Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

BBC London, Terkenang Ayah

Setiap pukul 06.15 pagi dan 20.00 malam, ayahku ”pasti” mendengarkan siaran berita radio BBC London, dengan radio PHILIPS 4 band kesayangan. Malam, bakda Isya ayahku sudah bersiap untuk menepatkan tali gelombang radionya. Menepatkan tali gelombang perlu dilakukan agar jarum tuningnya pas pada pemancar radio BBC London. Kadang ayah sendiri, kadang ditemani tetangga yang bertamu dengan maksud sengaja ingin juga mendengarkan berita dari BBC. Sembari menyeruput kopi panas atau teh hangat dan menghisap dalam-dalam kretek, mereka khidmat menyimak suara penyiar yang hilang timbul tenggelam di sela suara kresek-kresek karena ditangkap pada gelombang SW-1. Dentang jam di Menara Big Ben dan terompet concerto yang khas di setiap awal siarannya terekam di benak karena telinga kanak-kanakku masa SMP 70—80an juga terbiasa mendengar radio yang punya program pelajaran bahasa Inggris itu. Aku sendiri sejak lama tidak mendengarkan radio BBC London—yang belakangan namanya jadi BBC News Indonesia...

Adios NOVA

Ketika melanjutkan kuliah di Malang, 1986, saban Kamis sore saya belanja dua media massa. Tabloid N ova dan koran Surabaya Post . NOVA untuk bacaan my girl friend dan Surabaya Post ada tulisan di kolom ”bina manajemen” yang saya kumpulkan buat dikliping, sisa korannya dijual kiloan di pasar. Rutinitas itu akhirnya membuahkan tumpukan tabloid yang diperuntukkan bagi wanita tersebut. Di akhir masa kuliah, NOVA saya urutkan nomornya dan membawanya ke tempat membundel. Ada beberapa bundel besar menjelma menjadi ”barang-mewah” yang belum tentu semua orang punya. Selain dua media massa tersebut, ada satu majalah dewasa yang juga saban terbit (setiap minggu) tak pernah saya lewatkan untuk mengangkutnya dari kios koran ke rumah kost. Entahlah, yang namanya belanja bacaan melebihi kesenangan belanja kaset—yang juga pernah saya gilai pada masanya. Ya, ada beberapa bundel Majalah MATRA yang jejaknya tertinggal di Jogja karena saya titipkan pada adek sepupu yang menikah dengan perempuan ...

Cerita Pengalaman

Bubar tahlil hari ketiga kemarin (21/12/22) malam, sambil beriringan pulang Pak RT kami bercerita pengalamannya saat dulu ditinggal istrinya pulang. Mulai besok, empat hari, tujuh hari, empatpuluh hari, hingga seratus hari –hari-hari si suami dan anak-anaknya akan disergap rasa sepi dan pikiran kosong. Ini bukan rekaan saya lho, kata Pak RT. ”Dahulu saya merasakan benar. Waduh, pikiran melayang-layang gak karuan, sulit untuk bisa tidur nyenyak” imbuhnya. ”Nah, setelah lewat seratus hari secara perlahan baru mulai bisa tidur nyenyak. Bukan takut ya, melainkan hanya semacam tak enak perasaan ini,” tambahnya. Cerita pengalaman pribadi Pak RT terputus karena kami harus berpisah di mulut gang. Inti dari ceritanya bisa saya tangkap garis besarnya seperti di atas. Masuk akal, serbarasa tak karuan tentu akan mengisi hari-hari orang yang ditinggal pulang oleh orang yang mereka kasihi. Suami ditinggal istri atau sebaliknya. Anak ditinggal orang tua atau sebaliknya orang tua kehilang...

Ada Tangis Tertahan di Pemakaman

Gambar
tempat pemakaman umum bukit kemiling permai (foto: koleksi pribadi) ”Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang… seperti dunia dalam pasar malam… Seorang-seorang mereka datang. Seorang-seorang mereka pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana….”  –Pramudya Ananta Toer Pagi belum terlalu tinggi, dari TOA masjid yang sedikit loyo dikabarkan seorang ibu kembali pulang. Baru saja, pagi itu juga. Bahkan putrinya sudah berangkat ke tempat kerja, mungkin sedang di jalan dengan sepeda motornya. Dikabari ibunya berpulang, dia pun putar balik pulang ke rumah. Posisi ibunya memang sedang di rumah sakit. Dilarikan ke rumah sakit pada malam harinya setelah gula darahnya meningkat. Itulah sebab sang putri masih beraktivitas seperti biasa. Tetapi, sepertinya bersamaan waktu dengannya berangkat kerja, sang ibu juga berangkat ke Haribaan-Nya. Warga perumahan satu blok pada melayat. Bapak, ib...

Jalan Sastra Lampung

Gambar
Buku Jalan Sastra Lampung (foto koleksi pribadi) Sejak diluncurkan Jumat (2/12/2022), butuh dua pekan saya merampungkan membaca buku ini. Baru senja kemarin selesai membaca semua esai di dalamnya. Buku ini hanya jadi pengisi senja berteman secangkir kopi. Hanya pengisi senja, tak menjadikannya bacaan utama. Ada bacaan lain, terutama yang berseliweran di platform media sosial yang aplikasinya tertanam di halaman gawai. Silih berganti menelusup mencandai. Setelah rampung membaca semua sesuai urutan dari awal hingga akhir. Kesan awal, pada umumnya ”lari jauh” meninggalkan tema dan aturan. Aturan semula, panjang tulisan 12.000 – 15.000 karakter termasuk spasi. Nyatanya, pada melesat melampaui jumlah itu. Panjang esai saya persis 15.000 karakter. Agak masygul manakala mencermati esai lainnya ternyata lebih panjang dari itu. Pengin misuh,  piye . Masa iya misuh, siiih. Ya, sekadar masygul. Kalau boleh melanggar ya tentunya saya pengin tulisan lebih panjang dari itu biar lebih menguliti t...

SAMPIAN

Gambar
Buku SAMPIAN, Antologi Puisi Dwibahasa Lampung-Indonesia. (foto koleksi pribadi) Bukan main lama menunggu buku bagus ini sampai ke tangan kemudian menimang-nimangnya dalam genggaman. Produksinya lebih lama dari proses seorang ibu hamil lalu melahirkan bayinya. Setelah terbit baru ngeh ternyata harus diterjemahkan sehingga menjadi dwibahasa (Lampung-Indonesia).  peserta diskusi buku (Farida Ariyani, Iwan Nurdaja-Djafar, Udo Z. Karzi) didampingi moderator Yuli Nugrahani. Dibutuhkan waktu satu tahun menanti, dua buku hasil sayembara Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) ditaja tahun 2021, diluncurkan  juga akhirnya, Jumat, 2 Desember 2022. Jalan Sastra Lampung , memuat 25 esai sastra dan Sampian , 50 puisi dwibahasa (Lampung dan Indonesia). Ketua Akademi Lampung, Ir. Anshori Djausal, M.T. membacakan puisi Bupengatu di Bulan Bara Sebelum peluncuran buku resmi dihelat, sehari sebelumnya digelar lomba baca puisi bahasa Lampung yang puisinya ada di buku Sampian . Lumayan ant...

Senja Kala TV Analog

Terhitung Rabu, 2 November 2022, pukul 00.00 dinihari, analog switch off (ASO) resmi diberlakukan. Artinya, siaran TV analog resmi dimatikan, diganti dengan TV digital, paling tidak untuk 222 wilayah termasuk Jabodetabek dan Jawa Timur. Pencet tombol ASO pada 2 November 2022 tadi malam ternyata belum benar-benar tahap akhir. Faktanya, di sebagian wilayah Sumatra ada warga masyarakat yang masih bisa menikmati siaran TV analog. Bejo sekali, walau hanya untuk sementara waktu. ASO tahap 1, 30 April 2022, meliputi 56 wilayah yang mencakup 116 kabupaten/kota di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pemerintah membagikan set top box (STB) gratis ke masyarakat tidak mampu. Hanya mereka yang memiliki TV digital yang tak terpengaruh ASO. Masyarakat yang TV-nya masih analog, dengan bantuan perangkat STB, bisa menangkap siaran TV digital. Tanpa STB tentu tidak bisa lagi menyenangkan diri dengan menonton TV. Karena itu, dengan ditekannya tombol ASO pad...

Sihir Robusta

Kembali kita rayakan Hari Kopi Sedunia ( International Coffee Day ). Ada kan orang yang belum merasa melek matanya bila belum nyeruput kopi. Ada kan orang yang belum berarti paginya bila belum ada kopi di hadapannya. Tapi, di Hari Kopi Sedunia tahun ini, tentu tidak perlu ada pernyataan kembali kita seruput kopi. Sebab bukankah saban hari kita selalu memulai hari dengan nyeruput kopi. Di pagi hari, mata kita terbuka oleh aroma kopi. Artinya apa? tidak harus dirayakan Hari Kopi Sedunia pun kita sudah terbiasa nyeruput kopi sejak pagi membuka hari, rehat kerja siang hari ( coffee break ), dan setelah terbangun dari tidur siang pun kopi dihidangkan. Terselip Tanya mengapa sampai ada perayaan Hari Kopi Sedunia? Bukankah tanpa dirayakan pun kita terbiasa ngopi lantaran tak semangat hidup bila belum ngopi. Nah, itu kalau perspektif kita iya tak perlu ada perayaan. Tapi, bukan hanya kita saja yang doyan ngopi. Tetangga, orang lain di mana pun berada, di belahan dunia nun jauh pun oran...

Maka, Nikmat Tuhanmu

Gambar
sejenak selfi di sebuah lukisan salah satu dari 70 perupa yang berpameran di gedung DKL.  Hari Senin, 26/9/2022 siang tadi saya tampil membaca puisi bahasa Lampung di panggung lantai dua gedung Dewan Kesenian Lampung di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung. Kemarin saya sudah siapkan tiga puisi Ngeba Riya , Kerajaan Rantau Nipis , dan Kera Ui . Namun, pagi ada #PejabatLaknat di Twitter . Saya jadi teringat pusi berjudul Pejabat Gayah . Saya lalu menyiapkan pdf puisi tersebut untuk alternatif pilihan. Sesampai di lokasi acara, kembali saya buka hp memantau sejauh apa perkembangan tagar tersebut di Twitter . Tatkala buka IG, melintas IG Lampung Geh News , Aduh, ada demo guru-guru P3K Kota Bandar Lampung di Kopi Joni milik Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kepada Bang Hotman mereka mengadukan bahwa gaji mereka selama bekerja 9 bulan belum dibayar. Wah, mantap kali ini. Sebaiknya puisi Pejabat Gayah saja yang saya bacakan. Kenapa? Konteksnya ada kesesuaian de...

Mangkuk Ayam Jago

Gambar
doodle google mangkuk ayam jago (credit foto: google) Ada di masa menyantap menu kuliner, apakah di warung makan atau penjual gerobakan misal mie ayam atau bakso, wadah penyajiannya selalu saja mangkuk bergambar ayam jago. Apakah ada penikmat kuliner memperhatikan seksama mangkuk tersebut? Entahlah. Saya sendiri sepertinya tak begitu peduli. Makan saja, karena itulah tujuan utama. Apalagi kalau lapar. Hari ini Google menghias doodle -nya dengan mangkuk bergambar ayam jago dan ternyata mangkuk ayam jago ini adalah mangkuk khas Lampung. Wah, baru ngeh ... Baru mafhum deh . Namun, bagaimana sebenarnya sejarah   mangkuk bergambar ayam jago tersebut? Menurut kanal media berita Tionghoa.info, Senin (12/9/2022), mangkuk ayam jago berasal dari negeri China. Kita sering melihat orang China atau Jepang menggunakan mangkuk saat menyantap menu makanan. Hal itu sudah jadi kebiasaan atau tradisi. Mungkin karena lebih praktis dan memudahkan.

Zona Benioff

Yes, Mask Free

Yup... bebas melepas masker di ruang terbuka. Demikian maklumat Presiden Jokowi dalam siaran pers di Istana Bogor, Selasa (17/5) petang. Jenuh memang mengenakan salah satu dari tiga prokes standar bagian 3M itu. Dan saya sejak sebelum Ramadan sudah biasa gak maskeran. Pelaksanaan salat tarawih sepanjang Ramadan lalu, di masjid dekat rumah hanya segelintir jemaah yang masih asyik dengan maskernya. Mereka asyik dengan aturan "tetap memakai masker dan segera lakukan vaksin" seperti yang selalu disampaikan pembaca berita di tv. Mereka asyik dengan status minoritas di tengah mayoritas jemaah yang percaya diri setelah vaksin lengkap dan mengira endemi akan tiba. Endemi memang akan tiba seiring melandainya pandemi dan mayoritas warga sudah mendapat kekebalan tubuh melalui 2 kali vaksin + booster.

Pil Pahit

Kasihan betul nasib rakyat diperdaya kelangkaan minyak goreng. Ada yang sampai meregang nyawa karena kelelahan antre berjam-jam. Terjadi di Berau dan kota Samarinda, Kalimantan Timur. Bukankah Pulau Kalimantan dilanda deforestasi karena hutannya dibabat untuk dijadikan lahan sawit, eh emak-emak mati saat hendak antre minyak goreng terjadi di Kalimantan juga. Tragis. Korban yang di Berau bernama Sandra (41) jatuh saat hendak antre minyak goreng di sebuah waralaba. Akhirnya Sandra meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, Sabtu (12/3). Korban yang di kota Samarinda bernama Rita Riyani (49) mengalami sesak napas akibat kelelahan setelah antre minyak goreng. Bagaimana tidak kelelahan, Rita antre di tiga gerai retail. Demi mendapatkan minyak goreng, pagi Minggu (13/3) Rita bersiap untuk berburu ke beberapa gerai retail moderen. Hasilnya memang dia peroleh 6 liter minyak goreng di tiga gerai retail. Sepertinya 6 liter belum memuaskan hatinya, mumpung masih ada gerai retail b...

Nyeratus

Tak terasa 100 hari kepulangan Ibu Hj. Soemarti binti Moehammad Soekemi ke Rahmatullah. Tak terasa pula 100 hari saban bakda Magrib kubacakan Surah Ya Sin. Dan terus berlanjut. Kami anak mantu beliau yang di Lampung tidak menggelar tahlilan. Hanya kami hantarkan donasi ke panti asuhan untuk minta didoakan anak-anak yatim yang diayomi panti tersebut. ”Kebetulan seperti biasa, anak-anak sedang puasa sunnah hari Kamis. Nanti setelah anak-anak berbuka, anak-anak akan bacakan Surah Ya Sin dan didoakan,” kata pengasuh panti. Kami senang, cara begitu kami pertimbangkan lebih simple dibanding bila menggelar tahlilan di rumah. Di samping praktis, donasi yang kita berikan lebih bermanfaat bagi mereka. Sewaktu genap patangpuluh hari kami hantarkan nasi kotak plus kue ke panti itu. Pas di hari nyeratus ini kami pikir lebih afdol bila berujud uang tunai ketimbang nasi kotak dan kue. Apalagi ini jelang Ramadan, donasi uang cash and carry lebih besar faedahnya ketimbang makanan sekali sa...

Keberuntungan

Lantaran simcard XL Axiata hangus karena telat isi pulsa, praktis saya tidak bisa mengakses e-mail Yahoo! karena tidak bisa menerima SMS kode verifikasi dari Yahoo! via ponsel saya. Itu terjadi pertengahan tahun 2019. Desember 2019 saya coba untuk mengurus re-aktivasi simcard di XL Axiata Servis Center di Jl. Antasari. Kusangka semula bakal mudah dan lancar. Saya dijebak dengan pertanyaan, ”Kapan ngisi pulsa terakhir, dan berapa?” saya coba jawab, ”Rp10.000, tapi waktunya lupa.” Ternyata jawaban saya salah dan reaktivasi tak bisa. Saya coba negosiasi dengan opsi bayar denda berapa pun untuk penggantian simcard baru. Opsi itu tidak digubris, alasannya peraturannya harus bisa menjawab pertanyaan jebakan itu. Saya coba mengingat-ingat lagi. Oh, sepertinya yang benar adalah saya isi pulsa terakhir senilai Rp5.000 sekadar untuk memperpanjang masa aktif sebelum akhirnya simcard hangus. 13 Februari 2020 saya menulis catatan facebook dengan judul Selamat Tinggal Yahoo ! sebagai...

The Power of Emak-Emak

Dari balik langkanya minyak goreng tercurah berbagai kejadian luar biasa. Satu , emak-emak yang berjibaku menunggu datangnya mobil boks pengantar barang ke minimarket merah dan biru. Kali aja di antara boks kontainer aneka produk pabrikan yang dikirim distributor, ada nyelip kardus beisi minyak goreng. Kalau iya ada, semringahlah emak-emak yang sejak tadi sabar menunggu. Begitu mobil boks datang, seketika emak-emak sigap berdiri mencipta barisan antre mengular dari depan pintu hingga halaman minimarket. Sesuai urutan kedatangan dan ndeprok menunggu. Entah pukul berapa mobil boks akan datang, pokoknya sejak pukul 14 siang emak-emak mulai berdatangan dan ndeprok di selasar minimarket merah atau biru. Berharap ada minyak datang. Dari obrolan saya dengan seorang pria di selasar minimarket, jadwal kedatangan minyak goreng adalah hari Senin, Rabu, dan Jumat. Ia tahu persis karena sudah biasa berburu minyak goreng. Tapi, pernah saya lihat antrean emak-emak di depan minimarket pa...

Kukira Omicron

Pulang ” kondangan masa ppkm ” yang jadi judul post yang lalu, malamnya badan dilanda demam. Nggak terlalu panas sih , tapi nggak juga dingin. Hanya tidak seperti kondisi normal. ”Wah, jangan-jangan ini Omicron,” pikirku. Ngebaca berita di internet, Omicron tidak bergejala. Sama halnya dengan sakit flu biasa dan itulah yang kurasa. Badan hangat, hidung meler , ada batuk juga. Jamaknya influenza. Oke, gapapalah. Gak mengkhawatirkan. Seperti petunjuk pada berita di internet, demam oleh Omicron bisa diatasi dengan nguntal obat paracetamol, multivitamin, istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih hangat. Esok harinya demam mereda, alhamdulillah. Etapi , di badan utamanya perut dan punggung serta lengan bagian atas keluar ruam merah. Keadaan ini sudah sering terjadi sejak dua-tiga tahun ini. Menjelang lansia baru muncul begitu. Seperti aneh, sudah tua baru mengalaminya. Seingatku –atau hanya perasaan– di masa kecil tak pernah aku alami demam disertai ruam merah ...

Kondangan Masa PPKM

Gambar
gambar sengaja dikaburkan (foto: Busi_28) Meski diringkus PPKM Level 3 ternyata masih bisa juga menggelar hajatan pesta. Tadi malam suara orang dangdutan diiringi organ terdengar sayup sampai entah di mana lokasinya. Siang tadi di GSG yang berlokasi di area perkemahan pramuka di Kepayang ada gelaran hajatan pesta resepsi pernikahan. Barangkali mengurus izin sejak lama jadi lolos larangan. Kami juga menghadiri ijab qabul kolega istri di daerah Kaliawi. Cuman akad dan pesta syukuran saja. kedua mempelai disandingkan di dalam rumah dengan puade yang amat sederhana. Tak ada terop di halaman karena tahu sendiri daerah Kaliawi itu rumah nyaris berdempet-dempet. Hanya dipisahkan oleh gang-gang kecil di samping kiri kanan dan depan antar-rumah. Inilah kondangan ketujuh di 2022. Kondangan di masa PPKM. Protokol kesehatan ketat dengan disambut tetesan hand sanitizer ke tangan tetamu. Disediakan masker bagi yang alpa. Di masa Covid-19 ini masker, cuci tangan, dan jaga jarak adala...

Yang Tersimpan dalam Ingatan

Gambar
” Menonton Pesta Demokrasi”, tulisan AYE di Majalah Sapu Lidi. (foto: zy) Sejak berniat mengurangi aktivitas  facebookan , 15/10/2020  Yusrin Tabri  minta pertemanan. Tentu saja saya konfirmasi, ia teman saat jadi kader HMI Komisariat AMP YKPN Jogja. Niat tetap saya jalankan, berkurang perlahan-lahan. Buka  facebook  sesekali hanya  ngintip  aktivitas teman-teman yang lain. Tak terasa tahun 2020 tamat, berganti tahun baru 2021. 1 Januari 2021 mata saya menangkap nama Aminoto Unzir  di  Google . Saya tercekat membaca kabar duka yang diposting teman-teman putrinya alumnus SMADA Jogja. Aminoto Unzir sudah sejak lama saya lacak akun medsosnya di  Google . Berulang kali saya  browsing  sampai menggunakan nama anaknya pun saya coba, tapi hasilnya nihil.  Zonk  melulu. 13 Februari 2021 pukul 20:47 Aminoto mengajukan  friend request  sekaligus mengirim  messenger . Baru saya konfirmasi dan balas  m...