Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Polemik Hari Sekolah Berakhir

Gambar
Pro-Kontra Full Day School Selasa (7/8/2016) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo, perihal upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan kebijakan sekolah lima hari yang berarti delapan jam belajar bagi siswa sebagai bagian Pendidikan Pengembangan Karakter.   Namun, kebijakan yang kemudian di mata publik disamakan dengan sistem full day school (FDS) itu mendapat penolakan dari sejumlah khalayak. Karena dengan 8 jam belajar di sekolah akan membuat anak-anak tidak ada waktu lagi untuk belajar mengaji di sore hari. Dampak ekstremnya, sekolah Madrasah Diniyah akan kekurangan murid. Karena murid lembaga pendidikan berbasis agama ini tak lain adalah murid-murid SD dan SMP. Presiden Joko widodo, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (kiri), Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas (ketiga dari kiri), dan pimpinan sejumlah ormas Islam lainnya memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/9)...

Hari Aksara Internasional dan Buta Aksara di Indonesia

Gambar
Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2017 ini secara nasional dipusatkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang berlangsung dari Rabu (6/9) hingga Sabtu (9/9). Acara puncak peringatannya akan dilaksanakan pada Jumat (8/9/2017) di GOR Ewangga Kuningan. Rangkaian acara akan dimulai dari Pameran Pendidikan dan Kebudayaan, hingga pemberian anugerah aksara, pemberian penghargaan kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kreatif-Rekreatif, pemberian penghargaan pemenang lomba keberaksaraan, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) berprestasi. Murid Sekolah Dasar peserta aubade pada Kongres Pancasila IX di Kampus UGM, Yogyakarta, Sabtu, 22 Juli 2017. foto: istimewa  Di lihat dari masing-masing provinsi, di Indonesia masih terdapat 11 provinsi memiliki angka buta huruf (buta aksara) di atas angka nasional. Angka buta aksara ini mencakup penduduk berusia 15-59 tahun, yaitu Provinsi Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen),...

Festival Krakatau ke-XXVII

Gambar
potret diri, itu captionnya Pemerintah Provinsi Lampung lewat Dinas Pariwisata kembali menghelat Festival Krakatau ke-27 atau didaulat dengan nama Lampung Krakatau Festival (LKF) ke- XXVII. Diluncurkan pada Jumat, 25 Agustus oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, Kepala Dinas Pariwisata Budiharto HN. Rangkaian mata acara diisi berbagai lomba, seperti fashion show, pameran industri kreatif, tour ke Gunung Anak Krakatau (GAK) yang diikuti peserta dari berbagai elemen, seperti aparatur sipil Dinas Pariwisata, kalangan jurnalis, Blogger dan lainnya. Tour ke GAK dilepas secara simbolis oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto HN, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur, pada Jumat, 25 Agustus. Sedangkan pawai budaya dilaksanakan pada Sabtu, 26 Agustus mulai pukul 12.00 hingga selesai. Peserta pawai perwakilan dari beberapa kabupaten dan komunitas dengan rute Lapangan Saburai, Jalan Tulang Bawang (samping toko buku Gramedia), ...

Ramadan Berkemas Kemudian Pergi

Gambar
/1/ Siang ini Ramadan berkemas. Hatiku cemas, pertanyaan melintas. Hendak ke manakah dia begitu gegas. Oh, ternyata dia akan pergi jauh, jauh sekali. Selama sebelas bulan ke depan dia hilang dari penglihatan, penghayatan rasa dan penggalian hakikat. Aku menghitung waktu, sepuluh jari plus satu. Sebegitu lama aku harus menunggu agar bisa berjumpa kembali dengan Ramadan. Itu pun kalau masih ada kesempatan bagiku untuk dipertemukan dengannya. Usai Magrib, Ramadan pun melangkah pergi. Tak hanya aku, ditinggalkannya semua orang yang telah menyambutnya. Yang telah memuliakan kedudukannya yang lebih agung daripada sebelas bulan teman-temannya. Aku tak bisa mencegah, langkahnya bulat lekas berangkat. Sudah habis waktu baginya untuk hadir. Tak hanya di rumahku tapi rumah semua orang yang menyambutnya. Yang menghiasi malam-malamnya dengan menggiatkan qiyamul - lail . Esok hari, Ramadan tinggal kenangan. Bagi yang sabar dan tawakkal mengakrabi kehadirannya, aka...

Semua Puisi Tentang Ramadan

Gambar
Bulan Kesembilan Penanggalan Islam /1/ Tepat di bulan kesembilan penanggalan Islam Di waktu Subuh, Ibu melahirkan anak keduanya Bayi laki-laki berkulit putih, berambut lebat Ayah memberinya nama Fajri Ramadan Ia adik yang bakal jadi teman bermainku Juga bakal jadi musuh saat berebut pengaruh Di balik kaca ruang isolasi di Rumah Bersalin Di situ pertama aku melihat adikku Matanya terpejam menduga kelam teka-teki dunia Sesekali membuka seperti memasang siasat Bibir mungilnya komat-kamit seperti melafalkan mantra Telinganya pun tekun berlatih, mencerna bising kehidupan Di hari ketujuh, sesudah ari-arinya tanggal dari pusarnya Ayah menyiapkan kenduri aqiqah dan acara marhabanan Menyembelih dua ekor kambing untuk menebus aqiqahnya  Perintah agama untuk menyegerakan, jangan tergadaikan Barzanji dan wirid doa dilantunkan, rambutnya dicukur Nama yang telah dipilihkan Ayah pun disematkan Pertumbuhan adik pesat, tidak rewel dan irit menangis I...

Ramadan (Penghulu yang Dirindu Kembali Datang)

Gambar
Sunset dibidik dari bukit SMPN 28 Bandarlampung (Jumat, 26 Mei 2017) /1/ Matahari terakhir pulang memapah waktu yang kelu Lindap di balik samar bayangan hilal yang mengintip di kejauhan Penghulu yang lama dirindukan kembali datang Bukan sembarang penghulu, dialah penghulu bulan Penghulu yang akan mengijabkan semua penantian Penantian yang tak kunjung lekang diperam segala bulan Mungkin keagungan Ramadan bisa menyepuhnya Ramadan yang janjikan nikmat, ampunan dan pembebasan Semua orang menyucikan diri untuk menyambut kehadirannya Menatahkan takwa, lalu pulang ke jati diri, kembali ke fitrahnya Penghulu yang menurunkan Alquran pada malam qadar Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan Pada malam itu turun para Malaikat dan Ruh Jibril Atas izin Tuhannya, mengatur semua urusan Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar Angin terakhir berdesau pulang menuju kekekalannya Pada ranting-ranting kering tak sudi ia bersemayam Dia memiliki ...

Pekon Helau

Gambar
Pekon dalam Bahasa Lampung bermakna kampung atau desa. Helau artinya bagus, indah, asri. Dengan demikian, bila dipadukan menjadi pekon helau , yang bisa diartikan kampung atau desa yang bagus, terlihat indah, tertata sedemikian asri. Sehingga membuat warga penghuninya nyaman dan para pengunjung terkagum-kagum akan keindahannya. Untuk mendapatkan kampung yang indah atau pekon helau , agar warganya nyaman dan tamu yang datang merasa betah tinggal dan bisa jadi ketagihan untuk datang lagi, lagi, dan lagi, maka Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat meluncurkan Gerakan Pekon Helau (GPH). Diluncurkan oleh Bupati Agus Istiqlal pada Senin (15/5/2017) di Pekon Negeriratu, Kecamatan Ngambur. Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal disambut lalu diarak di bawah payung agung menuju tempat acara peluncuran Gerakan Pekon Helau di Pekon Negeriratu, Kecamatan Ngambur, Senin (15/5/2017) Foto: istimewa/humas_pemkab-pesibar. Dalam sambutannya, Bupati Agus Istiqlal mengatakan, tujuan diluncurkanny...

Sekala Brak Jaga Nilai Kebudayaan Nusantara

Gambar
Gelaran acara Asian African Carnival 2017 yang digelar di Kota Bandung berlangsung meriah. Ratusan warga berjuluk Kota Kembang berbondong-bondong menyaksikan acara di Kawasan Jalan Asia Afrika, Sabtu (13/5) siang. Masyarakat dari berbagai kalangan dan usia terlihat hadir guna menyaksikan kemeriahan acara yang digelar oleh Pemkot Bandung itu. Teriknya cahaya matahari sama sekali tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk menyaksikan kemeriahan Asian African Carnival 2017. Bahkan mereka rela berdesak-desakan untuk melihat lebih dekat kemeriahan parade. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjalan beriringan dengan Raja Kerajaan Adat Kepaksian Sekala Brak Edward Syah Pernong  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengawali prosesi acara karnaval dengan memimpin sekaligus melakukan napak tilas para raja dari keraton se-Indonesia. Diawal acara Ridwan Kamil berjalan beriringan dengan Raja Kerajaan Adat Kepaksian Sekala Brak Lampung Edward Syah Pernong yang bergelar Sultan Sekala Br...