar buat ilustrasi, pinjam pakai milik Qhomemart Tampaknya pola pengaturan air PAM yang dibalik dari sebelumnya hidup mulai subuh hingga siang menjadi mulai pukul 21:30 atau 22:00 hingga pukul 06:00 pagi, tujuannya agar warga lebih efisien menggunakan air. Itu adalah analisis saya. Mengapa demikian? Dengan hidup di malam hari praktis penggunaan air oleh warga tidak terlalu banyak kecuali yang dimanfaatkan untuk mencuci dan sebagainya, dianggap kewajaran. Pola yang dibalik atau apa pun namanya, bagi kami sejauh ini tidak masalah. Memiliki dua tandon air, kami bisa tetap beraktivitas (cuci dan sebagainya) siang hari dengan memanfaatkan persediaan air yang ada. Disaat air PAM hidup malam hari, air yang terpakai di siang hari diganti. Tandon yang berkurang kembali ditambah isinya. Intinya, pekerjaan tetap berjalan sebagaimana biasanya, ketersediaan air juga stabil. Dan, anggapan ekspektasi yang dibikin kacau oleh jadwal air PAM yang dibalik waktu hidup/matinya ini, hanya...

Kacau

Gambar
Ilustrasi gambar: Wahana News Post terdahulu, "Ke Arah Normal" dan "Begadang Air" bikin kacau ekspektasi. Saya pikir semula, dengan berfungsinya reservoir air PAM di depan SMA 14 itu, air ledeng ke rumah warga sudah bisa mengalir 24 jam nonstop, tetapi rupanya malah dibikin begadang ngurus air yang mengalir pada malam hari. Seharusnya hari Rabu ini tadi, air ledeng kena jadwal giliran hidup, tetapi faktanya mati. Mungkin karena Selasa malam hidup sampai pagi. Padahal, warga lebih butuh hidup di siang hari karena aktivitas nyuci dan sebagainya umumnya dikerjakan siang hari. Air hidup di malam hari itu tidak begitu dibutuhkan. Rabu malam ini air PAM kembali hidup, sama seperti Selasa malam kemarin. Tandon yang hanya terpakai sedikit sudah kembali dipenuhi. Menggantung tanya, apakah Kamis besok pagi air mati seperti pagi tadi atau terus mengalir hingga siang atau sore? Belum jelas. Kalau mati seperti hari ini, betul-betul kacau. Kacau dalam arti waktu yang terbalik. S...

Begadang Air

Gambar
Image Source: Portal Barisan Depan Air PAM dari reservoir di depan SMA 14 yang malam tadi dialirkan pukul 22:58 yang sebelum-sebelumnya hanya sebentar, rupanya mengalir hingga pagi tadi. Tetapi, berhubung jadwalnya hari ini mati, maka pkl. 05:40 tadi berhenti mengalir. Tentu beruntung orang yang malam tadi begadang menampung banyak air. Begadang urusan air sama penting dengan urusan jaga siskamling di pos ronda. Urusan air diselesaikan secara pribadi sedangkan ronda dikerjakan kolektif. Dahulu zaman susah air kami empat rumah sepakat patungan beli selang 60 meter, saat air hidup nyelang dari meteran rumah tetangga secara bergantian. Selang pun jadi barang pinjaman tetangga yang lain. Sialnya, ada oknum di antara mereka main potong selang sehingga panjangnya jadi berkurang banyak. Dari 60 meter saking yang pinjam oknum semua, tak pelak ujungnya yang tersisa kini 20 meter. Sebab si peminjam seperti tidak puas kalau tidak memotong. Syukur zaman susah itu sudah berlalu, tidak perlu selang ...

Ke Arah Normal

Gambar
Image Source: Muscat Daily Malam kemarin, air PAM mengalir pada pukul 23:30, malam ini ternyata lebih cepat. Suara cucuran air terdengar pukul 22:58. Saya tadi tidur pukul 21:30. Mendengar suara air, bangun. Semenjak reservoir di depan SMA 14 dapat pasokan air dari Bendungan Way Sekampung, air PAM berjalan ke arah normal. Sejak kembali hidup subuh Senin pagi, air baru mati pukul 15:00, dan malam ini kembali hidup barangkali nanti hingga setengah jam kemudian kembali mati. Entah besok pagi subuh apakah air hidup atau tidak. Jika seperti biasa, maka besok adalah jadwal giliran mati. Makanya perlu nampung sebanyak-banyaknya. Semua tampungan air sudah penuh, saya akan lanjut tidur yang terganggu cucuran air. Semoga saja benar, aliran PAM ke rumah warga berjalan ke arah normal.

Reservoir Berfungsi

Gambar
Ilustrasi bendungan atau water dam , image source: VectorStock Kemarin dini hari, tepatnya pukul 23:50, masuk pesan wasap ke ponsel istri dari sodare di RT sebelah, pengin memberitahukan kalau air PDAM mengalir. Lah, istri sudah tidur sehingga pagi subuh baru pesan dia baca. Kemarin PDAM di area rumah kami kebetulan jadwal giliran mati, tetapi saat hidup pada hari sebelumnya, kami sudah menampung banyak air, tandon penuh sehingga cukup aman dan tidak bakal kekurangan air. Malam ini saya mencoba memastikan apakah air PDAM kembali dialirkan. Dan, ternyata benar. Saya yang baru saja hendak berangkat tidur, mendengar suara cucuran air di bak kamar mandi, sontak mengurungkan tidur. Saya bangkit lalu keluar kamar menuju kamar mandi, membesarkan bukaan keran agar bak cepat penuh. Membuka juga setopan keran pada pipa yang mengalir menuju tandon, mengisi penuh. Setengah jam beres. Dari pkl. 23:30 hingga 00:00, bak kamar mandi penuh, tandon penuh, dua ember besar serta satu jeriken juga...

Covid Baru

Gambar
Melintas di wall Instagram klinikholicare , sebuah klinik di BSD City, Tangerang Selatan, Kemenkes RI merilis info kasus Covid di Indonesia kembali meningkat. Hal itu menyikapi setelah Singapura dan Malaysia mengalami peningkatan kasus yang signifikan. Karena itu, Indoesia perlu mengambil tindakan antisipasi. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan banyak negara alami kenaikan kasus infeksi Corona rata-rata 35—40 kasus per hari. Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, kenaikan Covid di Indonesia disebabkan Subvarian Omicron XBB 1.5. Pada postingan blog tanggal 11/8/2023 telah saya tulis mengenai Covid varian Omicron EG 5.1 alias ‘Eris’ yang sudah masuk ke Indonesia sejak bulan Maret 2023 lalu. Nah, kalau sudah sejak Maret lalu masuk ke Indonesia, lantas pertanyaannya, mengapa di akhir tahun ini baru ramai ada pembahasan dan diminta kewaspadaannya? Perlu diingat ulang bahwa wabah penyakit aneh yang ...

Derita Sumur Tetangga

Gambar
image source: kata.web.id (kamus bahasa daerah lengkap) Mendengar adagium “di balik musibah ada hikmah” barangkali sudah lumrah. Namun, “di balik hikmah ada derita” barangkali terdengar aneh. Yang saya ingin ceritakan adalah di balik hikmah masjid membuat sumur bor, ada derita sumur-sumur tetangga seperti mengalami defisit air. Yah, “derita sumur tetangga.” Ada beberapa rumah warga yang berjarak begitu dekat dengan masjid yang mengalami hal demikian. Sumur mereka sumur galian, rasanya bukan hal yang mustahil kalau air di dalam sumurnya seperti berkurang karena saat disedot dengan jetpump, baru sebentar airnya sudah habis seperti sumur yang benar-benar kering. Sejak pengeboran di masjid dihentikan karena air sudah mengucur pada Selasa, 5 Desember 2023 lalu, airnya lalu dibiarkan mengucur sampai subuh tadi. Lebih dari 48 jam. Air tanah yang dikeluarkan nonstop itu barangkali yang jadi faktor sumur tetangga seperti mengalami defisit atau yang mereka akui kering. Wah, kalau benar sum...

Hidup Penuh Makna

Gambar
Ilustrasi foto dari Gramedia digital Pagi tadi untuk kali kedua air PDAM hanya mengalir setengah jam. Tandon air (tower) 1 meter kubik belum lagi sempat penuh, eh, PAM sudah mati. Beruntung ada tandon lain yang bisa dipakai menyelesaikan bilasan cucian. Sumur galian di samping rumah juga bagus. Hujan gerimis yang mulai turun pukul delapan, tidak mengganggu lalu lintas orang yang berangkat ke kantor dan anak-anak sekolah. Hujan tidak bertambah deras malah perlahan mengecil dan semburat sinar matahari menerpa bumi, panas bertahan hingga sore hari. Saya lihat andung , tetangga depan rumah menadahkan dua ember di bawah cucuran atap, maksudnya hendak menampung air hujan karena air PDAM hanya ‘hidup’ setengah jam, mungkin persediaan air di rumahnya mulai menipis. Cucunya mandi habis setengah bak. Anak bujang memang begitu. Sama halnya anak bujang ragil kami yang menunda-nunda mandi saat air PDAM mengalir. Ketika air PDAM sudah mati baru ia mandi, ia hidupkan keran air dari tandon untu...

Edited

Gambar
image source: chegos.pl Saya punya naskah yang 2742 kata atau 19000 karakter itu, saya kirim pada 4/11 pukul 22:42. Saya tunggu apa kata admin penyelenggara nulis bersama. Hampir satu bulan, saya pikir sudah tidak perlu lagi saya edit ulang karena admin penyelenggara adalah para editor. Eh, ternyata oh ternyata, saya diminta mengedit ulang. Tadi malam pukul 20:19 UZK mengirim pesan WA yang intinya meminta saya memendekkan tulisan menjadi hanya 700 kata atau 5000 karakter. Lah , piye , tho . Tak kiro sampeyan para admin penyelenggara cum editor yang akan mengeditnya sendiri. Yo , wes . Ngecik ’ i bala uji wong Palembang, laju bae saya mengedit ulang. Saya hidupkan laptop lalu membaca sekilas bagian yang bersesuaian dengan judul tulisan. Mulai delete kata demi kata dan kalimat yang tidak perlu bahkan paragraf yang tidak usah ada dong deh . Lumayan sulit mengepaskannya menjadi 5000 karakter. Alhasil bisa akan tetapi. Ujungnya jalan cerita jadi memendek. Setelah selesai, saya c...

Air Masjid

Gambar
Akhirnya masjid Ikhlas Al-Azhar memiliki sumber air yang mapan setelah mendapat bantuan donasi dari "Amanah Donatur DT Peduli" untuk membuat sumur bor. Dengan begitu, ketersediaan air akan terjamin. Pengeboran sudah dilakukan empat hari lalu. Setelah mencapai kedalaman 30 meter, sejak sebelum zuhur tadi air mengucur. Pengeboran dihentikan bila sudah bertemu sumber air yang ditandai keluar semburan. Hingga sore ini air dibiarkan mengucur. Saya tidak paham apa alasannya, mungkin supaya airnya jadi lancar dan tidak ngadat di kemudian hari. Percuma jadinya bila suatu saat nanti airnya tidak mengucur. Kata "teman jalan subuh" memang begitu aturan yang harus dijalankan. Sumur bor dibiarkan hidup paling tidak 12 jam atau satu hari-satu malam. Bila selama waktu itu air mengucur terus berarti "kuat". "Kuat" itu pengertiannya sumber air tanah di dalam galian bor memang besar sehingga bisa diandalkan buat hidup dan menghidupi atau meragati kebutuhan air wu...

Hujan Kepagian

Gambar
Kemacetan di U - Turn jalan menuju SMA 14 Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, pagi tadi. Sebenarnya masalah ini sudah saya publikasikan lho di blog ini tanggal 15/11 pada post - blog berjudul “Salah Maning” bahwa panjang naskah tulisan untuk antologi “Terkenang Kampung Halaman: Ingatan-Ingatan pada Tanah Kelahiran” yang benar maksimal 5000 karakter. Cilakanya, saya menangkapnya maksimal 5000 kata. Berhubung saat menulis naskah saya diganggu kantuk karena sudah larut malam, sehingga saya hentikan pada sekitar 1600 kata. Keesokan harinya kembali saya lanjutkan hingga selesai pada 2742 kata. Saya merasa tidak sanggup untuk memenuhi 5000 kata. Terlalu ruwet mengembalikan ingatan-ingatan di masa lalu. Saya merasa, hanya dengan 2742 kata saja, cerita yang saya tulis tentang sejumput ingatan atau kenangan pada Tanah Kelahiran sudah tercatat semua. Hampir tidak ada yang luput saya ceritakan, membuat saya puas dan merasa senang. Padahal, menurut ketentuan admin penyelenggara, jumlah ...

Cuko Perfecto

Gambar
Baru kali ini saya membuat cuka/kuah empék-empék yang rasanya pas. Perpaduan antara manis, asin, dan masam serta rasa pedasnya begitu tepat. Sempurna. Perfek pokoknya. Yang sudah-sudah mesti ada yang kurang, entah kurang asin, kurang gula, atau masam. Kalau pedasnya, cabai rawit sudah ada hitungannya. Khusus untuk mendapatkan rasa pedas yang "pasti-pas", saya selalu menghitung jumlah cabainya, mesti ganjil dan tangkainya jangan dibuang. Biarkan utuh. Kata ayah saya, biar perut tidak mules. Mitos atau fakta, tanya Feni Rose, deh. Tetapi, saya buktikan, setiap bikin sambal saya praktikkan, dan iya benar. Saya  gak pernah mules makan sambal bikin sendiri di rumah. Namun, ya, mules tetap bisa terjadi oleh sambal a la-a la geprek itu yang pedas pakai level. Inilah cuko perfecto yang berhasil saya buat dari panjangnya waktu melakukan praktik berulang dari kurang ini kurang itu hingga ketemu rasa yang pas.

Jam Antik

Gambar
Jam dinding antik ini mati dan terabaikan mengganti baterainya. Ketika habis magrib tadi saya coba ganti baterainya, oh ternyata tidak mau lagi kembali hidup. Suatu solusi biar bisa kembali hidup dan tetap setia menjadi penunjuk waktu, adalah mengganti mesin di tukang servis arloji. Dulu sudah pernah kami lakukan. Saya coba hitung berapa lama jam ini jadi penunjuk waktu bagi kami, 13 tahun dari tahun 2010 hingga 2023. Selama itu kami melihat senyum dikulumnya. Jam ini hasil pemberian tim suksesnya saat beliau akan mencalonkan diri jadi wali kota periode 2010--2015 berpasangan dengan MW Heru Sambodo. Di periode sebelumnya (2005--2010) ia adalah wakil walikota mendampingi Dr. Eddy Sutrisno, M.Pd. 2010 ia maju bersaing dengan Eddy Sutrisno (incumbent) . Sayangnya pasangan ini tidak terpilih. Kalah suara dari pasangan Herman HN & Thobroni Harun. Meski nggak terpilih, karier politik  nggak lantas meredup. Justru masih berkibar dengan menjadi Penjabat Bupati Kab. Pesisir Barat (22/...

Kendati

Gambar
  Sumber gambar: Lekture.ID "Kendatipun kami menyayanginya, tetapi Allah Swt. ternyata lebih sayang kepadanya," ujar perwakilan sahibul musibah menyampaikan kata sambutan. Saya tercenung. Bukan karena persoalan sayang menyayangi itu, melainkan pada penggunaan diksi "kendatipun" di dalam kalimat sambutan tadi itu. Saya merasa begitu jarang menjumpai kata kendati atau kendatipun pada buku atau koran yang saya baca. Yang kerap atau umum saya jumpai adalah kata meski/meskipun atau biar/biarpun. Wajar ketika tadi mendengarnya, saya tercenung dan mencoba mengingat-ingat kapan kali terakhir mendengarnya. Ceritanya, baru saja pulang dari tahlil nujuh-hari di RT sebelah. Kendatipun agak mengantuk, saya tetapkan niat memenuhi undangan yang diantarin Aulia, putri Pak RT sore tadi. Nah, kan, jadinya, saya ikut-ikutan menggunakan kata "kendatipun". Selain tercenung, kantuk saya dibuat hilang oleh siraman kopi panas. Selain dibuat tercenung oleh diksi "kendatipun...