Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Space Ngabuburit

Gambar
Bukit Dupan, jalan yang bersisian persis dengan bukit, dahulu ketinggiannya sejajar dengan talud di kaki bukit itu. Setelah dipapras ekskavator, menjadi sejajar dengan jalan di jalur sebelahnya. (foto koleksi pribadi) Bukit Dualapan alias bukit dupan. Begitulah orang menamai bukit di atas SMPN 28 itu. Di belakang atau di balik bukit dupan itulah perumahan mewah Spring Hill Estate berada, terlihat jelas bila dari atas bukit. Jalan menanjak mulai (sedari) gerbang SMP hingga gerbang Spring Hill, yang dua jalur itu dahulu tidak sama ketinggiannya. Jalan di jalur yang tepat di kaki bukit dupan lebih tinggi dari jalur di sebelahnya. Dahulu, ketika bulan Ramadan, jalan yang lebih tinggi itu menjadi space ngabuburit . Orang kumpul raméan , nongki , ngobrol , selfi menunggu senja ’kan tiba, lalu pulang ke rumah menikmati kudapan buka puasa. Sejak ketinggian jalan dua jalur di kaki bukit itu sama rendah, terasa sulit untuk naik ke atas bukit dupan. Aksesnya berupa jalan setapak yang biasa dilal...

Sertifikat Digital

Gambar
Setelah menunggu 11 hari, akhirnya kuterima juga kiriman sertifikat seminar ”Direktori Literasi Bahasa dan Aksara Daerah di Indonesia untuk Media Digital”  oleh Yayasan Budaya Nusantara Digital (YBND)  di Balé Rumawat, Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (16/3/2023). Dikirim via WhatsApp oleh panitia seminar. WhatsApp oleh – dari pp, menunjukkan dia seorang wanita. Kalau di Tanah Pasundan tentu dipanggil dengan sebutan Tétéh , kalau di Tanah Jawa dipanggil dengan sebutan Mbak . Di lain daerah memiliki sebutan khas budayanya masing-masing. Pesan WhatsApp masuk pukul 13:36, langsung saya baca dan mengetik balasan. Pukul 13:39 balasan terkirim. Tidak banyak yang saya ketik, hanya mengucapkan terima kasih sudah menaja acara yang kerén. Salam literasi, Haturnuhun . Sertifikat bisa diunduh melalui tautan link yang dikirim. Ikutan acara seminar begitu mudah. Meski diadakan di tempat yang jauh, bukan suatu halangan. Kalaupun tidak bisa hadir secara langsung ( luring )  di...

Bukber Aja, Asyik Aja

Gambar
Setelah dikecam keras oleh Yusril Ihza Mahendra, yang mengkhawatirkan Presiden Jokowi dicap sebagai antiislam, Jokowi pun meluruskan larangan buka bersama yang semula ia tidak perbolehkan. Tadinya, Jokowi mengeluarkan pernyataan melarang mengadakan kegiatan buka bersama pada bulan Ramadan. Sontak larangan Jokowi tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat. Disindir di medsos. Bahkan, ada yang mengaitkannya dengan pesta pernikahan anaknya Kaesang, beberapa waktu lalu di Solo. Pesta yang digelar secara mewah wah dengan undangan 3000 orang dari berbagai kalangan. Ya, pesta yang ketua panitianya Erick Thohir dibantu beberapa menteri dan pejabat lainnya, dihadiri berbagai kalangan. Para pejabat, menteri, umum, selebritis, dan warga kota Surakarta, tumpah ruah. Barangkali merasa tersindir dan tak enak hati, Jokowi meralat penyataannya. Larangan buka bersama ( bukber ) hanya ditujukan kepada ASN, pejabat kementerian, dan lembaga negara lainnya. Sementara masyarakat umum diperbolehkan meng...

Bahasa Lampung Angel

Gambar
M. Hafiz Alhayyun murid SDN 3 Margodadi, Ambarawa, Pringsewu berhasil mengukir prestasi sebagai juara 1 lomba baca puisi bahasa Lampung dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Yang menarik, Hafiz adalah bukan dari etnis Lampung, melainkan dari etnis Jawa. Dari 42 orang murid SDN 3 Margodadi, hampir semua yang dijaring untuk diikutkan lomba ini, pernyataan pertama yang mereka katakan, adalah merasakan pelafalan bahasa Lampung itu sulit. “Bahasa Lampung itu angel , Pak,” kilah mereka kepada Riki Ardi, guru pembimbing lomba. Tetapi, alhamduliilah Hafiz bisa menjungkirbalikkan fakta angel . Kenyataannya, Hafiz bisa meraih juara 1. Guru yang membimbingnya, Riki Ardi, meluapkan kegembiraannya atas prestasi yang dicapai anak didiknya tersebut pada laman fesbuk “Komunitas Penulis Puisi (Berbagi & Saling Belajar Membuat Puisi).” Riki Ardi menekankan pesan agar Hafiz tetap rendah hati dan terus giat belajar meningkatkan kemampuan agar lebih menguasai pelafalan bahasa Lampung...

Hujan Kepagian

Gambar
Sepagi ini hujan sudah bangun, mendahului bangunnya orang-orang yang hendak sahur Kubuka pintu, menyapa. Kusambut ramah, sebab ia tamu bagiku. Kuucapkan selamat datang Saya hanya numpang lewat, sahutnya sambil berlalu gegas dan lekas. Langkahnya deras Baiklah, jawabku. Selamat jalan, baik-baik di jalan. Jangan kaubuat orang bertambah susah Hidup orang kini kian susah, harga sembako naik sejak sebelum puasa datang, sebelum kau tiba Bila tak ada banjir kautinggalkan, orang bersyukur. Bila kaujadikan banjir, kaumenyusahkan Saya hanya membasuh jalan agar orang berangkat subuh ke masjid jadi semangat, kelitnya Saya juga pandai membawa diri, hanya ingin agar orang lebih lekas bangun ke kamar mandi Membasuh muka, tangan hingga siku. Mengusap ubun dan telinga, menyudahinya membasahi kaki Didirikannya salat malam. Tegakkan takwa seperti tegaknya tubuhku dari langit ke tanah ini Baiklah, terima kasih atas siraman kasihmu. Saya masuk, ya. Hendak berdiri menghadap-Nya Makan sahur, sesudahnya. Bers...

Ujian Puasa

Gambar
Peristiwa #1 Setiap Ramadan tiba, masjid kami mengadakan doa bersama bakda magrib. Masing-masing KK diminta membawa dua kotak (besek) nasi ke masjid. Setelah doa menyambut bulan Ramadan selesai diaamiinkan, nasi dibagikan kepada jemaah. Semua rata kebagian dari yang dewasa hingga anak-anak, lelaki dan perempuan. Tidak mau repot-repot masak di dapur, saya beli saja dua kotak nasi di Rumah Makan Padang. Kemarin kebetulan istri ikut, dia yang mengorder pesanan ke kasir. Di sana kondisi ramai, mungkin dengan kepentingan yang sama seperti kami, perlu membawa nasi ke masjid. Seorang ibu duduk menunggu pesanannya pada bangku di hadapan kami. Ndilalah , tak lama menunggu, juru layan menyodorkan dua kotak nasi pesanan kami. Kontan saja si ibu di hadapan protes. “Kan, duluan saya,” sergah dia. Si pelayan kikuk dibuatnya, menarik mundur dua kotak nasi yang telanjur disodorkannya kepada istri saya. Saya lihatin saja si ibu itu. Dalam batin, ini orang protestan eh... protesan, ding . Orang...

21-03, 21:03

Gambar
Ilustrasi, gambar milik portaluang.com Kemarin pukul 14 +, sesuai janji via WhatsApp sebelumnya, terkabullah hajat bertemu calon besti . Ini menindaklanjuti pertemuan secara kebetulan yang disengaja pada tanggal 14 Januari silam. Ceritanya sudah dipos di blog ini, bisa dilacak pada postingan bertitimangsa 15 Januari 2023. Ya, kemarin bertitimangsa 21 Maret atau 21-03. Maka, postingan kali ini sengaja diberi judul 21-03 sebagai prasasti sejarah. Sedang 21:03 adalah penanda waktu cerita ini diposkan. Orang yang biasa berkutat di dunia seni selalu saja mengaitkan sesuatu (apa pun) dengan seni. Bukankah nyeni kalau judul tulisan dibuat dalam bentuk angka. Apalagi kalau ada kaitannya dengan asbabun nuzul terjadinya suatu peristiwa yang sakral. Di samping nyeni, judul dalam wujud deretan angka begitu, menegaskan kelayakannya untuk jadi landasan pijak penulisan cerita. Sahdan, pertemuan kedua ini memang benar-benar ada unsur kesengajaan, sudah janjian via WhatsApp dahulu. Bukan kebetulan ...

BKP 22 Tahun

Gambar
Deretan bunga papan ucapan selamat HUT ke-22 Kelurahan Kemiling Permai, Minggu, 19 Maret 2022. (foto: zy) Angka kembar bertengger di bunga papan yang berjejer di tepi jalan jalur dua perumnas Bukit Kemiling Permai, Minggu, 19/3/2023. Tepatnya di seberang kantor kelurahan. Kemarin ada terop bernuansa putih terpasang di sana. Ulang tahun ke-22 kelurahan Kemiling Permai diperingati. Wah, BKP sudah 22 tahun usianya. Selamat, deh… panjang umur kan kudoakan. Panjang umurnya serta mulia. Waktu rasanya bergulir begitu cepat, tak terasa sudah 22 tahun saja bermukim di sini. Dari anak-anak masih kecil, masuk TK dan seterusnya, lalu tamat. Kini mereka di perantauan. Dahulu, awal masuk masih sepi. Kali pertama menempati rumah masih pake ublik. Daftar pasang listrik dan ledeng, bertahap renovasi, sedikit-sedikit, sekuat dan semampunya keuangan. Transportasi andalan cuman ojek, bila tidak ada sesekali jalan kaki. Kemudian disambung angkot dari KNPI. Dahulu, apabila warga perumahan naik angkot dari K...

“Menertawakan Diri Sendiri”

Gambar
Tadi malam saya nonton #CLOSTHEDOOR. Podcaster Deddy Corbuzier menghadirkan tamu Arie Kriting dan Mamat Alkatiri. Mereka bertiga membincangkan bahasa daerah. Bermandikan derai tawa. Arie Kriting benar, bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki bahasa daerah terbanyak nomor dua setelah Papua Nugini, dengan jumlah 718 bahasa. Dan, Deddy Corbuzier mengaku baru tahu tentang itu. Mendengar pengakuannya, tawa saya berderai. Yang mereka bertiga bincangkan di  podcast  berjudul TERTEKAN!! – yang tayang Jumat siang, itu relate dengan hari Bahasa Ibu Internasional (21 Februari) yang belum lama kita peringati. Membincang bahasa daerah tentu terkait dengan seni budayanya juga. Ada tari, lagu, sastra, dan ritual adat yang pada sebagian daerah tetap dirawat. Namun, tidak sedikit pula yang sudah mulai ditinggalkan. Pemicunya karena minimnya generasi penerus yang peduli. Daerah mana yang bahasa dan seni budaya (tari dan lagu)nya masih lestari? Yang paling menonjol tentu Jawa ...

MyRepublic

Gambar
Banner MyRepublic di tiang telepon. Tambah satu lagi provider internet. (foto koleksi pribadi) Jalan pagi usai subuh tadi menemukan banner MyRepublic di tiang telepon. Ah, datang juga dia di kota Tapis Berseri, membuntuti provider yang telah lama mendahului masuk ke lintasan balap, bersaing menyediakan jasa internet cepat. Pada banner tertulis “kami segera hadir di sini.” Artinya, MyRepublic baru mau dipasarkan. Dengan menemukan banner-nya di tiang telepon atau pohon, saya tahu kalau ada provider baru, selain IndiHome yang terpasang di rumah. Sejauh saya temukan banner-nya, ada 10 provider internet yang hadir di Lampung, yaitu IndiHome, FazNet, Nusanet, Zitline, GasNet, Rack, Biznet, iCONNET, gifihome, MegaFiber. Ditambah MyRepublic menjadi 11. Atau lebih barangkali. Tiang telepon, listrik, dan pepohonan di pinggir jalan media promosi gratis barang dan jasa apa pun. Lihatlah pada tiang listrik atau telepon, ada berapa banyak nomor kontak jasa sedot WC ditempelkan. Mereka menciptaka...

Laman Wéb Bahasa Daerah

Gambar
“Kekuatan bahasa di éra digital tidak diukur oléh jumlah penutur, melainkan seberapa besar bahasa tersebut hadir di internét. Bahasa daérah kita sangat lemah dalam hal ini. Misalnya, meskipun penutur bahasa Jawa lebih dari 80 juta dan Sunda lebih dari 30 juta, jumlah laman wéb yang menggunakan bahasa tersebut masih jauh di bawah bahasa Slovenia yang penuturnya ”cuma” 2,5 jutaan. Itulah barangkali yang penting dibahas dalam seminar ini.”  —picuki.com ( https://www.picuki.com/tag/merajutIndonesia )—  Dan seminar bertema “Direktori Literasi Bahasa dan Aksara Daerah di Indonesia untuk Media Digital” telah sukses diselenggarakan di Balé Rumawat Universitas Padjadjaran, Bandung, hari ini Kamis, 16 Maret 2023 mulai pukul 08:00 selesai pukul 16:00 WIB. Seminar dibagi dua sesi, sesi 1 mulai pukul 08:30 selesai pukul 12:00 dan sesi 2 mulai pukul 13:00 selesai pukul 16:00. Masing-masing sesi menampilkan 4 narasumber dipandu seorang moderator. Molly Prabawaty –Asisten Deputi Liter...

Senang Walau Ragu

Gambar
Tadi pagi saat sedang menyerahkan sampah dari dapur ke petugas sokli, notif WhatsApp berdenting pertanda ada pesan masuk. Ah, paling pesan masuk di WAG warga RT 12 yang anggotanya paling rajin mem- forward video aneh-aneh. Setelah saya buka dan baca, maksud pesan menyampaikan undangan kepada saya sebagai pemenang hadiah sastera Rancagé bahasa Lampung, untuk menghadiri seminar nasional melalui daring. Senang, namun ragu. Ini benar gak. Karena agak ragu, pesan tidak langsung saya balas, saya butuh sedikit waktu untuk mencerna dan memikirkan kebenarannya. Si pengirim tidak memperkenalkan diri terlebih dahulu. Foto profil kosong. Bagaimana tidak ragu. Ternyata tidak hanya sedikit waktu. Pesan masuk pukul 09:34, baru saya balas pukul 10:36 atau satu jam kemudian. Telah banyak modus penipuan mengirim undangan nikah digital diselipi aplikasi yang bila kita buka akan berbahaya. Apa bahayanya? Undangan yang tidak menampilkan rincian undangan, tetapi mengarahkan kita ke satu aplikasi de...

Tersesatlah Awak

Gambar
Satu-satunya tonggak penanda, yang saya fasih mengingatnya adalah cucian mobil Gading Putih. Ketika penanda itu sudah hilang, tersesatlah awak. Saya santai saja menyetir sambil memperhatikan di mana posisi cucian mobil itu. Yang saya perhatikan patokannya, ada Tugu Gading Putih. Cuma itu. Jalan By Pass Sukarno-Hatta yang menurut peraturan sempadan jalan untuk bangunan adalah 25 meter, nyatanya banyak bangunan melanggar. Tidak terasa saya hampir sampai SMP Negeri 19, berseberangan dengan SPBU By Pass Way Halim. Wah, sudah lewat terlampau jauh ini. Piye tho. Saya berhenti, menelepon kawan yang juga dapat undangan, menanyakan posisi cucian mobil dan kasih info posisi saya. "Kelewat jauh, Mas," katanya. Ia kasih ancer-ancer dan menyuruh putar balik arah Rajabasa. Saya ikuti saran dan arahan darinya. Mencermati kembali penanda, jalan pelan-pelan. Setelah putar balik, sampai depan kantor kecamatan Kedaton, baru ketahuan ternyata ada janur kuning melengkung di mulut jalan masuk arah...