Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Dari Balik Jendela

Gambar
Bangsal Perawatan di Rumah Sakit dengan jendela yang lebar. (foto: Pinterest) Catatan ini, penutup blogging (aktivitas mengelola blog ) tahun 2021. Berupa review buku antologi puisi 62 tahun RSUP Sanglah yang diluncurkan kemarin pada puncak HUT ke-62 rumah sakit di Bali itu. Puisi saya berjudul ”Fragmen Kecil di Ruang IGD” lolos kurasi oleh Dewan Kurator (Wayan Jengki Sunarta, Made Adnyana Ole, dan Sthiraprana Duarsa), yang bekerja keras menyeleksi 300an judul puisi. ”Undangan Menulis Puisi Se-Indonesia” dalam rangka HUT ke-62 RSUP Sanglah, demikian yang tertangkap mata pada halaman facebook Hari Puisi Indonesia pada 4 Oktober 2021. Wah, perlu ikut, nih , batinku. Event ini, peserta dari seluruh Indonesia boleh kirim maksimal tiga judul puisi, panjang puisi bebas asalkan bertema rumah sakit. Batas waktu ( deadline ) pengiriman 5 November 2021 pukul 00.00 WIB. Sejak 15/10 hingga 31/12/2020 saya tulis 30 puisi bertema kematian, di luar tema yang disyaratkan event ini. Berarti ...

Biarkan Tagar Berlalu

Seorang pelajar, DHP (16), dibacok gerombolan remaja di Jalan Kaliurang Km 9, Senin (27/12/2021) sekira pukul 01.30 WIB. Gerombolan remaja seperti yang disebutkan berita Sindonews.com , 29/12/2021 di atas, diduga adalah anggota geng klitih . Apa itu klitih ? Mulanya klitih bermakna positif karena merupakan aktivitas untuk mengisi waktu luang, keliling naik motor. JJS ( nyore ). Sayangnya aktivitas positif klitih ditelikung menjadi aktivitas yang mengarah aksi kriminal, menyerang korban secara sadis. Pelaku klitih motoran keliling membawa sajam mencari sasaran untuk diserang. Korbannya bisa menyasar pada siapa saja. Sajam yang dibawa tidak main-main. Clurit, gergaji, klewang, pedang, bahkan sekadar pecahan botol pun dianggap cukup. Mereka bacok korbannya secara acak. Tak dibatasi jender dan usia, tak peduli suku, ras, dan agama. Siapa saja pokoknya. Laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa sama. Hanya sekadar melukai, tak merampas motor atau benda. Lantas ...

Ziarah Batin

Gambar
Setelah doa diamiinkan, sebelum tumpeng dipotong, pose sejenak untuk didokumentasikan, ceklek ...    Riyungan Kecil Tahun-tahun kemarin, utamanya 2018 dan 2019, bila mudik ke Pacitan mengisi liburan nataru dan semesteran sekolah, kami ketepakan ultahnya Asih Setiyowidiasmi, 27 Desember. Pagi tadi di WAG keluarga saya ucapkan selamat untuk ultahnya disertai doa semoga Gusti Allah mencurahkan keberkahan dan usia yang panjang dan kajembaran rezekinipun . Pada perayaan ulang tahunnya tahun 2018, saya didaulat untuk mengimami doa, sebelum pemotongan ayam ungkep penghias nasi tumpeng. Sebuah penghargaan buat diriku. Doa yang saya panjatkan pengharapan yang baik-baik. Semoga umur yang berlalu membawa keberkahan dan semoga dipanjangkan lagi usianya. Jaza - Killah Khairan katsiiraa . Di antara doa yang saya lafalkan dengan lirih adalah semoga Allah Swt limpahkan kepercayaan kepadanya untuk dititipi amanah berupa momongan yang salih dan salihah. Momongan yang kelak jadi p...

Bulan Bencana

Gambar
Gunung Semeru kali pertama erupsi pada 8 November 1818. Foto menunjukkan para relawan melakukan operasi pencarian korban erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021. (foto: Liputan6.com) Hari ini, 17 tahun tragedi tsunami Aceh berlalu. Usia 17 tahun bagi seorang remaja bisa jadi sangat istimewa. Tentu akan dirayakan penuh gemerlap. Busana warna pink dan rias wajah yang charming . Tiup lilin dan kue tart yang lezat. Namun, bagi para korban tsunami Aceh identik dengan kenangan pahit. Sedih sungguh bila mengingat-ingat kejadian di hari Minggu pagi 26 Desember 2004 pukul 07.59 WIB itu. Harta dan nyawa hilang dalam sekejap mata. Siang ini, memperingati tragedi tsunami Aceh, keluarga yang selamat melakukan ziarah masal bagi korban tsunami. Kepala peziarah tertunduk khusyuk membacakan Surah Yaa Siin di pemakaman masal tanpa cungkup tanda nama. Tsunami Aceh terjadi hampir dua bulan setelah Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dilantik jadi presiden ke-6 RI, terjadi gempa 9,3 SR di Seumelue yang punca...

Kopi Sastakarta

Gambar
Stand Banner Coffee Shop Kopi Sastakarta, Jl. Dagen, Jogja (foto: koleksi pribadi) Coffee shop ini menempati sisi kanan teras sebuah hotel di Jalan Dagen, Jogja. Stand banner dari selembar triplek berbingkai kayu dengan cat dasar hitam dan tulisan varian kopi dengan kapur tulis didirikan di tepi jalan di depan agar terbaca orang yang lalu lalang. Ada 7 jenis minuman yang ditawarkan di   sini. 5 varian kopi dan 2 lainnya Teh Kayu Aro dan Cokelat. 5 varian kopi berikut harganya (sesuai urutan nomor dari 1 sampai 5) adalah Kopi Lampung (15K), Kopi Bali (20K), Kopi Flores (25K), Kopi Merapi (20K), dan Kopi Aceh (30K). Kopi Lampung, entah dipetik dari pekon (desa) mana, ditempatkan urutan nomor satu, namun harga yang dipatok ternyata paling murah. Merek kopinya pun entah apa, maklum saya tidak menelisik lebih jauh misal bertanya apalagi mampir memesan dan menyeruput kopi di sana. Kami berdua istri sering ngopi di pedestrian Malioboro. Banyak penjual kopi sachet aneka merek, n...

Yang Melepas dan Menunggu

Gambar
Dulu waktu anak sulung kami kali pertama mencoba mengendarai motor sendiri ke sekolah, Ibunya melepas di pintu pagar, memandangi hingga hilang di perempatan jalan. Tentu Ibunya tidak hanya melepas begitu saja, namun menyertakan doa untuk keselamatannya dengan keteguhan hati sekaligus perasaan khawatir yang menghantui. Ketika siang si anak pulang, Ibunya baru merasa plong . Begitu terus setiap hari sepanjang masa si anak menyelesaikan SMA. Kami orang tua berprinsip si anak tidak akan dibelikan dan diperbolehkan mengendarai motor sendiri sebelum mengantongi SIM. Anak kami pun sepertinya paham dengan sendirinya aturan negara tentang itu. Setelah punya motor rupanya tidak pula keranjingan motoran ke sana kemari. Hari Minggu ya di rumah saja, tidak juga main ke tempat kawannya apalagi kelayapan. Sebelum dibelikan motor, bila hendak kumpul-kumpul bersama teman-temannya di rumah Saga, ia minta diantar dan pulangnya dijemput, waktu itu masih zaman SMS-an. Hingga lulus SMA dan kuliah di S...

Ihwal Family Gathering

Gambar
Barisan Para Mantu, Araya Homestay, Pacitan, Sabtu, 29 Desember 2018. Kamis (16/12/2021), Mas Thoha meng- share foto kami berempat para mantu Bapak Soedjatno dan Ibu Soemarti ke WAG ”Keluarga Soedjatno.” Ibu kita Hj. Soemarti binti M. Soekemi lahir Senin, 4 Juli 1921 baru saja dipanggil pulang ke Haribaan Allah SWT, Rabu, 1 Desember 2021. ” Kangen ... kapan bisa kumpul bareng lagi , Desember 2018 ”. Itu  caption yang dibubuhkan pada foto yang tayang pukul 10.46 WIB itu. Foto bertitimangsa 29 Desember 2018. Belum terlampau lawas sih , baru tiga tahun lalu, tetapi dua tahun rentang jarak kita dicekik pandemi. Di Desember 2018 itulah momen kita kumpul seru, makan bareng di Pari Gogo, kedai favorit Mbak Sum. Menikmati libur pergantian tahun. Libur Desember paling panjang masanya dibanding libur kenaikan kelas atau tahun ajaran baru. Desember 2019 kumpul di Mojokerto. Menghadiri resepsi mantenan Adi & Dita. Pulang ke Jogja naik kereta Sancaka, momen kembali merasaka...

Aneka Perayaan

Gambar
Saturday Party, December18th 2021 (foto: Busi_28) ” Tidakkah selain kelahiran , salah satu perayaan terbesar manusia adalah kematian ” (Rusdi Mathari, Seperti Roda Berputar , Mojok, 2018). Sabtu kemarin menghadiri undangan kolega istri yang menikahkan putrinya. Tempat pesta di depan rumah mereka yang masuk gang. Panggung tempat puade pengantin didirikan di lahan kosong samping rumah. Meja prasmanan ditempatkan di teras tetangga. Beruntung betul punya tetangga yang teras rumahnya cukup luas tanpa ada tanaman apa pun. Bisa dimanfaatkan bila ada hajatan. Kalau meja tempat menata menu prasmanan di teras tetangga samping, di teras tetangga depan tempat menata kursi undangan. Saya membatin, betapa gotong royong itu begitu penting dalam melangsungkan sebuah hajat apa pun agar berjalan dengan lancar. Gotong royong terjadi apabila antartetangga hidup berdampingan dengan rukun. Saling peduli antara satu dengan yang lainnya. Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang beriman ke...

Ikhwal Keberkahan Hidup

Gambar
Sosok Rumini yang tewas berpelukan dengan Ibunya (foto: YouTube diupload oel CNNIndonesia, 9 Desember 2021) ” Mahasuci Allah yang di tangan kekuasaanNya - lah segala kerajaan , dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup , supaya Dia menguji kamu , siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya . Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun .” (QS. Al-Mulk : 1—2) Kisah Ibu Rumini dan Bapak Wagiman yang mengemuka dari tragedi terjangan lahar dingin erupsi Gunung Semeru, yang viral di media, menyentak pikiran tentang keajaiban-keajaiban. Apa yang terjadi pada mereka, membuka kesadaran tentang hakikat hidup sesungguhnya. Setelah amuk lahar dingin dan awan panas Semeru reda, Rumini dan Ibunya ditemukan warga di belakang rumah mereka dalam kondisi meninggal dunia. Sewaktu kejadian, si Ibu sudah menyuruh Rumini menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman, Rumini bergeming. Rumini tetap bertahan bersama Ibunya. Ibunya yang lumpuh tak hendak dia tinggalkan. Rasa cinta...

Omicron Masuk Indonesia

Gambar
Penampakan virus Omicron (B.1.1.529) yang sudah masuk Indonesia. (foto: Kompas.com) Sah sudah, Omicron masuk Indonesia. Setelah Menteri Kesehatan dan Bapak Presiden mengumumkannya. Sementara ada lima orang yang terindikasi membawa Omicron masuk Indonesia. Dua WNI yang baru pulang dari AS dan tiga WNA dari Tiongkok yang masuk Manado, Sulawesi Utara. Kelimanya langsung diisolasi, dua di Wisma Atlet Kemayoran dan yang tiga diisolasi dan karantina di Manado. Mencegah varian baru ini meluas ke seluruh Indonesia, pemerintah menetapkan aturan yang superketat. Harus karantina selama 10 hari bagi pendatang dari 11 negara yang dilarang masuk ke Indonesia. Beruntung vaksinasi anak usia 6—11 tahun gencar dilakukan. Semakin vaksinasi merata ke seluruh penduduk rentang usia 6 tahun hingga di atas 60 tahun (lansia), herd  immunity semakin cepat tercapai. Meski demikian, tak boleh main-main menghadapi masuknya Omicron ke Indonesia. Penyebaran Omicron sangat cepat, di Inggris dari semula h...

Jagongan Rasa Dodol

Gambar
Jenang dodol Pacitan merek Sari Rasa (manis, lezat, nikmat) Kemarin dapat kunjungan sepupu dari Bandung. Mereka habis pulang kampung halaman leluhur. Biasa, banyak cerita diuar dalam jagongan di ruang keluarga dengan suguhan cemilan tradisionil. Kebetulan istri yang baru pulang dari Pacitan membawa dodol Sari Rasa dan klanting. Klanting dari Pacitan ini gurih dan maknyus rasanya belum saya temukan tandingannya di Kota Tapis ini. Klanting Metro yang tagline ”Dang Lupa” di kemasannya, huh nggak kelawan sama klanting Pacitan. Padahal klanting Pacitan ini tak ada merek apa pun di kemasannya, karena saat membelinya dikiloin. Dodol Pacitan Sari Rasa, ya memang rasanya ”sari” dari dodol daerah mana pun. Legit. Lezat, dan empuknya bikin ngnangeni . Mudik ke Pacitan gak makan dodol serasa gak pulang kampung, gitu. Saya pernah berseloroh kepada istri, ”Ke Pacitan gak makan dodol sama saja gak mudik”. Oleh karena itu, di samping untuk tombo kangen , bawa dodol juga untuk oleh-oleh...

Vaksin Su Dekat

Tenda itu sudah satu pekan berdiri. Tepatnya dekat plang nama perum BKP di gerbang atas (Jl. Imbon). Saya kira untuk posko penyekatan PPKM Level 3 libur nataru (24 Des 2021—1 Jan 2022).  Setelah saya perhatikan ternyata itu tempat vaksinasi. Saya membatin, ” vaksin su dekat ”. Di posisi itu biasanya tempat parkir mobil SIM keliling Polda. Melayani perpanjangan SIM, Selasa—Sabtu. Tapi, karena di situ berdiri tenda untuk tempat vaksinasi, mobil SIM keliling terpaksa mengalah. Parkir menempati posisi di belakangnya. Di satu jalur sebelah arah masuk perumahan. Tetap strategis juga. Setelah beberapa pekan lalu suntik vaksin bisa dilakukan di Posyandu sebelah rumah. Ceritanya sudah saya posting di blog ini ( Di Depan Mata ). Kini suntik vaksin bisa di gerbang atas Perum BKP. Sudah semakin dekat ( su dekat ) saja tempat vaksin. Padahal, bulan Agustus—September dulu, kami berjuang mencarikan tempat vaksin anak kami yang WfH, takut kalau segera dipanggil ke Jakarta. Di bulan-bula...

Makin Simpel, Makin Oke

Gambar
Berpisah dari rombongan mbak Sas, istriku pulang dari Pacitan naik bus langganan kami. Nomor kontak pegawai  ticketing  di pool bus sudah lama ditanam di pekarangan android. Saat dibutuhkan tinggal dipanen. Hal penting untuk diketahui adalah apa syarat perjalanan Jogja—Lampung. Kalau Lampung—Jogja harus tes swab antigen, di pool Bandar Lampung memang disediakan bilik untuk tes usap rongga hidung tersebut. Ternyata cukup membawa kartu vaksin. Nah, simple banget. Kartu vaksin punya istri memang sudah dicetaknya. Tempat mencetak kartu vaksin ada di mana-mana. Biaya cetaknya pun murah, 10 ribu rupiah saja. Kartu vaksin saya belum naik cetak. Masih tersimpan di android, bila hendak melihatnya cukup membuka gallery bagian Vaccine-Certificate . Dua sisi muka kartu vaksin dosis pertama dan kedua. Bisa dibaca jelas. Persyaratan perjalanan yang simple, itulah yang diinginkan para pejalan. Moda transportasi udara yang mengharuskan tes swab pcr dirasa merepotkan. Prosesnya bergan...

Pepaya Muda

Gambar
ilustrasi gambar pohon pepaya (foto: khasiat.co.id) Melafalkan mahmud (mamah muda) terdengar enak gitu. Sekilas seperti menyebut nama seseorang. Padahal, nggak tahunya untuk mempercantik sebutan bagi ibu-ibu muda yang baru punya momongan satu atau dua. Mamah muda, ibu-ibu yang kariernya tampak aman di level middle manager , yang lagi bucin-bucinnya pada anak yang sedang lucu-lucunya. Dengan suami yang juga mapan, tentu rasa bahagia senantiasa hadir melimpahi. Namun, bagaimana halnya papah muda? Kira-kira apa yang cocok sebutannya sehingga juga terdengar ngganteng gitu. Bila menggunakan sebutan pahmud, kok kesannya dipaksakan agar sejurus dengan mahmud. Judul tulisan ini sama sekali tak ada hubungannya dengan papah muda. Pepaya muda serut kalau sudah terperangkap di dalam empek-empek wong kito , rasonyo lemak nian . Itu jenis empek-empek yang kami suka beli. Pepaya muda serut kalau sudah disayur oseng atau dikuahi santan, membuat nafsu makan tambah dahsyat. Apalagi makan di...

Bulan Berakhiran ”ber”

Gambar
di musim penghujan, payung terasa besar manfaatnya (foto: detikhealth/detikcom) Mudik atau berwisata di bulan Desember sungguh tidak begitu menguntungkan. Empat bulan yang berakhiran ”ber” seperti September, Oktober, November, dan Desember merupakan bulan yang dibekap persalinan musim. Musim penghujan yang membasuh bumi mulai Oktober, membuat orang malas ke mana-mana. Tapi, di pengujung tahun selalu hadir momen libur anak-anak sekolah termasuk di dalamnya libur natal dan tahun baru (nataru). Bulan Desember hujan sedang ranum-ranumnya. Embusan angin monsun barat berkesiur kencang. Tinggi gelombang laut tak menentu. Cuaca susah diprediksi. Semua itu sering jadi kendala pelayaran dan penerbangan. Hujan ranum di bulan Desember karena matahari berada di selatan ekuator. Saat wilayah Indonesia sedang dilalui angin monsun Australia. Kemunculan angin monsun dipengaruhi gerak semu matahari terhadap bumi. Menyeberang Selat Sunda di malam hari pada bulan Desember, alun gelombang terasa cuku...