Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Ampas Tebu

Gambar
Air perasan tebu atau umumnya disebut juga es tebu (foto: merdeka.com)   Lembaga perkawinan itu sejatinya sakral. Mestinya begitu. Karena itu, ada sebagian cowok dan cewek merasa insecure untuk masuk ke dalam bilik perkawinan. Cowok insecure bila merasa tidak/belum mapan. Cewek insecure bila merasa dirinya tidak/kurang cantik dan seksi. Cowok tampan mendapat cewek cantik itu ideal sekali. Hanya kalangan selebritas yang bisa mewujudkan idealisme seperti itu. Aktor ganteng dan aktris cantik dengan penghasilan yang guede banget , mudah sekali mewujudkan kondisi ideal yang didambakan. Tetapi, ketampanan dan kecantik-seksian itu begitu abstrak. Karenanya jangan lupa. Seiring berjalannya waktu, usia merambat naik mengekor timbangan bobot tubuh yang obesitas, ketampanan dan kecantik-seksian perlahan menyusut direduksi selulit dan garis keriput. Tidak selamanya gambaran ideal itu mudah memadu-padankannya. Ada kan cowoknya tampan eh ceweknya biasa-biasa saja, begitupun sebaliknya. ...

Cepu Maut

Gambar
Ilustrasi, garis polisi tanda larangan melintas (foto: Quora.com) Aduan Maut 1 Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J (Yosua Hutabarat) bermula dari aduan Putri Candrawathi kepada suaminya Irjen Ferdy Sambo bahwa dia dilecehkan oleh J. Di persidangan tuduhan itu tidak dibuktikan dengan visum. Viral sebagai kasus Sambo. Melibatkan sejumlah anggota polri anak buah Sambo dan seorang sipil sopir pribadi Sambo. Persidangannya ditayangkan beberapa stasiun TV, ada yang suka menonton ada yang tidak seberapa suka. Simpati dan atipati bertemu. Yang simpati tentunya dari mereka para pejuang antikekerasan seksual, kalau benar terjadi pada Putri. Yang antipati pun ada, apabila ternyata Putri hanya ngarang belaka. Memanipulasi kebenaran. Kasus ini menguak beberapa bisnis haram Sambo yang memicu Brigadir J dibunuh. Dari judi online hingga peredaran sabu-sabu. Bahkan diagram Konsorsium 303 tersebar dan menjadi konsumsi publik. Mencengangkan. “Bapak dan Ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan ...

Pak Sepuh 3

Gambar
ilustrasi gambar sepuh dari aplikasi-indonesia.com Cergas Bergas Tidak sampai 24 jam dari saat terkena serangan stroke (waktu Isya), keesokan siang pukul 11 Pak Sepuh sudah kembali pulih. Setengah badan sebelah kanan yang semula “mati” bisa kembali “hidup” dan digerak-gerakkannya. Itu berkat penatalaksanaan medikamentosa dan non medikamentosa secara holistik dan komprehensif oleh dokter spesialis penyakit jantung, spesialis syaraf, dan fisioterapi membuat stroke Pak Sepuh cepat pulih. Maka, cukup empat malam doang Pak Sepuh tidur di ruang rawat inap. Selama perawatan itu dilakukan latihan fisioterapi dan dipantau kondisi jantungnya. Rabu malam kemarin pulang. Bakda Magrib tadi saya dan istri besuk. Anggota tubuhnya, tangan dan kaki c ergas bergas . Bisa bicara satu dua kata, tidak bisa lagi lancar ngobrol seperti sebelumnya. Tampak beliau ingin bercerita banyak, tetapi kata-katanya seperti tersendat di kerongkongan. Itu artinya syaraf motoriknya belum pulih secara sempurna, b...

Keterkejutan

Gambar
Hari Bahasa Ibu Internasional (21 Februari), setiap tahun akan ada keterkejutan tentang punahnya beberapa bahasa Ibu. Tidak terlampau mengejutkan sebenarnya. Semakin jarang orang menjadikannya bahasa percakapan. Kajian vitalitas bahasa daerah di Indonesia menunjukkan ada bahasa yang dikategorikan punah, berstatus kritis, terancam punah, mengalami kemunduran, dalam kondisi rentan (stabil tetapi terancam punah), berstatus aman. Hasil kajian itu saya kutip dari tweet Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (21/2/2023). “Ketika benteng pertahanan di keluarga tak terjaga, nasib bahasa Ibu tinggal menunggu kepunahan” (E. Aminuddin Aziz, Kepala BPPB). Berdasar data Ethnolugea, Indonesia yang terdiri kepulauan memiliki bahasa derah terbanyak kedua di dunia. Data bahasa daerah selalu diperbaharui setiap bulan Oktober karena di bulan ini kita memperingati Soempah Pemoeda. Berakar pada ikrar Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 itu setiap tahun diiringi dengan perayaan Bulan Bahasa. Biasanya B...

Keren atau Aman

Gambar
Rumah di mulut jalan masuk yang atapnya somplak dihajar angin kemarin (foto: feri indra) Kemarin sore hujan pake angin melintasi perumahan kami. Tumben kok pake angin segala. Kan jadi ngeri - ngeri sedap . Di lorong jalan kami, dua rumah sudah ganti atap dari asbes ke spandek. Satu rumah di ujung atau mulut jalan masuk.   Satu lainnya di ujung jalan mentok (buntu). Rumah lain tepat di hadapan kami agak ke kiri, atap kanopinya yang spandek.   Secara kualitas memang spandek lebih bagus daripada asbes. Tetapi, secara keamanan belum tentu signifikan.   Banyak kasus atap terbang dibawa angin puyuh atau puting beliung. Terutama yang menggunakan rangka baja ringan. Atap yang somplak nyaris runtuh menutupi jalan di samping rumah (foto: feri indra) Bahkan, rangka dari kayu pun tak menjamin keamanannya. Buktinya rumah di mulut gang kemarin atapnya somplak . Padahal, sudah memperhitungkan keamanan maka pakai rangka kayu dan menggunakan paku khusus untuk asbes. Artinya,...

Kematian itu Dekat

Gambar
Kemarin malam tahlilan malam ketiga di RT sebelah. Yang meninggal memang punya rumah di situ, ditempati dua anaknya, kuliah dan SMA. Sementara ia dan istrinya bertugas di luar kota. Sesekali saja menjenguk anaknya. Saya sebut saja Bapak Zikran dan Ibu Asamah, keduanya bekerja sebagai ASN di dua kabupaten berlainan. Jarak keduanya lumayan jauh sehingga tidak mungkin dilaju. Mereka bisa ketemuan setiap weekend sudah bagus sekali. Niatnya ya untuk menjenguk kedua anaknya. Namun, tiba-tiba merasa kurang sehat. Oleh anaknya diantar ke rumah sakit, nggak tahunya berpulang ke Haribaan-Nya. Kurang sehat hanyalah lantaran belaka. Kematian itu begitu dekat. Di luar kota, Zikran dan istrinya berjauhan karena berbeda instansi dan lokasi tempat bertugas. Jamak memang suami dan istri menjalani long distance marriage (LDM). Kehidupan rumah tangga terpisah oleh jarak, ruang, dan waktu. Idealnya pasangan suami istri pasca-menikah hidup bersama di bawah satu atap rumah yang sama. Namun, berbagai...

Pak Sepuh 2

Gambar
Kantong infus yang menyuplai cairan nutrisi ke dalam tubuhnya agar sehat dan kuat (foto: zy) Rembugan  emak - emak  untuk membesuk Pak Sepuh ke RS menemu kata sepakat. Namun, pukul 11 rencana berangkat seperti menemu kendala.  Emak  yang menginisiasi dapat kabar mendadak ada saudaranya sakit, dia pun ke RSUD. Semula ada dua mobil  standby  di rumah  emak , satu berangkat mengantar dia ke RSUD dengan anaknya. Satu dikondisikan mengantar  emak - emak  merealisasikan rencana besuk, yang nyopir Pak Surya, suami si  emak . Posisi  emak  digantikan anak perempuannya. Sum-sum duit untuk beli kue oleh-oleh sudah fiks. Tinggal kepastian berangkat, mau tidak Pak Surya mengantar ke RS. Anak perempuannya itu disuruh melobi, Pak Surya pun bersedia. Karena semua rombongan  emak - emak . Maka, untuk mendampingi Pak Surya, saya terpaksa ikut. Tadinya saya sudah pastikan tidak bakal ikut, tetapi kasihan juga Pak Surya sendiri “d...

Pak Sepuh 1

Gambar
Ilustrasi gambar dari kata.web.id Toxic Social Circle Tadi malam ada acara haul atas berpulangnya Ketua RT kami setahun lalu. Satu gang kami bapak/ibu berangkat semua. Kecuali Pak Sepuh dan istrinya. Ya, kusebut Pak Sepuh karena memang sudah sepuh, usianya 75 tahun. Hari Selasa lalu Pak Sepuh diboyong anak mantunya ke rumah sakit tempat anak mantunya bertugas buat kontrol kesehatan yang memang rutin dilakukan, jaraknya sekira 50 km. Baru kembali pulang ke rumahnya Jumat sore. Meski sudah sepuh, si beliau ini masih pemarah. Mungkin sudah karakternya begitu, sudah pembawaan sejak masa muda. Tak ada obat bagi watak, yang ada obat adalah  watuk , bisa beli di apotek berbagai merek tersedia. Barangkali sudah watak tadi, Pak Sepuh ini konflik dengan almarhum Ketua RT kami tersebut. Hingga Ketua RT itu berpulang, hubungan mereka tidak baik-baik saja. Tidak bertegur sapa bertahun-tahun. Semacam  toxic social circle . Ironis memang kalau hingga kematian datang menjelang,...

Coklit

Gambar
A-STIKER COKLIT (foto: zy) Kamis, 16/2/2023 kemarin lusa, sepasang petugas pantarlih datang untuk mencatat anggota keluarga kami guna pemutakhiran data pemilih. Wah, tahapan-tahapan pemilu sudah mulai dijalankan. Pemilu su dekat , rupanya. Meski ada saya sedang ngobrol dengan kakak di teras, anehnya kedua petugas pantarlih menanyakan istri saya. “Ibu ada, Pak?,” tanya mereka. “Ada,” jawabku singkat kemudian memanggil istri yang ada di dalam rumah. Setelah mereka ketemu dan saling sapa, kedua petugas pantarlih memperkenalkan diri sebagai mantan anak didik istri. Karena tamat sudah tahun kapan, bahkan sudah kuliah, istri sudah agak lupa dan payah mengingat-ingatnya. Proses pencatatan pun dimulai dengan mensinkronkannya pada Kartu Keluarga. Setelah selesai, diabadikan dengan kamera ponsel. Saya memegang KK dan lembaran “Tanda Pendaftaran Pemilih Pemilihan Umum Tahun 2024“. Langkah terakhir dari proses pencatatan itu, si petugas menempelkan stiker berwarna cokelat yang ada tulisan COKLIT. ...

Valentine’s Gopay

Gambar
Ilustrasi gambar dari gstatic.com Momen Valentine’s Day berlalu senyap. Tak ada tagar di Twitter. Hiruk pikuk di medsos juga sepi. Tenggelam oleh kehebohan lain atau kini memang sudah bukan zamannya. Ngirim ucapan Happy Valentine’s Day zaman baby boomers pakai kartu, itu udah romantis banget. Zaman millennial dan Gen-Z boro-boro kartu, ngucapin via WhatsApp nggak cukup. Terus gimana? Yaelah masak gak tau, sejak gojek membuat segalanya mudah, kalau sekadar ucapan gak ada artinya apa-apa. Tambah transfer Gopay baru si doi merasa ayem . Begitupun kalau sekadar menanyakan si ayang beb udah makan belom, gak ada gunanya. Harus ada tambahan kata “aku pesenin makan via gofood, ya” baru berasa diperhatiin. Di pinggir jalan perumahan kami, lagi booming gerobak penjaja nasi ayam geprek bertarip 8K. Bayangkan modal segitu bisa merayakan keromantisan bersama ayang beb . Dikemas kotak styrofoam dibawa pulang ke kostan, makan berdua bahkan bisa suap-suapan. Nah, kurang romantis apa coba, ...

Diare Day

Gambar
Sore ke klinik, periksa lalu dikasih obat Membuka-buka diary lama, 14 Februari gini tatkala orang-orang merayakan Valentine’s Day. Saling berkirim kartu ucapan, memberi buket bunga, dan berbagi cokelat. Saya dan kekasih pun ikut-ikutan. Dulu sekali, tahun 80—90an. Itu salah satu legacy para baby boomers . Merayakan hari kasih sayang, masih di era kartu ucapan dikirim via pos menggunakan prangko. Kencan bernuansa naik oplet, metro mini, kopaja, angkot, bemo, diselingi jalan kaki gandengan. Kini, masihkah Valentine ’ s Day disakralkan? Di era serba permisif, serba boleh. Siapa pun boleh lancang berkata-kata, menghujat ( bully ), mencibir suka-suka di media sosial. Sepertinya kasih sayang sudah kehilangan makna. Atau sudah dianggap profan sehingga tidak begitu dielu-elukan lagi. Valentine ’ s Day datang, ya, datang aja sebagaimana datangnya hari-hari lainnya. Tidak begitu istimewa bila dikaitkan dengan kesengsaraan sehari-hari. Atau dengan kata lain, tanggal 14 Februari datang,...

Asal Bukan Bajingan

Gambar
Bajing Coklat atau Tupai Tanah (foto: IDN Times) Kalau kucing liar yang masuk rumah kemudian menggarong lauk atas meja, sudah biasa. Ini bajing yang masuk rumah. Dalam rumah, yang suasananya lain dari habitat aslianya, si bajing alami “gegar budaya”. Kelimpungan cari jalan keluar. Akhirnya nyumput seharian dalam kamar. Hebohlah kami berdua istri kemarin mengupayakan mengusirnya keluar. Berhasil, tetapi masuk kolong sofa ruang TV. Semalaman nginap di situ. Meski kami nonton TV, si bajing bergeming. Ah, ulah si bajing bikin istri ngeri - ngeri sedap . Bila nongol dari bawah sofa bukan keluar, melainkan kembali ke kamar. Tadi sekira pukul 15an si bajing berhasil melarikan diri lewat jendela belakang. Menclok di talang air tetangga belakang. Sepertinya masih dalam keadaan trauma “gegar budaya” membuat si bajing belum menemukan arah jalan pulang. Tidak jelas dari mana masuknya. Tidak bilang kulonuwun apa sampurasun , soalnya. Tahu-tahu sudah dalam rumah. Tidak jelas juga fa...