Space Ngabuburit
Bukit Dualapan alias bukit dupan. Begitulah orang menamai
bukit di atas SMPN 28 itu. Di belakang atau di balik bukit dupan itulah
perumahan mewah Spring Hill Estate berada, terlihat jelas bila dari atas bukit.
Jalan menanjak mulai (sedari) gerbang SMP hingga gerbang
Spring Hill, yang dua jalur itu dahulu tidak sama ketinggiannya. Jalan di jalur
yang tepat di kaki bukit dupan lebih tinggi dari jalur di sebelahnya.
Dahulu, ketika bulan Ramadan, jalan yang lebih tinggi itu
menjadi space ngabuburit. Orang kumpul raméan, nongki,
ngobrol, selfi menunggu senja ’kan tiba, lalu pulang ke rumah menikmati
kudapan buka puasa.
Sejak ketinggian jalan dua jalur di kaki bukit itu sama
rendah, terasa sulit untuk naik ke atas bukit dupan. Aksesnya berupa jalan
setapak yang biasa dilalui hilang ditelan semak belukar. Orang ogah
naik.
Kemarin ada aktivitas membersihkan semak belukar dan
rerumputan di pinggang bukit. Setelah dicukur rerumputannya (seperti foto),
wajah bukit dupan sedikit bersih. Naik ke atas akan terasa mudah.
Bersihnya rerumputan, menampakkan bukit dupan seperti
seorang lelaki yang tadinya bercambang kemudian dicukur. Di atas bukit berdiri
dua bangunan gedung, entah apa. Satu kinclong, satu mangkrak.
Sejak ketinggian jalan sama rendah dan bukit dupan menyemak, tak ada lagi orang nongki ngabuburit di sana. Entah Ramadan tahun duaribu berapa orang ngabuburit terakhir di tempat yang nyelenéh itu.
Komentar
Posting Komentar