Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Musim Tren Busana

Gambar
Sekadar ilustrasi, image source: Ameera - Republika Tadi siang ngantar istri memvermak mukena pada penjahit langganannya di lantai 2 Bambukuning Trade Center (BTC). Namanya mbak Nur. Dahulu ketika kali pertama menggunakan jasanya, dia masih buka usaha di kios darurat di jalan sisi kiri bangunan BTC (depan Toko Abang Adek). Setelah renovasi Pasar Smep selesai, para penjahit termasuk mbak Nur direlokasi ke lantai 2 BTC dan bangunan kios darurat dibongkar, jalan pun menjadi lapang dijadikan lahan parkir. Ketika masuk waktu zuhur, saya dan istri pamit ke masjid sementara mbak Nur merampungkan vermakan dua set mukena dan satu helai gaun. Kembali hendak naik ke lantai 2, kami berdua keliling sejenak di lantai 1 sekadar untuk menyapukan pandangan sekilas ke busana apa yang sedang dipajang di masa ini. Oh, pasca-musim haji biasanya musim orang menikah, maka yang dipajang dominan busana batik menggantikan baju koko dan gamis menjelang lebaran lalu. Fenomena pergantian tren busana yang dijua...

Jagain Jodoh Orang

Gambar
Ilustrasi, image source: vidio Ada aforisme begini, “Mending tukang parkir, jagain milik orang dapat dua ribu. Lah, kamu jagain jodoh orang dapat kenangan pilu.” Sebuah ungkapan satir, namun mengandung unsur pemikiran filofis atau refleksi kehidupan. Menggelitik bukan? Jalan subuh tadi tatkala melewati jalan yang ditutup buat hajatan, deretan bunga papan anggun terpajang. Saya menyapukan sekilas pandangan, pada satu bunga papan yang lumayan besar, terbaca; “Akhirnya, tujuh tahun nggak jagain jodoh orang.” Sayang gak bawa hape, jadi gak bisa jepret. Pikiran saya menafsirkan maknanya, bahwa kedua insan yang menikah menghabiskan waktu tujuh tahun mengadon asmara dengan dinamika berwarna-warni. Sungguh waktu yang tidak terbilang sebentar. Bunga papan yang ada tulisan seperti begitu biasanya dipersembahkan besti calon mempelai. Umumnya yang paling heboh adalah besti pengantin wanita yang sirkel pertemanannya begitu akrab, kompak, dan loyal. Pas ada yang menikah men- support . Bi...

Slilit Lansia

Gambar
Tusuk gigi (Bobo.ID - Grid.ID) Selagi menikmati pecel lele di sebelah kopi kenangan seberang McD, Superindo di depan mengerlingkan lelampu, jadi pengin nyamperin . Selesai makan kami mampir, belanja buah-buahan. Stok memang habis. Istri pilih buah kesemek, saya pilih jeruk mandarin wokam. Saya perhatikan struk belanja, harga jeruk mandarin di Superindo lebih miring ketimbang penjual pinggir jalan. Pembalikan fakta asumsi umumnya. Nemen , seperti judul lagu koplo, makan apa pun mesti jadi slilit di sela gigi saya. Bila makan jeruk mandarin wokam mending ada manis-manisnya. Sialnya, makan daun-daunan sayur pun ternyata akan menyelilit juga. Slilit Sang Kiai, seperti bukunya Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, mending. Enak dibaca. Lah, ini, slilit lansia, jadi keharusan menyingkirkannya setiap kali menyudahi makan. Kalau tidak, aduh, bikin ngenyut. Pernah bubar kondangan di Bagasraya, saya buru-buru ke parkiran buat mendongkel slilit karena rasa ngenyut bikin saya gelisah di tengah antrean ...

Willingness to Write

Gambar
Ilustrasi, dalam menulis dibutuhkan referensi Sebuah video masuk ke WAG yang saya jadi bagian di dalamnya. Video yang menyarankan agar jangan hanya berdiam di rumah, tetapi pergi keluar (ke mana kek ), ke rumah kawan bersilaturahim, mengobrol, berinteraksi agar tetap sehat. Jangan  rebahan , malas bergerak. Pergi bertamu ke rumah kawan, silaturahim, mengobrol niscaya pikiran menjadi fresh . Benar juga, bila hanya berdiam saja di rumah tentu lama kelamaan pikiran akan suntuk. Kesuntukan tidak ada obat selain berinteraksi dengan orang lain, kawan akrab lebih afdal. Ada lho orang yang merasa setelah bebas dari kesibukan bekerja, setelah pensiun saatnya istirahat panjang, maka berdiam di rumah lebih banyak dilakukan. Seminggu, sebulan, mungkin tidak ada pengaruh, mereka tetap enjoy saja. Tapi, setelah itu niscaya berdampak. Dampak psikologis atas tiadanya kesibukan, lama kelamaan muncul rasa jenuh dan tidak nyaman. Akhirnya, keluar rumah pun merasa “kesepian di tengah keramaian...

Mimpi, Menulis, dan Bacaan

Gambar
Ilustrasi, Buku LMCR 2013. Melanjutkan postingan kemarin, Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) pertama (2011) membuat para juri terkejut. Seperti diakui Agus R. Sarjono, salah satu dewan juri, saat kali pertama membaca dan menilai karya para peserta LMCR, ia terkejut: “Anak-anak remaja Indonesia ternyata dapat menulis dengan menarik, lincah, dan bahkan otentik,” ujarnya. Karena itu, beberapa juri sempat ragu, benarkah karya-karya tersebut ditulis oleh anak SMP/sederajat? “Jangan-jangan itu bukan karya mereka melainkan karya guru atau orang tua mereka. Keraguan semacam itu masuk akal, di tengah cukup seringnya kita mendengar berita tentang penjiplakan karya sastra termasuk karya ilmiah,” lanjut Agus. Agus R. Sarjono tidak heran pada keraguan teman-teman jurinya. Jangankan anak remaja, di kalangan perguruan tinggi pun penjiplakan ( plagiarism ) dilakukan segelintir mahasiswa bahkan dosen yang mengajar mereka. Namun, dengan segera baik Agus maupun juri lain dapat merasakan, sebuah cerit...

Andaipun Bukan Juara

Gambar
Dua buku bergizi Bagaimana sih agar bisa menulis? Pertanyaan seperti itu acap terlontar dari mereka yang menganggap dirinya tidak bisa menulis. Padahal, bisa saja dalam dirinya terendap potensi untuk jadi seorang penulis. Kuncinya, mau mengeluarkan potensi yang terendap itu dengan menggalinya, dengan cara mencoba. Atas pertanyaan seperti di atas, tidak ada jawaban yang tepat benar. Satu-satunya cara untuk jadi penulis, ya, menulislah. Tulis saja, tentang apa saja. Intinya, melakukan, jangan hanya berhenti di pertanyaan kok bisa, ya, seseorang itu bisa menulis dan tulisannya enak dibaca. Jangan berhenti di keinginan. Kemarin beberes buku-buku yang sewaktu mau hajatan bulan Januari lalu disingkirkan di rumah sebelah, tak menduga ternyata ada buku “15 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) 2012” dan “13 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) 2012” yang isinya memantik kekaguman saya. Disaat mengikuti lomba menulis itu mereka masih SD dan SMP atau rata-rata ber...

Melangitkan Doa

Gambar
Ada penampakan kacang dan jagung rebus. Berita duka berpulangnya seorang ibu tiga hari lalu dan ajakan melayat via WhatsApp yang telat dibaca, malam ini kami diundang buat tahlilan niga-hari . Jemaah takziah sekalian di dalam dan di halaman takzim melangitkan untaian doa buat almarhumah memohon agar dia dilapang-terangkan kuburnya. Diampuni segala dosa, segala khilaf dan salah. Diterima amal salihnya, diganjar pahala serta ditempatkan di tempat terbaik di Sisi Allah SWT. Dikumpulkan bersama umat Nabi Muhammad SAW serta orang-orang mukmin yang husnul khatimah di Surga-Nya sesuai kadar keimanan dan ketakwaan. Memohonkan juga agar keluarga yang ditinggalkan dikuatkan iman mereka menerima Takdir Allah Yang Maha Kuasa. Dilimpahkan sabar dan tetap tawakal. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin.

Kuliner Kaki Lima

Gambar
Pengunjung angkringan antre menyodorkan menu pilihannya untuk dibakar/dipanggang. Rumah Makan Padang (Warung Padang) agak terseok menahan gempuran nasi ayam geprek gerobakan kaki-5 seharga 8 ribuan, kini datang serbuan Warung Tegal yang mulai mengepung di sekujur ruang publik Kota Bandar Lampung. Tak urung Rumah Makan Padang skala mini semakin terhuyung-huyung jadinya. Ini tidak berbicara tentang RM Padang skala besar yang tergolong berjejaring. Untuk mereka tentu bukan tandingan bagi ayam geprek 8 ribuan. Warung Tegal (warteg) berjenama Kharisma, Bahari, dan lainnya memang tersohor di mana-mana. Tidak hanya di daerah asalnya, tetapi juga di daerah lain seantero Nusantara. Apatah lagi di DKJ (Daerah Khusus Jakarta). Warteg digandrungi pelanggannya bukan lantaran banyaknya menu yang bisa dipilih saat makan, melainkan harganya yang ramah kantong rakyat. Harga merakyat itu strategi dagang pengusaha warteg di mana-mana. Yang sudah cukup lama menggerus eksistensi RM Padang atau seri...

Tanda Uzur Seseorang

Gambar
Angkringan Nyonyaa, ada live music, boleh request lagu atau ikut nyanyi. Jumlah umur banyakan saya, tapi ia menang banyak dalam hal jumlah uban. Begitulah kira-kira peribahasanya. Pagi tadi ketemu ia sedang mengecek pesanan kayu untuk tanda cungkup makam dan papan penapis pada liang lahad. Yang meninggal ibu kolega mereka sesama guru. Aneh, ia tidak memberitahukan hal itu kepada saya. Bila ia beritahu, tentulah saya sampaikan kabar duka itu kepada istri karena yang wafat itu ibu dari kawannya mengajar. Itulah salah satu tanda makin uzur umur seseorang, yaitu mulai teledor. Alpa akan hal yang mestinya sesuatu yang patut diceritakan. Tapi, itu tadi, tanda-tanda makin menua, mulai tidak fokus pada hal-hal yang urgensif. Alhasil saat pukul 08:06 teman istri tanya via WhatsApp  hendak melayat apa tidak, baru terbaca selang satu jam kemudian. Saya dan istri pun lekas berangkat ke rumah duka yang berjarak sekira 500 meteran dari rumah. Sampai di TKP saya panggil beliau, “Kok tadi ...

Kursi Roda Ibu Ani

Gambar
Kursi roda Ibu Ani dan kesetiaan Pak SBY menungguinya di rumah sakit. Bagaimana bisa melahirkan novel yang menceritakan perjuangan penyintas kanker seperti di buku “Seperti Roda Berputar” tanpa mengikuti proses dari mula hingga kini? Pertanyaan itu yang bersarang di pikiranku. Sewaktu mudik ke Pacitan 21 Mei hingga 3 Juni 2024, kami mengeksplor Museum dan Galeri SBY-ANI. Ada satu foto yang memperlihatkan kesetiaan Pak SBY menunggui Ibu Ani di National University Hospital Singapura. Foto Ibu Ani duduk di kursi roda sementara Pak SBY duduk di tepi hospital bed yang biasa Ibu Ani tiduri selama dirawat. Kaki Pak SBY menjuntai. Foto menggambarkan keduanya berhadap-hadapan sambil berbincang akrab. Saya sebenarnya penasaran, apakah Pak SBY menulis buku tentang masa-masa Ibu Ani dirawat hingga wafat. Seperti yang dilakukan Pak BJ Habibie, pasca-meninggalnya Ibu Ainun Habibie, Pak Habibie dilanda demam rindu. Guna memadamkan kerinduan kepada Ibu Ainun itu, Pak Habibie mulai menuangkan...

Jangan Sakit Deh

Gambar
“Jangan pernah sakit. Teruslah sehat dan berbahagia. Sakit itu sepi, menyakitkan, dan tentu saja mahal.” (Rusdi Mathari). Demikian terbaca di buku “Seperti Roda Berputar: Catatan di Rumah Sakit.” Buku merangkum catatan Rusdi Mathari yang menderita kanker saat-saat menjalani perawatan dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain. Sebenarnya Rusdi Mathari pengin menulis novel tentang sakit yang ia derita dan bagaimana ia mengupayakan kesembuhan dengan menjalani rangkaian pengobatan secara runtut tahap demi tahap. Dari rumah sakit satu ke rumah sakit lain silih berganti, ditangani dokter berbagai spesialis yang berkaitan dengan sakit kankernya. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Rusdi Mathari meninggal di Jumat pagi, 2 Maret 2018. Novel yang ceritanya ia bayangkan akan demikian kompleksitas sekaligus melankolis tidak terwujud. “Seperti Roda Berputar” hanyalah memuat sebagian catatan di rumah sakit yang sempat ia tulis dan terbit di Mojok.co. Pemerintah menghapus kelas 1,...

Rumah 60 Ribuan

Gambar
“Hanya dengan 60 ribu per hari.” Wow, rumah berkonsep kluster itu diiklankan dengan apik . Sekilas akan menarik minat calon konsumen. Begitulah strategi marketing dalam berdagang (memasarkan) produk apa pun wujudnya. Di TikTok berseliweran konten agen properti menawarkan rumah dengan range harga 300—500 juta. Properti yang mereka tawarkan tentu saja menyasar Gen Z yang gaji UMR-nya bakal disunat Tapera. Mampukah mereka? Ya kali kalau gajinya seukuran UMR Bekasi, bisa saja membuat pos tabungan perumahan. Lah kalau daerah yang UMR-nya kecil, piye ? UMR DKJ (Daerah Khusus Jakarta) saja masih agak bingung mengatur pos anggarannya. Alhasil, masa depan Gen Z dalam hal kebeli rumah penuh perjuangan. Kerja keras saja tidak cukup, dibutuhkan kerja cerdas. Harus dibarengi dengan mencari pekerjaan freelance yang serius tapi santai dan dapat cuan besar. Second job di luar job yang sifatnya mengikat seperti karyawan kantoran, nyatanya banyak dilakukan orang-orang dari berbagai profes...

UMR Disunat Tapera

Gambar
Curhat tetangga yang akan ganti plafon kamar karena mulai gripis setelah terpapar rembesan air dari atap yang bocor, ia belanja bahan habis 8 ratus ribu lebih. Sudah komplet dari kayu kasau, triplek, cat, paku, dan bahan penambal atap bocor. Di luar upah tukang. Sebenarnya yang perlu diteliti adalah sumber bocor itu baru kemudian plafon. Plafon gripis karena terkena air terus di kala musim hujan. Atap bocor adalah sebab sementara plafon gripis adalah akibat. Jadi, yang harusnya didiagnosa penyebab, bukanlah akibatnya. Setelah diketahui penyebabnya, itulah yang harus ditangani bukan mengobati plafon gripis sebagai akibat. Harusnya begitu SOP yang benar, tetapi seperti halnya dalam menyembuhkan suatu penyakit, yang diobati bukan penyebabnya, melainkan akibatnya. Yang saya tangkap dari curhat tetangga adalah besaran dana yang keluar buat beli bahan. Nah, bagaimana curhat Gen Z yang nggak kebeli rumah karena mahalnya harga rumah sementara gaji UMR. Sialnya, gaji UMR itu disunat Tapera. Su...

Hari Berbeda Tafsir

Gambar
Daging kurban yang baru dicacah dari sapi yang dipotong di masjid dekat rumah pagi tadi. Hari ini Iduladha atau idul kurban versi pemerintah. Di Mekah dan versi ormas-ormas lain di Indonesia telah dilaksanakan kemarin. Seperti halnya jemaah Tarikat Naksabandiyah di Aceh dan Tarikat Sattariyah di Sumatra Barat. Warga Muhammadiyah juga kemarin. Pemerintah (dan juga warga nahdiyin) selalu berbarengan baik berdasar perhitungan hilal maupun kalender Masehi. Pada kalender yang tergantung di dinding rumah, 10 Zulhijjah tercetak pada hari ini Senin (17/6). 8 dan 9 Zulhijjah hari Sabtu dan Minggu. Meski di Mekah sudah salat Id karena di Indonesia masih 9 Zulhijjah, saya berdua istri tetap saja puasa sunah Arafah. Nggak hanya Arafah, sekalian Tarwiyah pada 8 Zulhijjah. Hari berbeda tafsir atau hitungan, kurang lebih begitu saya mengartikannya. Tahun kemarin saya berkurban ikut kumpulan warga se-RT, tahun ini saya kurban lewat vendor kurban online . Satu ekor kambing yang sepenuhnya saya serahka...

Tentang Puasa Arafah

Gambar
'Kawan jalan subuh' meng- share video tentang puasa Arafah. Kata ustaz yang berceramah, "Puasa sunah Arafah disaat orang yang berhaji sudah selesai wukuf dan sudah salat Iduladha itu tidak sah. Jangankan mendapat ganjaran pahala malahan justru berdosa." Saya jawab, "Puasa Arafah itu bukan berdasar momentum wukuf, melainkan berdasar tanggal 9 Zulhijjah. Di Indonesia tanggal 9 Zulhijjah itu besok Minggu, tanggal 10 Zulhijjah Senin." Ia balik jawab dengan tampilan stiker bertuliskan, "Gitu, ya...?" Yang ceramah ustaz Fahmi al-Anjatani. Ia sampaikan kajian hukum puasa sunah Arafah itu di Masjid ABA Cirebon. Jika menilik kata Anjatan pada namanya dan tempat ia berceramah, maka bisa ditebak bahwa pak ustaz itu orang asli Anjatan, kabupaten Indramayu. Dari tahun ke tahun persoalan puasa sunah Arafah ini selalu muncul jadi perbalahan, memperdebatkannya di medos menguras energi, membakar kalori. Karena ada saja ustaz (baru) yang menjadikannya bahan ceramah...

Silent Killer

Gambar
Awan putih memayungi Gunung Betung di kejauhan, dilihat dari jendela RS Pertamina Bintang Amin. “Kaki bengkak merupakan kondisi yang dapat terjadi karena berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi, gangguan limfatik, ginjal, hati, hingga jantung.” Begitu yang saya baca di situs web siloamhospital.com (8/5/2024). Masih menurut situs di atas, “Kaki bengkak karena penyakit jantung terjadi karena darah tak dapat mengalir ke jantung dengan optimal sehingga terjadi penumpukan cairan pada kaki yang merupakan titik terendah tubuh.” Kaki bengkak itu yang terjadi pada imam masjid kami yang akhirnya beliau wafat dua pekan setelah Idulfitri 1444 H. Tanpa disadari, kaki bengkak adalah pertanda komplikasi  dari beberapa penyakit   dalam tubuh. Penyakit jantung merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dikategorikan silent killer . Perkembangan terakhir pembunuh nomor satu adalah penyakit stroke yang kian banyak dialami orang berusia produktif. Bengkak (edema) yang terjadi pa...

Tanah Makam Terbatas

Gambar
Makam kakak setelah direhab 31 Mei saat perjalanan dari Jogja ke Jakarta aku dan istri sempat mampir Cirebon buat silaturahim dengan keluarga abang dan berziarah sekalian ke almarhum kakak yang makamnya di bagian belakang terminal. Saat ditiliki ternyata makam hampir susah ditemukan. Cungkup di bagian kepala yang ada namanya sudah patah tinggal bagian kaki yang utuh. Karena itu, kami ambil opsi untuk merehab makam jadi baru sekalian. Tanah makam terbatas, itulah problem di perkotaan. Solusinya dengan cara menumpuk jenazah di satu pemakaman, tentu yang masih terkait keluarga dekat (suami dengan istri atau orang tua dengan anak). Akibatnya akan ada makam yang di atasnya ditanam plakat tanda lebih dari satu nama. Ada yang dua, tiga, bahkan empat plakat nama dari marmer hitam berukir tulisan nama berwarna putih atau kuning keemasan. Kata pengelola makam, makam kakak itu sudah ada rencana untuk dibongkar atau ditimpa dengan jasad baru. Alasannya, karena sudah lama nggak ditiliki oleh kelua...

Arti Sebuah Nama

Gambar
Di pemakaman komplek perumahan Jl. Untung Suropati saat kami memakamkan kerabat dua hari lalu, terbaca di tanda nisan (mirip) nama Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Mengapa saya katakan mirip? Karena nama presiden USA itu cara penulisannya seperti di atas sementara yang tertera di makam tertulis Jhon Kenedy. Jauh berbeda bukan? Ya, nama presiden USA penulisannya menurut cara orang sono sedangkan yang di makam cara orang sini. Tentang sejarah asal mula nama yang di makam itu, barangkali orang tua si pemilik nama di makam terinspirasi nama sang presiden negara Paman Sam. Berarti wawasan kesejarahannya terbilang luas. Artinya, ia tahu siapa John F. Kennedy. Apalah arti sebuah nama? Pernah mendengar ungkapan itu kan? Ya, apalah arti sebuah nama, kesannya seperti tidak begitu penting membuat nama dengan memikirkan makna. Tetapi, tidak sedikit orang tua saat merancang nama anaknya yang baru lahir meniru nama tokoh, artis, aktor, atau menggutak-gatukkan nama orang tua si jabang b...

Itulah Daya Ukur

Gambar
Bertambahnya usia bertambah lupa pula ingatan. Itulah daya ukur sebuah tanda-tanda uzur. Bukan pikun, melainkan sekadar tidak ingat. Beruntung facebook telah menjelma jadi sebuah 'otak' yang punya daya ingat kuat dan selalu mengingatkan para pengguna yang alpa. Facebook pencatat yang hebat. Apa pun yang pengguna catatkan kelak nanti suatu hari kembali akan diingatkan facebook bahwa mereka pernah mencatatkan itu. Sama seperti halnya aku mencatatkan hari pernikahan yang ke-30 tahun lalu, kembali diingatkan facebook tahun ini. Dan, tentu saja sudah bertambah bilangan menjadi ke-31 tahun. Sungguh aku lupa. Istri pun sepertinya sama. Maka, pagi pun berlalu hingga hari siang ketika membuka facebook aku menemukan catatan itu. Biasanya kami berdua duduk menikmati kopi dan kudapan, tetapi subuh tadi kantuk melanda, aku rebahan menina-bobokkan kantuk agar syetan yang menggoda pergi. Biasanya 1/2 juz habis magrib aku khatamkan habis subuh sehingga tunai one day one juz ngaji Qura...

Anugerah Terindah Itu

Gambar
Di pemakaman dilangitkan doa ke Haribaan-Nya, setelah jasad dipendam. Dari tanah kembali ke tanah. Itulah asal muasal diri manusia. Baru dua malam lalu hadir di acara haul kerabat, pagi tadi kabar duka tersampaikan via WhatsApp.  Lagi, ada kerabat berpulang. Faktor usia yang memang sudah sepuh . 84 tahun, masa hidup yang lumayan panjang. 84 tahun, jauh melampaui usia kanjeng Nabi Shallal-lahu 'alaihi wasallam yang cuman 63 tahun. Luar biasa banyaknya bonus usia (masa hidup) yang diperoleh beliau. Hampir tak pernah sakit yang tergolong serius. Orang tua yang lahir di tahun 1920an, jauh sebelum Indonesia merdeka, hidup di masa perjuangan meraih status terbebas dari penjajahan, ikut berjuang didera masa paceklik dan lain derita yang mencekam. Tetapi, justru membuat fisik mereka tangguh. Makan mereka benar-benar produk alam dari hasil tanam sendiri, terbebas dari bahan pengawet. Bumbu-bumbu juga murni dari tanam tumbuh di pekarangan rumah. Beras dari sawah yang diolah sendiri, sayur m...

Pekan 'yang-gak' Raya

Gambar
Ilustrasi, image source: Lampungpro.co Dar dor dar dor suara mercon di kejauhan, pikir aku ada apa gerangan. Rupanya malam ini penutupan Pekan Raya Lampung (PRL) di PKOR Way Halim. Konon --ini kata netizen di media sosial--, PRL sepi pengunjung lantaran 'nguras isi dompet' sebab tiket masuk mahal belum lagi parkir dan lain-lain nantinya. Tak berhenti di tiket masuk, di dalam juga ada banyak hal yang mesti dibayar. Soal warung makan tentu kan, ya, namanya juga ada modal yang dah dikeluarkan. Tetapi, harga makanannya 'di luar nurul' istilah mereka. Aku gak bisa menyimpulkan maksud 'di luar nurul' itu seperti apa. Seimbangkah antara rasa dan harganya?  Tidak bisa aku mengingat kapan tahun kali terakhir menonton perhelatan Pemerintah Provinsi Lampung itu. Saking lamanya aku nggak pernah lagi menonton. Karena itu, tidak bisa membandingkan secara spesifik perkembangan tahun ke tahun hingga perhelatan sekarang ini lebih maju, stagnan atau malah mundur. Jika sepi pen...

Tentang Sebuah Pelajaran

Gambar
Malam Minggu menghadiri haul suami ayunda sepupu yang berpulang 3 Juni 2023. Lumayan banyak undangan yang hadir, jiran tetangga, kerabat dari kampung halaman Kedondong, Depok, Jakarta, Tangerang, dan tentu saja keluarga dan kerabat dari para menantunya. Semua anak, mantu, dan cucunya kumpul. Tentu menambah ramai suasana rumahnya yang besar layaknya rumah pejabat warisan Orde Baru. Jabatan sebagai kepala kanwil mulai dari kabupaten dan naik ke provinsi yang dirintis mulai dari pegawai rendahan. Garis tangan, nasib, dan koneksi adalah tiga hal penting yang berpengaruh dalam meraih kedudukan di era pemerintahan Orde Baru. Memang korupsi tidak segila era sekarang, tetapi kolusi dan nepotisme begitu hebat. Siapa yang ingin kariernya maju kudu melu edan . Siapa yang pengin mulus jalan jadi abdinegara mesti mantap koneksi dan gratifikasi. Apalagi nepotisme, lebih membuka peluang. Era kini lebih brutal, diciptakan regulasi agar anak dan kerabat lebih lempang jalan menduduki kursi kekuasa...

Topi adalah Fashion

Gambar
Topi adalah  fashion  saya sehari-hari Kemarin sore bulan Zulkaidah berakhir berganti bulan Zulhijah. Maka, berakhir pula waktu untuk memotong kuku dan rambut bagi mereka yang ingin berqurban pada hari raya Iduladha (hari raya qurban) nanti. Habis Asar istri minta saya mengantar ke salon buat potong rambut sekalian dipikok, selesai jelang magrib. Kata pemilik salon, "Bapaknya itu juga biasa dipikok, ya, Bu?" Mungkin karena melihat rambut saya hitam. "Ah, nggak kok . Belum pernah ia semir-semir rambut, ubannya aja masih sedikit," jawab istri. Pernah juga teman di sekolahnya gumun  sambil geleng-geleng kepala karena melihat kumis saya masih hitam. Hal demikian membuat saya diam-diam memendam rasa tersanjung. Alhamdulillah meski kian menipis rambut saya gak perlu disemir-semir segala. Masih alami, natural. Uban satu satu hadir membersamai. Rambut cepat menipis itu, menurut tukang cukur karena sering pakai helm atau topi. Bisa jadi, topi adalah salah satu fashion yang...

Es Cincau Alpukat

Gambar
Blackout 1x24 jam gak bisa membuat es batu. Lalu, apa kabar penjual es? Gak ada yang jualan. Apa kabar pula gerai frozen? Produk-produk beku jadi mencair. Es cincau langganan yang libur terpaksa karena gak ada es batu, kemarin kembali jualan. Bubar jumatan tadi saya sambangi, segelas es cincau 'dirumahkan'. Segar sekali kerongkongan disiram es cincau alpukat di tengah terik matahari yang membawa nuansa gerah begini. Gak ada bosannya menyeruput es cincau ini. Ramadan yang lalu saban sore disambangi rela antre. Dahaga usai puasa seharian seketika lesap terendap hampir juga beku oleh dinginnya es batu yang diserut.

Mesin Cuci Bekerja

Gambar
Saat mati lampu dua hari, Mal Boemi Kedaton (MBK) dipenuhi pengunjung yang butuh men- charges  ponsel. Dengan sedikit was-was mesin cuci disuruh bekerja membereskan baju kotor yang selama dua hari ngumpet di koper sepulang habis healing ke Pacitan, Jogja, Cirebon, dan Jakarta. Takut jika saja di tengah mesin bekerja tiba-tiba listrik padam, maka amburadullah urusan meneruskan cucian secara manual seperti kembali ke zaman sebelum punya mesin cuci. Tetapi, Alhamdulillah sampai mesin berhenti bekerja, cucian beres tinggal menjemur di gantungan. Mestakung –semesta mendukung–, matahari menyala sempurna, cuaca terang. Gak hanya baju, tetapi sepatu yang menemani kami jalan juga dimandikan, daki dari debu jalanan dan noda terciprat air hujan langsung lenyap, wajah sepatu kembali glowing dan ayu. Gak hanya kami yang was-was lampu bakal mati lagi, di media sosial berseliweran tanda tanya, takut aktivitas terganggu, urusan yang berkaitan dengan listrik terhambat semua kan? Usah...