Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Seperti Halnya Pelari

Gambar
Ilustrasi gambar pelari dengan nomor dada peserta. (foto: gettyimages) Seperti para pelari saja wabah korona ini. Kok, bisa? Ya, bisa. Coba perhatikan para pelari, apakah lari sprint , jarak pendek, jarak menengah, maraton, estafet atau lari gawang. Di dada mereka pasti ada nomor peserta. Begitu juga wabah korona, dari semula muncul namanya Covid-19. Kemudian mucul sepuluh varian lainnya. Nama sesuai alfabet Yunani. Sepuluh varian; alpha (B.1.1.7), beta (B.1.351), gamma (P.1), delta (B.1.617.2), epsilon (B.1.429), zeta (P.2), theta (P.3), eta (B.1525), iota (B.1.526), kappa (B.1.617.1). Nama dan kode diberikan WHO agar tidak terkait dengan nama negara asalnya. Kode dari nama varian baru virus corona itu yang saya maksudkan ibaratnya nomor dada para pelari.  Setelah varian delta  meluas di Guangdong pada Mei — Juni 2021, jadi wabah gelombang kedua di Indonesia pada Juli 2021, kasus harian orang positif melampaui 50.000. Data statistik dicatat oleh JHU CSSE Covid-1...

Amazing, Pancen

Gambar
Amazing Concert, Kangen DEWA 19. (foto: iNews) Dewa 19, Band besutan Ahmad Dhani ini mulai popular tahun 1992. Dengan vokalis Ari Lasso bersuara jernih, membuat semua lagu yang mereka lahirkan disukai pecinta musik pop. Di saat sedang moncer-moncernya karier Dewa 19, Ari Lasso terpuruk karena drug . Tak mau mengganggu kemilau Dewa 19 yang cemerlang, Ari Lasso memutuskan mundur sebagai vokalis. Setelah tidak lagi jadi vokalis Dewa 19, Ari Lasso sempat vakum beberapa tahun. Hingga tiba pada momen mengejutkan, ia diajak Melly Goeslaw berduet menyanyikan lagu ”Jika”. Di luar dugaan, lagunya ngetop dan pamor Ari Lasso yang sempat redup kembali bersinar dan kariernya kembali menanjak. Lahir beberapa album solo, lagunya hit. Membawa berkah. Dewa 19 merekrut Once Mekel sebagai vokalis tahun 1999. Lima album dilahirkan Dewa 19 bersama Once, di antaranya Bintang V (2000), Cintailah Cinta (2002), Republik Cinta (2006). Once pertama muncul dengan single Juwita Pandang (1991) da...

Dihantui Bencana

Gambar
Mulai kemarin, Selasa, 18/1, PPKM Jawa—Bali serta Luar Jawa—Bali kembali diperpanjang. Untuk  Jawa—Bali berlaku hingga 24 Januari. Sementara untuk Luar Jawa—Bali hingga 31 Januari. Cocokologi. Adanya PPKM biar mobilitas orang-orang terbatas. Tanpa dibatasi pun dengan cuaca ekstrem belakangan ini, hendak ke mana pun orang-orang sedikit mengkhawatirkan. Apalagi prediksi BMKG, besok 20/1 cuaca akstrem akan jadi ”hantu” bagi warga Ibu Kota DKI Jakarta. Akan ada hujan intensitas tinggi. ”Hantu” bencana sebenarnya sudah gentayangan sejak musim hujan tiba. Banjir, tanah longsor, puting beliung, dan ujungnya gempa magnitudo 6.6 Jumat (14/1) mengguncang laut selatan Banten akibat subduksi lempeng Samudra Indo—Australia. ”Hantu” bencana yang lebih bikin jirih adalah serbuan Omicron. Diberitakan akan melonjak di bulan Februari—Maret. Tak bisa dimungkiri akan benar terjadi manakala larangan masuk WNA dari 14 negara sumber wabah Omicron tak berlaku lagi. Sudah dianulir. Warga dari 14 negara sum...

Mampir Ngguyu

Ini tadi kondangan   kedua  di 2022. Hajat mantu kolega istri. Dihelat di gang depan rumahnya. Simple . Lagu Andahmu nongol. Hajatan murah yang nggak murah-murah amat, tentu. Tak ada hajatan yang benar-benar murah. Di rumah sekalipun. Di jalan depan rumah cukup sewa terop dan pernak pernik penghiasnya berikut puade . Katering dan menu pondokan , tentu. As simple as that . Bila sewa gedung butuh kocek yang banyak nolnya, merogoh kantong lebih dalam. Menguras tabungan, ada kalanya. Terus habis pesta, kedua mempelai keluar dari rumah orang tua. Boyongan ke rumah kontrakan, sementara. Walau tak bulan madu ke mana, gitu. Menjalani hari-hari penuh madu di rumah kontrakan, terasa manis juga. Senyampang habis dapat saweran dari tetamu undangan, cukuplah buat bekal menata (bakal) keluarga kecil bahagia. Ada pula pasangan pengantin memutuskan tetap tinggal bersama dengan orang tua. Tinggal di pondok mertua indah, PMI. Pondok mertua indah itu cuman istilah belaka. Banyak faktor jadi...

Busyet, Butet

Gambar
”Kalau ada buku yang dibuat untuk memperingati hari ulang tahun dan kekaryaan Sang Tokoh, mungkin ini salah satu buku terbaik yang pernah dibuat di Indonesia. Terbaik dan tertebal. Terbaik, karena di dalamnya ada tulisan para maestro seni berbagai bidang, yang bertestimoni tentang Pak Butet Kartaredjasa. Justru karena itu, buku ini memiliki dimensi sosial yang luas karena hampir semua tokoh hebat mau tidak mau menceritakan dunia yang mempertautkan mereka dengan Pak Butet. Padahal kita tahu, Pak Butet adalah orang yang berkecimpung dalam beragam medium berkesenian, mulai dari teater (termasuk di dalamnya adalah monolog), film, senirupa, acara televisi, dll.” Demikian utas di akun Twitter Buku Mojok (@BukuMojok), 7 Januari 2022. Mencermati cover buku saja saya langsung tertarik dan pengin mendapatkannya, tentu. Di batin bertanya, berapa mahar untuk mendapatkannya. Setelah scroll utas tweet di atas, ketemulah perkiraan harga jualnya sekitar Rp300 ribu, sebab tebal buku ini lebih dari ...

Ujung Mata Pena

Gambar
Penyerahan Buku Suatu Hari Dari Balik Jendela Rumah Sakit : Antologi Puisi HUT ke-62 RSUP Sanglah, saat di- launching pada puncak HUT ke -62 RSUP Sanglah, 30 Desember 2021 (foto kiri dari laman facebook RSUP Sanglah). Paket buku yang sampai ke rumah saya pada 9 Januari 2022 (foto kanan dari koleksi pribadi)   Dulu, sebelum ada alat tulis elektronik, ujung mata pena jadi andalan dalam mencatat apa pun. Dalam menulis naskah apa pun. Paling modern mempergunakan mesin ketik merek Royal atau Brother. Sungguh ujung mata pena begitu penting maknanya dalam kehidupan manusia. Selarik puisi yang tiba-tiba memuai di kepala, terlebih dahulu diguratkan di buku notes atau diary , sebelum diketik di mesin tik. Wartawan, di masa pergolakan perang julukannya begitu. Sampai masa setelah lama merdeka pun tetap itu julukannya. Organisasi yang mewadahinya pun bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Di samping menenteng kamera DSLR jadul, di kantong setiap wartawan pasti ada buku notes ...

Ujung Lidah Omicron

Gambar
Kondangan pertama di tahun 2022, Zahdi Basran  ngunduh mantu. (foto: koleksi pribadi) Ujung lidah Omicron menjulur mencari mangsa. Pikuk kerumunan di mana-mana, para pelancong, shopper maniak di Mal, para tamu hajatan pesta, dll. Siapa yang lengah di antara semua itu, akan jadi sasaran empuk Covid-19 varian Omicron. Lidah Omicron entah seperti apa, belum ada yang menggambar. Apakah bekas jilatan lidah Omicron meninggalkan bekas di tubuh mangsanya berupa demam tinggi? Entah. Jilatannya halus, gejalanya jadi tak teraba. Meraba-raba apa gejala setelah dijilat lidah Omicron, bagai meraba ruang hampa. Sejauh ini belum ada ciri khas tertentu demam Covid-19 varian Omicron, gimana . Ini tulisan hasil mengendapkan lamunan di jalan sepulang dari hajatan ngunduh mantu kolega waktu jadi sesuatu di media massa. Kerumunan massa menggurita. Hayuh .  Beruntung hajatan dikonsep dengan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berlalu. Malah datang varian b...

Patangpuluhan

Tahlil bagi orang yang sudah meninggal dunia, 3 hari ( niga ), 7 hari ( nujuh ), 40 hari ( patangpuluh ), itu adalah budaya. Mayoritas umat muslim di Indonesia dan Malaysia mengadakan tahlil. Arwah orang yang meninggal dunia masih ada selama 40 hari, itu adalah ungkapan. Ungkapan untuk menggambarkan suasana selama 40 hari itu seolah ia/dia masih ada di sekitar keluarga. Tidak ada larangan untuk menggelar tahlilan. Pun tidak pula ada anjuran untuk melakukannya. Dalam hal ini ada kontroversi memang, sering terjadi kesalahpahaman dalam menyikapinya. Ada sebagian mengatakan, karena Rasulullah SAW tidak mengamalkan tidak usah diamalkan. Pendapat lain, apa yang tidak diamalkan Rasulullah SAW tidak harus ditinggalkan. Kalau berpedomani kepada ajaran Rasulullah SAW yang tidak pernah melakukannya, diambil jalan tengah bagi yang hendak melakukan silahkan, yang tidak mau pun silahkan. Jalan tengah itulah yang berkembang menjadi budaya di kalangan umat muslim. Bagi warga NU, biasa menggelar tahlil...

Di Balik Nikmatnya Rokok

Deja Vu Marlboro Tadi saat membeli air mineral galon di warung langganan, bertemu dua orang remaja mencari rokok Marlboro kretek. Habis, jawab yang punya warung. Dari gelagat mukanya yang saya lihat, sepertinya mereka sudah keliling ke beberapa warung, belum juga mendapatkan. Saya pertama melihat Marlboro kretek ketika membeli pulsa. Konter tidak melulu menjual pulsa dan pernak-pernik ponsel, tetapi juga menjual beberapa merek rokok. Ketika kali pertama melihat Marlboro kretek itu, ingatan saya melayang jauh sampai ke Malang. Rokok terakhir yang saya isap saat kuliah di Malang tahun 86—88 adalah Marlboro asli dari Amerika. Sejak pertama mencicipi rokok Kansas (maling punya Bapak) saat SMP, selanjutnya gonta-ganti saat SMA. DJARUM, FILTRA, GG Surya 16, sesekali DJI SAM SOE. Dahulu memang banyak rokok impor seperti Commodore, Dunhill, Kansas, Diplomat, Camel, COUNTRY, ARDATH, PALL MALL, MUSTANG, LUCKY STRIKE. Yang pernah saya coba Kansas, Commodore, ARDATH, Dunhill, dan akhirnya ...

Langkah

Gambar
ilustrasi gambar, jejak tapak langkah kaki di pasir. (foto: Jawaban.com) Kaki Kanak-Kanak Kita Kita tentu tak ingat bagaimana Ibu mengajari kita berjalan. Langkah demi langkah kaki mengayun. Sampai akhirnya kaki kanak-kanak kita lincah berlari. Tangan kita tak lagi perlu bergayut di lengannya. Bahkan kita tak mau lagi digandeng oleh Ibu. Sampai akhirnya kita berani bermain jauh. Srawung ke rumah teman kanak-kanak kita. Kita coba mengingat bagaimana langkah pertama kita menuju sekolah. Ibu tak pernah mengantar sampai gerbang sekolah. Sampai akhirnya kaki kita mampu seperti anak sekolah lainnya. Berangkat dan pulang berjalan kaki. Setiap hari, langkah kita mengayun penuh semangat. Sampai akhirnya kita tamat sekolah dasar, lanjutan, dan menengah. Kita pada akhirnya direstui Ibu meninggalkan rumah pergi merantau. Saat kita memasuki bangku kuliah di kota yang jauh. Anak yang dulu dituntunnya belajar melangkah pertama. Yang dulu digandengnya berjalan bersisian. Kini pergi jauh meningg...