Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Empat Musim Menunggu

Gambar
doodle google 29/2/2024 Sebagaimana buah durian, duku, manggis, dan lain-lain yang sedang musim saat ini. Datangnya tahun kabisat disambut riang oleh orang yang lahir tanggal 29 Februari. Pasalnya, mereka berulang tahun empat tahun sekali atau sekali dalam empat tahun. Ahay... Adik sepupu saya di Jogja lahir tanggal 28 Februari. Jadi, secara kebetulan barangkali ia lahir di tanggal itu. Andai mundur sehari tentu jatuh di tanggal 29, tentu juga ia ulang tahun sekali dalam empat tahun. Betapa lama menunggu momen menyenangkan itu. Musim buah tersebut di atas, memang disambut riang. Saking banjir di mana-mana ada lapak penjual buah tersebut membuat persaingan harga ketat. Tetapi, mematok harga duku dan manggis Rp10K per kilogram, buah cepat laku dan tidak sampai busuk. Agak ngeri -n geri sedap bisnis buah di masa musim panen. Buah lagi banjir-banjirnya, calon pembeli tidak perlu jauh-jauh ke pasar, penjual ada di pinggir jalan sekitar tempat tinggalnya. Kalaupun harganya agak tinggi, ...

Wake up Call

Gambar
ss video music Maroon 5 - Wake Up Call Usai musim kemarau, masuk musim penghujan, akan ada bencana banjir, tanah longsor, puting beliung. Ketiga bencana tersebut dikategorikan bencana hidrometeorologi (bencana faktor cuaca). Banjir di sebagian wilayah kota Bandar Lampung (Minggu, 25/2) dan puting beliung di Rancaekek, Jatinangor, Bandung (Kamis, 22/2) adalah contoh kecil dari bencana yang luput dari kewaspadaan. Mestinya begitu musim penghujan tiba, mitigasi bencana harus dilakukan. Manusia kadang egois terhadap alam, memandang alam hanya sebatas untuk kegunaan bagi kepentingan hidup manusia. Banjir akibat curah hujan yang tinggi dan puting beliung terbentuk dari awan cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya puting beliung, tergantung labilitas atmosfernya. Copernicus Climate Change Service (C3S) Uni Eropa mencatat tahun 2023 (selama 12 bulan berturut-turut) bumi telah mengalami suhu lebih panas 1,5 o Celsius dibandingkan era pra industri 1850-1900. H...

36 Cerita Berselera

Gambar
Inilah buku "Terkenang Kampung Halaman, Ingatan-Ingatan pada Tanah Kelahiran". Kolaborasi 36 penulis. (foto: dokumen Penerbit Sijado Institute) Sepertinya hobi baca saya akan menemukan ransum baru ketika membaca buku ini esok lusa. Kenapa esok lusa? Karena bukunya belum sampai ke rumah. Masih ditunggu kedatangannya via kurir ekspedisi. Minggu malam lalu, editornya Airin Airi. Nama baru ini. Siapakah dia? Adalah yang kenal rupa kan.  Dah , ah , siapa pun dia, kabar via WAG bahwa buku sudah datang dari percetakan amatlah menyenangkan. Dikatakannya, paket buku ini sempat nyasar ke Palembang segala . Ya, mungkin pengin belanja oleh-oleh di Pempek Candy, Bukit Kecik atau Palembang Lamonde. Atau ekspedisinya pengin bikin drama. Ekspedisi –beberapa jenama–, memang ada kalanya bikin hati dag-dig-dug menunggu kiriman kok nggak nyampe - nyampe . Ketika cek melalui aplikasi mereka, terpantau di mana posisi paket, nyasar atau tidak. Buku ini seperti yang sudah saya tulis di pos...

Semula Hanyalah Kata

Gambar
photo by zabidi yakub Semula Hanyalah Kata Puisi Zabidi Yakub tunas-tunas hujan yang tumbuh dari doa petani niatnya hanya untuk menghadiahkan butir embun di pucuk kemangi tanpa disadarinya hujan ternyata berbuah lebat dia kekurangan tenaga memanennya buah hujan rontok berserakan berguliran ke mana-mana ke dasar jurang, kali yang setia menerima ke ladang tetangga, menghardik gulma   bahkan ke kota, rantauan anak gadisnya menjelma air bah menggenangi jalan menenggelamkan rumah kost anaknya gadis itu terjebak empat jam dalam diam ke arah foto bapaknya di dinding dia menatap untuk menitip rasa kangen ingin dia seduh secangkir kopi untuk bapaknya yang giat bekerja di ladang warisan kakek neneknya tapi, di kamar kos hanya air menggenang pada air yang menggenangi kamarnya air apa yang bisa dia seduh lalu suguhkan sepatu yang luput dia singkirkan mengapung, menambah berat laranya di ladang warisan bapaknya menuai apa yang menghidupi di laman pencarian a...

Fungsi Bansos

Gambar
Warga korban banjir di Perumahan Nunyai, kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung membersihkan sofa sehabis terendam banjir, Sabtu (24/2/2024) malam. Foto: Kompas/Vina Oktavia Innalillahi wainna ilaihi roji ’ un . Hujan deras sedari pukul 4 sore kemarin mengirim air bah ke beberapa permukiman warga di beberapa kecamatan kota Bandar Lampung. Akibatnya rumah-rumah penduduk seperti kungkum di kolam renang. Sejak lama daerah-daerah yang lebih rendah posisinya mudah sekali tenggelam bila hujan deras berjam-jam. Tengoklah Jakarta, daerah yang lebih rendah dan dekat bantaran kali Ciliwung, lebih menderita daripada daerah yang lebih tinggi. Banjir ini salah satu bencana yang kerap melanda Jakarta selain kebakaran. Salah satu keadaan darurat yang membutuhkan penanganan serius selain sekadar mengamankan di penampungan sementara dan memenuhi kebutuhan pokoknya. Banjir adalah akibat dan menampung serta menjamin ransum pengungsi adalah penanganan yang sifatnya darurat dan sementara. Yang lebih di...

Zonk Semua

Gambar
Ilustrasi, image source:  https://depositphotos.com/ Teman mantan LE tanya kabar melalui WA, saya jawab kabar baik. Begitu selalu, bila ia atau saya merasa kangen untuk saling sapa, saling pengin tahu kabar, maka pesan whatsapp menyudahinya. Senyampang ia bertanya, kesempatan saya juga bertanya. Bukan hanya kabar dirinya, melainkan juga kabar teman-teman yang nyaleg di dapilnya masing-masing. “ Ai , zonk semua,” jawabnya. “Zonk gimana, masak gak ada yang nyangkut satu pun,” kejar saya. “Ya, zonk alias tekudun semua,” tegasnya. Ada teman nyaleg 2019 dulu “gundul”, nyaleg kali ini belum ketahuan gimana nasibnya. Kalau nyaleg  kali  ini “gundul” juga, wah perlu dipantau berkala kabarnya. Di WAG, kawan share berita ada caleg habis modal 1 M nggak terpilih, akhirnya bundir karena takut pada rasa malu. Dalam hati saya ada yang berbisik, “Ai, jangan-jangan modal nyaleg dapat ngutang, takut ditagih terus pilih bundir.” Nah, masuk akal sepertinya. Siapa sih yang berbi...

Cawe-cawe Rawit

Gambar
Ilustrasi simulasi suara parlemen pendukung 01 dan 03 vs 02. image source: X @BosPurwa Surya Paloh dipanggil Jokowi. Benar dipanggil atau Surya Paloh sendiri pengin ketemuan. Lalu, mereka omon - omon masalah apa dalam pertemuan itu. Tidak ada konferensi pers, media berspekulasi Surya Paloh mencari posisi aman setelah AMIN “kalah pilpres” versi quick count . Apa iya kalah beneran? Sepertinya ada hubungannya dengan digulirkannya Hak Angket DPR dalam pemakzulan Jokowi. Partai Nasdem sebagai konco koalisi di Kabinet Indonesia Maju, tentu dibutuhkan Jokowi dukungannya guna mengadang laju kekuatan di parlemen untuk memakzulkan dirinya. Dipanggillah Paloh. Realistisnya adalah Hak Angket tentang kecurangan pemilu, daripada menggugat ke MK di situ ada si paman. Perubahan batasan umur calon presiden & wakil presiden buat si keponakan saja dikabulkan apalagi kemenangan si keponakan di pilpres. Hayuk aja DPR ajukan, jangan hanya cawe - cawe rawit. Tangkapan layar CNNIndonesia TV, 20 Fe...

Baju yang Diinginkan

Gambar
Menyikapi aksi cawe - cawe  Presiden Jokowi untuk memenangkan capres/cawapres tertentu, SBY bikin buku, judulnya baca sendiri pada gambar terpasang di atas. Sudah dari pertengahan tahun 2023 buku itu terbit, tetapi tidak begitu bergaung dan viral yang dampaknya membuat Jokowi sedikit menahan diri. Modelan Jokowi yang diam-diam menghanyutkan, slow saja menyikapi buku SBY tersebut. Saat awak media tanya, dengan gaya yang biasa cengengesan , Jokowi menjawab tidak perlu ada kekhawatiran. “Sudah berulang kali saya katakan bahwa penyelenggara pemilu itu adalah KPU,” kata Jokowi. Betapa santai Jokowi menyikapi buku SBY. Sama santainya ketika di- kuyo - kuyo oleh Megawati. Tetapi, balasan yang diberikannya mampu membikin senang atau kecewa. Megawati kecewa ketika mencapres & cawapreskan Ganjar-Mahfud, Jokowi diam-diam memuluskan jalan bagi Prabowo-Gibran. AHY dibikin senang oleh Jokowi dengan memberinya jabatan menteri. SBY tentu juga senang, tetapi tentu saja tidak begitu berani...

Nyong Ora Kulino

Gambar
“Kenapa nggak lewat ATM aja, Pak?,” Tanya teller. “ Nggak biasa, Mbak ,” jawab saya sekenanya. Ketika tadi ke bank hendak mentransfer duit yang saya tarik di ATM dari bank “Nah Loe” kemudian ke bank “XYZ” untuk mentransfernya melalui antrean. Ketika menjawab nggak biasa kepada mbak teller itu, saya jadi ingat lirik lagu Alda Risma yang berjudul “Aku Tak Biasa” yang secara iseng dipelesetkan menjadi nyong ora kulino oleh pelawak Srimulat. Ya, yang terbiasa saya lakukan di ATM adalah tarik tunai. Ketika menunggu antrean tadi, saya lihat ada ibu-ibu berulang kali mentransfer duit di bilik ATM tepat di sebelah tempat saya duduk. Jadi terpikirkan, eh… iya, kenapa nggak lewat ATM saja daripada ngantre lama, mana lampu pake byar-pet berulang kali. Dahulu pernah sekali nyoba transfer melalui ATM. Sesudahnya tidak pernah lagi mentransfer duit tunai, kebanyakan transfer antarbank lewat ATM sewaktu anak-anak masih kuliah. Setelah mereka bekerja dan bergaji, gantian mereka yang mentransfer....

Kawan “Agak Gilo”

Gambar
  cuma buat ilustrasi bae, image source: tiktok *** Gue: Pit, kau nyaleg idak? Pipit: Idak nyaleg aku Gue: Ngapo idak nyaleg? Pipit: Ai, nyaleg itu gawi wong idak karuan Gue: Ai, ado-ado bae kau ni, gawi idak karuan cak mano? Pipit: Yo, idak karuan lah Gue: ( dalam hati ) kalu idak karuan, ngapo wong nyaleg? Itulah kutipan dialog gue sama Pipit, kawan lamo di LE dulu. Waktu TAMTAMA sebagai koran harian berwarna pertama di Lampung terbit Juni 1998, dio baru belajar jadi reporter. Kawan jalannya nyari berita bernama Icon. Untuk mengenali mana berita hasil kerja dio berdua hunting , ada kode nama (s pt/icon) di akhir berita. Pun berapa berita per hari dio berdua hasilkan, gawi mudah ngelacaknya. Buat mengenalkan TAMTAMA pada khalayak sebagai koran berwarna pertama di Lampung, karyawan semua bagian dikerahkan untuk survei. Jadi, bukan elektabilitas partai atau capres/cawapres bae yang disurvei, melainkan apa pun penting dilihat seberapa besar prospeknya, maka perlu disurvei. P...

36 Penulis Mengadon Rasa

Gambar
Antologi “Terkenang Kampung Halaman. Ingatan-Ingatan pada Tanah Kelahiran” yang semula saya sangka melibatkan 33 penulis, ternyata 36 penulis. Buku yang akan diterbitkan Sijado Institute ini masih dalam proses rekapitulasi jumlah eksemplar buku yang dipesan oleh masing-masing penulis. Tiap penulis “wajib” memesan minimal 2 eksemplar, tetapi ada yang lebih dari itu. Justru bagus, makin banyak jumlah produksinya, makin banyak cuan masuk untuk mengganti biaya produksi. Bukan hanya jumlah suara hasil pemilu saja yang butuh direkapitulasi, melainkan jumlah eksemplar buku yang dipesan penulis juga harus direkap agar sinkron antara yang dipesan dan dikirim ke alamat penulis nantinya. Biarkan saja yang tidak sinkron dilakukan KPU. Cemmana , Lae , antara jumlah yang ditampilkan di hasil hitung suara KPU kok tidak sinkron dengan yang ada di lembar kertas plano dan C1. Indikasi mark up segede gaban ,  seterang matahari pagi . Terstruktur, sistemik, dan masif (TSM). Postingan di blog ini 2...

Komeng Memang Uhuy

Gambar
Foto Alfiansyah alias Komeng yang nyelenéh justru memantik rasa terpincut masyarakat Jawa Barat untuk mencoblosnya. (foto: bbc.com) Komeng Anda tahu kan? Itu lho , si Uhuy. Ia jadi calon DPD dari Provinsi Jawa Barat. Ia begitu viral karena raih suara dukungan yang melebihi 1,5 juta pemilih. Di tataran pemilu legislatif tidak terlampau gegap gempita dan masyarakat tidak begitu peduli apakah caleg yang “membeli” suaranya terpilih atau tidak. Pasalnya, pemilu lima tahun sekali dianggap hal yang mainstream . Caleg incumbent meskipun “membeli” suara masyarakat, tak urung tersingkir oleh caleg yang fresh . Contoh sederhana adalah munculnya Komeng sebagai calon DPD dari Jawa Barat yang anti mainstream melalui tampilan foto yang nyelenéh . Justru tampilan foto yang  nyelenéh  itu membuat warga Jawa Barat terpincut untuk mencoblosnya, maka babak belurlah tubuh Komeng kena tusuk paku di sana sisni. Fenomena ini memunculkan pandangan bahwa pemilu tidak ubahnya panggung pertunjukan yan...

Nyoblos yang Laen

Gambar
Cewek-cewek pagar ayu sudah berbaris. Usai “pesta demokrasi” Rabu lalu, Sabtu hari ini tadi kita pesta beneran. Walimatul ursy tetangga pada RT sebelah. Kita berdua istri diminta bantu jadi panitia. Pergilah kita berdua istri pukul 08:30 WIB. Saya kira sudah siap-siap digelar akad nikah, ternyata belum apa-apa. Kami para panitia duduk ngariung santai. Pak Ustaz Azwar Hasan (P3N) yang biasa memandu jalannya akad nikah rupanya belum datang. Selagi kami sesama panitia mengobrol, Pak Ustaz lewat. Nah, baru datang rupanya. Ujung-ujungnya lebih pukul 10:00 baru terdengar suara “sah” hadirin. Oh, ijab kabul telah selesai dilafalkan pengantin pria. Ada acara lepas balon oleh mempelai berdua, ini simbol melepas masa lajang. “Sah sudah nikahnya, jadi deh kawinnya” celetuk gadis-gadis yang akan jadi “pagar ayu” mengiringi pengantin nantinya. “Ada-ada aja cewek-cewek itu.” Mereka kayak tau tentang kawin atau jangan-jangan .... Ah, saya kok mau suuzon sama mereka. Walaupun bisa jadi ...

Infust Booster

Gambar
Meski masih hijau, buah jeruk ini sudah cukup tua. Sudah bisa dibuat "wedang seruni" Dahulu, di masa wabah penyakit aneh yang kemudian disebut Covid-19 melanda, suplemen pemacu imunitas tubuh bermerek dagang Imbost sempat sulit diperoleh di apotek karena ada aksi borong oleh konsumen. Padahal, ada infust booster yang bisa diracik berbahan herbal di sekitar kita. Dokter Zaidul Akbar di Instagram membagikan banyak tips bagaimana cara membuat infust booster sendiri di rumah dengan memanfaatkan tanaman di sekitar rumah agar tidak harus membeli suplemen Imbost dar apotek. Tanaman dimaksud misalnya jahe, sereh, jeruk nips atau lemon, dan madu. Di sebuah gerai makan dekat alun-alun Pacitan, kami menemukan minuman bernama “Wedang Seruni” di daftar menu. Usut punya usut ternyata akronim dari sereh, jeruk nipis, dan jahe. Setelah coba memesan dan mencicipinya, ternyata enak juga. Seger, hangat, dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hasil memungut buah yang matang dan ber...

Banteng Perkasa

Gambar
Ilustrasi, banteng dan "matador", image source: United Focus Indonesia (@utdfocusid) Secara calon presidennya, Ganjar-Mahfud, keok perolehan suaranya, namun secara partai peserta pemilu, PDI Perjuangan dalam hitung cepat ( quick count ) keluar sebagai partai pemenang pemilu. Artinya, anggota legislatif dari PDI-P masih akan menguasi Senayan dalam lima tahun ke depan. Begitu sedap bumbu Jokowi mengadon pasangan capres Prabowo-Gibran dengan dukungan koalisi besar dan meninggalkan PDI-P dengan pasangan capres Ganjar-Mahfud. Sepercik pemikiran, Jokowi menikam Banteng Moncong Putih hingga terkapar kemudian pasangan capresnya keok berdarah-darah. Sepercik pemikiran yang layak direnungkan guna menemukan simpul di mana masuk akalnya. Iya, betul pasangan capres PDI-P kalah oleh pasangan capres hasil adonan Jokowi, yang satu bumbu paling menyedapkannya adalah anaknya Gibran, sedikit mengandung asam sulfat, tetapi tidak kedaluarsa. Bagaimana mau kedaluarsa, wong baru dua tahun ...

Mati di Tangan Matador

Gambar
sekadar ilustrasi, kertas suara bolong setelah "diseruduk banteng ngamuk" karena antipati pada pemilu. (foto: IG @facthitt) Adu banteng di Portugal disebut forcados . Pertunjuk-an forcados ini selalu menarik minat. Penonton pasti menyemut. Permainan ini melibatkan delapan orang laki-laki menghadapi seekor banteng dengan tangan kosong tanpa bantuan senjata apa pun. Berbeda dengan Portugal, adu banteng di Spanyol dilakukan oleh seorang matador menghadapi seekor banteng. Tanding satu lawan satu sampai si matador menusuk banteng dengan pedangnya hingga tewas. Barangkali diilhami keperkasaan banteng, Megawati Soekarnoputri sehingga menjadikan banteng sebagai lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan moncongnya dibuat berwarna putih. Moncong berwarna putih, maka namanya  “ Banteng Moncong Putih. ”  Selama satu dasawarsa belakangan PDI Perjuangan menjadi partai pemenang pemilu dan berkuasa dan menjadikan Jokowi sebagai presiden. Selama jadi presiden RI (201...