Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Kejar Tayang

Gambar
Pulang dari Bali saya seperti 'mencari obat penikmat makan' yaitu sambal terasi. Memang terasa nikmat, tetapi akibatnya radang tenggorokan datang minta menjadi teman. Gak demam panas, tensi dan suhu badan normal. Namun, radangnya luar biasa ganas. Minum obat dari klinik dekat rumah rupanya tidak mempan. Berkumur air garam sebagai bala bantuan, lumayan fit badan hari ini. Mulai menyelesaikan urusan yang sempat tertunda menyangkut surat menyurat persyaratan anak bujang untuk menikah. Kembali ke Pak RT, hari ini tadi ke kelurahan, besok ke KUA. Setelah beres di KUA asal kemudian dibawa ke KUA tempat pernikahan akan dilaksanakan. Setelah semua aman tinggal menunggu hari H yang tentu tidak terasa, waktunya semakin mendekat. Ini "kejar tayang" istilahnya. Surat menyurat, prewed, suvenir, undangan, dan fiting baju akan diselesaikan berturut-turut kemudian. Yang penting urusan hari ini selesai. Walau calon istri belum ikutan tandatangan, namun Pak Lurah kami bersedia menanda...

Anak Jali

Gambar
Dalam kondisi kurang sehat, pagi tadi ke pesta pernikahan anak dari almarhum Rijali, adik sepupu muari bak. Agak siang berangkat, agak tidak etis karena mestinya jadi baya (orang dalam) yang datang lebih dahulu dari para tamu. Tetapi apadaya, keringat dingin mengucur deras membuat badan terasa dingin dan muka terlihat pucat. Sehingga jadi baya musah (kurang tidur) atau baya kawasan (kesiangan). Apa boleh buat, kondisi di luar kendali. Radang tenggorokan yang membuat badan tidak fit. Tidak demam panas, tensi darah terbilang normal di angka 130/70 mmHg dan suhu badan 36,4°C. Itu hasil pemeriksaan di klinik yang ada di jalan jalur dua BKP. Biasanya saya berobat di klinik jalan jalur dua Kemiling. Entah mengapa istri menyarankan berobat di dekat rumah saja. Agak kurang mantap obatnya atau radang tenggorokan yang luar biasa ganas. Karena hingga malam ini masih sakit saat menelan. Anak Jali yang ketiga, perempuan, sarjana terapan kebidanan kelahiran 1994, mendapat jodoh cowok Lampung asa...

Celebrate You

Gambar
Sejak sepekan lalu Google sudah mengingatkan bahwa tidak sabar ingin merayakan ulang tahunku. "Can't wait to celebrate you!" Pesan pengingat dikirim 21/10 atau satu pekan sebelum tibanya 28/10, hari ultahku. Wah, perhatian sekali Google , tidak sabar menunggu untuk merayakan hari ulang tahunku. Dan, di sepanjang hari hingga malam ini, setiap membuka laman Google , ada pendar balon dan kembang api berpijaran mengelilingi potret diri akun Google di sudut kanan atas. Rupanya Google dengan senang dan gembira merayakan ultahku dengan tanpa memperhatikan bagaimana saya merayakan. Tulisan "Can't wait to celebrate you!" oleh Google itu saya capture lalu saya kirim di grup WA keluarga. "Sudah diingatkan Google ," tulis saya. Dan, pagi tadi Google benar merayakannya. Dengan berbagai pilihan untuk saya bagaimana mau merayakan. Saya pilih untuk menyanyikan selamat ulang tahun. Lalu, bernyanyilah Google , "Happy birthday to you, happy birthday to you...

Di Ambang Galau

Gambar
DAMRI Executive Class yang sudah kukantongi tiketnya, setia menunggu sampai kunaik baru berangkat. Sempat delayed lagi pesawat dari Ngurah Rai ke Soekarno-Hatta, Senin kemarin. Landing pukul 17:17 WIB. Pengin mengejar waktu ke Stasiun Gambir, maxim jadi pilihan. Ah, malah waktu jadi kehambat oleh chat - chat -an di mana saya harus menunggu. Mana tadi menunggu bagasi lama, baru di 'gerobak' keempat sepertinya rombongan tas saya datang. Saya batalkan maxim, naik Damri saja. Saya tanya sopir bisa sampai Gambir pukul 19:00 nggak ? " Wah, ya, nggak bisa. Ini jam sibuk, pasti macet," jawabnya. "Saya ke Lampung bus Damri eksekutif pukul 20:00, Pak," jelas saya. "Wah, kamu ikut yang pukul 22:00 saja. Tapi, ya, beli tiket lagi, entah masih ada apa nggak , soalnya antre," katanya. "Coba saya hubungi teman saya, masih kebagian tiket  nggak ," lanjutnya. Oke, nggak apa-apa tiket seharga 320K hangus asalkan dapat tiket 255K yang pukul 22:00. Adala...

Closing Party

Gambar
Penutupan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023 berlangsung di Museum Blanco. Ada tarian dari Papua, ada fire dance , dan entah apa lagi nantinya. Setelah dua macam tari itu tiris, kami bertiga Mas Narko Sudrun dan Kang Apip ngelipir pulang. Perut lapar gak mau diajak kompromi meski dua risoles dan empat klepon telah saya untal . Di sekitar venue acara ada dua tempat mengambil kudapan gratis, yang lain berbayar. Setelah risoles dan klepon, masih saya tambah dua kue dari tempat lain. Entah apa acara selanjutnya, apakah ada makan-makan atau tidak, kami tidak tahu persis. Buat memadamkan kelaparan, mampir rumah makan Padang. Satu porsi nasi dengan lauk telur dadar saya cangking masuk kamar, setelah Isya saya nikmati. Malam ini saya tidur sendirian, Pak Saut sudah pulang ke Jakarta pagi tadi. Tinggal malam ini lagi di Bali, besok siang pesawat Super Air Jet akan kembali menerbangkan saya. Meski hanya empat hari, namun lumayan berkesan dan pastinya menyenangkan. Packing baju s...

Fiksi Mini 1

Dijamu makan siang di Restoran Kedaton oleh Rancage. Grab, moda transportasi online jadi andalan. Masuklah kawan ke aplikasi pemesanan, si driver bilang via massages kalau dirinya sudah di lokasi, tetapi kami tidak melihat ada kendaraan di mulut gang masuk Sagitarius Inn, tempat kami menginap selama event Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023 di Ubud, Bali. Dah , batal. Masuk lagi ke aplikasi pemesanan, berhasil. Sementara saya dan Mas Narko Budiman alias Narko Sudrun Agul-Agul, pemenang Rancage sastra Jawa, sibuk ngotak-atik pesanan, Bang Saut Poltak Tambunan, pemenang Rancage sastra Batak, disibukkan oleh kegupekannya lantaran layar ponselnya tiba-tiba gelap, fitur yang ada di ponsel tidak bisa ia lihat. Beruntung bisa teratasi kemudian. Bang Saut terlihat lega. Sementara pemenang Rancage sastra Sunda, Hadi AKS, sibuk dengan dirinya sendiri. Sambil menyusuri jalan menuju Resto Kedaton, obrolan ngaco seputar apa yang kami lihat dan alami jadi bahan pemantik tawa. Driver h...

Rancage Literary Award Celebration

Nah, ini acara yang diplot Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023 untuk Yayasan Kebudayaan Rancage, yaitu Rancage Literary Award Celebration, yang diberi tajuk Festival Club; "Ekspresi Sastra Lokal di Panggung Internasional" berupa acara penyerahan piagam penghargaan kepada lima pemenang Hadiah Sastera Rancage Tahun 2023 (sastra Batak, Lampung, Sunda, Jawa, dan Bali). Yang menarik adalah kami berlima pemenang didaulat membaca puisi dengan bahasa daerah masing-masing. Karena sudah diberi tahu pada siang harinya oleh Prof. I Wayan Dibia, peraih hadiah dari genre sastra Bali, bahwa kami akan membaca puisi sesuai tema UWRF, yaitu Atita, Wartamana, dan Anagita ( the past , present , and the future atau Masa Lalu, Masa Kini, Masa Depan) yang diilhami 'Tri Semaya' kearifan lokal Bali. Maka, siang sepulang dari mengikuti Main Program, saya menulis puisi menyesuaikan tema dimaksud. Tentu saja ada unsur tiga waktu yang berbeda tersebut. Jadi, puisi saya yang baru, pu...

Beyond Bahasa

Hari kedua UWRF 23. Acara yang kami ikuti adalah Main Program. Talkshow para penulis asing dan lokal. Di antaranya Anna Funder, Putu Wijaya, Leila S. Chuduri, Debra Yatim, dll. Acaranya kental bahasa Inggris, agak lumayan ngeleyot otak. Di acara Beyond Bahasa "Sastra Lokal di Panggung Internasional" tampil Saut Poltak Tambunan dan I Wayan Dibya. Keduanya pemenang Hadiah Sastera Rancage tahun 2023. Perwakilan dari Rancage adalah Ibu Safrina Soemadipradja Noorman. Bahasa asing dominan, tetapi ada pemaparan tentang bahasa daerah oleh speaker dari pemenang Hadiah Sastera Rancage yang berbicara dengan bahasa Indonesia dan diterjemahkan ke bahasa Inggris untuk audiens dari beberapa negara asing. Itulah mengapa banyak sekali relawan dengan berbagai tugas yang diemban. Ada Writers Liasion yang tugasnya membantu dan memfasilitasi kebutuhan para penulis buku untuk tampil di panggung, misalnya menyiapkan atau jura bahasa. Penerjemah itu yang mengalihbahasakan dari bahasa Indonesia ke...

Delayed

Penerbangan ke Bali buat hadir di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) hari ini akan saya jalani. Berangkat dari Lampung dengan bus Damri tadi malam sdan tiba di Stasiun Gambir pukul 06 pagi. Sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara Soeta, tiket Damri buat pulang ke Lampung harus dibeli dulu. Duh , mesti nunggu loket buka pukul 08, gak apa-apa, sembari sarapan dulu di Gambir, di Soeta mahal. Cilaka! di Gambir gak ada sarapan yang merakyat, KFC yang sudah familier dengan lidah saya, gak apa-apa meski merogoh kocek lebih dalam. Sampai Soeta perut kencot maning , eh.. ada gerai soto, samperin . Jadwal penerbangan Super Air Jet pukul 12:45, dan  boarding 12:15. Tetapi, kemudian pengumuman menggema di ruang tunggu bahwa pesawat delayed 45--60 minute . Nggak bisa gugat. Gugat ke siapa hayo . Cuma bisa menggerutu dalam hati. Berarti menunggu. Ya, satu-satunya jalan itu. Satu jam tak terasa juga. Pukul 13:40 take off dan landing di Ngurah Rai pukul 15:30. Beruntungnya, duduk...

Tungga Sekelik

Berjalan sorangan wae sungguh gak enak, apalagi ini bawa tas. Kalau sekadar tas punggung atau ransel bisa dibawa masuk toilet. Tas seperti di foto gak   iso . Beruntung ketemu suami istri dari Cirebon mau ke Lampung, pak suami asli Muaradua dan istrinya orang Minang. Mereka bermukim di Lubuk Linggau. Sama-sama menunggu pelayanan loket untuk tiket ke Lampung yang baru dibuka pukul 08:00, maka ngobrollah kami seakrab mungkin. Cawa Lampung. Jadi, ceritanya tungga sekelik di Gambir. Gak cuma basa Lampung, dio jugo baso Palembang. Mantap. "Ranau itu maju," uji dio . " Iyo , Herman Deru," ujiku . Nah, kan jadinya saya bisa titip tas sewaktu ke toilet sekalian cari sarapan pagi. Di kapal dini hari saya BAB, jadi lapar pagi-pagi. Gak ada pilihan, KFC bae . Nah, di bus Damri menuju bandara saya buang angin terus. Ada gejala mau BAB lagi, siasatnya segera drop baggage terus cari toilet terdekat. BAB lagi deh . Lega rasanya, baru naik ke ruang tunggu di lantai atas....

Dana FBK IB Cair

Setelah nggak jelas akan bagaimana ujungnya, dana FBK IB dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek akhirnya cair juga. Kemarin cek saldo sudah ada transfer masuk. Pagi tadi print out buku tabungan. Jadi deh kita ke Ubud Writers & Readers Festival. Dari Lampung langsung Bali keliwat ribet , kudu transit di Jakarta entah berapa jam. Daripada nggak nutut waktunya, cari jalan pintas take off dari Soeta saja. Dari Lampung pake moda transportasi DAMRI ke Gambir, lanjut ke bandara juga pake DAMRI. Inilah armada transportasi paling merakyat. Ongkos amat bersahabat dan perjalanan tentu nikmat. Syukron. Waktu booking tiket, karena masih lama saya jadi calon penumpang pertama. Malah enak, bisa milih tempat duduk duluan. Packing pakaian sudah dari kemarin, selesai siang tadi. Tinggal tunggu waktu. Habis Isya nanti ke Stasiun Tanjung Karang karena bus DAMRI berangkat dari sana. Sampai Stasiun Gambir besok pagi, langsung pesan tiket pulang biar tenang pikiran. Di Bali mengikuti acar...

Nge-booth360

Di acara nikah Artha & Linda, ada stan foto booth 360, saya diajak Basuni untuk nyobain . Panitia yang lain sudah lebih dulu ambil giliran, terutama ibu-ibu jadi pasukan terdepan. Dengan gaya masing-masing. Harus berani narsis, itu doang modalnya. Kalau gak berani narsis, gak kan jadi. Maka, jadilah saya berdua Basuni menarsiskan diri naik ke atas 'piringan' dan saling beradu punggung. Lalu, berputarlah kamera. Setelah 16 detik berputar mengelilingi kami, kamera berhenti. Kami berdua pun turun, menyodorkan hape untuk di-scan-kan barkode agar videonya terkirim. Setelah melihat hasilnya, kami berdua ketawa-ketiwi. Lantaran narsis, Basuni unggah foto dan videonya di fesbuk. Kepunyaanku, saya unggah di TikTok. Jiah, lumayan juga viewrs-nya. Agak jarang mengunggah video di TikTok ini, begitu juga IG apalagi fesbuk.

FSY

Hadir di tahlil niga hari, mengisi waktu sebelum tahlil dimulai saya buka IG, terbaca bahwa 20 nominasi puisi terbaik lomba puisi Festival Sastra Yogyakarta tidak jadi diumumkan 15 Oktober, tetapi 20 Oktober. Ah, dag dig dug der, jadinya. Tapi, tak mengapa, dari dahulu juga saban ikut lomba, saya tidak meletakkan ekspektasi berlebih. Ikut lomba tujuan saya sekadar untuk turut meramaikan. Menang adalah bonus. Luar biasa, partisan lomba menulis puisi nasional FSY sebanyak 1.236 orang dan jumlah puisi yang dikirim sebanyak 1.700 lebih. Tentu butuh waktu panjang bagi dewan juri mengurasi kesemua puisi. Ya, sudah. Saya closed IG karena ustaz yang akan mengisi tausiah niga hari sudah datang. Ia adalah alumnus MTs Negeri Pringsewu, berarti mantan siswa almarhum. Mantan siswa yang alim. Mantap.

Tahlil Siang Bolong

Usai dimakamkan kemarin langsung diadakan tahlil. "Loh, tahlil kok siang gini ," pikir saya. Oh, barangkali sekalian aja biar malam nanti nggak perlu lagi tahlil. Bisa jadi benar, sekali kerja langsung tuntas. Ini baru saja pulang tahlil hari kedua. Di acara tahlil, kesempatan untuk bertemu jiran tetangga yang barangkali sibuk sehingga jarang bertemu. Bertemu saudara juga, yang tempat tinggalnya berjauhan. Ini tadi bertemu Ghofur, kakaknya Rijali almarhum. Ia tinggal di Jogja, datang ke Lampung numpak bus. Karena kesiangan ke terminal sehingga bus sudah berangkat semua, untung ada bus jurusan Merak. Karena pengin cari penumpang, bus ngacir-ngacir masuk-keluar terminal. Sudah masuk tol pun mutar lagi keluar ke jalan raya pantura, tapi tetap saja zonk. Akhirnya sampai Cibinong ia dioper menuju Merak. Cibinong – Merak hanya ia sendiri penumpang. Serasa naik bus milik sendiri, jadinya. Waduh, mewah sekali hidupmu. Karena adik sedang kritis tetap saja sedikit "kemewahan...

Dimakamkan di Teras

Panas terik menyiram ubun-ubun pengusung keranda jenazah dan pengiring di belakangnya. Melewati gang kecil yang menurun tidak terlalu curam. Pikir saya, mau dibawa ke mana ini. Saya toleh kiri kanan, tapi tidak melihat ada gundukan makam lainnya. Banduso berlabuh di teras rumah kecil di belakang rumah mereka di ketinggian tebing. Di teras rumah sudah siap liang lahad tempat jasadnya dibaringkan. Lubang galian makam tidak terlampau dalam bahkan terbilang cetek. Tidak seperti liang lahad umumnya. Saya membatin, barangkali rumah kecil itu memang sudah miliknya sehingga sah saja ia dimakamkan di terasnya. Saya juga berpikir mungkin itu sudah hasil musyawarah keluarga dengan jiran tetangga. Sudah ada kesepakatan, persetujuan, dan permakluman. Dan, benar saja rumah kecil setengah tembok setengah papan itu memang miliknya setelah saya menguliknya lewat obrolan dengan salah seorang pelayat yang, kebetulan kami berdua mencari tempat yang rindang untuk ngiyup dari terpaan panas terik. Saya sen...

Sang Maut

Baru saja hendak menyiapkan leunca untuk ditumis, tiba-tiba ponsel berdering. Ngah Romlah di Bandung, ngasih tahu bahwa adik Rijali kritis di RSUAD Abdul Moeloek. "Cepat ke sana," ujarnya. "Ya, jawabku." Saya lalu nelepon istri di sekolahnya, dia minta saya menunggu karena dia mau ikut ke RS. Alhasil, habis zuhur baru kami berangkat. Sampai RS, keluarga mengelilingi ranjang, membisikkan kalimah takbir. Ada lantunan Surah Yaa Siin terdengar sayup-sayup. Keluarga yang datang baik di dalam ruang perawatan maupun di luar, duduk merunduk dengan kecamuk suara batin masing-masing. Semua terkesan hampa. Hampa harapan sebab tanda-tanda datangnya sang maut kian dekat. Hanya menunggu menit dan detik keberapa napas terakhir 'kan tanggal. Kami tungguin , dibacakan Yaa Siin, dibimbing takbir dan lafaz Allah. Bahwa ajal kapan datangnya, tidak bisa dipercepat dan tidak jua dilambatkan, saya jadi terkesima atas takdir Allah Swt. Kami pamit meninggalkan RS pukul 16:05 eh adik R...

Sehat Mental

Gambar
Tanggal hari ini, 10 Oktober, ditandai sebagai hari kesehatan mental sedunia. Tetapi, alangkah banyak orang yang mentalnya tidak sehat. Faktor apa? Wah, banyak faktor pemicunya. Poleksosbud hankamrata. Ui, apo dio itu, Bos? "Politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, rakyat, semesta." Wah.. wah.. wah.., ado-ado   bae , Bos ini. Iyo, lah, barang-barang itu galo yang bikin wong stres, telaju mentalnya sakit.

Misteri Angka

Gambar
Gambar diolah dari victoriousnews.com Hidup ini berkelindan di antara angka-angka. Usia itu angka, rezeki itu angka, dan semuanya misteri. Hidup seseorang berapa lama, itu misteri. Matinya di umur berapa, itu misteri. Perolehan rezeki dari berdagang, untung atau rugi angkanya misteri dan fluktuatif. Tanggal 24/9/'23 saya ke optik Paten di Jl. Pemuda, Tanjungkarang periksa mata yang mulai buram. Baca buku saya merasa tidak nyaman, ngaji pun begitu. Aagar huruf terbaca jelas terpaksa harus melepas kacamata dan harus didekatkan. Terlampau susah. Hasil kir , minus mata sebelah kanan masih di angka semula (6,75) sehingga tetap, mata sebelah kiri yang bermasalah, ada silindrisnya sehingga tidak bisa ditolong dengan menambah minusnya. Begitu kata juru kir. "Ditambah minusnya malah buram," kata dia. Untuk kenyamanan membaca -- nah, ini yang penting -- ,  plus -nya yang ditambah setengah. Hasilnya terang banget . Memang saya sudah menduga, saat baca buku, kok , seperti buram. Saya...

Luar Binasa

Gambar
Suhu udara di Bandar Lampung 35°C Puanase pol. Hari ini suhu udara terasa lebih panas dari biasa, setelah saya cek weather di layar ponsel ternyata suhu udara bertengger di posisi 35°C. Luar binasa. Saya cek Jakarta 34°C dan Surabaya 35°C. Tetapi, dibandingkan dengan tanggal 29 September 2023 yang suhu mencapai 36°C, hari ini lumayan mendingan. Lebih mendingan lagi karena rumah kami menghadap Selatan sehingga banyak angin. Anginnya untung nggak nakal. Bukan angin yang menerbangkan debu yang membuat lantai harus dipel pagi sore. Anginnya yang justru menyejukkan sehingga hawa panas terik jadi sedikit teredam. Secara keseluruhan suhu panas melanda seluruh Indonesia. Perhatikan prakiraan suhu yang dibuat Kompas.com (lihat gambar di bawah) pada enam kota besar di Indonesia, pada umumnya tinggi. Grafis: Kompas.com

Jogja Ultah

Gambar
Gambar: Momsmoney Hari ini, 7 Oktober 2023, Jogja ultah ke-267. Di "Tugu Putih" sejak beberapa hari lalu terlihat kesibukan pekerja mempersiapkan properti untuk digunakan merayakan puncak HUT "kota gudeg" malam ini. Seberapa marak acara HUT Jogja bisa kelen lihat di Instagram @jogjaku, @jogja_today, @wonderfuljogja atau @jogjaistimewa dan lainnya. Foto dan video yang mereka unggah amat meriah dan keren-keren. Waktu saya sekolah di Jogja '80an, perayaan HUT Jogja tidak semeriah sekarang dan tidak terekspos karena belum ada media sosial. Tahu Jogja ultah karena baca koran KR, Bernas atau Masa Kini.

Simpur Ultah

Gambar
Tanpa sengaja mata saya menangkap sosok bunga papan teronggok di pemisah Jl. Brigjen Katamso depan Simpur Center. Oh, ternyata Simpur Center ultah ke-18. Sosok bunga papan terlihat dari lantai 2. Pasar Bambu Kuning (BK) mulai sepi pengunjung, Simpur Center tidak demikian. Simpur tentu saja masih ramai pengunjung karena pendingin udaranya berfungsi dengan baik. Tidak panas seperti di BK. Capek muter-muter, pengunjung bisa ke food court di lantai atas. Aneka macam makanan dan minuman bisa dinikmati sambil rehat. Ada live music juga di sana. Bagi yang hobi nyanyi boleh jajal kemampuan. Pengin beli hape baru cari saja di basement , pengin aneka fashion puterin aja lantai 1 sampai 4. Lingeri, jilbab, gamis, blus, kaos, celana, atasan + bawahan dari katun hingga batik. Parfum dan asesoris ada. Setelah TikTok Shop ditutup, orang akan kembali ke cara belanja konvensional. Yaitu pergi ke mal atau departement store yang tersedia tenant aneka merek busana. Apalagi yang hobi ngemal, wis ...

Cermat Membaca

Gambar
Gambar: IDNTimes Tiga file pdf, SP2B (Surat Perjanjian Pemberian Bantuan), BAP (Berita Acara Pembayaran), dan Kuitansi, petunjuknya diprint dua rangkap, rangkap pertama SP2B dan BAP ditempeli materai dibubuhi tandatangan di atas materai itu dan rangkap kedua ditandatangani saja tanpa materai. Kuitansi di bawah 5 juta tanpa materai. Begitu keterangan lengkapnya. Tiga file itu dikirim via WA, saya terima 31/8. Disusul penjelasan keesokannya. Baru saya tandatangani dan kirim 12/9. Diberikan jawaban bahwa berkas kurang lengkap dan ada kesalahan tanggal 2/10. Langsung saya perbaiki dan kirim kembali kemarin (4/10) via JNE Yes, diperkirakan sampai sore ini selambat-lambatnya magrib. Begitu keterangan admin JNE. Semua terjadi karena saya tidak "cermat membaca" penjelasan. Hal apa pun jika tidak cermat, maka akan mengetam masalah. Apalagi menyangkut bantuan dana dari pemerintah, tentu semua aturan harus dipenuhi dengan tertib dan prosedural sesuai SOP yang ditetapkan, bila tidak mau ...

Ebiet G Ade dan LE

Gambar
HMI dan karyawan LE foto bersama Ebiet G. Ade dan istrinya Yayuk Sugianto di kantor LE, 4 Oktober 2012, saat HUT ke-44 LE. Kalau saja tidak diingatkan facebook , saya lupa kalo 4 Oktober ini adalah ulang tahun  – daripada –  koran LE. Korannya ulun Lampung ini, seandainya masih terbit, hari ini berulang tahun ke-55. Masuk usia paruh baya. Atau, jika saja tidak ada facebook , maka tidak akan beralih kita dari "buku harian" sebagai sosok tempat mencatat aneka kejadian. Ada facebook , segala hal ihwal kita bukukan di facebook . Akan diingatkannya. Buku catatan paling ajaib bernama  facebook luar biasa. Apa yang kita tulis di sana, secara periodik akan diingatkannya sebagai memori. Bisa kita baca ulang atau membagikannya (memposting) kembali. Hari ini facebook mengingatkan ulang apa yang saya tulis sebagai keterangan foto saat LE berultah ke-44 pada 4 Oktober 2012. Yaitu  owner LE, Harun Muda Indrajaya dan karyawan foto bersama Ebiet G. Ade. Kala itu Ebiet G. Ade di...

KCJB

Gambar
Gambar: Hoops.ID Kemarin Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Seberapa cepatkah, seberapa nyamankah, seberapa signifikan, seberapa urgensi, dan seberapa lainnya. Begitulah kira-kira. Seberapa nyaman dan seberapa urgensi itu, akankah dipertanyakan, mengingat stasiun kerberangkatan di Halim. Perjalanan menuju Halim tentu menjadi satu pertimbangan, seberapa menggairahkan naik KCJB. Pertimbangan lainnya stasiun tujuan di Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Seberapa sebal ketika giliran hendak masuk kota Bandung karena menempuh perjalanan jauh dan terjebak macet. Apa jadinya kalau kemudian ada anggapan percuma naik kereta cepat 45 menit kalau akhirnya nyampe rumah lama juga. Sia-sia wae   atuh . Nah, kan kumaha jadinya kalau segi efisiensi waktunya nggak dapat. Inilah rute dan stasiun pemberhentian KCJB. (Gambar: Indonesiabaik.id) KCJB ini diberi nama whoosh , singkatan dari Waktu Hemat Operasi Optimal Sistem Hemat. Dibangun dengan dana US$7 mil...

Hari Batik

Gambar
Lumayanlah buat penghias (ini kaos batik ala Jogja hasil hunting di pasar Bringharjo) Merayakan Hari Batik tiap 2 Oktober orang kantoran baik ASN maupun pegawai swasta pada berbusana batik, corak dan warnanya bermacam-macam. Anak sekolahan juga dianjurkan berseragam batik. Corak dan warnanya semacam karena namanya saja seragam batik. Pemberitahuan melalui pesan WA. Kekecualian bagi peserta didik baru yang belum ada seragam batik, mungkin sedang proses produksi di penjahit, boleh mengenakan seragam sekolah biasa.  Di jalan Teuku Cik Ditiro, Kemiling, saya lihat banyak orang kantoran yang berangkat ngantor berbusana batik. Mungkin disarankan atasan atau Bos mereka. Secara tidak sengaja mata saya menangkap sosok bapak tua menyeret gerobak. Beliau mengenakan kemeja batik. Tentu hanya faktor kebetulan semata. Iya, rasanya beliau tidak bermaksud turut merayakan Hari Batik. Lagi pula belum tentu beliau tahu kalau tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik. Saya tidak hendak secara i...

Senam Persadia

Gambar
Sejak kali pertama ikut pada 27 Agustus 2023, pagi tadi untuk kesekian kalinya saya dan istri ikut senam Persadia Angsa Putih. Hasilnya, makin ke sini badan makin fresh . Tidak kuyup, tapi lumayan berkeringat. Joging alias jalan kaki usai subuh di masjid rutin saya lakukan bersama teman "jalan subuh" yang tetangga belakang. Ditambah senam saban Minggu pagi, rasanya cukup untuk mengolah gerak tubuh. Kolesterol dan gula darah masih di kategori normal. Sate atau sop kambing masih berani. Merokok sudah lebih tigapuluh tahun saya sudahi. Minum manis dah amat jarang kecuali kalau sedang makan di luar. Lagi makan di luar bareng istri, teman atau keluarga biasanya air jeruk hangat atau es teh manis. Pilihan lainnya tentu jus buah kayak mangga, alpukat, melon atau sirsak kalau lagi ada, biasanya jarang ada. Sayangnya, ngopi yang manfaatnya berjibun, tidak bisa saya nikmati. Setiap habis ngopi meski tanpa gula, asam lambung mesti naik. Terpaksa obat mag harus saya untal. Kalau lagi ...