Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Gempa Pandemi

Gambar
Pantai Kasap Pacitan, Laut Selatan Jawa Timur, 23-06-2021, (foto: koleksi pribadi)  Sungguh tak terbayang bakal digoyang gempa di ketinggian lantai 3 Hotel Harper Malioboro. Itu terjadi sebulan lalu, Senin (28 Juni 2021), selagi khusyuk berzikir usai salat subuh tetiba hotel berayun-ayun. Hah, ada gempakah? Saya saling beradu pandang dengan istri, yang seusai zikir berpindah ke atas kasur dan masuk kemul karena harus bergantian tempat salat. Kalau di rumah kami biasa salat berjamaah. Tetapi, berhubung di kamar hotel tempatnya terbatas, jadilah salat sendiri-sendiri bergantian. Istriku yang kemulan bersandar di bantal memegang remote sedang matanya melayap, lier - lier setengah turu ditimpa kantuk. Digoyang gempa dia seketika kehilangan kantuk. Matanya terang memandang ke arahku. Selesai zikir kuraih hp dan membuka Twitter untuk mencari info dari BMKG. Benar saja, lokasi gempa 55 km Barat Daya Gunungkidul, terjadi pada 28 Juni 2021, 05:15:29 WIB, Magnitudo 5.3, kedalaman 48 ...

Ke Puncak Lelah

Gambar
eL-ROYAL Hotel, Jogja, Minggu, 20-6-2021. (foto: koleksi pribadi)  Sejak merebak di negeri ini Maret 2020, pandemi Covid-19 membuat rasa khawatir hinggap di punggung setiap orang, menjadi beban dipanggul ke mana-mana. Orang-orang bersalin rupa. Ada yang menyerupa kuda beban yang diberati perasaan was-was, depresi, ngeri, dan keserbasalahan rasa karena terlampau dirasa-rasa. Semua didasari ketakutan yang berlebihan (phobia) terhadap kemungkinan akan terpapar virus yang ancaman mematikannya begitu luar biasa, saking ganasnya. Akan tetapi ada yang biasa-biasa saja menyikapinya. Tidak terhanyut euforia yang lebay . Takut sih iya, khawatir tentu, waspada harus. Hanya, mereka berpembawaan selow . Tak mau terlalu terbawa perasaan yang mengharu biru. Tetap memanggul beban rasa khawatir ke mana-mana, ke pasar tradisional, ke mal, ke Samsat bayar pajak kendaraan. Bahkan kondangan manténan yang dihelat dengan kapasitas undangan minimalis. Sangat terbatas di lingkup keluarga besar mantén b...

PPKM Super Pedas

Gambar
Gilo , pecak Seblak bae ado levelnyo (gila, macam seblak aja ada levelnya). Cuko pempek wong kito bae dak katik level-levelan (Kuah empek-empek kita aja nggak ada level-levelan). Seperti yang sudah saya singgung di tulisan berjudul ”Penanda” bahwa PPKM Darurat yang mungkin akan diperpanjang, ternyata benar. Sah, PPKM Darurat diperpanjang, 21–25 Juli 2021. Namanya PPKM Level 4. Ini pemerintah seriusan becanda apa sekadar iseng mempermainkan perasaan rakyat dengan istilah itu. Sebelum sampai pada tanggal 20 Juli, sudah santer beredar berita di media daring bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli. Bahkan ada yang menulis hingga 2 Agustus. Tetapi, banyak pula aksi penolakan disuarakan melalui media sosial. Perang opini di jejaring media (mainstream dan non-mainstream) itu bikin pemerintah pusing. Kata Ganjar Pranowo, kalau PPKM diperpanjang, berat bagi rakyat. Pemerintah pun memutuskan finally hanya sampai 25 Juli. PPKM Level 4, itu sebutannya. Kalau ibarat Seblak ...

From Jogja with Love

Gambar
Hotel Harper Malioboro, di sini kami digoyang gempa, Senin, 28/6/2021. (foto: koleksi pribadi) Lagi, ketika pemerintah menetapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, yang dimulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021, hotel-hotel di Jogja yang terpaksa tutup, menyikapinya dengan kreatif. Beberapa hotel menyalakan lampu pada beberapa kamar saja, sehingga dari luar terlihat membentuk simbol love . Simbol yang menyiratkan kasih sayang. Sebagai wujud keprihatinan atas pandemi berkepanjangan dan situasi yang memberatkan usaha perhotelan. 52 hotel menyalakan lampu dengan simbol love dari pukul 19 hingga 21 WIB pada 16 — 18 Juli 2021 malam. Di antaranya Novotel Suites, Jambuluwuk Malioboro, Pesona, Harper Malioboro, Grand Ambarrukmo, The 101 Yogyakarta Tugu, POP Timoho, Grand Orchid, Sahid Jaya Hotel, dll.    Hotel Novotel Suites (foto: mereka.com) Hal begitu sebenarnya sudah mereka lakukan sejak tahun 2020 lalu. Di saat awal pandemi Covid-19, ketika pe...

Hujan Bulan Juli

Gambar
”Hujan Bulan Juli”  –  Suasana hujan di BKP, Sabtu (17/7/2021)  –  foto: koleksi pribadi Pembagian musim di Indonesia adalah kemarau (Mei–September) dan penghujan (Oktober–April). Tetapi hingga pertengahan Juli ini, di beberapa wilayah masih sering diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang, sampai lebat. Tentu saja hujan yang masih kerap turun di musim kemarau ini patut kita syukuri. Alhamdulillah, puji Tuhan, anugerah Allah Tuhan Yang Maha Pengasih bisa memberdayakan para petani untuk bisa terus menanam palawija dan padi di sawah tadah hujan. Kemarin, Sabtu (17/7/2021), di lingkungan perumahan kami, Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung hujan turun cukup deras. Daun-daun tanaman kembang di sisi jalan di muka rumah terlihat semringah kala diciumi hujan. Cucuran hujan dari atap yang limpah ke parit depan rumah akan merantau jauh hingga ke sawah-sawah yang masih tersisa di pinggir perumahan BKP. Sawah-sawah ini untuk sementara masih bisa bertahan, entah nanti, ...

Mata Anak-Anak

Gambar
Sesi pembukaan MPLS di SMPN 28 Bandar Lampung, Senin, 12 Juli 2021, guru-guru berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya (kiri atas), para pemateri bergantian menyampaikan materi MPLS secara virtual melalui platform zoom. (foto: dokumen SMPN 28) Tahun ajaran-baru baru saja berjalan sejak Senin (12/7/2021), di hari pertama masuk sekolah biasanya peserta didik disuguhkan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS. Sayangnya, bersamaan hari pertama tahuhn ajaran-baru merupakan hari pertama pula pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di luar Pulau Jawa-Bali. Sehingga MPLS dilaksanakan secara daring melalui zoom selama tiga hari berturut-turut. Apakah semua peserta didik baru hadir di zoom meeting sejak hari pertama hingga penutupan MPLS? Belum tentu. Tergantung kesiapan infrastruktur yang (semestinya) ada. Kalau tidak memiliki gawai tentu tidak bisa mengikuti. Walaupun sebuah kemustahilan hari gini tak punya gawai kan. Ya, di masa pembelajaran jarak jauh, yang emb...

Penanda

Gambar
Jangan pernah berhenti bersyukur (ilustrasi foto: id.pinterest.com) Nggilani.  Kasus harian Covid-19 sudah tembus 50 ribu. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang start sejak 3 Juli finish 20 Juli 2021 diberlakukan di Pulau Jawa — Bali. Itulah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan eskalasi Covid-19 yang terus meninggi. Sejak tahun 2020 lalu pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperpanjang berulang-ulang, namun tak membuahkan hasil yang signifikan. Covid-19 seakan bebal dan kebal. Mengapa PPKM Darurat berakhir tanggal 20? Karena tanggal 20 bertepatan dengan Iduladha. Sepertinya sengaja disetting untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang pada Idulfitri dulu tidak boleh mudik apalagi pulang kampung, akan ada kemungkinan mereka memanfaatkan momen Iduladha, kesempatan mudik atau pulang kampung bisa mereka lakukan. Bukan main halangan umat Islam merayakan Hari Kemenangan dan Hari Berkurban. Khususnya orang Madura yang punya tradisi toron ...