Kukira Omicron
Pulang ” kondangan masa ppkm ” yang jadi judul post yang lalu, malamnya badan dilanda demam. Nggak terlalu panas sih , tapi nggak juga dingin. Hanya tidak seperti kondisi normal. ”Wah, jangan-jangan ini Omicron,” pikirku. Ngebaca berita di internet, Omicron tidak bergejala. Sama halnya dengan sakit flu biasa dan itulah yang kurasa. Badan hangat, hidung meler , ada batuk juga. Jamaknya influenza. Oke, gapapalah. Gak mengkhawatirkan. Seperti petunjuk pada berita di internet, demam oleh Omicron bisa diatasi dengan nguntal obat paracetamol, multivitamin, istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih hangat. Esok harinya demam mereda, alhamdulillah. Etapi , di badan utamanya perut dan punggung serta lengan bagian atas keluar ruam merah. Keadaan ini sudah sering terjadi sejak dua-tiga tahun ini. Menjelang lansia baru muncul begitu. Seperti aneh, sudah tua baru mengalaminya. Seingatku –atau hanya perasaan– di masa kecil tak pernah aku alami demam disertai ruam merah ...