Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Kukira Omicron

Pulang ” kondangan masa ppkm ” yang jadi judul post yang lalu, malamnya badan dilanda demam. Nggak terlalu panas sih , tapi nggak juga dingin. Hanya tidak seperti kondisi normal. ”Wah, jangan-jangan ini Omicron,” pikirku. Ngebaca berita di internet, Omicron tidak bergejala. Sama halnya dengan sakit flu biasa dan itulah yang kurasa. Badan hangat, hidung meler , ada batuk juga. Jamaknya influenza. Oke, gapapalah. Gak mengkhawatirkan. Seperti petunjuk pada berita di internet, demam oleh Omicron bisa diatasi dengan nguntal obat paracetamol, multivitamin, istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih hangat. Esok harinya demam mereda, alhamdulillah. Etapi , di badan utamanya perut dan punggung serta lengan bagian atas keluar ruam merah. Keadaan ini sudah sering terjadi sejak dua-tiga tahun ini. Menjelang lansia baru muncul begitu. Seperti aneh, sudah tua baru mengalaminya. Seingatku –atau hanya perasaan– di masa kecil tak pernah aku alami demam disertai ruam merah ...

Kondangan Masa PPKM

Gambar
gambar sengaja dikaburkan (foto: Busi_28) Meski diringkus PPKM Level 3 ternyata masih bisa juga menggelar hajatan pesta. Tadi malam suara orang dangdutan diiringi organ terdengar sayup sampai entah di mana lokasinya. Siang tadi di GSG yang berlokasi di area perkemahan pramuka di Kepayang ada gelaran hajatan pesta resepsi pernikahan. Barangkali mengurus izin sejak lama jadi lolos larangan. Kami juga menghadiri ijab qabul kolega istri di daerah Kaliawi. Cuman akad dan pesta syukuran saja. kedua mempelai disandingkan di dalam rumah dengan puade yang amat sederhana. Tak ada terop di halaman karena tahu sendiri daerah Kaliawi itu rumah nyaris berdempet-dempet. Hanya dipisahkan oleh gang-gang kecil di samping kiri kanan dan depan antar-rumah. Inilah kondangan ketujuh di 2022. Kondangan di masa PPKM. Protokol kesehatan ketat dengan disambut tetesan hand sanitizer ke tangan tetamu. Disediakan masker bagi yang alpa. Di masa Covid-19 ini masker, cuci tangan, dan jaga jarak adala...

Yang Tersimpan dalam Ingatan

Gambar
” Menonton Pesta Demokrasi”, tulisan AYE di Majalah Sapu Lidi. (foto: zy) Sejak berniat mengurangi aktivitas  facebookan , 15/10/2020  Yusrin Tabri  minta pertemanan. Tentu saja saya konfirmasi, ia teman saat jadi kader HMI Komisariat AMP YKPN Jogja. Niat tetap saya jalankan, berkurang perlahan-lahan. Buka  facebook  sesekali hanya  ngintip  aktivitas teman-teman yang lain. Tak terasa tahun 2020 tamat, berganti tahun baru 2021. 1 Januari 2021 mata saya menangkap nama Aminoto Unzir  di  Google . Saya tercekat membaca kabar duka yang diposting teman-teman putrinya alumnus SMADA Jogja. Aminoto Unzir sudah sejak lama saya lacak akun medsosnya di  Google . Berulang kali saya  browsing  sampai menggunakan nama anaknya pun saya coba, tapi hasilnya nihil.  Zonk  melulu. 13 Februari 2021 pukul 20:47 Aminoto mengajukan  friend request  sekaligus mengirim  messenger . Baru saya konfirmasi dan balas  m...

Ambyar Angan-angan

Gambar
Konfirmasi positif Covid-19 sempat terjadi tren penurunan dalam tiga hari (Sabtu—Senin), Sabtu (12/2) 55.209, Minggu (13/2) 44.526, Senin (14/2) 36.501 orang. Agak bungah rasanya. Sempat berpikir sepertinya gelombang ketiga yang dipicu varian Omicron akan cepat mereda. Namun, pada Selasa (15/2) kembali naik drastis menjadi 57.049 orang. Ternyata kian melaju. Angka yang dahsyat di atas ternyata melampaui puncak gelombang kedua Covid-19 varian Delta pada 15 Juli 2021. Pada puncak Delta tercatat penambahan kasus 56.747 orang. Mengerikan. Seperti telah diprediksi, varian Omicron akan mengalami lonjankan dan mencapai puncaknya pada Februari—Maret. Faktanya, sejak awal Februari kasus positif harian terus membesar. Masifnya sebaran varian Omicron ditunjukkan penambahan kasus pada hari Selasa (16/2) sebanyak 64.718 orang. Lonjakan itu dihasilkan dari berbagai ragam aktivitas masyarakat. Rabu (17/2) jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 sedikit menurun menjadi 63.956 . Aka...

Cluster Hajatan

Gambar
Di masa pelonggaran setelah gelombang kedua varian Delta bulan Juni 2021, musim orang menikah seperti menemukan kemistri dengan momentum melandainya pandemi Covid-19. Tetapi, apa lacur tanggal 16/12/2021 pemerintah mengumumkan varian Omicron masuk Indonesia. Varian Omicron dinyatakan paling masif penyebarannya. Orang mudah terinfeksi. Tetapi, juga cukup cepat pulihnya. Orang yang positif tidak akan tahu kalau dirinya positif. Baru akan diketahui setelah melakukan uji swab pcr . Varian Omicron hampir tak bergejala apa-apa. Benar kata pakar kesehatan, terinfeksi virus corona varian Omicron tak ubahnya sakit flu biasa. Mereka yang positif hanya akan merasa demam sehari dua-hari kemudian sembuh. Karena penyebaran varian Omicron begitu masif tak urung Indonesia masuk gelombang ketiga. Konfirmasi positif Sabtu (12/2) 55.209, Minggu (13/2) 44.526, Senin (14/2) 36.501 orang. Tren penurunan (Sabtu — Senin) apakah tanda gelombang ketiga akan segera berakhir? Belum tentu. Faktanya, hari...

Rukun Tetangga

Gambar
Kemarin dua hari (Sabtu dan Minggu) ada hajatan tetangga satu RT berurutan. Di hari Sabtu ngunduh mantu tetangga asal Batu Brak beralamat satu gang lurus di atas. Jumat malam digelar acara nyambai . Bebai bakas muli meranai dari Kembahang, Kenali, Belalau, Kedaton, dan Sukarame Tanjungkarang saling berbalas pantun dan  lagu. Sabtu pagi pasangan kebayan diarak dari ujung jalan menuju tempat disandingkan di pelaminan. Nyambai , lagi-lagi. Lagu Sai Lagi  berulang kali dipanggungkan. Pangan neng ora mangan . Istilah pangan bagi ulun Lampung adalah makan besar di Hari-H hajatan pesta. Tetamu pilih prasmanan dan kudapan pondokan. Bebas sebebas-bebasnya, puas sepuas-puasnya. Mau langsung makan besar menu prasmanan, boleh banget . Mau ngemil kudapan pondokan dulu, silakan. Sayangnya belum azan Zuhur tak ada lagi pasokan menu dari dapur. Seperti kendara kehabisan bahan bakar di jalan. Tetamu banyak yang tak kebagian, kuciwo . *** Minggu ijab kabul dan resep...

Pengantin Sunat

Gambar
Body semlehoi biduan Syila Music. Asoy Geboy Undangan hajatan itu disebar di WAG. Entah siapa yang memulai kali pertama menyebar undangan hajatan melalui WhatsApp . Lalu diikuti banyak orang dan jadi budaya baru. Saya baca sekilas untuk memastikan di mana alamatnya. Oh, di situ. Dulu pernah ada hajatan di situ. Sekira tahun 2014, saat akan digelar pilwalkot. Hajat demokrasi lima tahun sekali. Di panggung hajatan, salah satu calon wali kota mengambil kesempatan untuk kampanye. Berpanjang kata, bersilat lidah, bermanis bujuk rayu. Kedengarannya seperti cengki nian. Calon wali kota ini dulunya wakil wali kota. Terang saja susah sungguh menaklukkan calon wali kota incumbent. Yang dari segi apa pun menang banyak. Ya modal ya elektabilitas. Kemarin berdua istri hadir lagi di alamat itu. Dari rumah sudah pukul setengah dua siang. Sengaja nggak pergi pagi. Agak ngantuk, tidur dulu sejenak. Lah tuwo gak oleh ngoyo . Pas azan Zuhur bangun, ambil air wudu dan salat. Kemudian bersiap. Hari masih ...

Resmi Gelombang Ketiga

Gambar
Ilustrasi gambar Indonesia masuk gelombang ketiga Covid-19. (foto: iNews.id, 1 Februari 2022) Padahal, usai gelombang kedua imbas varian Delta melandai akhir 2021, eh pada Kamis (16/12/2021) Pemerintah mengumumkan varian Omicron (B.1.1529) resmi masuk Indonesia. 1 Februari lalu IDI mengklaim Indonesia sudah memasuki gelombang ketiga. Disitat cnnindonesia.com (31/1/2022), Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban menganggap gelombang ketiga lonjakan kasus virus corona sudah terjadi di Indonesia. Mengacu positivity rate serta keterisian rumah sakit kian meninggi sejak pertengahan Januari. Dengan rata-rata kasus harian tembus 16 ribu layak jadi tonggak Indonesia resmi masuk gelombang ketiga. Ini pertanda masih lama lagi kita akan mematuhi prokes 3M –memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak–. Sementara di luar sana sudah bebas masker. Pengin iri sama mereka, tapi cam mana . Wong mereka layak lepas masker karena vaksinasi bukan hanya dua dosis, melainkan juga booster nya. ...