Kahanan
![]() |
Ilustrasi gambar milik apaitu.web.id |
Setelah tiga tahun nggak boleh mudik, pada libur Lebaran
1444 - H 2023 M, senyampang anak-anak bisa mudik, kami menindaklanjuti kehendak
dari dua hamba Allah Swt yang mohon direstui jalinan tali kasih (hubungan) mereka.
Sejak pertemuan keluarga akhir Syakban guna menyepakati kapan
Hari-H pelaksanaan engagement dan apa saja syarat rukun yang harus dipenuhi,
maka kami berdua istri mulai hunting di mana menemukan itu dan di mana
mencari ini.
Mulai dari wajik ketan, wajik dodol, cake, dan bucket
bunga. Beruntung banyak yang membantu dan merekomendasikan yang ini cari di situ dan
yang itu temukan di sini. Alhasil ayem tentrem ati setelah request bisa
dilayani dan dipenuhi.
Keterbatasan waktu untuk menyelesaikan semua kegiatan
secara bersama-sama dengan istri, maka siasatnya adalah dicicil mengerjakan per
item. Merakit parcel hantaran berisi perangkat minum bisa diselesaikan sebelum tiba Idulfitri.
Dua varian rasa cake diantar oleh pembuat di sore
hari terakhir puasa atau malam Lebaran. Karena jarak waktu dengan Hari-H masih
lama, terpaksa opname dahulu dalam lemari pendingin. Mending mengeras ketimbang jamuran.
Empat Loyang wajik dua varian diambil sore H-1. Tidak apa menginap satu malam berikut dua varian cake yang diambil pada siang H-1. Parcel buah pun siap di malam H-1 juga. Komplet dah semua barang bawaan yang jadi syarat rukun.
Saudara dan keponakan istri yang diajak ikut mengiringi, dihubungi ulang via WhatsApp. Semua bersedia untuk meramaikan. Ok, biar seru. Apalagi pasukan krucil yang lumayan banyak bisa terangkut dalam kendaraan keluarga.
Perihal berapa banyak bakal rombongan pengiring, sebelumnya terlebih dahulu telah dikonfirmasikan ke pihak calon besti, bahwa keponakan yang pulang dari Jakarta mau pada ikut. "Nggak apa-apa, biar rame," itu responnya.
Komentar
Posting Komentar